cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Mineralogi dan Pengayaan REE Tipe Ion-Adsorption pada Profil Lapukan Granitoid di Sulawesi Barat; Implikasi terhadap Eksplorasi Alvionita, Andi Febby; Syafrizal, Syafrizal; Al Hakim, Andy Yahya
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.15924

Abstract

Unsur Tanah Jarang (Rare Earth Elements-REE) merupakan golongan unsur lantanida+Y+Sc yang saat ini dibutuhkan dalam dunia industri dan bahan baku pembuatan teknologi canggih dan modern. Seiring bertambahnya kebutuhan REE, kegiatan eksplorasi REE juga semakin meningkat, oleh karena itu penelitian ini dilakukan sebagai studi pendahuluan yang bertujuan mengetahui karakteristik REE tipe ion adsorption yang ada di Sulawesi Barat menggunakan petrografi mineral optik, X-ray diffraction (XRD), X-ray fluorescence (XRF), dan inductively coupled plasma mass spectrometry (ICP-MS). Pengamatan mineral optik menunjukkan bahwa batuan induk di Polewali adalah kuarsa monsonit, sedangkan di Mamasa adalah granodiorit. Mineral pembawa REE yang terlihat pada petrografi mineral optik adalah zirkon, apatit, alanit dan monasit. Mineral lempung yang berhasil dideteksi sebagai mineral yang mengikat REE pada zona lapukan berupa kaolinit, halloisit, monmorillonit dan nontronit. Pengayaan REE pada horizon A pada kedua profil menunjukkan bahwa persentase mineral lempung juga mempengaruhi jumlah TREE, hal ini dibuktikan dengan total persentase kandungan mineral lempung pada horizon A di Polewali berkisar 32,7% dan Mamasa 16%, lebih banyak dibanding pada horizon yang lainnya. Anomali positif Ce pada sampel lapukan menunjukkan bahwa kedua profil lapukan merupakan zona pelindian kecuali pada horizon A di Mamasa. Anomali Negatif Eu juga menunjukkan bahwa terjadi pelepasan plagioklas pada saat proses diferensiasi magma ketika batuan terbentuk. Faktor yang mempengaruhi distribusi dan akumulasi REE adalah jenis batuan induk dan tingkat pelapukan.
Evaluasi Produktivitas Alat Angkut Berdasarkan Grade Jalan PT.XYZ Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Aqla, Syarifah; Sartika, Sartika
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.15109

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan tambang bauksit yang terletak di Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Penambangan bauksit sangat erat kaitannya dengan kegiatan pengangkutan. Dump truck memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan dengan kendaraan angkut di jalan raya. Alat angkut memiliki kontribusi besar terhadap total produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas alat angkut berdasarkan grade jalan angkut tambang secara aktual, serta memberikan rekomendasi kemiringan jalan (grade) dalam upaya peningkatan produksi bauksit di perusahaan. Hasil penelitian ini nantinya akan dijadikan sebagai salah satu parameter yang dapat digunakan untuk analisis geometri jalan. Berdasarkan hasil data aktual, diketahui bahwa dari 16 segmen jalan, terdapat 3 segmen jalan yang memiliki grade belum sesuai dengan standar jalan tambang yang baik. Grade jalan masing-masing segmen adalah 10,51%; 14,05%; dan 21,26%. Produktivitas alat angkut berdasarkan data aktual dengan waktu edar 12,86 menit adalah 75.669,20 ton/bulan. Perbaikan grade jalan mengurangi waktu edar (cycle time) sebesar 0,55 menit sehingga meningkatkan produktivitas alat angkut sebesar 3.324,84 ton/bulan.Target produksi perusahaan saat ini adalah 100.000 ton/bulan, artinya target produksi perusahaan masih belum tercapai walaupun kemiringan jalan (grade) sudah sesuai standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu adanya analisis lebih lanjut tidak hanya pada grade jalan akan tetapi juga dilakukan analisis pada keserasian alat muat-angkut serta parameter geometri jalan angkut lainnya.
Evaluasi Program Manajemen Fatigue Operator Hauler Terkait Angka Kecelakaan Kerja di PT. Sapta Indra Sejati Kabupaten Tanah Bumbu K, marlina; Nasution, Roy Nastigor
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.15291

Abstract

Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal diantaranya usia, status anemia, masa kerja, kualitas tidur, dan beban kerja, sedangkan faktor eksternal yaitu shift kerja dan iklim kerja panas. Penerapan program manajemen fatigue sangat diperlukan dalam meminimalisasi kecelakaan kerja akibat dari faktor fatigue (kelelahan), lokasi penelitian ini ada di salah satu kontraktor PT. Borneo Indo Bara yaitu PT. Sapta Indra Sejati Site Borneo Indo Bara dimana metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengambilan data primer adalah teknik pengisian kuesioner, wawancara langsung, dan observasi lapangan serta pengukuran brekasi baik sebelum maupun sesudah bekerja  dan juga data sekundernya.melakukan program manajemen fatigue dengan beberapa cara yaitu Observasi Jam kritis (OJK), Safety Password Indikator (SPI), serta Check Fatigue secara rutin baik di shift 1 dan shift 2 dimana dalam satu shiftnya jumlah hauler sebanyak 88 yang menjadi objek penelitian d sejumlah unit dan orang yang bekerja pada shift tersebut, dimana hasil dari penerapan tersebut faktor fatigue paling dominan karena operator kurang tidur setelah bekerja (kurang istirahat), dengan adanya program tersebut di tahun 2021 dan 2022 terdapat penurunan signifikan daripada tahun sebelumnya. 
Studi Ekstraksi Tembaga Dari Bijih Oksida Dengan Menggunakan Larutan Asam Sitrat Sufriadin, Sufriadin; Mukhlis, Mukhilis; Hatta, Asta Arjunoarwan
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.15056

Abstract

Bijih tembaga oksida merupakan bijih tembaga sekunder dengan kadar tembaga yang relatif lebih rendah namun memiliki cadangan yang besar dibandingkan dengan bijih sulfida. Pelindian tembaga dari bijih oksida menggunakan asam organik yaitu asam sitrat merupakan pendekatan baru karena pada umumnya pelindian menggunakan asam anorganik yang memiliki efek negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral dan kadar tembaga sampel bijih oksida serta menganalisis pengaruh waktu serta konsentrasi asam sitrat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mikroskopi optis dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk analisis mineralogi, serta metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk menentukan kadar tembaga. Percobaan pelindian tembaga dari bijih oksida dilakukan pada tekanan atmosfer. Hasil analisis mikroskopi dan XRD menunjukkan bahwa mineral yang terdapat pada sampel bijih tembaga oksida terdiri dari kalkopirit, kovelit, malasit, pseudomalasit, dan langit sebagai mineral pembawa logam Cu. Kuarsa, kaolinit, kamosit, maghemit, goetit, dan hematit juga dijumpai pada sampel sebagai mineral pengotor. Berdasarkan hasil percobaan pelindian terhadap bijih tembaga dengan asam sitrat menunjukkan bahwa recovery tertinggi yaitu 19,07% yang dicapai pada variabel konsentrasi 0,5 M. Sementara itu, pada pelindian dengan variabel waktu diperoleh recovery tertinggi sebesar 22,88% selama pelindian 4 jam.
Karakteristik Olistolit Daerah Tondong Tallasa, Sulawesi Selatan Husain, Ratna; Kaharuddin, Kaharuddin; Wahyu, Farhan
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.16423

Abstract

Pulau Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan dibeberapa lokasi merupakan daerah yang rumit menentukan susunan batuannya terutama penyusunan urutan stratigrafinya, sehingga penelitian ini diharapkan dapat mengungkap sejarah panjang fenomena geologinya. Riset dilakukan di Wilayah Tondong Tallasa, Pangkajene, Sulawesi Selatan, letak geografis berada pada koordinat 119°40’00” – 119°4’30” BT (Bujur Timur) dan 4°45’00” – 4°47’00” LS (Lintang Selatan). Penelitian ini dimaksudkan untuk pemetaan singkapan olistostrom dipermukaan secara detail menggunakan skala 1:2.000. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik olistolith dari olistostrome dan menentukan lingkungan tektoniknya, sehingga dapat diperoleh hasil kesimpulan yang baik. Metode penelitian yang digunakan terdiri atas pemetaan traversing dan labo analysis. Berdasarkan hasil analisis geokimia berupa analisis unsur utama menggunakan metode Flouresensi Sinar-X (XRF), maka diperoleh jenis olistolith olistostrome pada daerah penelitian yaitu batuan Granit dan batuan Granodiorit. Susunan batuan tektonik terbentuk pada lingkungan tektonik Continental arc (busur kontinen).
Identifikasi Zona Kerawanan Gas Dangkal Berdasarkan Kondisi Geologi dan Nilai Resistivitas Bawah Permukaan di Wilayah Pesisir Balikpapan Suprayitno, Abdi; Laby, Dharma Arung; Yudha, Adinsya; Khairiyah, Nidaul; Dewi, Chintia; Talaiftha, Andrea; Maulana, Giffari Sahid
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.15463

Abstract

Bencana geologi berupa semburan gas dangkal telah terjadi beberapa kali di Balikpapan akibat aktivitas peengeboran yang tinggi. Sebaran titik semburan gas menjadi pembahasan menarik dikarenakan sebagian besar terjadi di daerah pesisir Kota Balikpapan. Belum diketahui dengan jelas penyebab kantung-kantung gas dangkal tersebut tersebar di daerah pesisir Balikpapan. Kajian mengenai kebencanaan ini juga masih sangat minim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona kerawanan gas dangkal di wilayah Baikpapan sebagai upaya mitigasi bencana dan studi pendahuluan mengenai bencana geologi ini. Penelitian ini dilakukan dengan memadukan data sekunder dan primer. Data sekunder merupakan laporan mengenai riwayat semburan gas yang telah terjadi. Laporan tersebut digunakan sebagai penentu awal daerah kerawanan gas dangkal. Data primer merupakan data hasil penyelidikan geologi dan geofisika. Penyelidikan geologi dan geofisika dilakukan di sekitar daerah pusat semburan gas dangkal. Penyelidikan geologi dilakukan dengan mengamati struktur, litologi, serta jurus dan kemiringan. Luarannya berupa peta geologi. Di sisi lain, penyelidikan geofisika dilakukan dengan pengukuran geolistrik untuk memperoleh distribusi resistivitas bawah permukaan. Zona rawan gas dangkal diduga berada pada daerah yang memiliki struktur antiklin yang berfungsi sebagai perangkap gas. Keberadaan gas dangkal dikonfirmasi oleh anomali resistivitas tinggi bawah permukaan. Dari penelitian ini diidentifikasi bahwa zona aman  gas dangkal yang tersebar di sebelah utara daerah penelitian. Sedangkan daerah selatan penelitian didominasi oleh zona rawan gas dangkal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal mitigasi bahaya semburan gas dangkal jika masyarakat ingin melakukan pemboran dangakal di daerah penelitian
Identifikasi Rachman, Rizki Satria; Wibisono, Sigit Arso; Hidayat, Rahmat
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.15577

Abstract

Batubara merupakan sumber energi yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau di Indonesia yang menyimpan potensi batubara, salah satunya di Formasi Toraja. Akan tetapi, batubara tersebut belum banyak diteliti lebih lanjut terutama dari aspek lingkungan pengendapan. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan pengendapan Formasi Toraja berdasarkan analisis ultimat dan petrografi organik. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan mulai dari studi pustaka, penyelidikan lapangan, analisis laboratorium, dan pengolahan data. Hasilnya, 39 sampel batubara didapatkan dari singkapan permukaan dan 4 pemboran batubara. Litologi daerah penelitian terdiri dari perselingan antara batupasir dan batulempung dengan sisipan batubara. Batubara pada Formasi Toraja memiliki peringkat lignit – bituminous dengan beberapa sampel termasuk cannel coal. Analisis hasil laboratorium dan log litologi memperlihatkan bahwa lingkungan pengendapan batubara Formasi toraja berada di lingkungan fluvial dengan kondisi mire yang selalu basah pada sungai intermiten yang mengalami banjir pada interval waktu tertentu. Batubara ini dapat terbagi menjadi dua cluster, cluster pertama terbentuk pada bagian cekungan dangkal sedangkan cluster kedua terbentuk pada bagian cekungan dalam.
Mineralogi dan Properti Keteknikan Endapan Nikel Laterit Daerah Tobimeita-Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Masri, Masri; Mili, Marwan Zam; Awaliah, Waode Rizky; Tugo, Laode Jonas; Rifai, Laode Ahmad
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.14860

Abstract

Pembentukan profil nikel laterit merupakan fungsi pelapukan batuan ultramafik yang dapat menyebabkan perubahan nilai properti keteknikan pada setiap zona profil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi mineralogi, sifat fisik, dan sifat mekanik terhadap derajat pelapukan pada setiap zona laterit. Penyusunan profil laterit ditentukan melalui deskripsi singkapan dan analisis kimia unsur menggunakan XRF. Batuan dasar diidentifikasi menggunakan analisis petrografi sayatan tipis. Analisis X-Ray Diffraction (XRD) digunakan untuk menentukan komposisi mineral penyusun profil laterit. Pengujian properti keteknikan mencakup uji indeks plastisitas, bobot isi, uji kuat tekan, dan uji kuat geser. Hubungan antara derajat pelapukan dan properti keteknikan dianalisis menggunakan fungsi regresi dan koefisien determinasi (R2). Daerah penelitian tersusun oleh dunit terserpentinisasi dan werlit terserpentinisasi. Profil nikel laterit berupa zona limonit, zona saprolit, dan batuan dasar. Zona limonit dan saprolit tersusun oleh lanau inorganik dengan plastisitas sedang hingga tinggi. Peningkatan derajat pelapukan berkorelasi positif dengan nilai indeks plastisitas, diikuti penurunan nilai bobot isi, kohesi, dan sudut geser dalam yang dinyatakan dalam fungsi regresi linear.
Pengaruh dan Hubungan Timbal Balik antara Sektor Pertambangan Konstruksi: Studi Kasus Manokwari Selatan Setiawan, Arif
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.17066

Abstract

Pertambangan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan salah satu bahan baku yang bermanfaat bagi sektor konstruksi. Sektor pertambangan dan konstruksi merupakan sektor yang berkonstribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang salah satunya di kabupaten Manokwari Selatan. Berdasarkan data yang kumpulkan, kedua sektor tersebut tumbuh atau meningkat dari tahun ke tahun. Dikarenakan kedua sektor tersebut tumbuh secara bersamaan, maka penelitian ini ingin mengetahui pengaruh dan hubungan antara kedua sektor tersebut. Metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh maupun hubungan antara keduanya adalah metode asosiatif. Data yang digunakan adalah PDRB sektor pertambangan dan sektor konstruksi. Analisis yang digunakan dalam metode tersebut adalah analisis korelasi dan regresi. Hasil analisis korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa hubungan antara sektor pertambangan dan sektor kontruksi memiliki hubungan yang kuat. Untuk analisis regresi sendiri menghasilkan dua model yang pertama adalah pengaruh sektor pertambangan terhadap sektor konstruksi yang menghasilkan bahwa sektor pertambangan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap sektor konstruksi sebesar Rp 9,992 juta. Untuk model kedua pengaruh sektor konstruksi terhadap sektor pertambangan yang menunjukkan bahwa sektor konstruksi berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap sektor pertambangan sebesar Rp. 0,1137 juta. Dari kedua model tersebut dapat disimpulkan bahwa secara statistic sektor pertambangan dan sektor konstruksi memiliki hubungan yang erat dan berpengaruh secara signifikan dan positif antara keduanya.
Korelasi MgO dan SiO2 Terhadap Kadar Ni dan Fe Pada Endapan Nikel Laterit di PT MKAL F, Firdaus; Thamsi, Alam Budiman; Badduwahe, Harianto
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.15264

Abstract

Nikel laterit merupakan salah satu tipe endapan nikel yang ada di dunia selain nikel sulfida. Lokasi penelitian terletak di Desa Ungkaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi MgO dan SiO2 terhadap kadar Ni dan Fe pada zona limonit dan saprolit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengelompokkan data berdasarkan titik lokasi. Setelah masuk ke dalam Microsoft Excel kemudian diolah untuk mendapatkan hasil berupa data kadar MgO, SiO2, Ni dan Fe dari zona limonit hingga saprolit. Kemudian dilakukan analisis korelasi antara kadar MgO, SiO2, Ni dan Fe menggunakan grafik, dengan menggunakan software Microsoft Excel. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah korelasi terbalik antara MgO dan Ni. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan MgO maka kandungan Ni semakin rendah begitu pula sebaliknya. Hubungan kandungan SiO2 dengan Ni menunjukkan bahwa bijih nikel terkonsentrasi oleh SiO2. Dimana terlihat bahwa kandungan Ni menurun saat mendekati batuan ultrabasa sedangkan unsur SiO2 meningkat. Korelasi antara MgO dan Fe berbanding terbalik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar MgO maka kandungan Fe semakin rendah begitu pula sebaliknya. Hubungan SiO2 dengan Fe dimana terlihat bahwa kandungan Fe menurun ketika mendekati batuan ultrabasa sedangkan unsur SiO2 meningkat.