cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ibn Abbas
ISSN : -     EISSN : 26207885     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL IBN ABBAS MERUPAKAN JURNAL PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU ALQURAN DAN TAFSIR (S2) FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI ISLAM YANG SECARA KOMPREHENSIF MENGKAJI BIDANG ALQURAN DAN ILMU-ILMU ALQURAN BERBASIS TURATS, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
NILAI KARAKTERISTIK PEMUDA ISLAM DALAM QUR’AN SURAH YUSUF AYAT 30-35 DAN PENERAPANNYA DIMASYARAKAT SEKARANG Pranata, Taufik Ilham
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26251

Abstract

Artikel ini menganalisis nilai-nilai karakteristik pemuda yang terdapat dalam Surah Yusuf ayat 30-35 dalam perspektif beberapa mufassir. Surah Yusuf merupakan salah satu surah dalam Al-Qur'an yang mengisahkan kisah Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya. Ayat-ayat ini secara khusus membahas karakteristik pemuda dan memberikan panduan bagi pemuda Muslim untuk mengembangkan sifat-sifat positif dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa nilai karakteristik pemudanya adalah sebagai berikut yaitu: Menjauhi perilaku terlarang (I’tishom Minal Muharromat), Memberikan prioritas pada kesulitan di dunia daripada kesulitan di akhirat (Takdimul Masyakkah Fiddunya A’lal Masyaqqoti Fil Akhirah), Tawakkal kepada Allah (At-Tawaqqul A’la Allahi), dan Berdoa hanya kepada Allah SWT (Ad-Dua’ Ila Allahi).
KESETARAAN GENDER DALAML KELUARGA PERSPEKTIF TAFSIR AL-MLISBAH As Sayuti, Fadilatun Nisa; Is, Fadhilah
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26220

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemahaman mengenai konsep kesetaraan gender dalam Islam dengan fokus pada konteks keluarga. Melalui analisis yang mendalam dengan metode kualitatif dan maudhu’i terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dan tafsirnya, khususnya Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menempatkan pria dan wanita pada kedudukan yang setara di hadapan Allah. Konsep kesetaraan gender ini diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam keluarga. Kemitraan gender menjadi model ideal dalam keluarga Muslim untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam kajian Islam tentang gender dengan menunjukkan relevansi ajaran Islam dalam mengatasi isu-isu kesetaraan gender kontemporer.
PERAN IBU DALAM MENDIDIK ANAK PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Nisa, Saidatun
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep serta penyebutan kata yang memiliki makna ibu dalam Al-Qur'an melalui pendekatan tafsir tematik. Pendekatan tafsir tematik memiliki keunggulan dalam menjelaskan istilah dan wacana yang terdapat dalam Al-Qur'an secara mendalam dan menyeluruh. Orang tua merupakan bagian dari keluarga yang terdiri atas ayah (suami) dan ibu (istri). Mereka terbentuk melalui ikatan sakral yang umum disebut pernikahan. Keduanya memiliki peran penting, terutama ibu (istri), karena pada umumnya ibu memiliki otoritas lebih besar dalam membentuk rumah tangga yang harmonis (sakinah). Peran ibu sebagai perempuan mencakup tiga aspek utama: mengandung anak lalu melahirkan, menyusui, serta merawat dan mendidik anak. Dalam Al-Qur'an, peran ibu sangat dihargai, khususnya dalam hal pengasuhan anak. Ibu tidak hanya memberikan kasih sayang tetapi juga mendidik anak dengan nilai-nilai Islam. Masalah yang penting untuk dibahas adalah bagaimana peran ibu dalam mendidik anak perspektif Al-Qur’an dalam surah Luqman (31:14). Ayat-ayat dalam Al-Qur'an mengajarkan pentingnya pengasuhan yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian, yang menjadi fondasi bagi perkembangan karakter anak yang baik. Sebagai contoh, dalam surah Luqman (31:14), Allah SWT mengingatkan tentang kewajiban seorang ibu yang dengan penuh perjuangan melahirkan dan merawat anaknya. Ini menggambarkan betapa besar pengorbanan ibu dalam mendidik anak dan membentuk karakter mereka. Selain itu, dalam Al-Qur’an juga terdapat banyak ayat yang menunjukkan tentang nilai-nilai penting seperti ketaqwaan, kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang yang seharusnya ditanamkan oleh ibu sejak dini kepada anak-anaknya.
KONSEP PERDAMAIAN: ANALISIS SURAH AL-ANFAL AYAT 61 DAN SURAH AL-HUJURAT AYAT 9 DALAM TAFSIR AYAT POLITIK Wiwana, Aisyatur Rahmah; Fajar, Sri Ahadah Nuril
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26292

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep perdamaian dalam Al-Qur’an melalui analisis tafsir terhadap QS. Al-Anfal ayat 61 dan QS. Al-Hujurat ayat 9. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhū‟ī), yaitu mengumpulkan penafsiran dari berbagai mufasir klasik dan kontemporer antara lain Al-Maraghi, Fakhruddin ar-Razi, Sayyid Qutb, Al-Qurthubi, dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdamaian dalam Islam bukan hanya sebagai bentuk penghentian konflik, tetapi sebagai usaha aktif dan kolektif yang harus didasari keadilan, kejujuran, dan komitmen terhadap nilai-nilai syariat. QS. Al-Anfal ayat 61 menekankan pentingnya menerima tawaran damai dengan kewaspadaan dan tawakal kepada Allah. Sementara QS. Al-Hujurat ayat 9 menekankan bahwa konflik internal harus segera diselesaikan secara adil dan kolektif demi menjaga kesatuan umat. Secara keseluruhan, Al-Qur’an menempatkan perdamaian sebagai prinsip utama dalam membangun masyarakat yang beradab dan harmonis, dengan landasan iman, keadilan, dan tanggung jawab sosial
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN TAFSIR Munthe, Cinta Rohaini; Purnawati, Mala
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26403

Abstract

Hermeneutika merupakan cabang filsafat yang membahas teori dan praktik penafsiran teks. Awalnya berkembang dalam tradisi Yahudi dan Kristen sebagai metode memahami kitab suci, namun kemudian meluas ke bidang sastra, hukum, dan ilmu sosial. Dalam konteks studi Islam, hermeneutika digunakan untuk memahami makna teks al-Qur’an secara kontekstual dan historis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengertian, ruang lingkup, kelebihan dan kekurangan metode hermeneutik, serta pandangan ulama tafsir terhadap penerapannya dalam kajian al-Qur’an. Dengan menggunakan metode studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika berperan penting dalam membuka pemahaman baru terhadap teks suci, meskipun penerapannya perlu dikritisi agar tidak keluar dari prinsip epistemologi Islam.
JENIS PENDEKATAN HERMENEUTIK (CARA BARAT DAN ISLAM MENAFSIRKAN MAKNA TEKS AL-QUR’AN) Rusiana, Rusiana; Nabilah, Fadwa; Br Manurung, Liza Aulia
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26389

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan dan membandingkan berbagai pendekatan hermeneutik dalam tradisi Barat dan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-komparatif terhadap literatur dan pemikiran tokoh hermeneutik seperti Schleiermacher, Gadamer, dan Fazlur Rahman. Hasil kajian menunjukkan bahwa hermeneutika Barat berkembang dari penafsiran teks menuju kritik ideologi dan refleksi eksistensial, sedangkan hermeneutika Islam berfokus pada pemahaman kontekstual dan nilai etis Al-Qur’an. Temuan ini menegaskan bahwa kedua tradisi memiliki tujuan yang sama, yaitu menggali makna teks secara mendalam, namun berbeda dalam dasar teologis dan orientasi epistemologisnya.
HERMENEUTIKA QS AR RUM AYAT 41 DENGAN METODE SCHLEIERMACHER : KRISIS EKOLOGIS SEBAGAI PESAN TERSEMBUNYI TEKS Tauhid, Muhammad; Purnama, Prayogi Eka; Aziz, Raihan Abdul; Ilyasa, Muhammad; Miftahussani, Muhammad Nuru
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 2 (2025): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i2.27669

Abstract

Persoalan kerusakan ekologi bukan hanya terjadi atas reaksi aktivitas perubahan alam melainkan juga kerusakan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kerusakan bukan hanya dari internal alam tapi dari manusianya. Untuk mencegah hal ini terus berulang diperlukan kesadaran tentang pemeliharaan keseimbangan alam dan keseimbangan sosial. Hal ini dapat terwujud jika akal dan nafsu dapat dikendalikan dan mengindahkan asas keseimbangan dan menghindari kerusakan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis QS. Ar Rum ayat 41 dengan menggunakan metode hermeneutika Friedrich Schleiermacher guna mengungkap pesan tersembunyi teks terkait krisis ekologis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan metode tafsir tematik-hermeneutik. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Ar Rum : 41 tidak hanya berbicara tentang kerusakan moral dan sosial, tetapi juga memuat kritik ekologis yang bersifat transhistoris. Melalui analisis gramatikal dan psikologis, ayat ini menegaskan relasi kausal antara tindakan manusia dan kerusakan alam sebagai bentuk peringatan ilahiah agar manusia kembali pada etika keseimbangan kosmik. Artikel ini menegaskan relevansi Al-Qur'an sebagai sumber etika lingkungan dalam menghadapi krisis ekologi global.
PENJAGAAN AL-QUR’AN SEBAGAI I‘JĀZ GHAYBĪ: KAJIAN QS. AL-ḤIJR AYAT 9 Musyafa, Mohamad Faqihudin; El Izat, Fikri Hidayat
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 2 (2025): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i2.28238

Abstract

QS. Al-Ḥijr ayat 9 menegaskan jaminan ilahi atas penjagaan Al-Qur’an, sebuah klaim ghaib yang membedakannya dari kitab suci lain. Artikel ini menganalisis ayat tersebut sebagai manifestasi i‘jāz ghaybī melalui pendekatan linguistik dan historis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan interdisipliner, mencakup tafsir klasik dan kontemporer, analisis kebahasaan (naḥwu, ṣarf, dan retorika), serta kajian historis terhadap transmisi Al-Qur’an, kodifikasi mushaf, qirā’āt mutawātir, dan manuskrip awal seperti Birmingham dan Ṣan‘āʾ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa janji penjagaan Al-Qur’an terealisasi secara historis dan berkelanjutan, mencakup dimensi ḥāḍirī sejak masa pewahyuan dan mustaqbal hingga masa kini. Penjagaan ini menegaskan keotentikan Al-Qur’an serta membedakannya dari kitab suci lain yang mengalami dinamika tekstual. Temuan ini memperkuat pemahaman QS. Al-Ḥijr ayat 9 sebagai bukti i‘jāz ghaybī yang dapat diverifikasi secara linguistik dan historis lintas zaman.

Page 11 of 11 | Total Record : 108