cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Distribusi Mn dan Cr Pada Profil Endapan Laterit Pulau Sebuku Yasin Septian; Muhammad Kasim; Noviar Akase
Geosapta Vol 11, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v11i1.18114

Abstract

Di Indonesia, hal utama yang menjadi permasalahan dalam industri baja adalah, industri baja pada negara ini masih bergantung pada import bahan baku yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan industri baja nasional sangat bergantung pada kondisi pasar baja dunia. Selain nikel (Ni), unsur lain yang berperan dalam bahan baku baja adalah unsur mangan (Mn) dan chromium (Cr). Analisis laboratorium dilakukan pada penelitian ini yaitu berupa analisis petrografi dan juga analisis geokimia. Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis  pada sampel drilling, profil laterit yang berkembang pada daerah penelitian yaitu dari atas ke bawah di mulai dari limonit saprolite dan bedrock, dengan bedrock terdiri dari normal serpentinit dan brecciated serpentinit. Mineral serpentin grup yang terbentuk yaitu berupa lizardit, krisotil dan antigorit yang dimana mineral ini mengubah mineral ferromagnesia yang ada pada batuan ultramafik. Berdasarkan hasil analisis geokimia kedua Sampel tersebut pada zona limonit  memiliki kadar Cr yaitu 0.95 – 7.53 %.  Mn pada 0.23 – 1.21 %. Pada zona saprolit kadar Cr berkisar antara 0.59 – 2.27 % dan untuk kadar Mn yaitu 0.12 -0.54%. Sementara pada bedrock kadar Cr memiliki nilai 0.28 – 1. 52 % sedangkan unsur Mn berada pada nilai 0.11 – 0.17 %. Pengkayaan chromium dan mangan pada profil laterit daerah penelitian yaitu berada pada zona limonit yang bersamaan dengan kenaikan besi pada zona tersebut
Analisis Penggunaan Counterweight Sebagai Perkuatan Lereng Timbunan Outpit Dump Eko Santoso; Al Hayati; Romla Noor Hakim; Muhammad Fadillah Akbar
Geosapta Vol 12, No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v12i2.23656

Abstract

Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng timbunan di lokasi disposal outpit dump yang merupakan area persawahan dengan kandungan air yang tinggi dan formasi Dahor yang memiliki litologi utama batu lempung lunak, kondisi ini berpotensi terbentuknya weak layer dan meningkatkan risiko kelongsoran. Kelongsoran ini berdampak pada keselamatan, lingkungan, produksi, dan citra perusahaan. Sehingga disposal tersebut perlu dianalisis tingkat stabilitas lerengnya dan metode stabilisasi yang efektif serta safety dan ekonomis. Salah satu metode stabilitasi lereng yaitu counterweight. Pendekatan geoteknik melibatkan pengeboran dan SPT, pengujian laboratorium, dan analisis kestabilan lereng menggunakan software rocsience slide 6.0. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa timbunan dari formasi Warukin, base disposal dari fomasi Dahor, dan weak layer pada kedalaman RL +24 hingga RL +6. Perbandingan nilai material properties menunjukan bahwa nilai uji laboratorium cenderung tinggi daripada estimasi N-SPT, sehinga nilai residual dari uji laboratorium dianggap paling akurat karena merepesentasikan kekuatan material sisa. Analisis kestabilan lereng (tanpa counterweight) menunjukan faktor keamanan yang tidak memenuhi kriteria KEPMEN ESDM No. 1827 Tahun 2018, dengan weak layer sebagai penyebab utama ketidakstabilan. Setelah redesain counterweight dengan penggalian hingga RL+12 meter, FK meningkat memenuhi standar sebesar FK 1,143 – 1,604. Implementasi counterweight ini diharapkan dapat meningkatkan kestabilan lereng, mengurangi risiko kelongsoran, dan mengoptimalkan kapasitas disposal sesuai perencanaan.