cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Analytica Islamica
ISSN : 14114380     EISSN : 25415263     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012" : 10 Documents clear
AL-IDRAJ DALAM HADIS: BEBERAPA PANDANGAN ULAMA Irwan Irwan
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.368 KB)

Abstract

Bila sebuah hadis dengan sanadnya yang bersambung, tidak syaz, yaitu tidak menyalahi dengan hadis yang lebih rajih, rawinya dabit dan adil, akan tetapi pada matannya ada tambahan yang bukan ucapan Nabi Saw yang dimaksudkan untuk menerangkan kata-kata dalam matan, maka hadis seperti ini tetaplah kedudukannya sebagai hadis sahih, karena persyaratannya telah terpenuhi. Adapun yang diharamkan itu adalah yang dilakukan dengan sengaja dan bukan untuk menjelaskan kata-kata yang asing. Terlebih al-idraj itu sama sekali tidak berhubungan dengan matan dan membuat rancu maksud hadis.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PARMALIM DI SUMATERA TAHUN 1885-SEKARANG Katimin Katimin
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.206 KB)

Abstract

Sejarah pertumbuhan dan perkembangan Parmalim penting dan menarik dikaji lebih mendalam atas pertimbangan beberapa hal: pertama, sebagai sebuah komunitas keagamaan lokal yang tumbuh dan berkembang di bagian Selatan provinsi Sumatera Utara, tepatnya di kecamatan Laguboti kabupaten Toba Samosir, komunitas Parmalim dianggap cukup adaptif dengan perkembangan zaman. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan komunitas ini yang masih tetap eksis dalam kancah pertumbuhan dan perkembangan Nasional. Dalam aspek-aspek tertentu, komunitas Parmalim bahkan dapat disejajarkan dengan komunitas keagamaan besar yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara.Kedua, dalam konteks percaturan politik daerah, berbagai sumber menyebutkan bahwa komunitas Parmalim berperan aktif sehingga mampu mengantarkan kemenangan dutanya dalam percaturan politik. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Monang Naipospos sebagai salah satu tokoh intelektual Parmalim yang paling aktif menulis dan menjadi semacam kepala bidang hubungan dengan masyarakat luar Agama Parmalim. Pada Pemilu Legislatif tahun 2009 yang lalu ia terpilih menjadi salah seorang aggota DPRD Kabupaten Toba Samosir.Ketiga, Parmalim sebagai kepercayaan asli suku Batak, dalam konteks sejarah merupakan objek missi Kristen dan Dakwah Islam di Tanah Batak. Padahal, etnis Batak sendiri merupakan etnis yang memiliki prinsip-prinsip budaya cukup kuat sehingga jika ditelusuri lebih jauh, pada dasarnya amat sulit memasukkan missi agama pada etnis ini. Namun demikian, dalam kenyataannya, seperti dalam kasus-kasus identitas penduduk yang cenderung harus memilih salah satu dari enam agama yang diakui di Indonesia, Paramalim umumnya memilih salah satu dari dua agama teresebut (Islam dan Kristen).
PEMIKIRAN DAKWAH SOSIAL MUHAMMADIYAH Sahrul Sahrul
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.978 KB)

Abstract

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid tidak henti-hentinya melontarkan ide-ide pemikiran baru dalam bidang dakwah yang lebih aktual dan mumpuni sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Bentuk dakwah tersebut ialah dakwah sosial artinya dakwah melalui amal usaha, atau aksi-aksi sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial, meliputi bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial. Dalam bidang dakwah yaitu mendirikan mesjid dan mushala atau surau, bidang ekonomi mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Investasi Emas Aisyiyah, koperasi dan perkebunan, bidang pendidikan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, bidang kesehatan mendirikan rumah sakit dan poliklinik kesehatan, dan bidang sosial mendirikan panti asuhan, panti jompo, asuhan keluarga, panti bayi sehat dan rumah rehabilitasi cacat.
DINAMIKA GERAKAN DAKWAH PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) MEDAN SUMATERA UTARA Abdi Syahrial Harahap
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.216 KB)

Abstract

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia disingkat dengan PITI Tujuannya untuk mempersatukan muslim-muslim Tionghoa di Indonesia dalam satu wadah yang dapat lebih berperan dalam proses persatuan bangsa Indonesia. PITI adalah gabungan dari Persatuan Islam Tionghoa (PIT) pimpinan mendiang H. Abdusomad (Yap A Siong) dan Persatuan Tionghoa Muslim (PTM) pimpinan mendiang Kho Goan Tjin. PIT dan PTM mula-mula didirikan di Medan dan Bengkulu sebelum kemerdekaan Indonesia. Keberadaan PITI memberikan dampak yang positif untuk memperkenalkan ajaran Islam di kalangan masyarakat Tionghoa. Gerakan dakwah  yang dilakukan banyak menghadapi tantangan yaitu orang Tionghoa yang masuk Islam sebab suami atau isterinya yang asalnya Islam tidak mampu mendidik mereka kepada ajaran Islam karena mereka sendiri sebagai muslim tidak ta’at melaksanakan ajaran Islam. Maka PITI berupaya melakukan terobosan dakwah dengan mencanangkan program-program dakwah untuk membantu mereka agar dapat melakukan ajaran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
KORELASI PERBUATAN DOSA DENGAN AZAB YANG DITURUNKAN ALLAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN Abdul Rahman Rusli
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.786 KB)

Abstract

Manusia pada umumnya sepakat bahwa perbuatan dosa yang dilakukannya itu merupakan suatu perilaku yang tercela. Namun, adalah suatu yang kontradiktif, bahwa kendatipun manusia tahu, perbuatan dosa itu tercela, tetap saja sulit menghindar darinya. Banyak faktor yang mempengaruhi sulitnya manusia untuk terhindar dari perbuatan dosa. Di dalam Alquran, dijelaskan bahwa salah satu terjadinya perilaku perbuatan dosa adalah godaan syetan yang mempengaruhi manusia. Selain itu, sukanya manusia memperturutkan hawa nafsunya, sehingga lupa kepada Tuhannya. Gemerlap kehidupan modern, dan sukanya manusia kepada kehidupan hedonism juga ikut mempengaruhi terjadinya perbuatan dosa. Padahal perbuatan dosa menurut Alquran memiliki dampak negatrif, tidak hanya pada individu yang bersangkutan tetapi juga pada kehidupan social kemasyarakatan. Berikut ini, penulis mencoba untuk menguraikan korelasi perbuatan dosa dengan azab yang diturunkan oleh Allah Swt dalam perspektif Alquran.
JUMLAH PEREMPUAN YANG BOLEH DIPOLIGAMI Kajian terhadap Al-Qur’an Surat al-Nisa’ ayat 3 Zainal Arifin
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.888 KB)

Abstract

Alqur’an Surat al-Nisa’ ayat 3 memunculkan kajian tentang jumlah perempuan yang boleh di poligami. Apakah poligami itu terbatas pada empat, sembilan, delapan belas, atau tanpa batas. Kajian ini dikaji untuk menelaah hubungan tekstual ayat dengan kontekstual yang terjadi. Di samping menempatkan posisi hadis yang selama ini menjadi landasan penguat dan pendukung.Tulisan ini berupaya memberikan kontribusi atas tujuan tersebut dengan membatasi telaah pada pola-pola logika bahasa Alquran, merumuskan konsep sistem nilainya dan melacak sejarah kehidupan sosial masyarakat yang terjadi pada saat itu.Tulisan ini menemukan bahwa surat al-Nisa ayat 3 tidak otomatis dipahami sebagai ayat yang membatasi poligami lebih dari empat. Telah terjadi perbedaan pendapat dalam memahami ayat, hadis, dan posisi ijma; terlebih jika dikaitkan dengan kontekstual bahwa poligami boleh lebih dari empat dan tanpa batas pernah dilakukan Nabi Muhammad dan sahabat. Tapi membatasi poligami pada empat adalah solusi, dengan tidak menutup pintu perbedaan pendapat furuiyah fiqhiyah, bagi yang ingin lebih.
MUHAMMADIYAH: TINJAUAN TENTANG TUJUAN, ARAH, DAN DASAR-DASAR PENDIDIKAN Afrahul Fadhila Daulay
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, amar makruf nahi munkar dan tajdid, mempunyai banyak amal usaha dalam bidang dakwah, ekonomi, kesehatan, budaya, dan pendidikan. Di bidang pendidikan khususnya yakni mendirikan lembaga-lembaga pendidikan mulai dari tingkat Bustanul Athfal sampai dengan perguruan tinggi. Lembaga-lembaga pendidikan yang didirikannya mempunyai tujuan, arah dan dasar-dasar pendidikan. Tujuan pendidikannya yaitu untuk mewujudkan manusia muslim yang bertaqwa, berakhlak mulia, cakap, percaya kepada diri sendiri, cinta tanah air, berguna bagi masyarakat dan negara serta beramal menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Arah pendidikannya yaitu untuk meningkatkan kualitas individual, sosial kemasyarakatan dan melestarikan alam lingkungan. Sedangkan dasar-dasar pendidikannya yaitu tajdid, kemasyarakatan, aktivitas,  kereativitas dan optimisme.
LEGALITAS SUNNAH TASYRI‘IYYAH, NON-TASYR‘IYYAH (Kritik Motivasi Sahabat dalam Meriwayatkan hadis) Muhammad Habibi Siregar
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.807 KB)

Abstract

Kodifikasi hadis dimulai di era Umayyah khalifah Umar bin Abdi al-Aziz pada awal abad kedua dalam almanak Islam (Hijriah). Kodifikasi adalah implementasi untuk merespon kebutuhan yang sangat mendesak terhadap hadis untuk dikumpulkan. Dan takut hilangnya hadits karena kepergian (wafatnya) Sahabat secara alami. Tetapi beberapa teks korpus hukum sunnah masih multi interpretasi di tengah persepsi yang berbeda untuk menerapkan  kehidupan sehari-hari. Pada tingkat akademik term sunnah tidak mengambil secara instan, tetapi dilihat dengan berbagai pendekatan seperti hukum, sejarah, filsafat, aspek-aspek lainnya. Dan juga istilah ‘adalaah (keadilan) untuk semua Sahabat itu dikritik karena adanya sejarah pertumpahan darah dalam peristiwa fitnah hanya saja untuk masalah yang sensetif ini selalu dihindari.
KEISTIMEWAAN EKONOMI ISLAM DALAM MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN EKONOMI UMAT Veitzal Rivai
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.756 KB)

Abstract

Paham Kapitalisme berasal dari Inggris abad 18, kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara.  Sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran gereja, tumbuh aliran pemikiran liberalisme di negara Eropa Barat. Aliran ini kemudian merambah ke segala bidang termasuk bidang ekonomi. Dasar filosofis pemikiran ekonomi Kapitalis bersumber dari tulisan Adam Smith dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations yang ditulis pada tahun 1776.  Isi buku tersebut sarat dengan pemikiran tingkah laku ekonomi masyarakat, yang kemudian menjadi sistem ekonomi, dan   mengakar menjadi ideologi yang mencerminkan  gaya hidup (way of life). 
MAZHAB PERIPATESIS (MASY-SYA’IY) DALAM FILSAFAT ISLAM Hasan Bakti Nasution
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.494 KB)

Abstract

Perkembangan Islam pada zaman keemasan, selain ditandai dengan kemajuan dalam bidang politik dan ekonomi, juga perkembangan ilmu pengetahuan dalam semua bidang, termasuk dalam bidang filsafat  Islam, sehingga bermunculan corak pemikiran yang juga disebut dengan mazhab filsafat Islam, seperti masy-sya’iy (peripatesis), isyraqi (illuminasi), dan ‘irfani (gnosis). Ciri khas mazhab peripatesis ialah semangatnya yang rasionalistik argumentatif menggunakan logika Aristoteles dengan pembuktian yang teruji dan rasional. Cara kerja yang lebih aplikatif ini membuat mazhab peripatesis mendapat dukungan yang lebih banyak secara kuantitas kuantitas, yaitu jumlah filosof dan topik kajian, dan kualitas yaitu intensitas kajian dibanding dua mazhab lainnya, yaitu Illuminasionisme dan Gnosisme.

Page 1 of 1 | Total Record : 10