cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2011)" : 6 Documents clear
FLOATING RAFT-PILE FOUNDATIONS ANALYSIS USING NUMERICAL SIMULATION Helmy Darjanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.994 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.40-46.2011

Abstract

The numerical simulation of raft-pile foundations subjected to vertical load is presented in this paper. For comparison study, numerical models of single raft and pile groups are completed. The numerical models are adopting the elastic constitutive law for the materials. The stresses and vertical displacement of the models are observed. The behaviour of the raft-pile foundation compared to the pile-group is then investigated. The results using the same external load show that the raft-pile foundation has smallest displacement compared to the others. In terms of stresses, the raft shows contribution of the load transfer to the underneath soil as well as the piles. Moreover, the behaviour of the raft-pile system appears to be a combination of the pile-group and the single raft. In order to estimate the bearing capacity of the raft-pile system, it is suggested that the contribution of the raft should be included in addition of the piles’. Keywords: raft-pile foundation, soil-structure interaction, floating foundation
LINTASAN GELOMBANG LAUT MENUJU PELABUHAN PULAU BAAI BENGKULU Birhami Akhir; Mas Mera
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.838 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.47-60.2011

Abstract

Penelitian ini adalah tentang prediksi lintasan gelombang laut di pelabuhan Pulau Baai di Provinsi Bengkulu yang memperhitungkan refraksi dan pendangkalan gelombang. Prediksi ini membutuhkan parameter-parameter: data batimetri, tinggi gelombang laut dalam, periode gelombang, koefisien pendangkalan, koefisien refraksi, dan sudut datang gelombang. Data batimetri adalah data sekunder. Tinggi gelombang laut dalam diperoleh dari hubungan skala Beaufrot dan data angin. Data angin juga data sekunder. Periode gelombang diperoleh dari hubungan panjang fetch efektif dan kecepatan angin di laut. Kecepatan angin diperoleh dari pengolahan dan analisis data angin. Koefisien pendangkalan merupakan fungsi dari nilai asimtot dan panjang gelombang. Panjang gelombang diperoleh dari hubungan dispersi. Koefisien refraksi diperoleh dari fungsi jarak ortogonal antara dua lintasan gelombang sebelum dan sesudah dibiaskan. Skenario simulasi lintasan gelombang didasarkan pada variasi sudut datang gelombang di laut dalam. Lintasan gelombang lokal ditentukan dengan hukum Snellius. Dari Skala Beaufrot diperoleh tinggi gelombang laut dalam setinggi 2 meter dan dari grafik SMB (Sverdrup, Munk and Bretschneider) diperoleh periode gelombang 7 detik. Prediksi penjalaran gelombang dari laut dalam adalah lintasan gelombang di sekitar breakwater (pemecah gelombang) merapat (terjadi pengumpulan energi gelombang) sehingga tinggi gelombangnya membesar yang mencapai 3,16 meter. Sedangkan pada daerah mulut pelabuhan lintasan gelombang menyebar (terjadi penyebaran energi gelombang) sehingga tinggi gelombangnya mengecil yang mencapai 1,24 meter. Keywords: lintasan, pendangkalan, refraksi, dispersi, energi, tinggi gelombang.
IDENTIFIKASI KEGAGALAN STRUKTUR DAN ALTERNATIF PERBAIKAN SERTA PERKUATAN GEDUNG BPKP PROVINSI SUMATERA BARAT Febrin Anas Ismail
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.395 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.1-14.2011

Abstract

Pada gempa 30 September 2009 Gedung BPKP Provinsi Sumatera Barat mengalami kerusakan struktur yang cukup berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadipada gedung BPKP, baik secara visual maupun menggunakan software analisa struktur. Dari hasil analisa yang dilakukan, terlihat kerusakan struktur pada Gedung BPKP terutama diakibatkan oleh kurangnya kapasitas lentur kolom dalam menahan gaya lateral yang terjadi. Hal ini ditandai dengan adanya retak yang terjadi pada ujung kolom. Kerusakan non-struktural pada Gedung BPKP disebabkan oleh tidak adanya ikatan antara dinding bata dengan struktur bangunan, terlihat dengan tidak adanya pengangkuran yang baik dari struktur kolom ke dinding bata. Tegangan geser yang terjadi pada dinding bata juga melebihi tegangan yang diizinkan. Alternatif perbaikan yang bisa dilakukan seperti metoda injeksi, metoda grouting maupun perbaikan kolom yang telah mengalami kerusakan berat dengan penggantian tulangan dan beton yang mengalami kerusakan. Penambahan dinding geser maupun perkuatan kolom dengan metode jacketing pada gedung BPKP cukup efektif untuk perkuatan strukturnya, hal tersebut terlihat dengan adanya penurunan yang cukup signifikan dari gaya dalam dan perpindahan pada kolom jika dibandingkan dengan kondisi eksisting. Keywords: struktur, kapasitas lentur, gaya lateral, tegangan geser, metode injeksi, metode grouting, dinding geser, jacketing
PENGUKURAN RESPONS SPEKTRA KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODA PROBABILITAS Delfebriyadi Delfebriyadi; Rudy Ferial; Agasi Yudha Bestolova
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.053 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.61-68.2011

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil studi hazard kegempaan dengan suatu teknik analisis probabilistik terhadap wilayah kota Padang yang dilakukan berdasarkan kriteria desain yang disyaratkan dalam SNI 03-1726-2002, yaitu umur bangunan 50 tahun dan nilai probabilitas terlampaui 10%. Analisa hazard kegempaan dilakukan berdasarkan teori probabilitas total dan menggunakan pemodelan sumber gempa 2-D. Respons spektra desain di permukaan tanah diperkirakan berdasarkan faktor amplifikasi yang mengacu pada NEHRP 1997. Hasil akhir yang diperoleh adalah respons spektra percepatan desain permukaan tanah untuk kota Padang dengan periode ulang 500 tahun. Keywords: analisis hazard kegempaan, teori probabilitas, respon spektra
KAJIAN EKSPERIMENTAL PADA DINDING BATA DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISPLACEMENT CONTROL Abdul Hakam; Oscar Fitrah Nur; Rido Rido
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.551 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.15-28.2011

Abstract

Gempa bumi yang melanda Sumatera Barat, 6 Maret 2007 dan 30 September 2009 merupakan salah satu bentuk pengulangan gempa di masa lalu dan merupakan petunjuk yang jelas bahwa belum banyak yang dilakukan berkaitan dengan rumah sederhana. Berdasarkan temuan di hampir semua gempa yang menimpa daerah Sumatera Barat tersebut, bangunan yang mengalami kerusakan dan roboh adalah rumah sederhana yang dibangun secara spontan (non engineered building), dimana bangunan yang dibangun berdasarkan pengalaman praktis dan kekuatan strukturnya tidak dihitung. Salah satu bentuk kesalahan konstruksi pada bangunan yang terdapat di Sumatera Barat ini adalah bangunan tidak memiliki elemen struktur berupa kolom dan fungsi kolom digantikan langsung oleh susunan batu bata pada dinding. Bentuk kerusakan pada bangunan yang terjadi akibat gempa adalah terjadi retak dan pemisahan pada dinding bata. Kebanyakan bangunan yang ada dibuat pada masa yang tidak mengingatkan orang akan bahaya gempa bumi. Untuk gempa yang tidak terlalu besar, bangunan kemungkinan akan tetap berdiri dengan sedikit kerusakan. Namun untuk mengantisipasi gempa bumi yang kuat dan mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, maka bangunan rumah berdinding bata tersebut harus dibangun sesuai ketentuan konstruksi bangunan tahan gempa dengan memberikan perkuatan pada bagian-bagian tertentu seperti pemasangan jaring kawat pada dinding sebagai salah satu perkuatan. Oleh karena itu untuk mengetahui berapa besar pengaruh dari pasangan jaring kawat pada dinding bata ini, maka dilakukanlah penelitian terhadap dinding yang tidak memiliki kolom. Pengujian ini dilakukan terhadap 4 benda uji yaitu benda uji tanpa plester yang menggunakan perkuatan dan tidak menggunakan perkuatan, dan benda uji plester yang menggunakan perkuatan dan tidak menggunakan perkuatan. Pola keretakan yang terjadi pada semua benda uji berupa keretakan vertikal. Keretakan terdapat pada ikatan pasangan batu bata (plester) dan pecahnya batu bata. Penambahan plester pada dinding bata dapat meningkatkan nilai beban maksimum yang mampu diterima oleh dinding bata secara signifikan. Perkuatan kawat dapat meminimalkan terjadinya keruntuhan secara tiba-tiba dan menambah daya ikat pasangan batu bata pada dinding Keywords: gempa, jaring kawat, rumah sederhana.
EVALUASI EXISTING BUILDING DAN PEMBUATAN PETA EVAKUASI VERTIKAL TERHADAP TSUNAMI DI KOTA PADANG Fauzan Fauzan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.126 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.29-39.2011

Abstract

Kota Padang adalah daerah yang rawan gempa dan tsunami.Selain daerah rawan bencana, distribusi kepadatan populasi Padang sangat memprihatinkan.Lebih dari setengah populasi penduduk bermukim di daerah pantai.Berdasarkan catatan gempa, Padang memiliki masalah dalam evakuasi horizontal karena terjadi kemacetan pada ruas-ruas jalan. Pemerintah kota Padang belum memiliki kepastian dalam menentukan gedung yang memadaiuntuk tempat dan jalur evakuasi vertikal. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk memeriksa kelayakan existing building yang ada di kota Padang terhadap pengaruh beban gempa dan tsunami serta membuat Peta evakuasi vertikal terhadap tsunami. Penelitian ini dilakukan dalam duakategori yaitu penyelidikan bangunansecara visual dan penyelidikan melalui analisa struktur (ETABS dan SAP 2000 berlisensi).Penyelidikan bangunan secara visual meliputi fungsi bangunan, jumlah lantai, dimensi balok dan kolom, umur bangunan, jenis pondasi, persentase bukaan lantai dasar, ketinggian lantai satu, jumlah pintu masuk, dan potensial pounding. Kemudian dilakukans coring data sesuaidengan kondisi bangunan.Analisa struktur dilakukan pada gedung Hotel Mercure, gedung Dinas Pekerjaan Umum Prasjal dan Tarkim Sumatera Barat, dan Escape Building Kantor Gubernur Sumatera Barat. Dari hasil analisa struktur terhadap gedung-gedung tersebut dapat disimpulkan bahwa gedung layak untuk dijadikan sebagai sarana evakuasi vertikal terhadap bencana Tsunami. Peta evakuasi vertikal terhadap tsunami Kota Padang juga dihasilkan dari penelitian ini. Keywords:gempa, tsunami, evakuasi,gedung

Page 1 of 1 | Total Record : 6