cover
Contact Name
Nyoman Suadnyana Pasek
Contact Email
suadnyanapasek83@gmail.com
Phone
+6281339412282
Journal Mail Official
suadnyanapasek83@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana no 11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha
ISSN : 26141949     EISSN : 26141930     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
IMAT ( Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Undiksha provides a medium for disseminating novel articles related to economy and business among international academics, practitioners, regulators, and public. JIMAT accepts articles any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. In addition, JIMAT focuses on research articles and review article for specific topics that are relevant to the economic and accounting, business, and banking issues, related to three important disciplines as follows: Economics And Accounting: Public Economics , International Economics, Banking and Financial InstitutionDevelopment Economics, Monetary Economics, Financial Economics. Accounting: Public Sector Accounting, Taxation, Financial Accounting, Management Accounting, Auditing, and Information Systems Business and banking management:Finance and wealth management, Marketing, Human Resource Management, Strategic Management, Operations, Entrepreneurship, Banking Ethics, Banking Operation and Management.
Articles 3,177 Documents
Analisis Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Lokal Wanita Dalam Bingkai Kearifan Lokal Pade Demen (Studi Fenomenologi pada Sekaa Demen Celek Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Provinsi Bali) Gusti Ayu Putu Candra Mahasari .; Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, S.E., .; Made Aristia Prayudi, S.A., M.Sc., Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13175

Abstract

Sekaa merupakan kesatuan sosial lebih kecil dari banjar dalam sistem kemasyarakatan orang Bali yang dibentuk dari kesamaan fungisonal sosial.Sekaa demen celek merupakan salah satu sekaa yang beranggotakan ibu rumahtangga di Desa Pekutatan dengan aktivitas utama yaitu menabung.Fenomena unik yang didapatkan dari organisasi lokal wanita ini adalah segala aktivitas yang dijalankan dalam sekaa tidak terlepas dari adanya peran kearifan lokal pade demen yang bersinergi membangun keharmonisan dalam sekaa demen celek. Latar belakang inilah yang menjadikan sekaa demen celek Desa Pekutatan menarik dikaji untuk mengetahui 1) latar belakang pembentukan sekaa demen celek, 2) sistem pengelolaan dan pertanggunjawaban dalam sekaa demen celek, 3) eksitensi sekaa demen celek ditengah lembaga keuangan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, analisis data dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori yang telah ditentukan. Hasil penelitian yaitu: 1) pembentukan sekaa didasari atas kesamaan tujuan, 2) sistem pengelolaan keuangan tidak terlepas dari kearifan lokal pade demen, 3) eksistensi keberadaan sekaa dapat dipertahankan dengan modal sosial yang terjalin sangat kuat. Kata Kunci : Sekaa, sistem pengelolaan keuangan, Pade Demen “Sekaa” organization a smaller social unity than banjar in the social community system found in Bali which was established based on a social functional similarity. This social organization of “Sekaa demen celek” is an organization whose members involved housewives domicile in Pekutatan village with the main activities of saving money. The phenomena identified in this particular local women organization involved all activities run in this organization would be bound to the role of local genius “pade demen” which synergized in developing harmony among the members of the organization. This background of the organization made everything interesting to be studied in order to find out 1) the reasons of how the organization of “sekaa demen celek” was established, 2) the management and accountability system in the organization of “sekaa demen celek”, 3) the existence of the organization of “sekaa demen celek”among the other financial institutions. The study utilized a qualitative methodology. The data was collected by using intensive interview, observation, and documentation analysis. The analysis was conducted based on three phase techniques such as data reduction, data presentation and drawing conclusion based on the verified theory. The results indicated that: 1) the establishment of the organization was made based on the similarity of the goal. 2) the financial management system was determined based on local genius of “pade demen”, 3) the existence of this organization could be maintained by developing the social capital which was strongly intertwined. keyword : “Sekaa”, financial management system, “Pade Demen”
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Yowana Brahma Vidya Universitas Pendidikan Ganesha Gusti Ayu Komang Manik Purnami .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M.P .; Putu Eka Dianita Marvilianti Dewi, S.S.T .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13176

Abstract

Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan intra dan ekstra kurikuler. Organisasi mahasiswa beranggotakan mahasiswa dimana organisasi tersebut bernaung. Organisasi mahasiswa memiliki program-program kerja yang dilaksanakan selama 1 (satu) tahun kepengurusan. Dana yang diperoleh oleh organisasi mahasiswa ini berasal dari pihak internal dan eksernal universitas.organisasi mahasiswa ini merupakan organisasi yang dari, oleh dan untuk mahasiswa, sehingga pengelolaan organisasinya termasuk pengelolaan keuangan dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Latar belakang inilah yang yang menjadikan organisasi mahasiswa menjadi menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, analisis data dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori yang telah ditentukan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan organisasi mahasiswa sudah dikatakan akuntabel karena informasi keuangan sesuai dengan kebutuhan pengguna laporan keuangan dan melibatkan seluruh anggota. Kata Kunci : organisasi mahasiswa, akuntabilitas, pengelolaan keuangan Student' organization is the one whose members from all students in order to accommodate their aptitude, interest, and their potential which has intra as well as extracurricular activities. This organization has its' own program to be worked out during one year working session. This program will certainly need sufficient funding. All the funding of the organization is collected from the members, such as the students' internal university, apart comes from external university. Since the organization was established and developed by and for the sake of students themselves involving the fund management. This background made this case interesting to be observed. The study aims to find out the accountability of the fund management of students' organization. The study utilized a qualitative method, while the data were collected by using intensive interview, observation as well as documentation study. The analysis then conducted by using three phases steps, such as data reduction, data presentation, and drawing conclusion based on the justified theory or concept. keyword : students' organization, accountability, fund management
Analisis Partisipasi Krama Terhadap Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Pakraman Titigalar, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Ni Ketut Juli Artini .; Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, S.E., .; I Putu Julianto, SE., M.Si., Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13177

Abstract

Desa Pakraman merupakan organisasi sosial religius yang mempunyai satu kesatuan tradisi dan tata krama pergaulan hidup masyarakat umat hindu secara turun temurun dalam ikatan kahyangan tiga/kahyangan desa,sehingga pertanggungjawaban pengelolaan keuangannya masih sangat sederhana dan belum ditunjang dengan prosedur dan sistem yang memadai. Namun dalam pelaksanaannya, pertanggungjawaban tersebut kurang mendapat partisipasi dari masyarakat, sehingga rentan akan adanya kegagalan dalam penyampaian informasi keuangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengapa krama apatis terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa, 2) apa implikasi rendahnya partisipasi krama terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa, 3) bagaimana cara meningkatkan tujuan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada deskripsi setiap persepsi dan prilaku manusia. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan antara lain: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rendahnya partisipasi krama terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa karena faktor kepercayaan, persepsi bahwa pendidikan prajuru sudah diatas pendidikan krama, kurangnya pemahaman mengenai pentingnya partisispasi dan adanya krama non-aktif. 2) dampak rendahnya partisipasi krama akan berimplikasi pada tidak tersalurkannya informasi keuangan yang seharusnya diketahui oleh seluruh krama 3) cara meningkatkan partisipasi krama yaitu dengan menumbuhkan kesadaran krama akan pentingnya partisipasi mereka untuk mengetahui aliran keuangan desa. Kata Kunci : Desa Pakraman, akuntabilitas, transparansi, partisipasi Local Traditional Village is a social religious organization having a unit of tradition and manners of social life communication among Hindu followers occurs from one generation to generation in the bounding form of three worshiping places, or village worshipping temples. In this connection the accountability of financial management remains considerably very simple which has not been supported by proper system and procedures. However, in the implementation people could not give sufficient participation, this might result a potential risk of failure in presenting the information of the village financial report. The study aimed at finding out 1) why do the people of the traditional village become apathetic towards the accountability and transparency of the traditional village financial management, 2) what was the implication of the people low participation towards the accountability and transparency of the traditional village financial management, 3) how to improve the purpose of the accountability and transparency of the traditional village financial management. The study was implementing a qualitative method focusing on describing every human perception and behavior. The data was analyzed by using three different phases, like 1) data reduction, 2) data presentation, 3) drawing conclusion. The results of the study indicated that 1) there was found a very low people participation towards the accountability and transparency of the traditional village financial management due to the following reasons, such as trust and perception of the people that the level of qualification of the management staff was considerably higher than their own level of education, insufficient understanding of the members about the importance of participation, and another factor such as there was found existing non-active membership. 2) the impact of the people low participation would imply to the lack of financial information which should be accepted by all people 3) the way how to improve the people participation was by developing their awareness on the importance of participation in order to find out the financial flow. keyword : traditional village, accountability, transparency, participation
ANALISIS KONTRIBUSI NAUB TERHADAP BESARNYA BIAYA UPACARA PADA BEBERAPA PURA DI LINGKUNGAN DESA PAKRAMAN TABOLA, KECAMATAN SIDEMEN, KABUPATEN KARANGASEM, PROVINSI BALI Made Ayu Ruscita Dewi .; Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, S.E., .; Nyoman Trisna Herawati, S.E.Ak., M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13179

Abstract

Ngayah merupakan salah satu tradisi yang ada di Bali yang dilaksanakan pada saat menjelang diadakannya upacara. Dengan berbagai kondisi masyarakat saat ini, banyak krama yang tidak bisa ngayah sehingga memilih menjadi krama penaub. Krama penaub hanya perlu membayar satu kali dalam setahun. Di Desa Pakraman Tabola penentuan besaran yang harus dibayarkan ditentukan di masing-masing banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) alasan krama lebih memilih ngayah dibandingkan naub, 2) proses penentuan besaran dana naub dan akuntabilitas pengelolaannya, 3) kontribusi dana naub terhadap besarnya biaya upacara di pura. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif yang lebih menekankan pada persepsi dan perilaku manusia. Penelitian ini dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu 1)pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Alasan Krama Desa Pakraman Tabola memilih ngayah dibandingkan dengan naub yaitu dapat berinteraksi dengan krama yang lain untuk meningkatkan rasa solidaritas antar krama, mendapat ilmu mengenai bebantenan, dan wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 2) Proses penentuan besarnya dana naub didasarkan pada hasil kesepakatan pada saat sangkep dan akuntabilitas pengelolaannya juga disampaikan pada saat sangkep. 3) Dana naub tidak berkontribusi terhadap biaya upacara di Pura Puseh Tabola, tetapi berkontribusi terhadap biaya upacara di Pura Dalem dan juga Pura Melanting Desa Pakraman Tabola.Kata Kunci : Ngayah, banten, naub, akuntabilitas Ngayah is one of the traditions in Bali that is held just before a ceremony. With the various conditions of the society today, many village members who could not ngayah, so choose to be penaub members. Penaub members only need to pay once a year. In Tabola Pakraman Village, the determination of the amount to be paid was determined in each banjar ‘hamlet’. This research aimed at determining: 1) the reason village/hamlet members preferring ngayah than naub, 2) the process of determining the payment amount of naub and the accountability of its management, 3) the contribution of naub funds to the total amount of ceremonial costs at the temple. This research was conducted through a qualitative method that emphasized more on human perception and behavior. This study was conducted in four stages: 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, 4) conclusions drawing. The results of this study indicated that: 1) The reason of Tabola Pakraman Village members to choose ngayah than naub was to interact with other village members in order to increase the sense of solidarity among them, to obtain knowledge about bebantenan ‘offerings’, and as a form of devotion to Ida Sang Hyang Widhi Wasa ‘The Almighty God’. 2) The process of determining the amount of naub payment was based on the agreement at sangkep ‘village meetings’ and management accountability was also delivered at the time of sangkep. 3) Naub fund did not contribute to the ceremonial cost at Tabola’s Puseh temple, but contributed to the ceremonial cost at Dalem Temple and also at Melanting Temple of Tabola Pakraman Village.keyword : Ngayah, banten, naub, accountability
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA KOLEKTIF ORGANISASI BERLANDASKAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL SARENG NUNAS LANTUR KERAHAYUAN (STUDI KASUS PADA SUBAK ABIAN GUNUNG MERTA SARI, DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG) Ni Putu Yeny .; Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, S.E., .; Putu Sukma Kurniawan, S.T., M.A. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja dan dari mana sumber daya kolektif organisasi subak abian Gunung Merta Sari Desa Tigawasa serta untuk mengetahui implementasi pengelolaan sumber daya kolektif organisasi subak abian Gunung Merta Sari Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang berlandasakan kearifan budaya lokal sareng nunas lantur kerahayuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus pada suatu organisasi tradisional yaitu subak. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data diolah dengan tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sumber daya kolektif yang dimiliki oleh subak yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan (iuran, asil yang disebut sarin taun, dan denda), serta sumbangan dari anggota subak dalam bentuk hasil bumi saat upacara di subak. Kepemilikan dari sumber daya kolektif diantaranya, sumber daya manusia dimiliki oleh subak, sumber daya alam yang dimiliki individu secara tidak langsung dimiliki oleh subak, sumber daya keuangan dimiliki oleh anggota subak dan pemerintah, serta sumbangan bersumber dari anggota subak. Pengelolaan sumber daya kolektif berlandasakan atas penerapan nilai sareng nunas lantur kerahayuan yang berlaku untuk semua proses pengelolaan sumber daya kolektif dan kegiatan di subak termasuk mengenai rapat, sumbangan sukarela saat upacara disubak dalam bentuk hasil bumi (kelapa, janur, bambu, daun sirih, pelepah pisang, daun pisang, buah maja, dsbnya), dan sebagainya. Kata Kunci : Sumber Daya, Subak, Implementasi, Pengelolaan. The study aimed at finding out what and where did the colletive resource of organization of “subak abian Gunung Merta Sari Desa Tigawasa” come from, and to find out the result of the implementation of collective resource organization management of “subak abian Gunung Merta Sari Desa Tigawasa” based-on the concept of local culture “sareng nunas lantur kerahayuan”. The study implemented a qualitative design focusing on a case study at the traditional organization of subak. The data was collected by conducting an intense interview, observation, and documentation study. The data was analyzed in three different phases, such as data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The results of the study indicated that the types of collective resources belonged to the subak involved human resources, natural resources, financial resources (membershp fee, yield like sarin tahun, and fine), and the member contribution in the form of crops when ritual subak was conducted. The ownership of the collective resources consisted of human resources belonged to the subak, natural resources belonged to the individual members, which indirectly belonged to the subak, financial resources belong to the member of organization as well as the government, and donation belonged to subak members. The management process of the collective resource was made based on the implementation value of “sareng nunas lantur kerahayuan” which was applied to all processes management of collective organization and their activities at the subak including meeting activities, volunteer donation when ritual was conducted in the form of crops (coconut, coconut leaves, bamboo, banana tree, banana leaves, any types of fruits, and so on). keyword : resources, subak, implementation, management
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, REGULASI, KINERJA MANAJERIAL, DAN JOB RELEVANT INFORMATION TERHADAP PENERAPAN ANGGARAN PADA KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG, BALI Gede Mandirta Tama .; Nyoman Trisna Herawati, S.E.Ak., M.Pd. .; Made Arie Wahyuni, S.E., M.Si. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Kompetensi sumber daya manusia, regulasi, kinerja manajerial dan job relevant information terhadap penerapan anggaran pada Koperasi di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilakukan pada Koperasi di Kabupaten Buleleng dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 74 koperasi yang didapat dari rumus slovin. Tenik pengambilan sampel berdasarkan atas Proportional cluster sampling dan didapat jumlah responden penelitian ini sebanyak 222 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berupa data berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan dengan data primer menggunakan kuesioner yang diukur menggunakan skala likert. Analisis data penelitian menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPPS) v. 20. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial variabel kompetensi sumber daya manusia, regulasi, dan job relevant information berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan anggaran dengan hasil thitung masing-masing sebesar 2,836 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,005, 4,503 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000, dan 3,669 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Akan tetapi, variabel kinerja manjerial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan anggaran dengan hasil thitung sebesar 0,062 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,950.Kata Kunci : kompetensi sumber daya manusia, regulasi, kinerja manajerial, job relevant information, dan penerapan anggaran The study aimed at finding out the effect of human resource competency, regulation, managerial performances, and job relevant information on the budgeting implementation at the cooperative in Buleleng regency. The study was conducted at the cooperative offices located in Buleleng regency involving 74 of cooperative offices obtained based on slovin formula. The samples consisted of 222 respondents selected based on proportional cluster sampling. The study was designed in a quantitative form where the data were collected in numeral forms or qualitatively numerated figures. All data were collected from the primary sources by using questionnaires measured by Liker scales, analyzed by using multiple regression analysis, supported by SPSS ve.20 software. The results of the study proved that partially human resource competency, regulation, and job relevant information had a positive and significant effect on the budgeting implementation at the cooperative with t-observed about 2,836 with 0,005 significant level, and 4,503 with 0,000 significant level, and 3,669 with 0,000 significant level. However, managerial performances, had no significant effect partially on the budgeting implementation at the cooperative with t-observed about 0,062 with 0,950 significant level.keyword : human resource competency, regulation, managerial performances, job relevant information, budgeting implementation
PENGARUH MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN, MOTIVASI WAJIB PAJAK, DAN TINGKAT KEPERCAYAAN PADA PEMERINTAH DAN HUKUM TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK NI LUH ARISMAYANI .; Gede Adi Yuniarta, S.E.Ak, M.Si. .; I Nyoman Putra Yasa, S.E., M.Si. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil pengujian dari pengaruh (1) modernisasi sistem administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak, (2) motivasi wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, (3) tingkat kepercayaan pada pemerintah dan hukum terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (4) modernisasi sistem administrasi perpajakan, motivasi wajib pajak, dan tingkat kepercayaan pada pemerintah dan hukum secara bersama-sama terhadap kepatuhan wajib pajak. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal. Subjek penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Singaraja dan objek dari penelitian ini adalah modernisasi sistem administrasi perpajakan, motivasi wajib pajak, tingkat kepercayaan pada pemerintah dan hukum, dan kepatuhan wajib pajak. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer yaitu kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) modernisasi sistem administrasi perpajakan berpengaruh signifikan secara individu terhadap kepatuhan wajib pajak, (2) motivasi wajib pajak berpengaruh signifikan secara individu terhadap kepatuhan wajib pajak, (3) tingkat kepercayaan pada pemerintah dan hukum berpengaruh signifikan secara individu terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (4) modernisasi sistem administrasi perpajakan, motivasi wajib pajak, dan tingkat kepercayaan pada pemerintah dan hukum berpengaruh secara bersama-sama terhadap kepatuhan wajib pajak. Kata Kunci : modernisasi, motivasi, kepercayaan, kepatuhan. The purpose of this study was to examine the effect of (1) the modernisation of taxation system on taxpayers’ compliance (2) taxpayers’ motivation on taxpayers’ compliance, (3) the trust level on the government and law on taxpayers’ compliance, (4) the modernisation of taxation administration system, taxpayers’ motivation, and the trust level on the government and law simultaneously on taxpayers’ compliance. The design of this study was causal quantitative. The subjects of the study were individual taxpayers registered at the Tax Office of Singaraja and the objects of the study were the modernisation of taxation administration system, taxpayers’ motivation, the trust level on the government and law, and taxpayers’ compliance. In this study, the data used were primary data obtained from questionnaires and were analyzed using double linear regression analysis. The results of the analysis showed that (1) the modernisation of taxation administration system had a significant effect individually on taxpayers’ compliance, (2) taxpayers’ motivation had a significant effect individually on taxpayers’ compliance, (3) the trust level on the government and law had a significant effect individually on taxpayers’ compliance, and (4) the modernisation of taxation administration system, taxpayers’ motivation, the trust level on the government and law simultaneously had effect on taxpayers’ compliance. keyword : modernisation, motivation, trust, compliance
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NON PERFOMANCE LOAN PADA BADAN USAHA MILIK DESA (Studi Kasus Pada BUM Desa "Karya Sari" Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng) Kadek Asmita Rani .; Nyoman Trisna Herawati, S.E.Ak., M.Pd. .; Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, S.E., .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13186

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi non perfomance loan pada badan usaha milik desa dan Faktor apakah yang dominan memengaruhi Non Perfomance Loan pada BUM Desa “Karya Sari” Desa Pakisan – Buleleng. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah kredit yang mempunyai pinjaman bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini untuk memecahkan masalah yang ada digunakan analisis faktor dengan bantuan program komputer SPSS. Lokasi penelitian di BUM Desa “Karya Sari” Desa Pakisan, kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Diperoleh ada lima faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya pinjaman bermasalah pada BUM Desa “Karya Sari” Desa Pakisan a) faktor ekonomi nasabah, b) faktor kualitas pelayanan, c) faktor lingkungan, d) faktor sosial, e) faktor sikap dan karakter nasabah. (2) Berdasarkan nilai eigenvalues dan persentase varian maka faktor yang paling dominan memengaruhi pinjaman bermasalah adalah faktor ekonomi nasabah dengan nilai eigenvalues dan persentase varian paling besar yaitu eigenvalues sebesar 6,649 dan persentase varian sebesar 33,245%.Kata Kunci : Non Perfomance Loan, Badan Usaha Milik Desa This research was conducted to find out the factors that influence the non-perfomance loan in the badan usaha milik desa and what factors dominantly affect the Non Perfomance Loan on BUM Desa "Karya Sari" Desa Pakisan - Buleleng. The population in this study is all credit customers who have problem loans. This research uses quantitative method. In this research to solve existing problems used factor analysis with the help of SPSS computer program. Research location at BUM Desa "Karya Sari" Desa Pakisan, Buleleng district. The result of the research shows that: (1) There are five factors influencing the occurrence of problem loans at BUM Desa "Karya Sari" Desa Pakisan a) customer economic factor, b) service quality factor, c) environmental factor, d) social factor, e ) customer attitude and characteristic factors. (2) Based on the value of eigenvalues and percentage of variance, the most dominant factor affecting the problem loans is the economic factor of the customer with the value of eigenvalues and the largest percentage of variance ie eigenvalues of 6.649 and the variance percentage of 33.245%.keyword : Non Perfomance Loan, Badan Usaha Milik Desa
ANALISIS STRATEGI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KAIN SONGKET SUTRA BERDASARKAN METODE FULL COSTING PADA WEAVING CENTER PONI'S PENGERAJIN TENUN SONGKET SUTRA DI DESA JINENGDALEM NI PUTU AYU ASTITI SARI .; Made Arie Wahyuni, S.E., M.Si. .; Putu Eka Dianita Marvilianti Dewi, S.S.T .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perusahaan menghitung harga pokok produksi, mengetahui cara menetapkan harga jual yang tepat jika berdasarkan metode penentuan harga pokok produksi sesuai dengan kaidah yang baku, dan mengetahui perbandingan penentuan harga pokok produksi tanpa kaidah yang baku dengan penentuan harga pokok produksi berdasarkan kaidah yang baku pada Weaving Center Poni's. Penentuan harga pokok produksi berdasarkan kaidah yang baku yaitu menggunakan metode full costing. Penelitian ini dilaksanakan di Weaving Center Poni's yang merupakan sentra industri usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi kain songket sutra yang terletak di Dusun Gambang, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan reduksi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh pemilik usaha dengan metode full costing. Perhitungan harga pokok produksi menurut Weaving Center Poni's adalah sebesar Rp 1.945.000 per produk. Sedangkan menurut metode full costing, perhitungan harga pokok produksi yang sesungguhnya adalah sebesar Rp 2.045.000 per produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi pada Weaving Center Poni's kurang tepat karena pemilik usaha belum menghitung seluruh biaya yang terlibat dalam proses produksi. Sebaiknya pemilik usaha menghitung harga pokok produksi berdasarkan kaidah yang baku, yaitu metode full costing.Kata Kunci : biaya, harga pokok produksi, metode full costing This study aimed at analyzing the company's strategy to calculate production based-cost, knowing how to set the right selling price if the method used to determine the based-cost of production was in accordance with the standard rules, and knowing the comparison of determining production based-cost without standard rules and of determination production based- cost through the standard rules in Poni's Weaving Center. The determination of based-cost of production was based on the standard rule that was through full costing method. The research was conducted in Poni's Weaving Center which is a center of small and medium enterprises (SMEs) producing silk songket fabric located in Gambang Hamlet, Jinengdalem Village, Buleleng Sub-district, Buleleng Disctrict. The methods of data collection were conducted through library study, observation, interview, and documentation, whereas the type of data used were qualitative data. The data analysis technique in this research was conducted through three stages, i.e., data collection, data presentation, and data reduction. The results of this study indicated that there were differences in the results of production based-cost calculation conducted by the business owners through the full costing method. The calculation of production based-cost according to Poni's Weaving Center was Rp 1.945.000 per product. Meanwhile, according to the full costing method, the calculation of the actual production based-cost was Rp 2,045,000 per product. This study concluded that the calculation of based-cost of production at Weaving Center Poni's was not appropriate because the business owners had not calculated all the costs spent in the production process. The business owners should calculate production based-cost according to the standard rules, namely the method of full costing.keyword : cost, production based-cost, full costing method
PENGARUH BYSTANDER EFFECT, WHISTLEBLOWING DAN PERILAKU ETIS TERHADAP FINANCIAL STATEMENT FRAUD ( Studi Empiris Pada Kasus Fraud Pegawai Negeri Sipil Pemerintah kabupaten Gianyar) Ni Made Oka Tyastiari .; Gede Adi Yuniarta, S.E.Ak, M.Si. .; Made Arie Wahyuni, S.E., M.Si. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.13189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh bystander effect, whistleblowing, dan perilaku etis terhadap financial statement fraud. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kausalitas dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuisioner dan diukur dengan menggunakan skala likert. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas Pemerintah Kabupaten Gianyar yang terdiri dari 21 dinas. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan penelitian ini adalah sampel yang dipilih hanya pegawai yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil dan sampel yang dipilih hanya yang berkaitan bagian akuntansi sebanyak 105 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan IBM SPSS 24.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial bystander effect berpengaruh positif signifikan terhadap financial statement fraud, sedangkan whistleblowing dan perilaku etis berpengaruh negatif signifikan terhadap financial statement fraud.Kata Kunci : bystander effect, whistleblowing, perilaku etis, financial statement fraud. This study aimed at empirically proving the effect of bystander, whistleblowing, and ethical behavior to financial statement fraud. This research was a causal quantitative research by using primary data obtained from questionnaire and measured by using likert scale. The population of this research were all employees of government officials in Gianyar Regency consisting of 21 officials. The sample selection technique used was purposive sampling. The sample used in this study was the sample with the only creteria of employees who had the status of civil servants and the selected samples were only related to the accounting section as many as 105 people. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis by using IBM SPSS 24.0 for Windows. The results of this study showed that partially bystander had a positive and significant effect to financial statement fraud, while whistleblowing and ethical behavior had a negative and significant effect to financial statement fraud.keyword : bystander effect, whistleblowing, ethical behavior, financial statement fraud

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 03 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 13 No. 02 (2022) Vol 13, No 01 (2022) Vol. 13 No. 01 (2022) Vol. 12 No. 3 (2021) Vol 12, No 3 (2021) Vol 12, No 2 (2021) Vol. 12 No. 2 (2021) Vol 12, No 1 (2021) Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 3 (2020) Vol 11, No 3 (2020) Vol 11, No 2 (2020) Vol. 11 No. 2 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 10, No 3 (2019) Vol. 10 No. 3 (2019) Vol. 10 No. 2 (2019) Vol 10, No 2 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 3 (2018) Vol 9, No 3 (2018) Vol 9, No 2 (2018) Vol. 9 No. 2 (2018) Vol. 9 No. 1 (2018) Vol 9, No 1 (2018) Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8 No. 2 (2017) Vol 7, No 1 (2017): Vol. 7 No. 1 (2017) Vol 6, No 3 (2016): Vol. 6 No. 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016): Vol. 5 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol 2, No 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue