cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
CYBERCULTURE MEMBINGKAI DAKWAH KONTEMPORER MASYARAKAT MODERN Ambar Sri Lestari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.609 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i1.706

Abstract

Fenomena masyarakat modern sekarang telah mengakar dalam sendi-sendikehidupan yang membawa dampak secara luas dalam segala bidang. Suguhan internet dalam teknologi informasi telah menjelma menjadi ruang maya yang disebut cyberculture, yaitu masyarakat yang hidup dalam budaya maya dalam interaksi antar individu, kelompok hingga komunitas masyarakat yang dilakukan melalui forum, newsgroup, dan chats. Cyberculture adalah segala budaya yang telah atau sedang muncul dari penggunaan jaringan komputer untuk komunikasi, hiburan, dan bisnis menjadi ruang virtual, seperti: virtual self, virtual community, virtual politics, virtual economics, virtual lives, virtual sex, virtual social, virtual/cybercrime. Gerakan-gerakan modern Islam kini terbagi dalam empat pola pemikiran yaitu: pola pemikiran liberalis, pola pemikiran nasionalis, pola pemikiran apologis, dan pola pemikiran dinamis. Dengan realitas tersebut maka kemasan penyampaian dakwah harus berpijak pada kebutuhan masyarakat dan mengakar pada aqidah islam sesuai Al-Quran Hadist.Kata kunci: Cyberculture, Dakwah Kontemporer, Masyarakat Modern
MANAJEMEN KURIKULUM PONDOK PESANTREN SALAFIYAH DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM DAKWAH JAMAAH TABLIGH (Studi Kasus di Pesantren Kasyiful ‘Ulum Kendari ) Angki Firmansyah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.322 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.999

Abstract

Sejak tahun2009, Pondok Pesantren Salafiyah Kasyiful ‘Ulum Kendari mulai berdiri dan didalam kurikulum pesantrennya menyelenggarakan Program Dakwah metode Jamaah Tabligh.Masuknya program dakwah Jamaah Tabligh dalampembelajaranpesantren,secara tidaklangsung cukupberpengaruhdalam pengalokasian waktu ketika menyusun jadwal pembelajaran; antara pembelajaran dakwah dengan kajian kitab klasik. Keadaan ini tentu perlu untuk dikaji lebihjauh,agarke depanpadamasing-masing pesantrendapatmengelola kurikulumdengan selalu menjaga sinergitas antara kewajiban melaksanakan pembelajaran dakwahdengan kajian keagamaan berupa pengajian kitab;yaitubagaimana manajemenkurikulumdanusaha menata-kelola kurikulum padaPondokPesantrenSalafiyah Kasyiful Ulum.
SALAT DAN KESEHATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Siti Halimang
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.654 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v2i1.560

Abstract

Solat is worship which contains some utterances and action started by recitation of laudation and ended by peace be unto you. Solat is worship demanding concentration and absorbed deeply.  Humble before God in Solat can impact to concentration and health mind. If mind is health, all aspect of body will feel health. When Solat all aspect of healthy will be synergy harmoniously. Solat is related to healthy through eacht solat actions that stimulate nerve system, such as back, armpit, shoulder, arm and leg, thigh and finger leg. If all the nerve cencors is stimulated, it will react to certain organ in the body. In perspective of ilamic law this is preventive action to take care of soul, because the purpose of Islamic law is to give commonly useful benefit to soul as the instrument of worship to Allah swt. 
BAHASA ARAB DALAM KONTEKS SIMBOL AGAMA (Analisis Terhadap Tujuan Pembelajaran pada Perguruan Tinggi Islam) Imelda Wahyuni
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.65 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i2.720

Abstract

Bahasa Arab sebagi bahasa agama dan bahasa internasional menjadi daya tariktersendiri untuk dipelajari. Kajian ini mengungkap bahwa bentuk pemaknaan kedudukan, fungsi, dan tujuan bahasa Arab dalam pembelajaran dengan mengangkat studi kasus pada beberapa program studi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan teknik pengumpulan data dengan bentuk wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti beranggapan bahwa tujuan pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan khususnya perguruan tinggi sangat tergantung pada rancangan kurikulum pembelajaran. Penelitian inimenemukan bahwa tujuan pembelajaran bahasa Arab pada perguruan tinggi adalah mewujudkan kompetensi kebahasaan, mengembangkan kompetensi komunikasi, dan mengintegrasikan pemahaman kebudayaan dalam pembelajaran bahasa Arab. Ketiga tujuan pembelajran bahasa Arab yang telah dirumuskan dalam kurikulum belum tercapai secara maksimal, sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk merekonstruksistrategi pemahaman mahasiswa terhadap tujuan pembelajaran bahasa Arab.Kata Kunci: Bahasa Arab, Tujuan Pembelajaran, Simbol Agama
KonselingIslam dalamMasyarakat Multikultural Faizah B Awad
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.705 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v1i1.400

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, etnis, adat istiadat, agama dan budaya setempat. Keberagaman ini merupakan aset dan potensi untuk menjadi bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa yang lain. Namun menjadi ancaman dan disintegrasi bangsa bila tidak di manage secara benar oleh segenap unsur masyarakat. Berbagai fakta yang telah terjadi merupakan konflik yang tak terelakkan sehingga menelan korban. Baik konflik agama, budaya, etnis, ras, dan sebagainya. Tulisan ini menawarkan beberapa konsep untuk solusi yang dapat dijadikan alternatifnya yakni melalui konseling Islam bertolak dari konseling secara umum accaptance, adjustment, understand, dan secara spesifik knowledge, attitude, dan skills. Selain itu menggambarkan bagaimana masyarakat multikultural dalam prespektif Islam yang dirumuskan menjadi tiga pembahasan yaitu manusia berasal dari satu unsur yakni Adam, manusia butuh akan penghargaan, dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
KEMAMPUAN KOMUNIKATIF DALAM INTERAKSI LINTAS BUDAYA DAN AGAMA Imelda Wahyuni
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.464 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i1.711

Abstract

Kajian ini membahas tentang kemampuan komunikatif dalam interaksi lintas budaya dan agama bagi komunitas belajar di luar negeri. Kajian ini menemukan bahwa setiap mahasiswa mempunyai karakteristik budaya dan agama yang berbeda. Salah satu karakteristik budaya adalah bahasa berdasarkan asal negara setiap mahasiswa, bahasa sebagai alat komunikasi memiliki kedudukan urgen dalam proses interaksi, baik komunikasi satu arah maupun dalam komunikasi dua arah. Mahasiswa menunjukkan komunikasi satuarah pada umumnya secara tertulis, sedangkan komunikasi dua arah ditunjukkan dalam bentuk lisan. Kemampuan bahasa asing mahasiswa, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai bahasa internasional menjadi alat interaksi satu sama lain. Mahasiswa lebih dominan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagi informasi, ide, gagasan, maksud, dantujuan. Tulisan ini juga mengemukakan bahwa proses interaksi antar mahasiswa terjadi secara alami dan spontan dalam situasi dan kondisi apapun. Penulis berpendapat bahwa interaksi lintas budaya dan agama sangat penting, baik pada ruang akademik dan ruang publik, maupun pada ruang privasi. Kajian ini menegaskan bahwa proses interaksi dapat memberi pengaruh positif maupun negatif terhadap komunikan yang terlibat dalam proses tersebut. Beberapa bentuk pengaruh tersebut adalah terjadi saling menghargai, salingberbagi, saling mempengaruhi, dan saling memahami karakter.
PENDEKATAN RUQYAH PADA ANAK AUTISME Desy Aniqotsunainy
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v2i1.565

Abstract

Child Autism is a developmental disorder of children who have complex that can be seen before the age of 3 years, which is the specification concerning communication, social interaction and activity of the imagination. School Children with Special Needs Taruna Al-Quran Yogyakarta, has a therapeutic program of Al-Quran and Hadith that is integrated into the curriculum of education for children with autismem. The therapeutic process is done by reading some of the letters in the selection of the Quran and several hadith the prophet Muhammad, prayer and dhikr (ruqyah). Ruqyah supporting elements in the approach by performing Duha prayer in congregation, learning Tahfidz (recitation) of the Quran, the socialization of environmental, academic material (general studies and religion). Results of research on ruqyah approach in autismetic children showed significant improvements in cognitive, motoric, verbal and affection after students attend some treatment continuously and constantly evaluated its development . Islamic education is integrated in the form of habituation, emotional, experience, exemplary daily life .
MUSLIM DALAM PUSARAN PEMBAHARUAN ISLAM Ambar Sri Lestari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.316 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.1005

Abstract

Tantangan pembaharuan atau modernitas hari ini dilandasi oleh dua hal yaitu: modernisasi dalam bentuk pemurnian dan praktek-praktek keislaman dan kedua adalah modernisasi kelembagaan Islam. Kajian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dimana merupakan sebuah pendekatan yang dipilih karena pengalaman-pengalaman yang dirasakan masyarakat dalam menghadapi gerakan perubahan sosial yang berujung pada terorisme dari ideologi ke aksi. Radikalisme sebagai aliran atau faham, muncul melalui proses pengenalan, penanaman, penghayatan, dan penguatan. Proses inilah yang disebut dengan radikalisasi. munculnya radikalisme berbasis agama sebagai salah satu residu dari kebebasan tanpa batas dimana system tatanan masyarakat kita tidak terkontrol secara baik sejak reformasi  baik secara ekonomi, budaya, politik termasuk juga dalam paham keagamaan sehingga perlu konsolidasi dalam pemahaman keagamaan yang berdampak pada radikalisme akibat perolehan sumber keagamaam yang tidak otoritatif  sehingga diperlukan adanya komitmen bersama. Dalam konteks identifikasi radikalisme agama perlu memberikan limitasi sehingga tidak membuka peluang komunitas yang phobia agama/Islam menjadi intoleran/radikal yang akan melahirkan resistensi  dan ini perlu didudukan secara proporsional, maka perlu adanya sikapnya yang positif dalam melihat pluralisme dan keleluasaan untuk mengambil hikmah (kebijaksanaan) sebagai pandangan modernis dengan pendekatan yang bersifat luwes, fleksibel dalam mengikuti perkembangan masyarakat.
KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM PADA UPACARA PERKAWINAN SUKU TOLAKI DI KOTA KENDARI Akib Landebawo
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.554 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i2.725

Abstract

Artikel ini mengkaji komunikasi simbolik dalam perspektif Islam pada upacaraperkawinan Suku Tolaki di Kota Kendari. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi simbolik dalam perspektif Islam pada upacara perkawinan Suku Tolaki di Kota Kendari . Komunikasi simbolik dalam prosesi pelaksanaan adat perkawinan Suku Tolaki dilakukan dalam serangkaian tahapan-tahapan adat. Dari setiap tahapan adat dilakukan dengan susunantata aturan adat yang sampaikan oleh perwakilan adat baik dari perwakilan adat laki-laki (tolea pihak laki-laki) maupun perwakilan adat perempuan (tolea pihak perempuan). Tahapan-tahapan adat perkawinan suku Tolaki mulai dari tahapan metiro, mondutudu, pelamaran sampai mondongo niwule (meminang) dilakuan berdasarkan tahapan adat. Komunikasi yang terjadi antara perwakilan pihak laki dan perempuan dalam setiap tahapan adat dilantunkan dengan bahasa adat yang mengandung makna simbolik. Tolea sebagai juru bicara (pabitara) baik dari pihak laki-laki maupun pihak perempuan merupakan symbol komunikator adat yang memiliki pemahaman mendalam dalam proses penyampaian tahapantahapan adat. Tahapan-tahapan pelaksanaan adat dalam perkawinan suku Tolaki dalam perspektif Islam tidak ada perbedaan baik prosesi pelaksanaan setiap tahapan adat maupun bentuk dan makna komunikasi dan symbol yang terdapat pada setiap tahapan adat tersebut.Kata kunci : Komunikasi, Simbolik, Perkawinan, Perspektif Islam.
KONSTRUK PENYELENGARAAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA DI PTAI Muhammad Hadi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.223 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v1i1.405

Abstract

Konstruk sistem penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan agama di PTAI,dalam perjalanannya baru tahapan program pelatihan-pelatihan. Kondisi penjaminan mutuPTAI utamanya di Indonesia Timur saat ini dalam penyelenggaraanya tampak kurangoptimal jika dilihat dari aspek manajemen, tujuan dan sasaran dalam pengendalian mutupendidikan serta perbaikan proses pembelajaran. Fakta menunjukkan bahwa dalam setiapproses penyelenggaraan pendidikan, sering terjadi kelemahan yang berulang dankekurangan yang tak kunjung usai, selain itu juga belum memperlihatkan perbaikan yangsignifikan yang dilakukan pimpinan, bahkan kesalahan terjadi tidak jarang pada setiaptahunnya.        Konstruk tentang sistem penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan PTAImenggunakan pendekatan manajemen G. Lipsey dan Mervyn K. Lewis. Menurutnyamanagenentis a process or form of work that involves the guidance ordirection of group ofpeople toward organizatinal goals or objectives. Management merupakan lembaga yangberproses melalui kinerja subjek yang melakukan proses hingga mencapai tujuan yang jelasatau goal pada suatu lembaga penjaminan mutu berfungsi mengontrol, mengevalusi,pengaudit dan memperbaiki mutu pendidikan, terutama lingkup PTAI. Dalam teorimanajemen seorang menejer akan melakukan kegiatan yang disebut manajemen planning,organizing, staffing, motivating, controlling untuk mencapai goal.        Fakta penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan lingkup PTAI belummaksimal dilakukan, kinerja lemah dan kurang berwibawa, bahkan terkesan masihdiabaikan pada tingkat implementasinya maupun pelaksanaannya dilapangan, kegiatanpenjaminan mutu hanya seputar pelatihan yang sesungguhnya kurang implementatif, dilihatdari perspektif manajemen. Penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan lingkup PTAIsesungguhnya adalah essesor internal atau “guru mutu” yang bertugas mengontrol,memonitor, mengaudit, mengevaluasi dan memperbaiki proses pendidikan, jika terjadikesalahan atau kendala-kendala dalam penyelenggaraannya.

Page 4 of 20 | Total Record : 195