cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
KEKERASAN SISTEMIK PADA MASYARAKAT MODERN TINJAUAN FILSAFAT SLAVOJ ZIZEK Astrid Veranita Indah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.168 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.996

Abstract

Slavoj Zizek adalah filsuf berkebangsaan Slovenia, disoroti oleh publik karena ide Zizek tentang adanya kekerasan sistemik dalam iklan-iklan kemanusiaan. Zizek menyebut jika iklan-iklan kemanusiaan terpasang dalam sebuah kedai kopi, dianggap sebagai salah satu alat kapitalisme dalam melancarkan produk mereka. Para konsumen diberikan iming-iming untuk ikut serta membantu saudara mereka yang terjebak dalam kondisi perekonomian lemah agar mendapatkan pendidikan, kesehatan bahkan akses air bersih yang cukup. Bantuan kemanusiaan dapat berupa dengan membeli produk tertentu atau dengan secara sukarela memberikan beberapa koin. Kekerasan sistemik adalah jenis kekerasan tidak terlihat secara kasat mata. Seolah-olah korban yaitu konsumen, menjadi bagian dari tindakan kemanusiaan. Korban tidak menyadari adanya sistem kapital yang menggunakan kemurahan hati sebagai alat legitimasi mereka
INTEGRASI AGAMA DAN NEGARA DALAM PRODUK HUKUM PERKAWINAN PERSPEKTIF NEGARA HUKUM INDONESIA Budiarti Budiarti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v2i1.559

Abstract

According to the constitution, UUDNRI 1945, that religion and state have a relationship that is integral in determining the validity of a marriage in Indonesia. Religion is the foundation of the validity of a marriage, and the state gives legitimacy. Administrative toward marriage conducted according to the laws of each religion. Therefore, interfaith marriage is not a form of expression and religious freedom are guaranteed in the Constitution as a state of law that is based upon Almighty God. The implementation marital law product is not providing the legitimacy of marriage through a civil registry administratively, it is not discriminated against and do not conflict with the rule of law in Indonesia. Religion and state in the context of Indonesian law has a strong relationship in the organization of state power, it is necessary to pay attention to religious values in the formulation of a legal product, either through legislation, regulations, and judicial.
PRESPEKTIF INSIDER DAN OUTSIDER DALAM STUDI KEAGAMAAN (TELAAH PEMIKIRAN KIM KNOTT TENTANG PENDEKATAN DALAM MERETAS PROBLEMATIKA KEHIDUPAN BERAGAMA DI INDONESIA) Aris Try Andreas Putra
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.106 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i2.719

Abstract

dari satu sudut pendekatan saja. Agama tidak hanya terbatas pada ranah normativeteologis, lebih dari itu agama punya ruang untuk ditinjau secara historis-kultural. Namun peran dan pandangan insider-outsider yang memberi bayang dalam studi keagamaan masih dalam suasana yang terus diperdebatkan, karena baik insider dan outsider dipandang kurang bisa memberikan objektivitas hasil kajian. Berkaitan dengan hal tersebut, Kim Knott hadir memberikan tawaran dengan hadirnya insider-outsider dalam studi agama tersebut. Olehkarenanya, Knott membagi kelompok studi keagamaan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok insider dan outsider, selanjutnya insider dibagi menjadi 2 (dua) yaitu (a) partisipan sebagai peneliti, dan (b) partisipan murni. Sedangkan Outsider juga dibagi dalam 2 (dua), yakni (a) peneliti sebagai partisipan dan (b) peneliti murni. Menurutnya Seorang peneliti harus mengedepankan netralitas dan objektivitas dalam rangka menghasilkan studi yang benar dan tidak memihak. Dalam hal ini, Knott menempatkan peneliti sebagai partisipan (observer as participant) dalam posisi yang netral. Sementara itu menurut Knott untuk menjadi peneliti murni perlu usaha yang lebih kuat untuk membendung jarak dengan partisipan, namun menurut Knott kita boleh berharap dari peran peneliti murni dalam kajian agama. Sementara posisi partisipan sebagai peneliti baru muncul belakangan ini. Perjuangan yang lebih besar dalam rangka menepikan unsur subjektivitas tentang agama yang penelitianut (knot menggambarkan kondisi Heilman yang begitu sulit memisahkan posisinya sebagai peneliti dan sebagai pemeluk yahudi ortodoks).Kata Kunci: Insider-outsider (Prespektif), Peneliti (Observer), Pemeluk Agama (Partisipant).
ISLAM DAN NASIONALISME: K.H. SYARIF RAHMAT DAN JAMA’AH PADASUKA Asliah Zainal
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.078 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v1i1.389

Abstract

AbstrakKejatuhan rezim Suharto tidak saja mewartakan kebebasan, tetapi jugamenyediakan arena kontestasi bagi otoritas keberagamaan yang nyatanya tidak tunggal.Ketidaktunggalan otoritas beragama ini menegaskan bahwa tidak ada wacana yangmerupakan entintitas tertutup. Ia senantiasa mengalami transformasi oleh karena kontakdengan wacana lain. Penelitian ini hendak mengkaji otoritas Kiyai Syarif dan jama’ahPadepokan Sunan Kalijaga (Padasuka). Dengan merujuk pada pandanganpoststrukturalisme, tulisan ini menggarisbawahi konstruksi keagamaan yang mendasarkanpada lokalitas dalam bingkat nasionalitas. Wacana keagamaan yang dikonstruk Kiyai Syarifjuga membalik wacana pola pikir masyarakat terhadap hal-hal yang dianggap negatif atauminimal tidak terakomodir; warna hitam, dukun, hal-hal yang tradisional dan wacanakeindonesiaan. Dengan otoritas kharisma, Kiyai Syarif membentuk pengetahuan danpraktek beragama yang unik dan tak biasa. Studi ini menegaskan bahwa modernitas tidakhanya memunculkan kesalehan masyarakat perkotaan, tetapi juga kerinduan akantradisionalisme dan nasionalitas. Keberagamaan yang dikonstruk ini menunjukan counterculture dalam bentuk protes sosial dan negosiasi budaya.terhadap diskursus religiusitasyang dianggap lebih mapan dan final.Kata Kunci: Otoritas agama, Kiyai, lokalitas-nasionalitas, nasionalisme, Islam.
PEMIKIRAN KESETARAAN GENDER DAN FEMINISME AMINA WADUD TENTANG EKSISTENSI WANITA DALAM KAJIAN HUKUM KELUARGA Cahya Edi Setyawan
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.616 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i1.710

Abstract

Dalam kajian gender, kaum perempuan selalu menjadi subyek subordinat yang mana hal ini dipengaruhi oleh subyektifitas penafsiran dan interpretasi dalam Ayat Alquran. Perempuan tidak diakui sebagai manusia utuh, tidak berhak mempresentasikan diri, dilarang menjadi pemimpin, dipojokkan sebagai makhluk domestik, dan terbelakang. Ini disebabkan oleh budaya patriarki dalam Islam yang telah memarjinalkan wanita. Kultur budaya islam cenderung menganggap laki-laki dan wanita sebagai anggota umat manusia yang berbeda.Berakar dari sini Amina Wadud menggagas interpretasi gender dan feminism didalam Alquran. Dalam gagasan pemikirannya, Wadud berpendapat bahwa perempuan dalam Islam secara primordial, kosmologi, ekstologi, spiritual, dan moral dimaksudkan sebagai manusia yang sempurna dan memiliki peran dan posisi yang setara dengan kaum pria. langkahlangkah Wadud dalam menginterpretasi gender dan feminsme adalah 1) berawal dari pengalaman atau pandangan perempuan, 2) menggunakan kerangka pemikiran feminism, 3)penerapan metode kontekstualisasi historis, 4) penerapan metode intratekstual, 5) dan paradigma tauhid. Hal-hal yang dibahas adalah berkaitan dengan ayat Alquran tentang problem keluarga dan status perempuan dalam keluarga.Keyword: Interpretasi gender dan feminisme, budaya patriarki, Amina Wadud
INTEGRASI SAINS DAN AGAMA DALAM PEMBELAJARAN ELABORASI Sri Lestari, Ambar
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dapat dimaknai sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman siswa dalam kehidupannya yang kemudian dikonstruksikan sendiri didalam pikiran akhirnya terwujud pada perubahan perilaku. Hasil belajar ini mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomorik yang terintegrasi di dalam diri seorang individu dalam menerapkan suatu konsep. Dari hasil pengamatan di kelas pembelajaran masih terfokus pada pengajar  yang mendominasi kelas, karena itu melalui pembelajaran elaborasi dengan pendekatan kontekstual peserta didik dapat saling berinteraksi dengan lebih mengembangkan potensi diri dalam mengetahui dan memahami serta semaknai suatu hal baru. Kegiatan pembelajaran saat ini sangat didukung oleh teknologi informasi, dengan menggunakan internet sebagai pendukung dalam kegiatan proses belajar mengajar. 
STUDI HADIS: ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN SCHACHT DAN A'ZAMI Cahya Edi Setyawan
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.914 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.1004

Abstract

Perkembangan metodologi kritik otentititas Hadis pada abad ini sangat bervariasi. Keotentikan Hadis yang telah ditetapkan semenjak masa Khalifah masih saja diperdebatkan hingga saat ini. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan nalar berfikir para akademisi Hadis. Apalagi era ini, semakin berkembangnya kajian tentang study Islam Interdisipliner. Kolaborasi metodologi Barat digunakan untuk mengkritisi keotentikan Hadis. Walaupun kontroversi, namun hal ini memberikan new contribution dalam keilmuan hadis. Kritikan dan perdebatan tentang Keotentikan Hadis mengisi ruang kajian keilmuan yang agak vakum. Perdebatan Kaum Kiri dan Barat menjadi stimulus dalam pertumbuhan sebuah metodologi keilmuan Hadis.  Mereka saling beradu argument untuk memperoleh kebenaran yang mereka yakini. Ilmuan Barat dengan segala basis keilmuannya ingin membuka celah negative tentang keotentikan hadis. Hal ini menimbulkan kontraksi keyakinan para ilmuan islam untuk menetapkan keotentikan hadis dan menunjukkan bahwa apa yang telah pemikir barat lakukan adalah salah. Diluar kebenaran dan ketidak benaran dalam dunia akademisi dan keilmuan itu adalah bentuk subyektifitas. Hal ini kiranya perlu diketahui, agar menjadi perhatian pakar Hadis untuk menjadikan sebuah stimulus guna memperoleh esensi kesalehan Hadis dan agar tidak terjebak did alam kebenaran masing-masing, karena kebenaran haqiqi adalah milik Allah
DINAMIKA HUKUM ISLAM INDONESIA PASCA KOLONIAL Zulhasari Mustafa
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.724 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i2.724

Abstract

Politik hukum kolonial Belanda menempatkan hukum Islam bagi penduduk pribumi sebagai alat kontrol. Mekanisme surveillance diterapkan dengan mengendalikan, membatasi, dan melemahkan hukum Islam di kalangan umat Islam Hindia Belanda. Melalui mekanisme surveillance, hukum Islam ditempatkan di ruang privat. Hukum Adat diperkenalkan untukkepentingan kontrol kolonial atas hukum Islam. Bagi penguasa kolonial, mekanisme surveillance sangat efektif dalam membangun kekuasaannya di Hindia Belanda. Meskipun penguasa kolonial Belanda telah meninggalkan negara koloninya, namun jejak pengaruhnya masih dirasakan oleh masyarakat pasca kolonial. Realitas Indonesia pasca-kolonial menunjukkan bahwa tidak sedikit piranti hukum peninggalan kolonial masih tetap berlaku, walaupun ada beberapa perbaikan dalam beberapa hal. Selain itu, terdapat berbagai sikap dan tanggapan mengenai restorasi hukum Islam ke ranah hukum publik sebagai akibat yang ditimbulkan oleh politik hokum kolonial. Sikap dan tanggapan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk menghilangkan alienasi hukum Islam dari para penganutnya. Akan tetapi, tidak jarang timbul pertentangan dan pergesekan antara sikap dan tanggapan yang ada. Pertentangan dan pergesekan memengaruhi laju restorasi hukum nasional, terutama hukum Islam.
PENGEMBANGAN NILAI MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM 2013 Supiyanto MA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.204 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v1i1.404

Abstract

Curriculum 2013 has clearly adopted the integrated approach-monotheism seek to buildharmony and rationality transcendental region within the national education based on thereality of diversity and pluralism. Learners are expected to be the pioneers of creating andopening the way education necessitates tolerance, openness, and integration of knowledge.Competence of learners are willing to accept, appreciate, and run their religion is theanswer to the reality of the diversity of ethnic, cultural and religious. The presence of sixcharacters who reflect the diversity and ethnic groups in Indonesia, ranging from figuresderived from the ethnic Chinese to figures from Papua. The characters are present intextbooks namely Siti (girls veiled) and Lina (slanted eyes of ethnic Chinese) is a fact ofvalue and message of multicultural education in the curriculum of 2013. On the other hand,multicultural attitude manifests in the form of mutual respect, mutual help, mutual empathytoward others is clearly illustrated in the picture / visual has always been accompanyingcourse material.Keywords: Value Multicultural, Curriculum 2013
ABU BAKAR: FUNGSI KEKHALIFAHAN DAN KEBIJAKSANAANNYA MEMERANGI KAUM MURTAD Hasnani Siri
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.814 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v3i1.715

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan fungsi kekhalifahan Abu Bakar, beliau adalah pepengganti kedudukan Rasulullah, dalam otoritas beliau sebagai pemimpin kaum muslim dan kepala negara. Abu Bakar tidak memiliki otoritas keagamaan sebagaimana yang dimiliki Rasulullah yakni sebagai utusan Allah swt., karena tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan Rasulullah di muka bumi ini. Tulisan ini juga mendeskripsikan kebijakan Abu Bakar dalam memerangi kaum murtad, nabi-nabi palsu, orang yang enggan membayar zakat. Upaya yang dilakukan dalam memerangi adalah Abu Bakar menunjukkan dalam bentuk peperangan yang melibatkan pasukan khusus untuk menangani masing-masing masalah tersebut. Kebijakan ini melahirkan interpretasi bahwa dalam penyebaran ajaran Islam terlihat jelas adanya interpensi politik yang seyogyanya digunakan dalam pemerintahan negara.Keyword: Khalifah Abu Bakar, kepemimpinan, kaum murtad

Page 3 of 20 | Total Record : 195