cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
UJI KONSORSIUM EMPAT JAMUR ENDOFIT TANAMAN SAGU TERHADAP COLLETOTRICHUM CAPSICI PADA BUAH CABAI MERAH Muhammad Ali; Yunel Venita; Martania Natasya Sinaga
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.7891

Abstract

Colletotrichum capsici is the cause of anthracnose disease on red chili plants that causes a significant decrease chili production in Riau Province. One of the control techniques that can be applied is biological control using endophytic fungi isolated from plants, including sago plants. This study aims to evaluate the consortium of four endophytic isolates of sago plants and to obtain the best consortium of endophytic isolates in inhibiting the fungus, C. capsici which causes anthracnose disease on red chili. This research was carried out at the Plant Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Riau University from June to September 2021. The research was carried out experimentally using a completely randomized design. Four isolates TRA (Trichoderma sp. from root), TRP (Trichoderma sp. from leaf), TRB (Trichoderma sp. from stems)  and TV (Thielaviopsis sp.) were compatible and could be consorted. Consortium of TRP+TV, TRA+TRB+TV, TRA+TV, TRB+TV and TRA+TRP+TRB+TV had the ability to inhibit the growth of the fungus C. capsici on PDA medium. Consortium TRP+TV had the highest inhibition potency to C. capsici, which was 61.67%. Consortium TRB+TV had the best ability to delay the initial emergence of disease symptoms and to decrease the disease intensity on red chilli fruits, which was 29.67%. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) AKIBAT METODE APLIKASI DAN DOSIS PUPUK ZINK Radhiyah Nur Ilma; Budi Adi Kristanto; Karno Karno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8992

Abstract

Peningkatan produktivitas tanaman tomat dapat dilakukan dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Pemberian pupuk zink pada tanaman dapat dilakukan melalui tanah atau daun. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode aplikasi pupuk zink terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tomat, mengkaji pengaruh dosis pupuk zink terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tomat dan mengkaji pengaruh interaksi antara metode aplikasi dan dosis pupuk zink terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tomat. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 2x5 dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah metode aplikasi pupuk ZnSO4 yaitu M1: Aplikasi melalui tanah dan M2: Aplikasi melalui daun. Faktor kedua adalah aplikasi pupuk ZnSO4 dengan 5 taraf yaitu D0: 0 mg/kg tanah (Kontrol), D1 : 15 mg/kg tanah , D2 : 30 mg/kg tanah , D3: 45 mg/kg tanah dan D4 : 60 mg/kg tanah. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, waktu muncul bunga, luas daun, kandungan klorofil daun, jumlah buah per tanaman dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metode aplikasi dan dosis pupuk zink berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah buah. Metode aplikasi dan dosis pupuk zink menunjukkan perbedaan terhadap jumlah daun dan jumlah buah. Jumlah daun dan jumlah buah meningkat pada dosis 15 mg/kg kemudian menurun pada dosis 30 mg/kg, 45 mg/kg, dan 60 mg/kg. Metode aplikasi melalui daun dan dosis pupuk 15 mg/kg menunjukkan hasil yang terbaik.
SELEKSI AKTINOBAKTERIA INDIGENOUS UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) SERTA PENINGKATAN PERTUMBUHAN PADI Muhammad Fadil; Yulmira Yanti; Ujang Khairul
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8178

Abstract

Aktinobakteria merupakan kelompok bakteri Gram postif, dominan di tanah dan memiliki peran penting dalam melindungi tanaman dari serangan patogen dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mendapatkan isolat Aktinobakteria yang dapat mengendalikan penyakit hawar daun bakteri dan peningkatan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian terdiri 3 tahap yaitu 1.) Isolasi Isolat Aktinobakteria dan Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Variabel yang diamati adalah ciri-ciri morfologi, uji Gram, reaksi hipersensitif, dan uji patogenisitas. 2.) Seleksi Aktinobakteria dalam meningkatkan pertumbuhan bibit padi dengan 27 perlakuan 6 ulangan, 25 isolat Aktinobakteria, 1 kontrol, dan 1 bakterisida berbahan aktif streptomisin, disusun dengan Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang diamati adalah daya muncul lapang, tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, berat basah, dan berat kering. 3.) Seleksi Aktinobakteria untuk mengendalikan hawar daun bakteri pada tanaman padi dengan 21 perlakuan dan 6 ulangan, 18 isolat (hasil seleksi tahap II), 1 kontrol positif, 1 kontrol negatif, dan 1 kontrol positif, disusun dengan Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang diamati adalah perkembangan penyakit dan pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian diperoleh 30 hasil isolasi. Isolat Aktinobakteria terbaik dalam menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri dan memacu pertumbuhan tanaman padi adalah isolat dengan kode APRD 3I211, APRD 1I122, APRP 2S121, APRP 1I121, APRP 3I212 dengan Efektivitas 43.45%-50.69%.
PENGARUH SUBTITUSI MEDIA TUMBUH JERAMI DENGAN LIMBAH KARDUS DAN SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) Jihan Octavia Saphira; Ani Lestari; Tatang Surjana
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.7555

Abstract

Terbatasnya ketersediaan jerami padi saat ini, maka perlu adanya media alternatif lain sebagai tempat yang baik untuk pertumbuhan jamur merang. Salah satu alternatif yang menjadi solusi adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian. penelitian ini bertujuan untuk  memperoleh komposisi media penambahan limbah kardus dan serbuk gergaji yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella volvaceae). Penelitian dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang pada bulan Mei sampai Juli 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Terdapat 9 perlakuan, yaitu A (Kontrol), B (serbuk gergaji 25%), C (serbuk gergaji 50%), D (serbuk gergaji 75%), E (serbuk gergaji 100%), F (limbah kardus 25%), G (limbah kardus 50%), H (limbah kardus 75%), I (limbah kardus 100%) dengan masing-masing empat kali pengulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot bersih, bobot kotor, bobot total, intensitas panen, diameter, dan panjang badan buah. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam faktor tunggal dan apabila terdapat signifikansi pada uji f taraf 5%, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara subtitusi media tumbuh jerami dengan limbah kardus dans serbuk gergaji pada beberapa parameter pengamatan yaitu diameter, bobot kotor, bobot bersih, berat total dan intensitas panen. Perlakuan H (limbah kardus 75%) memberikan hasil tertinggi pada diameter badan buah yaitu 2,64 mm, bobot kotor 7,05g, bobot bersih 6,89g, berat total 154,70g, intensitas panen 13,66 kali.
Upaya Peningkatan Produksi Jagung Putih (Zea mays L) dengan Pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Kulit Pisang Yusnita Wahyuni Silitonga
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Cendawan Micoriza Arbuscula (CMA) dan pemberian POC kulit pisang serta interaksi antara keduanya terhadap produksi jagung putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak Kelompok Faktorial (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor satu adalah perlakuan pemberian Cendawan Micoriza Arbuskula (C) yang terdiri dari C1 (40 gr/ploT) dan C2 (80 gr/plot), sedangkan faktor dua yaitu pemberian POC kulit pisang (P) yang terdiri dari perlakuan tanpa POC (P0), P1 (40 ml g/plot), P2 (80 ml g/plot), P3 (120 ml g/plot) dan P4 (160 ml g/plot). Analisis data dilakukan melalui analisis ragam dan uji lanjut DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung putih. Pemberian POC kulit pisang hanya terlihat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada pengamatan 2 mst dan jumlah biji per tongkol. Interaksi perlakuan cendawan dan perlakuan POC kulit pisang hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang tongkol, jumlah biji per tongkol dan jumlah bobot seratus biji pertongkol.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK KIMIA DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TEMBAKAU PAYAKUMBUH (Nicotiana tabacum L.) Fatardho Zudri; Nin Patri Enati; Fefri Yanti DS
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10472

Abstract

Tembakau merupakan salah satu komoditi perkebunan yang diusahakan di Indonesia. Diversifikasi produk tanaman daun tembakau dapat dimanfaatkan menjadi bahan kimia dasar sebagai bahan baku pestisida, produk kosmetik dan industri farmasi. Selain dari pada itu minyak atsiri dan pemanfaatannya untuk campuran parfum (tabac perfume) dan debu tembakau untuk pupuk kompos. Untuk mendapatkan nilai ekonomis yang baik maka perlu peningkatan produksi dan kualitas hasil tanaman tembakau. Sehingga dalam aspek budidaya perlu untuk dilakukan perbaikan.  Pemupukan merupakan salah satu upaya pemeliharaan tanaman dengan tujuan memperbaiki kesuburan tanah melalui cara penambahan unsur hara, baik makro maupun mikro yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tembakau. Salah satu produk yang bisa dipakai adalah Pupuk organik cair Hantu. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Februari sampai Juli 2022. Rancangan yang digunakana Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas lima taraf perlakuan dan lima ulangan yang dianalisis dengan Uji F dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Perlakuan adalah P0 = Tanpa Pupuk Kimia dan POC 2 ml/l air,P1 = Pupuk Kimia 25% dosis anjuran dan POC 2 ml/l air, P2= Pupuk Kimia 50% dosis anjuran dan POC 2 ml/l air, P3 = Pupuk Kimia 75% dosis anjuran dan POC 2 ml/l air, dan P4 = Pupuk Kimia 100% dosis anjuran dan POC Hantu 2 ml/l air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), panjang daun terpanjang (cm), lebar daun terlebar (cm), jumlah daun (helai), panen (gram), berat basah (gram), dan berat kering (gram). Hasil penelitian pemberian pupuk kimia 25%, 50% 75% dan 100% dosis anjuran dengan pemberian POC Hantu 2 ml/l air memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tembakau Payakumbuh. Pemberian perlakuan pupuk buatan 75% dosis anjuran dengan POC 2 ml/l air merupakan perlakuan terbaik yang memberikan pengaruh terhadap dibandingkan terhadap semua parameter pengamatan dan mampu menghemat penggunaan pupuk buatan 25%. 
PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA BERBAGAI JENIS MEDIA TANAM SECARA HIDROPONIK Fatardho Zudri
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10471

Abstract

Sayuran adalah sayuran hijau dan sayuran berwarna lainnya. Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Kandungan tanaman pak coy teridiri dari 93% air, 3% karbohidrat, 1,7% protein, 0,7% serat, 0,8% abu, juga merupakan sumber dari vitamin dan mineral seperti ß-karoten, vitamin A, C, Ca, P, dan Fe sehingga memiliki nilai nutrisi yang cukup baik untuk manusia. Tanaman pakcoy dapat dibudidayakan di lahan sawah maupun dengan sistem hidroponik. Budidaya tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik merupakan satu usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pakcoy yang tinggi sepanjang tahun. Tujuan penelitian adalah mendapatkan media alternative untuk budidaya tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan satu faktor dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu perbandingan media tanam, maka terdapat 3 taraf perlakuan yaitu: Media rockwool (M1), Media arang sekam (M2), Media pecahan batu bata (M3). sampel dipilih secara acak 4 tanaman sebagai sampel pengamatan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan pengujian sidik ragam dengan uji F. Jika F hitung perlakuan lebih besar dari F tabel 5% dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%.Parameter pengamatan Jumlah daun per tanaman (helai),Lebar daun per tanaman (cm), Tinggi tanaman (cm), Bobot segar tanaman (gram),Berat kering tanaman, Rasio Tajuk Akar. Perlakuan berbagai media tanam pada tanaman pakcoy secara hidroponik menunjukkan tidak terdapatnya perbedaan pada pengamatan tinggi tanaman, Lebar daun dan berat kering tanaman. Penggunaan media tanam yang berbeda menunjukkan perbedaan pada jumlah daun, berat basah tanaman dan ratio tajuk akar pada tanaman pakcoy.
RESPON PEMBERIAN KAPUR DAN TANAH LIMBAH TAMBANG SEBAGAI INDIKATOR TINGKAT KESUBURAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH DI HUTABARGOT KABUPATEN MANDAILING NATAL Erti Kumala Indah Nasution; Benny Sofyan Samosir; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11396

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal, di lakukan dengan metode survei di lapangan. Dengan cara yaitu : meliputi 2 kegiatan utama yaitu pengambilan sampel dan mengukur tingkat kesuburan tanah dengan menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan analisa tanah di Laboratorium. Sampel tanah yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan perangkat uji tanah sawah (PUTS ) dan sebagian untuk analisis tanah di laboratorium. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit yaitu merupakan suatu teknik pengambilan sampel tanah pada 5 titik pengambilan pada kedalaman 0 – 20 cm. Metode yang digunakan yaitu simple random sampling. pH akan mempengaruhi konsentrasi logam berat di air, kelarutan logam berat akan lebih tinggi pada pH rendah, sehingga menyebabkan toksisitas logam berat semakin besar.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA BUAH SALAK SIDIMPUAN Muhammad Iqbal Abdi Lubis; Halimatus Syahdia Hasibuan
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10618

Abstract

Salah satu varietas salak yang berpotensi besar untuk dikembangkan selain salak pondoh dan salak bali adalah salak sidimpuan. Salak sidimpuan belum mampu bersaing karena mutu buah salak yang masih beragam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan kimia pada buah salak sidimpuan yang manis dan asam. Penelitian dilaksanakan di kebun salak Desa Palopat Maria Kel Hutaimbaru kota Padangsidimpuan pada bulan Agustus 2020. Analisis kandungan kima yang diuji antara lain PTT, ATT, dan Vitamin C yang dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel buah adalah dengan metode judgment sampling (purposive sampling). Jumlah buah salak yang diamati sebanyak 10 sampel untuk masing-masing salak yang manis dan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kandungan padatan terlarut total (PTT), asam tertitrasi total (ATT), rasio PTT.ATT-1, dan vitamin C buah salak sidimpuan manis : asam berturut-turut adalah 18,68 : 20,13 oBrix; 0,71 : 1,18 oBrix; 28,62 : 18,46; dan 51,73 : 48,32.
UJI PERTUMBUHAN MISELIA 5 ISOLAT HARAPAN FAPERTA UNSIKA DAN 2 TETUA JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) PADA F2 MEDIA PDA DAN F3 MEDIA BAGLOG Tita Puspitasari; Ani Lestari; Devie Rienzani Supriadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11406

Abstract

Jamur merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki pertumbuhan konsumsi perkapita paling tinggi dibandingkan dengan beberapa komoditas hortikultura lainnya. Jamur merang banyak digemari oleh kalangan masyarakat, selain kandungan gizi yang tinggi jamur merang juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Keberhasilan budidaya jamur merang diawali dengan pemilihan bibit jamur yang baik dan berkualitas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang selama 2 bulan, dari bulan Desember 2022 hingga bulan Februari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 ulangan. Terdapat 7 perlakuan, yaitu A (FP Putih), B (FP Semi), C (FP032), D (FP033), E (FP035), F (FP036), G (FP037).  Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika uji F taraf 5% signifikan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan E (FP035) memberikan hasil tertinggi pada F2 media PDA sebesar 7 cm memenuhi cawan petri pada saat hari ke-5 setelah inokulasi. Perlakuan C (FP032) memberikan hasil tertinggi pada F3 media baglog sebesar 8,328 cm.