cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2023)" : 6 Documents clear
Analisis Prioritas Penanganan Kerusakan bendung di DAS Mayang Kabupaten Jember Syahya, Afriq Fadian; Widiarti, Wiwik Yunarni; Hidayah, Entin
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.1-13.2023

Abstract

Bertambah besarnya tanggung jawab pemerintah daerah menuntut semakin banyak jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dalam pembangunan. Hal ini merupakan tantangan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu tunggang jawab tersebut adalah melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan utama irigasi yang masing masing memiliki manfaat, tingkat kerusakan, dan keterbatasan yang berbeda beda, sehingga penentuan prioritas rehabilitasi sulit untuk dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas penanganan bendung berdasarkan analisis tiga kinerja yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi. Penilaian ini dilakukan pada lima bendung yang berurutan pada aliran sungai utama DAS Mayang. Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 9 orang dari Dinas PU Pengairan Jember dan 1 orang dari UPT Pengairan Mayang. Sedangkan data ketersediaan air dan luas area irigasi didapatkan dari Dinas PU Pengairan Jember. Penentuan bobot kinerja bendung dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penilaian tingkat kerusakan bendung dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan yang mengacu pada Permen PU No.12/PRT/M/2015. Hasil pembobotan kinerja bendung menunjukan bahwa kondisi prasarana 49%, ketersediaan air 42%, dan luas area Irigasi 9%. Bendung Tegal Waru merupakan prioritas utama dalam penanganan kerusakan.
Perilaku Lentur Struktur Balok Beton Bertulang Dengan Korosi Tulangan Hingga 50% Astuti, Pinta
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.14-21.2023

Abstract

Korosi tulangan pada struktur beton merupakan salah satu penyebab kerusakan yang paling berdampak di dunia. Oleh karena itu, banyak peneliti terdahulu yang telah mencari unknown mechanism terkait ptoses terjadinya korosi, efek kerusakan struktur akibat korosi terhadap kapasitas dan kinerjanya, dan metode intervensi atau perbaikan akibat kerusakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku lentur pada struktur balok beton bertulang dengan tingkat korosi tulangan longitudinal hingga 50%.   Kuat tekan pada material beton tersebut adalah 30MPa, tegangan leleh pada tulangan utama dan tulangan samping adalah 420 MPa dan 280 MPa untuk tulangan sengkang. Dua jenis pembebanan yaitu beban titik dan beban merata yang didesain berdasarkan SNI 2847-2019 diaplikasikan pada permukaan atas struktur balok. Analisis penampang balok dilakukan dengan program Response-2000. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa level korosi 40% merupakan tingkat kritis dan kinerja struktur balok menurun secara signifikan akibat bebam merata yang bekerja dan tingkat korosi 30% merupakan tingkat kritis akibat beban titik yang dapat diindikasi dari nilai dekfleksi, momen kurvatur, pola retak, dan lebar retak.
Prediksi Kuat Tekan Mortar Bata Ringan Dengan Metode Jaringan Saraf Tiruan Suryanita, Reni; Maizir, Harnedi; Makahani, Satria; Fansuri, Dandio Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.22-31.2023

Abstract

Bata ringan merupakan salah satu inovasi di bidang material bangunan dengan menggunakan bahan kimia foaming agent, sehingga bobot bata menjadi lebih ringan. Bobot yang ringan merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki bata ringan, hal ini berpengaruh signifikan saat bata ringan digunakan pada bangunan gedung bertingkat karena dapat mengurangi berat sendiri bangunan. Kuat tekan merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas bata ringan. Untuk menentukan kualitas bata ringan perlu dilakukan pengujian eksperimental mortar bata ringan yang memerlukan biaya dan waktu pengujian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi numerik berbasis  Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk memprediksi nilai kuat tekan bata ringan. Model JST menggunakan nilai densitas mortar bata ringan sebagai data input. Data training dan testing dari hasil pengujian benda uji mortar bata ringan berbentuk kubus dengan panjang sisi 10 cm sebanyak 120 benda uji terdiri dari 105 benda uji digunakan untuk data training dan 15 benda uji digunakan sebagai data testing untuk memprediksi kuat tekan  mortar. Hasil pelatihan JST yang paling optimal menghasilkan nilai regresi training dan testing sebesar 0.93891 dan 0.95667. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan metode JST dapat memprediksi nilai kuat tekan mortar bata ringan dengan nilai error yang hampir mendekati nilai 0 dan keakuratan lebih dari 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, metode JST dapat digunakan dalam memprediksi kuat tekan bata ringan.
Potensi Pemanenan Air Hujan Dalam Memenuhi Kebutuhan Air di Desa Seraya Pamungkas, Tri Hayatining; Kariyana, I Made; Putra, I Gede Alit
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.42-43.2023

Abstract

Desa Seraya adalah salah satu desa di Kecamatan Karangsem yang dulunya sempat menggunakan sistem pemanenan air hujan (PAH) atau Rainwater Harvesting, namun sekarang mulai ditinggalkan dan beralih menggunakan PDAM. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari di Desa Seraya sangat tinggi karena air tidak hanya digunakan untuk keperluan minum, mencuci baju dan aktivitas lain di desa, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air untuk berternak. Jenis ternak yang dipelihara sangat beragam mulai dari sapi, kambing, babi dan unggas. Kebutuhan air yang banyak ini cenderung membuat tagihan pembayaran air PDAM sangat tinggi tiap bulannya, sehingga beberapa masyarakat sudah mulai mengeluhkan keadaan. Sistem pemanenan air hujan ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Seraya atau mengurangi penggunaan air dari PDAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penetapan sampel menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Adapun data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: curah hujan, luas atap rumah, luas bak penampungan dan banyaknya kebutuhan air di Desa Seraya. Berdasarkan hasil analisis didapatkan potensi hasil panen keseluruhan air hujan dapat memenuhi 94,03% dari total kebutuhan air di Desa Seraya. Apabila menggunakan bak penampung yang sudah ada saat ini, hasil panen air hujan dapat memenuhi 14,51% dari total kebutuhan air di Desa Seraya, karena bak air yang ada saat ini hanya mampu menampung 15,44% dari total potensi air hujan yang dapat dipanen.
Identifikasi Faktor Pendukung Dan Penghambat Adopsi Bim Oleh Kontraktor Di Provinsi Aceh Zhafirah, Haura; Oktaviani, Cut Zukhrina; Maulina, Febriyanti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.54-63.2023

Abstract

Perkembangan teknologi menghasilkan suatu sistem untuk mengelola informasi menjadi permodelan bangunan yaitu Building Information Modeling (BIM). Berbagai negara di dunia telah mengadopsi BIM dengan standar yang berbeda. Oleh karena itu tahun 2017, pemerintah mengeluarkan roadmap mengenai BIM berisi rencana penerapan untuk 5 tahun kedepan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum dijalankan sepenuhnya.  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22 Tahun 2018 telah mengamanatkan kebijakan implementasi BIM pada pembangunan gedung negara tidak sederhana, dengan ini secara tidak langsung telah mewajibkan kontraktor untuk segera mengadopsi BIM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat adopsi BIM oleh kontraktor di Provinsi Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner terbuka dan skala likert kepada 67 perusahaan kontraktor. Selanjutnya data dianalisis dengan metode Relative Importance Index (RII) untuk mendapatkan faktor yang paling berpengaruh. Faktor pendukung terbesar dalam adopsi BIM adalah BIM dapat mempermudah proses perencanaan dan faktor yang menjadi penghambat adalah kurangnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bagaimana proses adopsi dan penerapan BIM oleh kontraktor dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Aceh. Dengan demikian dapat diperoleh gambaran sejauh mana kontraktor telah mengetahui, memahami dan menerapkan BIM dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Effectiveness Of Portland Cement Type 1 In Stabilizing Soft Clay Soil As Subgrade For Road Construction Iskandar, Dedi; Putri, Elsa Eka; Hakam, Abdul; Fitri, Arniza
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.44-53.2023

Abstract

Sawah Lunto – Talawi road segment (STA 139 + 700 m) in Sawah Lunto city, West Sumatera province has sustained major damages and been the scene of several accidents since the past few years. The degression of soft clay subgrade, which has a limited bearing capacity and makes it structurally impractical to sustain road construction, was discovered to be the source of these damages. As a recent option for enhancing soil qualities, soil stabilization by employing a variety of pozzolanic and industrial materials has gained popularity. The objective of this study is to investigate the effectiveness of Portland cement type 1 as stabilizing material in improving the soil properties and carrying capacity requirements for soft clay soil used as subgrade in road construction. To accomplish the objectives of this study, a laboratory testing procedure was implemented. Unconfined Compressive Strength (USC) values on natural soil and treated soil with Portland cement type 1 admixture were measured and compared during laboratory experiments. Soft clay soils were stabilized with varying percentages of Portland cement type 1 with the proportions of approximately 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, and 10% by dry weight of soil during a 7-days curing period. Laboratory testing were performed in compliance with Indonesian National Standard (SNI): SNI 3420-2008 for testing Unconfined Compressive Strength. According to the results of laboratory testing, the UCS values increased roughly from 0.634 kg/cm2 (undisturbed natural soil) to 2.832 kg/cm2 (treated soil) by adding 3% of Portland cement type 1, and up to 8,024 kg/cm2 (treated soil) by adding 10% of Portland cement type 1. Based on the findings, it can be demonstrated that Portland cement type 1 can enhance clay soil's properties used as a subgrade for road construction, can create more stable road conditions, and can ultimately meet the technical feasibility requirements for the subgrade carrying capacity, particularly at the Sawah Lunto - Talawi road segment (STA 139 + 700 m).

Page 1 of 1 | Total Record : 6