cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Kajian Teknis Fly rock Hasil Peledakan Berdasarkan Persamaan Empiris dan Teori Scaled Depth Of Burial di PT Semen Padang Al’Qudusi, Said Sani Mubarak; Prabawa, Aditya Denny; Yulanda, Yudi Arista
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.16152

Abstract

Aktivitas peledakan memiliki resiko terhadap lingkungan khususnya batu terbang. Faktor yang mempengaruhinya batu terbang adalah burden (m). spasi (m), kedalaman lubang ledak (m), Stemming (m), diameter lubang ledak (m), handak per lubang (kg), dan powder factor (kg/m3). Variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 82,40%. Terdapat 2 jenis teori rancangan geometri peledakan yaitu berdasarkan R.L Ash dan C.J Konya. Rancangan geometri tersebut dievaluasi menggunakan teori scaled depth of burial. Penentuan rancangan geometri peledakan dipilih berdasarkan teori R.L Ash karena lemparan batuan sebesar 7,5887 m, tingkat keekonomisan lebih baik dengan powder factor 0,56 (kg/m3), dan rata-rata sebaran fragmentasi batuan sebesar 25,422 cm. Analisis geoemtri peledakan berdasarkan kondis lapangan yaitu Fumum = 7,5887 ± 19,285 % dan kondisi khusus Fkhusus = 7,5887 ± (19,285 + 13,801)%.
Analisis Pemanfaatan Kulit Kayu Gelam Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Biobriket Batubara Triantoro, Agus; Dwiatmoko, Marselinus Untung; Syarif, Dhigit Dirgantara; Prayudi, Aria
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.18975

Abstract

Permintaan energi di Indonesia terus meningkat setiap tahun, tetapi tidak seimbang dengan pasokan energi yang tersedia. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang terus bertambah, penggunaan energi yang tidak efisien, dan kurangnya pengelolaan dalam memanfaatkan sumber daya. Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional seperti minyak, gas, dan batubara, perlu dicari sumber energi alternatif, salah satunya biobriket batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit kayu gelam untuk campuran biobriket batubara. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan uji sampel biobriket di laboratorium dengan beberapa komposisi campuran. Uji laboratorium yang dilakukan adalah uji proximate yaitu inherent moisture (IM), Ash Content, Volatile Matter(VM), Calorific Value(CV) dan uji pembakaran. Komposisi biobriket terdiri dari batubara, kulit kayu gelam, perekat (getah damar), kaolin dan kapur.  Berdasarkan hasil pengujian didapatkan biobriket batubara terbaik menggunakan campuran kulit kayu gelam Komposisi terbaik dari sampel G1 dengan komposisi 60% batubara, 20% kulit kayu gelam, 15% perekat, 3% kaolin, 2% Kapur, menunjukkan hasil uji IM 6,67%, Ash 14,52%, VM 52,57%, FC 26,24%, CV 6.030,6 cal/g, dan lama bakar 14.760 detik.
Estimasi Sumberdaya Batubara menggunakan Metode Ordinary Kriging dan Metode Elemen Hingga, Studi Kasus: Endapan Batubara di Desa Pualamsari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Fikri, Hafidz Noor; Musthofa, Arief Al; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.7743

Abstract

Estimasi sumberdaya batubara merupakan proses kuantifikasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan data yang dimiliki. Perkembangan teknologi membuat proses estimasi menjadi semakin cepat. Metode elemen hingga (MEH) yang merupakan proses diskritisasi model dan proses geostatistik estimasi ordinary kriging (OK) menggunakan model blok dilakukan pada parameter ketebalan untuk mengetahui sumberdaya batubara. Menggunakan 24 data bor touch coring dan cropline, kontur struktur roof dan floor batubara terolah sebagai batasan dalam model batubara. Estimasi sumberdaya batubara dengan metode OK menghasilkan kuantitas sebesar 1.8 juta ton. Perhitungan menggunakan MEH menghasilkan nilai sumberdaya sebesar dua juta ton. Selain itu, penggunaan metode OK dengan perangkat lunak SGeMS menghasilkan sumberdaya terukur yang lebih kecil karena area pengaruh (range = 216 m), yang lebih kecil daripada nilai jarak titik infformasi sesuai SNI 5015-2011 untuk kondisi geologi moderat (250 m). Cross validation dilakukan agar memberikan pertimbangan hasil estimasi OK. Perhitungan MEH menggunakan skema continous dalam melakukan diskritisasi. Perbedaan nilai sebesar 200 ribu ton memperlihatkan penggunaan metode yang berbeda pada batubara secara signifikan menghasilkan nilai yang berbeda.
Identifikasi Persebaran dan Ketebalan Seam Batubara Berdasarkan Data Geophysical Well Logging Daerah Loa Kulu dan Sekitarnya, Kutai Kartanegara Yuwanto, Sapto Heru; Bakanuku, Evendi S
Geosapta Vol 10, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i2.14499

Abstract

Mengoptimalkan potensi batu bara dapat diperoleh dengan melakukan proses berkelanjutan yaitu dengan kegiatan eksplorasi. Eksplorasi dapat di upayakan dalam mengungkapkan informasi - informasi geologi bawah permukaan adalah dengan menggunakan metode geophisical well logging. Proses logging pada kegiatan eksplorasi batubara sangat penting karena dapat memberikan informasi yang akurat dan mendetail mengenai kondisi bawah permukaan, seperti susunan batuan, ketebalan lapisan batuan, dan struktur batuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi seperti jenis lithologi, pola persebaran seam batubara serta ketebalan seam batubara yang terdapat didaerah penelitian berdasarkan data geophysical well logging. Metode penelitian ini adalah dengan menganalisis data logging dengan memperhatikan nilai defleksi setiap log baik gamma ray, caliper dan density. Setelah dilakukan pengukuran kedalaman dan ketebalan kemudian dimasukkan ke dalam perangkat lunak komputer (software) untuk dilakukan pemodelan. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini mengindikasikan 5 jenis lithologi, yaitu batulempung (claystone), batulanau (siltstone), batupasir (sandstone), coaly shale dan batubara (coal). Lapisan batubara didaerah penelitian terdiri dari 12 seam batubara dengan ketebalan berkisar antara 0.16 - 9.50 m, dan terdapat pada kedalaman sekitar 1.08 - 112.50 m, pola penyebaran secara keseluruhan mengarah Barat Daya - Timur Laut dengan kemiringan relatif arah Tenggara.
PENGARUH ERODIBILITAS MATERIAL TIMBUNAN BATUAN PENUTUP PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DI PT ADARO INDONESIA Iashania, Yunida
Geosapta Vol 10, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i2.14682

Abstract

Erosi sebagai salah satu proses dalam geomorfologi dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah kepekaan erosi tanah (erodibilitas material). Antara satu jenis tanah dengan jenis tanah lainnya memiliki kepekaan yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh kondisi masing-masing jenis tanah pada timbunan batuan penutup. Erodibilitas tanah dan laju erosi berkaitan erat dengan kondisi geomorfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat erodibilitas di timbunan batuan penutup (disposal) pada PT Adaro Indonesia, lokasi DTH HW 10 B dan menganalisis keterkaitan tingkat erodibilitas tanah dengan kondisi geomorfologi. Timbunan batuan penutup (disposal) adalah area terbuka tanpa revegetasi dapat menimbulkan erosi yang tinggi. Hujan dan aliran permukaan (runoff) menyebabkan erosi dan meningkatnya sedimentasi pada kolam pengendap (settling pond). Hasil penelitian ini menunjukkan erodibilitas pada timbunan bervariasi dari tingkat rendah hingga sedang dengan nilai erodibilitas dari material timbunan adalah 0,15 pada sampel D1, pada sampel D2 0,27 dan pada sampel D3 nilainya adalah 0,23 Faktor utama yang mempengaruhi dan memberikan variasi keruangan erodibilitas tanah pada timbunan batuan penutup adalah tekstur tanah, erodibilitas tanah berpengaruh signifikan terhadap laju erosi permukaan. Laju erosi di daerah penelitian juga dikendalikan oleh faktor lain terutama lereng dan metode konservasi lahan. Hal ini dapat dikurangi dengan menimbun material dari pit lain dengan nilai erodibiltas yang lebih rendah.