cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN BAYAM PADA HIDROPONIK SISTEM WICK AKIBAT SUBSTITUSI POC KULIT PISANG Audi Ramadhan Wicaksana; Endang Dwi Purbayanti; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8953

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan menggunakan percobaan monofaktor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Kandungan nilai N larutan penelitian yang dilakukan sebesar 20 ml dengan POC 250 ml. AB Mix yang digunakan adalah cair. Perlakuan yang  diberikan yaitu substitusi nutrisi AB Mix dengan POC kulit pisang, yang teridiri dari 4 taraf yaitu P0 = AB Mix 100 % (20 ml), P1 = AB Mix 75 % (15 ml) + POC kulit pisang 25% (62.5 ml), P2 = AB mix 50% (10 ml) + POC kulit pisang 50% (125 ml), P3 = AB Mix 25% (5 ml) + POC kulit pisang  75% (187.5 ml), P4 = Tanpa AB Mix (0%) + POC kulit pisang 100% (250 ml). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam atau analysis of variance (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) pada taraf 5% untuk melihat beda antar perlakuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan tanaman bayam hijau pada pemberian poc kulit pisang 25% dan ab mix 75% merupakan hasil yang terbaik.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) AUKSIN SINTETIK DAN AUKSIN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN VANILI (VANILLA PLANIFOLIA ANDREWS) Fadhil Asyraf Wibowo; Karno Karno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh zat pengatur tumbuh auksin sintetik dan auksin alami terhadap pertumbuhan stek tanaman vanili. Penelitian dilaksanakan pada 19 Agustus – 16 Desember 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan menggunakan pola faktorial 4x4 dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah konsentrasi auksin sintetik IBA dengan 4 taraf, yaitu kontrol (A0), 0,285 ppm (A1), 0,570 ppm (A2), 0,855 ppm (A3), dan faktor kedua adalah konsentrasi auksin alami IAA dengan 4 taraf, yaitu kontrol (B0), 1,344 ppm (B1), 2,688 ppm (B2), 4,032 ppm (B3). Bahan tanam yang digunakan yaitu stek tanaman vanili yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu potongan atas, tengah, bawah, dan ditanam sebanyak 1 unit tanaman setiap poloybag sehingga akan diperoleh 48 unit tanaman. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, dan panjang akar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengaplikasian zat pengatur tumbuh auksin, baik sintetik ataupun alami, belum dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan stek tanaman vanili. Hal tersebut dikarenakan konsentrasi auksin sintetik maupun alami yang digunakan masih terlalu rendah. Interaksi antara auksin sintetik dengan auksin alami juga belum dapat memberikan hasil yang lebih baik karena membuat rasio auksin dengan hormon lain menjadi kurang seimbang.
APLIKASI SITOKININ DAN NANOSILIKA TERHADAP HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) VARIETAS GROBOGAN YANG MENGALAMI GENANGAN SAAT FASE AWAL PEMBUNGAAN Renata Wahyu Kurniawardani; Budi Adi Kristanto; Karno Karno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.9065

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh aplikasi sitokinin dan nanosilika terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) varietas Grobogan yang mengalami genangan saat fase awal pembungaan. Tujuan penelitian adalah mengkaji aplikasi hormon sitokinin, nanosilika, dan interaksi keduanya terhadap peningkatan ketahanan kedelai pada genangan, pertumbuhan, serta hasil tanaman. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap, terdiri 4x4 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor pertama (konsentrasi sitokinin) : kontrol (S0), 15 ppm sitokinin (S1), 30 ppm sitokinin (S2), 45 ppm sitokinin (S3). Faktor kedua (konsentrasi nanosilika) yaitu kontrol (N0), 100 ppm (N1), 200 ppm (N2) dan 300 ppm (N3). Data dianilisis dengan ANOVA taraf 5%, apabila tedapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa aplikasi sitokinin berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, berat kering akar, jumlah daun, jumlah daun hijau, dan luas daun, sedangkan nanosilika berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan berat kering akar.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK SILIKA ORGANIK DAN TRICHOKOMPOS JERAMI PADI PADA TANAH INCEPTISOL Serly Apriliya Oktariondari; Susilo Budiyanto; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8412

Abstract

Inceptisols are immature soils where the profile development is still not perfect. This study pupose to determine the effect of organic silica fertilizer and rice straw trichocompost on the growth and production of maize on inceptisol soil. The study was begin from February 22 to August 14, 2021 at the Screenhouse of the Faculty of Animal and Agriculture, Diponegoro University, Semarang, while the analysis of soil, fertilizer and maize yields was carried out at the Laboratory of Physiology and Plant Breeding, Faculty of Animal and Agriculture, Diponegoro University, Semarang and the Laboratory of Integrated Gadjah Mada University, Yogyakarta. The design used was a 4 x 4 factorial trial with a completely randomized design (CRD) and 3 replications was used in this study. The first factor is the dose of organic silica fertilizer of rice husk ash (S) which consists of 4 levels, namely without organic silica fertilizer (S0), organic silica fertilizer 90 kg SiO2/ha (S1), silica fertilizer 180 kg SiO2/ha (S2) and organic silica fertilizer. silica 270 kg SiO2/ha (S3). The second factor is the dose of rice straw trichocompost (T), which consists of 4 levels, namely without rice straw trichocompost, 10 tons/ha, 20 tons/ha 30 tons/ha for T0, T1, T2 and T3. The research parameters consisted of organic matter and C-organic content, soil acidity, plant height, number of leaves, diameter and length of corn cobs, number of rows, weight of cobs with cob, weight of cobs without husks, dry weight of shelled corn and production per polybag which were then processed statistically using Analysis of Variance (ANOVA) to test the effect of treatment and if there was an effect of treatment, it was continued with Duncan's multiple distance test to see the difference between treatments at the 5% level. The results showed that there was no significant effect of organic silica fertilizer treatment on the parameters of plant height, number of leaves, diameter of the cob, length of the cob, number of rows of cobs, weight of cobs, weight of cobs without husks, production per polybag and dry weight of shelled corn. There was a significant effect of trichocompost treatment on the parameters of plant height, number of leaves, diameter of the cob, length of the cob, number of rows of cobs, weight of cobs, weight of cobs without shells, production per polybag and dry weight of shelled corn. The interaction between the dose 6,75 g SiO2/polybag and trichokompost 750 g/tanaman had a significant effect on the parameters of the soil analyst.
PENAMBAHAN PUPUK OGRANIK CAIR BERBAHAN URIN KAMBING TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPPA L.) VARIETAS NAULI F1 Ingeu Zoniagara; Darso Sugiono; Yayu Sri Rahayu
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8017

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sayuran ini memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Penggunaan pupuk organik berbahan dasar urin hewan ternak dalam budidaya pakcoy digunakan sebagai upaya pemanfaatan limbah dari aktivitas peternakan. Penggunaan pupuk ini mampu menekan laju limbah ternak yang dapat mengganggu kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair berbahan dasar urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman pakcoy. Percobaan yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok Faktor Tunggal dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Tedapat lima faktor perlakuan yang digunakan yaitu A (kontrol), B (100 ml POC per liter air), C (200 ml POC per liter air), D (300 ml POC per liter air), dan E (400 ml POC per liter air). Parameter yang diukur dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman,  luas daun, dan bobot segar tanaman. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam. Apabila pada uji taraf 5% terdapat hasil signifikan, maka dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat pengaruh terbaik dari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman di usia 28 HST dan parameter luas daun. Rata – rata tinggi tanaman pada usia 28 HST dengan kode perlakuan E memberikan nilai tertinggi sebesar 19.27 cm berpengaruh nyata terhadap perlakuan B. Sementara itu pada parameter luas daun pengaruh signifikan perlakuan terdapat pada kode C, D, dan E terhadap kode perlakuan A dan B dengan nilai tertinggi terdapat pada kode perlakuan D sebesar 11.49 cm2.
RESPON PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) AKIBAT PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL REBUNG BAMBU DAN PUPUK KANDANG KAMBING Zul Fatun Nikmah; Susilo Budiyanto; Sutarno Sutarno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) rebung bambu dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022 di Screen House dan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Analisis MOL rebung bambu dilakukan di Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 dengan rancangan acak lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi MOL rebung bambu terdiri dari P0: 0 mL/L, P1= 20 mL/L, P2= 40 mL/L, dan P3= 60 mL/L. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing terdiri dari M0= 0 (kontrol), M1= 10 ton/ha (30 g/polybag), M2= 20 ton/ha (60 g/polybag), dan M3= 30 ton/ha (90 g/polybag). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi (biji), diameter umbi (cm), bobot umbi segar (g), bobot umbi kering (g), bobot daun segar (g), dan bobot daun kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter umbi, bobot segar daun, bobot segar umbi, dan bobot kering daun dipengaruhi oleh pemberian dosis pupuk kandang kambing dengan hasil terbaik pada dosis 30 ton/ha, namun jumlah daun, jumlah umbi tidak dipengaruhi oleh pemberian konsentrasi MOL rebung bambu dan pemberian dosis pupuk kandang kambing. Bobot kering umbi dipengaruhi oleh perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan interaksi antara perlakuan pemberian konsentrasi MOL rebung bambu dengan dosis pupuk kandang kambing.
PENGARUH MEDIA SUBTITUSI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) TERHADAP HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) DI KABUPATEN KARAWANG Sugiarto Sugiarto; Ani Lestari; Anwar Puadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8080

Abstract

Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang cukup banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jamur merang ini masuk komoditi hasil pertanian tanaman hortikultura dimana nilai ekonomisnya cukup tinggi. Produksi jamur merang semakin menurun seiring menurunnya kualitas media pertumbuhan jamur merang yaitu jerami padi. Jerami padi hasil panen menggunakan mesin kualitasnya menurun karena menyebabkan jerami padi dipotong pada tengah batang sedangkan pangkal batang sampai tengah tertinggal di lahan. Diperlukan media subtitusi untuk meningkatkan kembli hasil jamur merang salah satunya adalah alang-alang. Penggunaan alang-alang sebagai media subtitusi jamur merang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi alang-alang yang terbaik terhadap jamur merang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang pada bulan April hingga Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 ulangan. Terdapat 6 perlakuan mandiri yaitu A (100% jerami padi), B (90% jerami padi + 10% alang-alang), C (80% jerami padi + 20 % alang-alang), D (70% jerami padi + 30% alang-alang), E (60% jerami padi + 40% alang-alang), F (50% jerami padi + 50% alang +alang) sehingga terdapat 30 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada berbagai komposisi alang-alang terhadap panjang badan buah, diameter badan buah, bobot badan buah, jumlah badan buah. Perlakuan B (90% jerami padi + 10% alang-alang) memberikan hasil tertinggi pada panjang badan buah (2,73 cm), bobot badan buah (9.59 g), dan jumlah badan buah (15,45 buah).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr) VARIETAS EDAMAME AKIBAT PEMBERIAN AGENSIA HAYATI Trichoderma sp. DAN KOMPOS GEDEBOG-AZOLLA Silviana Nurul Maziyah; Susilo Budiyanto; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.7977

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman yang memiliki prospek tinggi di Indonesia. Produktivitas kedelai edamame dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik kompos dan agensia hayati Trichoderma sp. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian agensia hayati Trichoderma sp. dan dosis kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman edamame. Penelitian dilakukan pada bulan September - Januari 2022 di Jepara dan di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap 4x5 dengan 3 kali ulangan. Faktor Pertama adalah perlakuan dosis agensia hayati Trichoderma sp. yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (A0), agensi hayati 3,5 ton/ha (A1), agensia hayati 7 ton/ha (A2) dan agensia hayati 10,5 ton/ha (A3). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol (B0), kompos 5 ton/ha (B1), kompos 10 ton/ha (B2), kompos 15 ton/ha (B3), dan kompos 20 ton/ha (B4). Data yang diperoleh dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis agensia hayati trichoderma sp. 3,5 ton/ha mampu meningkatkan berat biji kedelai edamame. Perlakuan kompos gedebog-azolla dosis 15 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat basah tajuk, jumlah polong, dan berat polong kedelai edamame. Interaksi perlakuan tanpa agensia hayati trichoderma sp. dengan dosis kompos 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah biji kedelai edamame
PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN DAN KONSENTRASI TRIAKONTANOL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI MERAH BESAR Natasya Kendy Hayyuning Karuniasari; Sutarno Sutarno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.9127

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki permintaan dan peluang pasar yang tinggi, namun produktivitasnya tidak stabil akibat suhu lingkungan yang tidak optimal sehingga pembentukan bunga menjadi buah rendah. Naungan dapat menurunkan suhu lingkungan dan triakontanol dapat memicu pembentukan bunga dan buah sehingga mengurangi bunga dan buah yang gugur. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh naungan dan triakontanol terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah besar. Penelitian dilakukan di Desa Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, serta Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Maret – Juli 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) pada Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 4 petak utama dan 4 anak petak dengan 3 ulangan. Petak utama berupa intensitas naungan (N) (0%, 15%, 30%, 45%). Anak petak berupa konsentrasi triakontanol (T) (0 ppm, 2,5 ppm, 5 ppm, 7,5 ppm). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, luas daun, kadar klorofil, berat segar dan kering tajuk, jumlah bunga dan buah, serta berat buah berpengaruh terhadap pemberian naungan dan triakontanol. Jumlah daun dan persentase bunga menjadi buah hanya berpengaruh terhadap pemberian triakontanol dan umur berbunga hanya berpengaruh terhadap pemberian naungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian naungan 45% dan triakontanol 7,5 ppm menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas terbaik pada tanaman cabai merah besar. 
PRODUKSI DAN KUALITAS KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) DAN RUMPUT ODOT (PURPUREUM PENNISETUM) SISTEM BUDIDAYA TUMPANG SARI PADA JARAK DAN WAKTU TANAM BERBEDA Nabella Safa Afifah; Sutarno Sutarno; Sumarsono Sumarsono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8386

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot dan waktu tanam klacang hijau terhadap produksi dan kualitas kacang hijau dan rumput gajah var. odot. Penelitian lapang dilaksanakan di Desa Sedo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Analisis karakteristik tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021. Percobaan factorial 2 x 4 dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Factor pertama jarak tanam rumput gajah var. odot terdiri dari R1 : 90 x 60 cm, dan R2 : 90 x 45 cm. factor kedua waktu tanam kcang hijau terdiri dari L1 : 1 minggu setelah potong paksa, L2 : 2 minggu setelah potong paksa, L3 : 3 minggu setelah potong paksa, dan L4 : 4 minggu setelah potong paksa. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians dan selanjutnya diuji menggunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi perlakuan jarak tanam rumput odot dan waktu tanam kacang hijau nyata terhadap parameter berat segar rumput odot yaitu jarak tanam rumput odot 90 x 45 cm dan waktu tanam kacang hijau pada L1 memberikan hasil rerata tertinggi sebesar 10,35 kg. Pengaruh utama perlakuan jarak tanam rumput odot nyata terhadap berat segar rumput odot defoliasi pertama dengan hasil jarak tanam 90 x 45 cm memberi hasil tertinggi yaitu sebesar 13,9 kg. Sedangkan pengaruh utama perlakuan waktu tanam kacang hijau nyata terhadap berat basah rumput odot, kandungan bahan kering rumput odot, produksi dan berat kering brangkasan kacang hijau, produksi kacang hijau, protein kasar kacang hijau hasil dan kadar abu kacang hijau sebesar 5,13%.