cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
REKONSTRUKSI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL Zaenuddin Zaenuddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.424 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i2.716

Abstract

kehidupan antar manusia di muka bumi, baik dampak yang bersifat positif maupun negatif. Tentu hal ini menjadi tantangan yang cukup serius bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Tantangan saat ini dan ke depan bagaimana menempatkan lembaga pendidikan Islam berperan sebagai sesuatu yang urgen dalam membagun kekuatan bangsa. Oleh karena itu rekonstruksi lembaga pendidikan Islam yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal menjadisangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini. Kearifan lokal dapat berfungsi sebagai salah satu sumber nilai-nilai yang luhur bagi maksud tersebut. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Pada Pasal 1, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Amanah undang-undang tersebut bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentukinsan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilainilai kearifan lokal bangsa serta agama.Keywords: Kearifan Lokal, Lembaga Pendidikan Islam, Globalisasi.
STUDI METODE IJTIHAD DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN TERHADAP PEMBARUAN HUKUM ISLAM B. Budiarti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.199 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i1.707

Abstract

Pengkajian hukum Islam dan berbagai tantangan global membutuhkan metode ijtihad yang solutif untuk memecahkan berbagai isu-isu kontemporer dewasa ini. Teori double movement Fazlul Rahman memberikan tawaran sebagai pembaruan hukum Islam atas problematik hukum secara kontekstual tanpa menafikan landasan sumber primer hukum Islam, yaitu Alquran dan Sunnah. Metode ijtihad berlangsung dengan melakukan kritik sejarah terhadap norma pada sumber primer berdasarkan ruang dan waktu serta latar sosial budaya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menangkap nilai universalitas pesan suci yang terkandung dalam sumber primer. Nilai universalitas tersebut berbentuk kemanusiaan (humanistic), kebebasan (al-hurriyah), keadilan (al-‘adalah), dan persamaan (al-musawah). Hal ini relevan dalam konteks ruang dan waktu kekinian berdasarkan perkembangan zaman yang dihadapi oleh masyarakat di era industri informasi. Tulisan ini menegaskan fleksibilitas hukum berdasarkan syariat dapat memberikan solusi terhadap problem-problem kebaruan yang dihadapi. Oleh karena itu, pengajaran metodologi hukum tidak hanya mengajarkan Usul al-Fiqh klasik tetapi juga mengajarkan konsep relevan dengan situasi dan kondisi kemapanan sosial politik terkini.Kata Kunci: Metode ijtihad, teori double movement Fazlur Rahman, pembaruan hukumIslam
PENERAPAN SIKAP TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA MTsN I WAKATOBI Wa Ode Raslimin; Laode Anhusadar
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.94 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.1000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara tepat pengaruh penerapan sikap terhadap hasil belajar siswa MTsN I Wakatobi kelas VII A. Penelitian ini merupakan penelitian PTK. Rancangan  penelitian  ini  menggunakan  Penelitian  Tindakan  Kelas yang dilaksanakan secara lazim sesuai dengan prinsip Penelitian Tindakan Kelas  yaitu  meliputi  4  tahap:  perencanaan,  pelaksanaan,  observasi,  dan refleksi. Dalam penelitian ini, yang penulis jadikan sebagai subjek penelitian adalah  siswa  kelas VII A MTsN I Wakatobi Kabupaten Wakatobi   Tahun   Pelajaran   2017/2018 semester Genap,  yang berjumlah 34 orang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 3 metode, yaitu: mengadakan  tes atau evaluasi terhadap peserta didik melalui pre test dan post test untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami konsep membaca dan menulis awal Bahasa Indonesia. Hasil yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa kelas VII A MTsN I Wakatobi melalui penerapan sikap dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII A, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan sikap dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa  Indonesia  pada  siswa  kelas  VII A MTsN I Wakatobi.
KURIKULUM 2013: SPIRITUALISASI SAINS MELALUI PENDEKATAN TEMATIK-INTEGRATIF Supriyanto Supriyanto
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v2i1.561

Abstract

Integration of science discourse revolving around 12 years ago and then spread to almost all religious colleges, both public and private. The concept has been built long enough trouble as realizing the real action, so it is inevitable imagination to this day still immersed several universities in the integration of scientific discourse. The emergence of the curriculum in 2013were judged to have the spirit of integration of the momentum for education practitioners either from early childhood through college. The concept of thematic learning-integrative contained in the new 2013 curriculum limited to internal integration and still mono disciplines, so still need to do the reconstruction of aspects of the curriculum content. Efforts integration of science into the curriculum in 2013 is supported by some models of learning such as project based learning, discovery based learning, inquiry based learning and problem based learning.
REINTERPRETASI KHALQ AL-QURAN DALAM PENGEMBANGAN PRAGMATIKA LINGUISTIK Awal Muqsith
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.251 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i2.721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pragmatika linguistik yangtelah meredup dalam pranata tafsir yang ada selama ini. Dewasa ini, penelitian dan metode bahasa telah menjadi paradigma dominan di dunia filsafat saat ini. Sayangnya, instrumen dan metodologi keislaman tertinggal jauh dari diskursus kebahasaan saat ini. Dengan merevitalisasi perdebatan Khalq Al-Quran antara Muktazilah dan Asyairah, penelitian ini diharapakan mampu memberikan pemahaman dan pemaknaan baru tentang karakteristik Al-Quran yang selanjutnya mampu mengembangkan pranata tafsir yang mampu relevan dengan kontekstualitas saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan Muktazilah tentang Khalq Al-Quran berdasar pada profanitas bahasa, yang jugatermasuk bahasa Al-Quran. Bahasa dibentuk oleh konvensi manusia yang berimplikasi kepada pengaruh aspek budaya, ideologi dan politik serta dimensi humanis lainnya. Dengan demikian, Al-Quran mampu diolah dan dieksplorasi secara rasional dengan piranti humanitas yang dimiliki manusia. Asyairah di sisi lain memandang faktor kebahasaan yang ada dalam Al-Quran; makna dan teks. Makna bersifat azali, dalam pengertian yang lebih elastis, bersifat universal dan dinamis. Adapun teks, bersifat temporal yang terikat dalam ruang dan waktu. Teks dengan demikian perlu mendapatkan dukungan dari kontekstualitas ruang dan waktu, sedangkan makna akan selalu abadi dan relevan dengan problematika umat Islam.Kata Kunci: Al-Quran, Muktazilah dan Asyairah
PENERAPAN PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL BERBASIS TEKNOLOGI DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK Ambar Sri Lestari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v1i1.401

Abstract

Pembelajaran Multikultural Berbasis Teknologi dapat dimaknai dengan pemanfaatan dan penggunaan perangkat teknologi dalam desain pengembangan pembelajaran. Pembelajaran multikultural ini dapat dilakukan berbagai pada mata ajar keagamaan, sosial, dan budaya,sciense dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik melalui model R2D2, yaitu Reflektif, Recursive Instructional Design and Development, yang dilakukan melalui empat tahapan, diantarany adefini, design, development dan dissemination. Hasil pengembangan pembelajaran ini akan meningkatkan motivasi dan kesadaran diri pada individu belajar terhadap kemajemukan dan keberagaman agama, bahasan, suku, etnis, ras, kemampuan dan menghargai suatu perbedaan pada masyarakat.
HUKUM ISLAM DALAM MULTIKULTURALIS PLURALITAS DI INDONESIA Rizal Darwis
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.895 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i1.712

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan hukum Islam dalammultikulturalis pluralitas di Indonesia. Penulis berpendapat bahwa multikulturalis pluralisme adalah paradigma yang menganggap adanya kesetaraan antar ekspresi budaya yang plural. Hal ini menyangkut kesadaran sosial bahwa di dalam kehidupan masyarakat terdapat keragaman budaya. Kesadaran tersebut berdimensi etis yang menuntut tanggung jawab yang terarah pada tindakan baik dan benar, yang selanjutnya terwujud ke dalam berbagai bentuk penghargaan, penghormatan, perhatian, kasih sayang, cinta, dan pengakuan akan eksistensi terhadap sesama. Lebaran ketupat adalah contoh bentuk penghargaan budaya lokal dalam kemajemukan masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Multikulturalis, Pluralistik, Hukum Islam, Lebaran Ketupat
ISLAM DAN LINGKUNGAN (Model Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Perilaku Peduli Lingkungan di SMA Negeri 6 Kendari) Jumarddin La Fua,Samsul, Husain Insawan Ratna Umi Nurlila2
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v2i1.566

Abstract

This research examines the model of Islamic education in the formation of environmental care behavior in SMA Negeri 6 Kendari. The purpose of this research is to understand the introduction and understanding of environmental education as well as the form and behavior of matter formation environment in SMA Negeri 6 Kendari. The method of this research is qualitative research approach to the study of the field or field research, where researchers conduct research directly on site to get and collect data to be able to give you an idea of the reality on the ground in a systematic and describes the relationship of all the data obtained in particular relating to the establishment of environmental care behavior in SMA Negeri 6 Kendari. The object of this research is the principal, vice principal, teacher of Islamic education, Teachers Adiwiyata and Sman 6 Kendari. Data collection techniques in the study done by direct observation, interviews, and documentation. Data analysis in this research by reduction of data, data presentation and data verification. The results showed that the formation of environmental values matter in SMA Negeri 6 Kendari has done to build the character of the care for the environment through conditioning activities interact with the environment in discerning and wise. The process of cultivation of the value of environmental care in SMA Negeri 6 Kendari take a long time and done continuously and sustainably so that learners can receive values that have been instilled in him and will bring up the behavior of matter to the environment. The shape of the planting environment values which has been done by the SMA Negeri 6 Kendari through several patterns such as socialization, structuring the environment school vision being performed on every Tuesday, Thursday and Saturday, a text message or writing words of motivation that is framed in religus, and awarding examples example by all the citizens of the school in building a caring environment on behavior of SMA Negeri 6 Kendari.
EPISTEMOLOGI IBNU RUSYD DALAM MEREKONSILIASI AGAMA DAN FILSAFAT (Ibn Rushd's Epistemology in The Reconciliation of Religion and Philosophy) Hamzah Hamzah; Wa Muna Wa Muna
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.848 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.1006

Abstract

In the history of Islamic thought, revelation and ratios are two issues that have become endless debates in relation to religion and philosophy. This problem raises two different views, namely the stronghold of thought which prioritizes revelation and overrides ratios, and the stronghold of thought which prioritizes ratios and denies revelation.The issue has become a polemic in religious and philosophical thinking, often causing victims to be subject to fierce opposition in the two extremes of opinion that differ in views. One proof of the fierce opposition between the two stronghold of thought is the kufr verdict given by Al-Gazali (1058-1111 AD) to Muslim philosophers, such as Al-Farabi (870-950 AD) and Ibn Sina (980-1037 AD). Even, Ibn Rushd (1126-1198 AD) himself had felt the punishment of exile and burning of philosophical books in his time. Therefore, Ibn Rushd sought to find a reconciliation point between revelation and ratio in relation to religion and philosophy. However, Ibn Rushd was not the first philosopher try to reconcile these two things, previously there were philosophers Al-Kindi (801-876 AD), Al-Farabi (870-950 AD), Al-Sijitsani (d. 1000 AD), Ibn Miskawaih (941-1030 AD), Ibn Sina (980-1037 AD) and Ibn Tufail (1110-1184 AD). Ibn Rushd's effort in reconciling religion and philosophy was written  in his book entitled Fashl al-Maqal wa Taqrir ma Bain al-Hikmah wa al- Syari’ah min al-Ittishal. In the reconciliation effort, he used qiyas syar'i and ta’wil.
KONSTRUKSI KEPEMIMPINAN PERSPEKTIF MAS}LAHAH St. Halimang
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.554 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i2.1087

Abstract

This study aims to determine the construction of leadership in the perspective of maslahah. This is the development of Islamic legal thought, the theory used in this study is theory of maslahat and Sadd az\-z\ari>’ah. data collected by quoting, adapting and analyzing the literature that the relevance of the issues discussed, then all of them were reviewed and concluded. The results show that leadership must have the ability to direct the behavior of others, have certain skills that are not owned by everyone, so as to solve the problems that arise in the life of mankind. Between leaders and those who are led must establish synergic relations between the people and the government in carrying out their responsibilities. Between the two parties there was a synergy and mutual protection. Construction Leaders found several criteria, namely: (a) Principle of Deliberation (b) Justice, Preservation of absolute justice between fellow humans (c) Principle of Equality by treating something no more and no less. (d) The principle of humanity, namely everything worthy for humans to each other (e) Honesty, by proving between his words and deeds (f) Al-amanah, preserving the principle of being responsible both personally and institutionally (g) Al-tablig (openness), open openness to input from the people by absorbing all of his aspirations, (h) Al-fatha> nah (intelligence) intelligence, mastering conditions and insight, want to be under which the nation is. Privileges of a just leader because Fair is the noblest characteristic that determines the policies of a leader and even that raises the image and authority of a leader.

Page 5 of 20 | Total Record : 195