cover
Contact Name
Shabri Putra Wirman
Contact Email
shabri.pw@umri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.photon@umri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PHOTON
ISSN : 2087393x     EISSN : 25795953     DOI : -
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
FAKTOR˗FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B˗0 PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI DI PUSKESMAS BONAI DARUSSALAM PASIR PANGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU Yulrina Ardhiyanti
Sistem Informasi Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v7i01.574

Abstract

Universal Child Immunization (UCI) target of Hepatitis B immunization must be achieved 80 % in national, province, regency or even a village. PD3I surveillance data shows scope of HB˗0 (0˗7 days) immunization in Riau, from 2007-2013 still below national targets. Based on information from paramedic in Bonai Darussalam Health Care, low immunization coverage because some people do not know the benefits and afraid if their infants get immunization an earlier time. This study aims to understand related factors of provision Hepatitis B–0 immunization in Bonai Darussalam Health Care, Pasir Pangaraian, Rokan Hulu in 2016. Quantitative research methods and research design used cross sectional. The study was conducted in Bonai Darussalam Health Care, Pasir Pengaraian in February 2016 using questionnaires with 50 people total respondents. Sampling was taken by accidental sampling technique. The results show that 42 people (84%) did not give HB- 0 immunization. Test results chi-square statistic show connection between respondent’s knowledge with HB-0 immunization OR = 2.0 (95% CI 1.22 to 3.26), futhermore, there is a correlation relationship between the respondent’s attitudes with immunization HB-0 OR = 21.8 (95% CI 1.19 to 2.72), and the relationship between the respondent's educational with HB-0 immunization OR = 1.8 (95% CI 1.20 to 2.95). A recommendation for paramedic in Bonai Darussalam Health Care is to improve their performance in terms of providing information to mothers who have babies, private midwives and herbalists in the area and it hopes that mother could be motivated to provide immunization HB-0.
IDENTIFIKASI ISOLAT FUNGI ENDOFIT LBKURCC43 BERDASAR SEKUENS ITS rDNA DARI UMBI TANAMAN DAHLIA (DAHLIA VARIABILIS) Sefni Hendris; Titania T Nugroho; - Saryono
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.578

Abstract

Fungi LBKURCC43 merupakan fungi endofit yang diisolasi dari umbi tanaman dahlia berbunga ungu (Dahlia variabilis) di Padang Panjang, Sumatera Barat. Identifikasi secara morfologi isolat tersebut telah dilakukan dan hanya mengidentifikasi pada tingkat genus. Identifikasi secara molekuler dengan menggunakan DNA adalah identifikasi spesies yang lebih tepat digunakan. Sebelum dilakukan analisis filogenetik secara molekuler berdasarkan sekuens DNA ribosomal pada daerah ITS-1 dan ITS-2, dilakukan ekstraksi DNA dan amplikasi PCR ITS rDNA yang baik untuk sekuensing. DNA kromosomal diisolasi menggunakan kit Wizard Genomic Purification ex Promega Co (Madison, USA) dari sel miselia berumur tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA berhasil diisolasi dari miselia yang berumur tiga hari sebelum terbentuk spora dan jumlah yang cukup tinggi untuk PCR. DNA kromosomal fungi LBKURCC43 memiliki BM (berat molekul) 10.294 pb. ITS rDNA berhasil diamplifikasi dengan PCR menggunakan pasangan primer ITS5 dan ITS4, suhu annealing untuk 440C dan menghasilkan produk PCR dengan berat molekul 455 pb. Hasil analisis filogenetik daerah ITS-1, ITS-2 dan 5,8S rDNA dari genom fungi LBKURCC43 menunjukkan bahwa spesies dari fungi LBKURCC43 adalah Hanseniaspora uvarum dengan kemiripan identitas mencapai 97%.
SINTESIS DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA ANALOG KALKON TERSUBSTITUSI METOKSI Rahma Dona; Adel Zamri; - Jasril
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.579

Abstract

tumbuhan dalam jumlah yang relatif sedikit. Senyawa ini merupakan prekursor untuk biosintesis flavonoid dan isoflavonoid. Senyawa kalkon telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis yang menarik seperti antimikrob, antitumor, antioksidan, antiinflamasi, antimalaria, dan antikanker. Aktivitas senyawa kalkon dipengaruhi oleh gugus α,β-tak jenuh dan substituen yang terdapat pada cincin aromatiknya. Pada penelitian ini, tiga analog kalkon tersubstitusi mono-metoksi pada cincin A aromatik dan cincin B aromatiknya telah disintesis menggunakan metode iradiasi microwave dengan katalis KOH dan pelarut etanol. Struktur setiap produk dikarakterisasi dengan spektroskopi UV-Vis, FTIR, 1H NMR, 13C NMR, dan HRMS. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Berdasarkan hasil uji BSLT, ketiga senyawa tersebut berpotensi sebagai senyawa antikanker dengan nilai LC50<200 μg/mL.
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP JUMLAH EKSTRAK DAN DAYA ANTIFUNGI DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP JAMUR TRYCHOPHYTON SP Zona Octarya; Robi Saputra
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.581

Abstract

Ketepeng cina ( Cassia alata L. ) berasal dari daerah tropik Amerika dan biasanya hidup pada dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap jumlah ekstrak dan daya antifungi dari ekstrak daun ketepeng cina terhadap jamur Trychophyton sp.. Telah dilakukan penelitian yang meliputi pembuatan serbuk simplisia, skrining fitokimia, ekstraksi serbuk simplisia, dan uji aktivitas antifungi ekstrak daun ketepeng cina. Skrining fitokimia serbuk simplisia menunjukkan bahwa serbuk daun ketepeng cina mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, antrakuinon, saponin dan tanin. Ekstraksi serbuk daun ketepeng cina dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 70%, n-heksana dan aquades. Metode difusi agar dilakukan untuk mengetahui ekstrak terbaik serbuk daun ketepeng cina terhadap penghambatan pertumbuhan jamur Trychophyton mentagrophytes dengan meneteskan ekstrak dan sebagai pembanding digunakan antibiotik ketokonazol 2% dan kontrol negatif berupa pelarut. Hasil uji aktivitas antifungi menunjukkan ekstrak etanol daun ketepeng memberikan diameter zona bening yang paling besar dibandingkan dengan ekstrak n-heksana dan aquades dengan ukuran diameter zona bening rata-rata 20,06 mm.
UJI KARAKTERISTIK FISIS, pH DAN ORGANOLEPTIK PADA MINYAK JELANTAH DENGAN PENAMBAHAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) - Misrawati; Sri Fitria Retnawaty; Yulia Fitri
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.582

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Meningkatnya harga minyak goreng dikalangan masyarakat dengan perekonomian rendah, merupakan salah satu faktor penyebab pemakaian minyak goreng berulang kali (minyak jelantah). Penggunaan minyak jelantah secara berulang kali dapat membahayakan kesehatan, seperti keracunan, diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, kanker dan lain-lain. Telah dilakukan penelitian uji karakteristik fisis, pH dan organoleptik pada minyak jelantah dengan penambahan buah mengkudu blender dan potong. Parameter yang diukur adalah uji fisis (viskositas, massa jenis, ORP, konduktivitas listrik, resistivitas), pH dan organoleptik (bau dan rasa). Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk uji fisis pada minyak jelantah yang ditambah mengkudu potong dan blender, memiliki karakteristik fisis yang tidak jauh berbeda. Akan tetapi, untuk uji pH terdapat satu jenis sampel, penambahan buah mengkudu potong dengan massa 75 gram memiliki nilai pH yang lebih tinggi dari pada sampel minyak murni dan sampel minyak jelantah, mungkin disebabkan oleh pengaruh suhu pada saat pengambilan sampel. Untuk hasil uji organoleptik, minyak jelantah yang ditambahkan dengan mengkudu potong cenderung lebih disukai dari pada mengkudu blender.
INTERPRETASI CITRA RADAR (RADIO DETECTION AND RANGING) DOPPLER BMKG (BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA) PEKANBARU DALAM MEMPREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA PEKANBARU Dini Aprianti; Arysthya Ardhitama; Yulia Fitri
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.583

Abstract

In a study of Indonesia is located in the geographic equator. Because of the location of Indonesia became the country's tropical climate, which is marked with rainfall almost throughout the year occur with a high enough intensity. The negative impact of high rainfall that flooded, because the volume of water will overflow and uncontrolled. To measure the amount of rainfall in an area used rain gauges infernal surface manual and automatic. However, rain gauges and automatic manual still has the disadvantage that it can not predict what happens next. Radar imagery is one of the modern gauges and able to provide more accurate data. The radar also can detect the intensity of rainfall in bad weather conditions such as rain storms, floods, tornadoes and lightning. So from the description above, rainfall predictions will be verified from the results of the Doppler radar image interpretation with rain gauges located in Pekanbaru BMKG based on observational data were analyzed with a test statiskit MAE test, degree of homogeneity, and the value of the correlation coefficient. Based on the test results Statistics. Such as: MAE test, Correlation Coefficient and Homogeneity Test, the radar is able to predict the rainfall in Pekanbaru correctly.
OPTIMASI pH AWAL DAN PENAMBAHAN ELEKTROLIT GARAM DALAM PENGOLAHAN LIMBAH SURFAKTAN SECARA ELEKTROKOAGULASI - Yusbarina
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.584

Abstract

Elektrokoagulasi adalah salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengolah air limbah. Keefektifannya sangat dipengaruhi oleh parameter operasional. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk optimasi parameter operasional yaitu pH awal dan penambahan elektrolit garam dalam pengolahan limbah surfaktan secara elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi dilakukan dengan sistem batch dengan menggunakan limbah simulasi sodium dodesil sulfat (SDS) pada kondisi operasional: konsentrasi SDS 200 mgL-1, kerapatan arus 50 A/m2 dan waktu elektrolisis 60 menit. Aluminium digunakan sebagai bahan elektroda. Variasi pH awal yang dilakukan adalah 2, 4, 6, 8 dan 10. Variasi elektrolit adalah NaCl, Na2SO4, dan tanpa penambahan elektrolit garam. Pengolahan limbah surfaktan dengan elektrokoagulasi efektif pada pH awal 4 dan tanpa penambahan elektrolit garam dengan % penurunan kadar surfaktan sebesar 94,04%.
UJI pH DAN KARAKTER FISIS PADA AIR MANISAN BUAH SALAK SIDEMPUAN (Salacca sumatrana) - Sumiati; Aji Suroso; Shabri Putra Wirman; Sri Fitria Retnawaty
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.585

Abstract

Salak merupakan salah satu jenis tanaman dengan buah yang dapat dimakan dan merupakan tanaman asli Indonesia. Salah satu jenis makanan yang dapat dibuat dengan salak adalah manisan. Akan tetapi manisan salak yang tersedia di zaman yang serba modern ini, dalam proses pembuatannya sering ditambahkan dengan asam benzoat. Maka dari itu perlu diteliti mengenai kualitas dari manisan salak tersebut. Penlitian yang dilakukan yaitu pada karakteristik fisis dan pH dari air manisan buah salak, dengan membandingkan berbagai jenis manisan salak yang divariasikan pada penambahan jumlah asam benzoat. Parameter yang digunakan pada uji fisis yaitu berupa Viskositas, Total Padatan Terlarut (TPT), massa jenis, Konduktivitas, Resistivitas, Oxidation Reduction Potential (ORP), Salinitas, dan uji rasa. Dan hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan jika variasi sampel 1 kg salak, 0,5 kg gula, 1 gram asam benzoat dan 1,5 liter air, memiliki nili pH fisis (konduktivitas dan ORP) terbaik. Dan untuk nilai viskositas dan resistivitas terbaik terdapat pada sampel dengan variasi sampel tanpa penambahan asam benozoat yaitu 1 kg salak, 0,5 kg gula, 1 gram asam benzoat dan 1,5 liter air.
UJI FISIS DAN pH MANISAN AIR BUAH KOLANG – KALING - Tusiyem; Sri Fitria Retnawaty; Shabri Putra Wirman
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.586

Abstract

Kolang-kaling merupakan salah satu produk yang berasal dari sebuah pohon yang bernama aren. Kolang-kaling dapat dimanfaatkan untuk bahan aneka makanan dan minuman, kandungan seratnya juga baik untuk kesehatan. Dan biasanya kolang-kaling diolah menjadi jenis makanan basah, yaitu manisan kolang-kaling. Akan tetapi manisan yang baik dan dapat diterima konsumen perlu dipertimbangkan tekstur, rasa, warna dan aroma serta kadar gizi yang tinggi. Pada penelitian ini manisan kolang-kaling ditambahkan dengan berbagai jumlah konsentrasi pemanis buatan. Kemudian dilakukan uji pH dan uji fisis dengan parameter berupa Oxidation Reduction Potential (ORP), Massa Jenis, Viskositas, Salinitas, Total Disolve Solid (TDS), Konduktivitas, Resistivitas dan uji rasa pada manisan basah kolang kaling. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan jika hasil uji fisis, yaitu ORP dan konduktivitas terbaik terdapat pada sampel manisan kolang-kaling dengan variasi 1 kg kolang –kaling, 1 kg gula, 2 gram pemanis buatan, 1 gram pewarna dan air 1 liter. Kemudian untuk hasil uji fisis lainyya yaitu massa jenis, viskositas, TDS dan resistivitas terbaikterdapat pada sampel manisan tanpa penambahan pemanis buatan dengan variasi 1 kg kolang –kaling, 1 kg gula, 1 gram pewarna dan air 1 liter. Sedangkan pada uji pH, penambahan pemanis buatan tidak mempengaruhi nilai pH dari manisan kolang-kaling, dimana nilai pH cenderung sama pada semua sampel dan setiap penyimpanan.
UJI pH DAN FISIS AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR - Sudarto; Sri Fitria Retnawaty; Yulia Fitri; Aji Suroso
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.587

Abstract

Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan tempat yang praktis untuk melakukan pengisian air minum. Pada saat ini di Kecamatan Tapung telah banyak berdiri usaha pengisian air minum isi ulang. Sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan di Kecamatan Tapung terdapat 30 DAMIU. Untuk mengetahui karakter fisis dan pH dari air pada DAMIU tersebut maka perlu dilakukan uji fisis dan pH. Parameter fisis yang diuji yaitu viskositas, massa jenis, Total Padatan Terlarut (TPT), salinitas, konduktivitas listrik, resistivitas, dan Oxidation Reduction Potential (ORP). Hasil pengujian menunjukkan jika hanya terdapat beberapa depot (DAMIU) yang memiliki nilai pH sesuai dengan standar PERMENKES yaitu depot 2, 3, 7 dan 23 dari 30 depot yang diuji. Dan untuk depot lain nilai pH berada di bawah standar PERMENKES yaitu 6,5 - 8,5 sehingga bersifat asam. Sedangkan untuk hasil dari uji fisis (Massa Jenis dan TDS), seluruh depot memenuhi standar PERMENKES. Sedangkan hasil uji fisis lainnya yaitu viskositas, ORP, Salinitas, Konduktivitas dan Resistivitas memiliki nilai yang sama dengan nilai air yang digunakan sebagai standar (acuan). Dari hasil penelitian secara umum DAMIU di Kecamatan Tapung memiliki karakteristik fisis yang sama dengan sir standar (acuan) dan memenuhi standar PERMENKES.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 2 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 1 (2024): Journal Photon Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Photon Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Photon Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Photon Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon More Issue