Articles
106 Documents
Metode Hermeneutika Alquran: Analisis Teori Batas Menurut Muhammad Shahrur
abu sahrin
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ibn Abbas Vol 1 No 2 Oktober-Maret 2019
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5079.59 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v1i2.4037
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pemikir Muhammad Shahrur mengenai metode hermeneutika dalam menafsirkan Alquran. Secara spesifik dalam cakupan kajian epistemologis metode hermeneutika, Muhammad Shahrur menggunakan sebuah teori yang disebut dengan teori batas untuk menafsirkan Alquran. Kajian ini adalah studi literatur yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan analisis wacana. Diperoleh kesimpulan bahwa di dalam Alquran terdapat penjelasan tentang “Teori Batas”, yaitu batas minimal dan batas maksimal. Hasil akhirnya melahirkan suatu teori yang bersifat aplikatif yakni nazhariyyah al-hudud (limit theory/teori batas). Teori batas Muhammad Shahrur terdiri dari batas bawah (al-hadd al-adna/minimal) dan batas atas (al-hadd al-a’la/maksimal). Secara khusus, dari penelitian Shahrur terhadap beberapa ayat-ayat Alquran memberikan pemahaman yang jelas tentang batas-batas yang boleh dilampaui dan tak boleh dilampaui. Maksudnya, ada ayat yang memberi isyarat batas minimal ada pula ayat yang memberi batas maksimal, dan ada pula ayat yang memberi batas minimal dan maksimal sekaligus.
Tafsir Tematik “al-Ilaah” dan “al-Rabb”
husaen pinang
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ibn Abbas Vol 1 No 2 Oktober-Maret 2019
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4838.044 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v1i2.4042
Studi ini menjelaskan konsep al-Ilaah dan al-Rabb dalam tinjauan tematik Alquran. Fokus pembahasan dua istilah tersebut dirincikan dengan sub masalah berikut: apakah substansi makna al-Ilaah dan al-Rabb dan bagaimana nilai yang terdapat pada al-ilaah dan al-rabb. Metode yang digunakan adalah kepustakaan dan analisa deskriptif. Uraian tentang al-ilaah dan al-rabb dapat disimpulkan sebagai berikut: a) makna substantif al-Ilaah wa al-Rabb, ialah Tuhan, sembahan, yang kepada-Nya makhluk beribadah dan bertasbih. Selanjutnya, Tuhan pencipta adalah Allah Swt. yang memelihara dan mendidik seluruh makhluk dengan segala kesempurnaan, b) korelasi aqidah Islamiyah yang bersumber pada kata al-ilaah dan al-rabb dalam kehidupan sehari-hari, bahwa dengan keyakinan yang sejati kepada Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara seluruh alam, menjadikan seseorang terbebas dari ketergantungan kepada makhluk, dan c) bahwa Allah Swt. adalah Tuhan seluruh alam yang memiliki kekuatan luar biasa tak tertandingi oleh makhluk-Nya.
KONSEP AL-ZULM DALAM AL-QUR’AN (Suatu Kajian Tafsir Tematik)
Irfan Irfan
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3556.55 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4857
Secara garis besar term al-Zhulm dalam al-Qur’an memiliki pengertian kegelapan, kejahatan, dosa, kesewenang-wenangan dan sebagainya. Bentuknya sangat bervariasi, sesuai dengan konteks pembicaraan atau permasalahan yang dibicarakan. Al-Zhulm juga biasa diartikan dengan aniaya yang termasuk perbuatan tercela, di mana perbuatan tersebut dapat merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Untuk menggali makna tersebut, Penulis menelusuri serta mengkajinya melalui metode tematik dan menggunakan pendekatan kepustakaan. Melalui metode serta pendekatan tersebut, penulis mengumpulkan serta mengkaji lebih jauh tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan term al-zhulm, baik itu dari segi makna, penafsirannya, ganjaran bagi pelaku kezaliman serta pendapat ulama. Dengan adanya kajian ini, kita dapat memahami term al-zhulm dalam berbagai konteks serta mendapatkan sebuah dasar hukum bagi orang-orag yang melakukan perbuatan kezaliman.
PERKEMBANGAN MODERN DALAM STUDI AL-QUR’AN
Amrar Mahfuzh Faza
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2811.485 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4853
Banyak hal yang perlu kita cermati dalam menganalisa ragam kajian yang dilakukan oleh para ilmuwan Barat (orientalis) dan Ilmuwan Islam sendiri. Memang benarlah adanya bahwa dalam penentuan sebuah fakta (Alquran) itu benar, perlulah kiranya keberanian untuk menelusurinya. Sikap-sikap anti terhadap keengganan etis dalam pengkajian fakta terhadap kebenaran Alquran perlu kita tinjau ulang. Akan tetapi kita jangan pula terlalu mengingkari sisi objektifitas dari sebuah kebenaran itu sendiri.
PEMBELAJARAN KREATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR UNTUK MATERI MEMBACA ALQURAN MELALUI METODE PUZZLE QIRA’ATI
Nurasyiyah Harahap
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2814.088 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4858
Studi ini meneliti tentang metode pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan pada Sekolah Dasar. Fokus penelitian adalah penggunaan metode puzzle qira’ati untuk diterapkan pada membaca Alquran di Sekolah Dasar. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan mengamati dan praktik metode puzzle qira’ati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik banyak tertarik untuk membaca Alquran. Sebab inovasi pembelajaran seperti puzzle qira’ati ini melakukan pembelajaran Alquran dengan menggunakan sarana puzzle yang menyenangkan. Akhirnya ini menjadi alternatif pembelajaran terbaru agar peserta didik termotivasi untuk membaca Alquran.
KAJIAN ALQURAN DARI MASA KE MASA
Furaisyah Nasution
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3344.303 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4854
Alquran adalah sumber utama hukum Islam hingga kini. Melalui ulama banyak sekali kajian dilakukan dengan dihasilkannya karya tafsir. Namun danya beberapa perbedaan penafsiran di kalangan para ulama yang bermartabat lebih bersifat variatif dan bukan kontradiktif. Sebab dalam menafsirkan ayat-ayat ulama mengacu pada prinsip dan kaedah ‘Ulum al-Quran yang diwariskan secara terpercaya dari generasi ke generasi. Tulisan ini menguraikan perkembangan pengkajian ‘Ulum al-Quran dan Tafsir. Kesimpulannya bahwa kajian terhadap Alquran telah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan masih tetap berlangsung hingga sekarang dan masa yang akan mendatang.
EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN UMMAH WAHIDAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI KOMPARATIF ANTARA HAMKA DAN KEMENTERIAN AGAMA RI
Ihsan Nurmansyah
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3725.658 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4855
Tulisan ini membahas tentang epistemologi penafsiran ummah wahidah dalam al-Qur’an terhadap pandangan Hamka dan Kementerian Agama RI. Adapun hasil dari penelitian ini, terdapat persamaan dan perbedaan antara struktur epistemologi keduanya dalam menafsirkan ummah wahidah, misal validasi penafsiran dari segi teori pragmatik, penafsiran Hamka cukup bernilai guna dalam memberikan solusi mengenai perselisihan yang terjadi di masyarakat, dengan mencari titik temu sebagai dalih agama tetap satu yakni Islam, pegangan tetap satu yakni al-Qur’an dan kiblat tetap satu yakni Kabah. Sedangkan Kementerian Agama RI cukup bernilai guna dalam memberikan solusi mengenai perselisihan yang terjadi di masyarakat dengan mengikuti petunjuk al-Qur’an.
PENAFSIRAN IBNU JARIR AT-THABARI DAN M. QURAISH SHIHAB TENTANG HARI KIAMAT
Muhammad Reza Fadhil
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3239.222 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4856
Hari kiamat merupakan rukun iman keenam di dalam ajaran Islam khususnya pada term mengenai aqidah. Informasi mengenai hari kiamat dapat diperoleh melalui berita dari Alquran maupun hadis. Pembahasan mengenai hari kiamat tidak akan pernah terhenti sebab ia merupakan sesuatu yang akan datang namun tidak diketahui kapan terjadinya. Dari banyak ayat Alquran yang memberitakan informasi mengenai hari kiamat di antaranya adalah QS. Thaha ayat 15 dan QS. Al-Haj ayat 7. Artikel ini membahas tentang kepastian datangnya hari kiamat dengan menelusuri informasi dari kedua ayat tersebut dengan bersandarkan pada penafsiran M. Quraish Shihab pada Tafsir Al-Mishbah dan penafsiran Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari pada Tafsir Jami@’ Al-Baya@n ‘An Ta’wi@l A@ya@t Al-Qura@n.
DINAMIKA KAJIAN AL-QUR’AN DI INDONESIA
Taufikurrahman Taufikurrahman
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2019): April-September
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3179.656 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i1.4849
Dalam jaringan intelektual yang ada di masa kini, pergumulan umat Islam Indonesia dengan al-Qur’an menjadi demikian intens. Al-Qur’an sumber rujukan dalam berislam diurai maknanya dan ditafsirkan, lalu disebar-luaskan ajaran-ajarannya kepada masyarakat. Upaya ini semakin menemukan signifikansinya ketika muncul angin pembaruan yang digalorakan oleh Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani dengan semangat: Kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis. Oleh sebab itu al-Qur’an selalu memberikan makna baru bagi setiap orang yang hendak menafsirkannya, ketika kita mau bicara suatu masalah dalam masyarakat, maka di dalam al-Qur’an sudah ada masalah itu dan sudah di jawab al-Qur’an itu sendiri. Artinya, al-Qur’an sudah menjawab semuanya tergantung penafsir yang akan menentukan bagaimana masalah itu dilakukan sesuai dengan konteks masalahnya.
METODOLOGI KLASIFIKASI QATHIY DAN ZHANNIY MENURUT IMAM ASY-SYATHIBI
Sugeng Wanto
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 2 (2019): Oktober-Maret
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3496.684 KB)
|
DOI: 10.9876/jia.v2i2.7454
The categorization of the verses of the Koran to the qath’iy and zhanniy, actually does not exist either in the Koran, the sunnah of the opinions of friends, tabi'in or the Imam of the great school of thought. Thus, this categorization is the creation of recent scholars who are seen as a product of ijtihad. Because the categorization is a product of ijtihad, in fact, the notion of qathiy and zhanniy should not be viewed dogmatically. Because as a product of ijtihad it continues to apply relativity, not absolute. Imam as-Syatibi has a different concept from the popular opinion about qath'iy and zhanniy, from his statement it seems that there is no qathiy in the texts of syara ’or even if it is very rare. According to him, keqathiyan was drawn and deduced from a number of texts both the Koran and the traditions that have the same meaning or mutual support so that the meanings contained in the various texts converge fully and cohesively on a particular idea or concept. Keywords: Qath'iy, Zhanniy.