Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG MODA KERETA API JALUR PADANG-SOLOK Hardi Wijaya; Purnawan Purnawan; Hendra Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.992 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.57-67.2014

Abstract

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Barat. Salah satu upaya pemerintah mendanai pembangunan infrastruktur adalah bermitra dengan pihak swasta dalam bentuk Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Unsur terpenting KPS adalah kelayakan ekonomi dan keuangan berupa pengembalian modal. Rencana pembangunan jalur kereta api Padang-Solok tahun 2000 masuk dalam usulan rute pada skema jaringan jalur kereta api Pulau Sumatera. Penentuan tarif merupakan unsur terpenting pengembalian modal investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran tarif beberapa jenis komoditi angkutan barang kereta api jalur Padang-Solok. Metode dilakukan dengan tiga cara yaitu survey, tarif berdasarkan tata cara perhitungan yang dilakukan PT Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat serta perhitungan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 34 Tahun 2011. Dari hasil survei diperoleh Nilai ATP (Abillity to Pay) ratarata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 530,85, semen sebesar Rp 1.005,44, CPO sebesar Rp 519.78, karet sebesar Rp 552.47, beras sebesar Rp 1.027,73, pupuk sebesar Rp 445,45, inti sawit sebesar Rp 500.00, dan kelontong sebesar Rp 670.53,- /ton /km. Nilai WTP (Willingness to Pay) rata-rata pengguna jasa angkutan batu bara sebesar Rp 499.97, semen sebesar Rp 823.91, CPO sebesar Rp 430.00, karet sebesar Rp 471.94, beras sebesar Rp 855.06, pupuk sebesar Rp 550.00, inti sawit sebesar Rp 166.67, serta kelontong sebesar Rp 633.83,- /ton /km. Untuk komoditi pupuk nilai ATP lebih kecil dari WTP sedangkan untuk komoditi lainnya nilai ATP lebih besar dari WTP. Keywords: Infrastruktur, Kerjasama Pemerintah Swasta, Tarif, Abillity to Pay dan Willingness to Pay
PERFORMA SIMPANG BERSINYAL BY PASS, MANDIANGIN KOTO SELAYAN, KOTA BUKITTINGGI Adrian Fadhli; Dian Wahyoni; Hardi Wijaya; Rahmad Nur Farizi
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.138

Abstract

Padatnya jumlah penduduk pada Kecamatan Mandiangin Koto Selayan maka terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Hal tersebut berdampak pada persimpangan jalan, terutama pada Simpang By. Pass yang juga merupakan jalan Lintas Sumatera.Berdasarkanl alasan tersebutl maka perlul adanya studil penelitian sebagail upaya menanggulangil tundaan di persimpangan Simpang By. Pass agarl memudahkan penggunal jalan yangl ingin melintasil Simpang By. Pass tersebut. Penelitian yang akan dipergunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini umumnya mengumpulkan data dalam bentuk angka dan grafik untuk menguji dan mengkonfirmasi suatu teori atau asumsi. Kinerja simpang By pass Bukittinggi pada tahun 2022 dengan kapasitas simpang pada pendekat Utara 527 smp , Pendekat Selatan 542 smp, Pendekat timur 698 smp, Pendekat Barat 510 smp. Dengan derajatl kejenuhan DSl Pendekat Utara 0,82, Pendekatl Selatan 0,84, Pendekatl Timur l0,81 dan pendekat Barat 0,84. Panjangl antrian yang terjadi padal Pendekat Utara 54 lm, Pendekat Selatan 52 lm, Pendekat Timurl 93 m, danl Pendekat Barat 80 lm. Tundaan yang terjadi pada Pendekat Utara 47 det/smp, Pendekat Selatan 50 det/smp, Pendekat Timur 37 det/smp, dan Pendekat Utara 47 det/smp. Estimasi Tingkat pelayanan pada setiap pendekat tersebut adalah Utara E, Selatan E, Timur D dan Barat E. hal tersebut menjadi pelayanan simpang yang kurang optimal. solusi yang dapat diberikan untuk penanganan Tundaan yang terjadi adalah perencanaan ulang waktul siklus, penambahanl lebar lpendekat, dan perubahan lfase.
PERBANDINGAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR GEDUNG TOWER A APARTEMEN MENTENG SQUARE DI JAKARTA PUSAT BERDASARKAN PERGUB PROVINSI DKI JAKARTA DAN AKUMULASI MAKSIMUM PARKIR Maha Putri Handayani AS; Hardi Wijaya; Elviyanti; Tio Hardian
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.228

Abstract

Kompleks Apartemen Menteng Square adalah fasilitas hunian berkonsep one stop living terdiri dari tiga gedung yang terletak di Jakarta Pusat. Ketersediaan fasilitas parkir merupakan salah satu aspek penunjang kelancaran aktivitas di kompleks apartemen, khususnya di gedung Tower A yang memiliki 521 unit dengan kapasitas parkir 150 SRP untuk kendaraan roda 2 dan 78 SRP untuk kendaraan roda 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja parkir dan menganalisa kebutuhan parkir di gedung Tower A Apartemen Menteng Square, serta memberikan rekomendasi untuk optimalisasi penggunaan fasilitas parkir yang tersedia. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk mendapatkan data jumlah kendaraan yang keluar masuk serta lamanya durasi parkir kendaraan. Data diolah dan dianalisis untuk mengetahui karakteristik parkir menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif.
PKM FOR DEVELOPMENT OF SPORTS FACILITIES ON HANDAYANI STREET I, RW XIV Dian Wahyoni; Danyl Mallisza; Adrian Fadhli; Hardi Wijaya; Nazili, Nazili; Robby Hotter
Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): JCS, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i1.244

Abstract

This Community Service Activity (PKM) was carried out by lecturers from the Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering and Planning, Ekasakti University, with the aim of building sports facilities on Handayani Street I, RW XIV. The project is designed to provide adequate sports facilities to support physical health and improve the social cohesion of the local community. Implementation methods include planning, coordination with related parties, technical implementation, as well as evaluation and monitoring. The results show that the sports facilities built meet quality standards and have been well used by the community, providing significant physical and social benefits. Active community involvement increases the sense of ownership and responsibility for the facility, supporting its sustainability. The success of this project emphasizes the importance of synergy between universities, government and society, and shows the need to consider social and cultural aspects in service projects. This activity strengthens the role of universities in sustainable community development.