cover
Contact Name
Farid Husin
Contact Email
farid_husin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijemc.jppki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care)
ISSN : 24071951     EISSN : 24423629     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal Of Education and Midwifery Care (IJEMC) is a peer-reviewed journal and a periodical scientific book published by the Midwifery Study Program of Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran 4 times a year in every March, June, September, and December. IJEMC also publishes Supplements containing articles of literature study and protocol studies. The IJEMC accepts the script of articles in accordance with the science and development of midwifery in midwifery services and education with interdisciplinary and multidisciplinary approaches related to pregnancy care, nursing care, postpartum care and nursing mothers, community midwifery care and midwifery education
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015): Maret" : 9 Documents clear
Analisis Pengaruh Faktor Individu dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Bidan Desa di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Erni Mayor; Ponpon S Idjradinata; Arief S Kartasasmita; Farid Husin; Anita Deborah Anwar; Vita Murniati Tarawan
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.57

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya. Bidan sebagai ujung tombak pemberi layanan kesehatan di masyarakat memiliki posisi penting dan strategis untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, jika ditunjang dengan kinerja yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor individu (usia, pendidikan, lama kerja, suku, asal institusi, motivasi serta pelatihan) dan lingkungan kerja(lokasi tempat tinggal bidan, sarana, akses imbalan, keamanan lingkungan dan budaya) terhadap kinerja bidan desa. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan potong silang terhadap 47 bidan desa yang tersebar di seluruh Puskesmas (17 Puskesmas) Kabupaten Biak Numfor-Papua dari bulan Maret sampai Mei 2014. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji regresi linier multivariabel dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan hanya faktor motivasi dan sarana yang berpengaruh terhadap kinerja bidan (p<0,05) dan faktor motivasi berpengaruh paling kuat. Pengaruh faktor motivasi dan sarana terhadap kinerja bidan desa sebesar 29,7%, menunjukkan masih ada pengaruh yang paling besar pada faktor lain (70,3%) yang tidak diteliti dalam penelitian ini.  
KORELASI ANTARA ATRAUMATIC CARE DENGAN TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA 1-3 TAHUN Alva Cherry Mustamu
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.35

Abstract

Secara khusus, pasien anak sering mengalami prosedur tak terduga yang menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kecemasan serta ketidakkooperatifan. Pelaksanaan  perawatan kesehatan anak di rumah sakit tidak hanya pada kesehatan  murni  terhadap  anak  yang  sedang  sakit,  tetapi  juga  harus  ada  upaya  untuk membantu  meningkatkan  tingkat  kooperatif   yang  memungkinkan  anak  dapat  bekerja sama dengan perawat dalam mencapai tujuan perawatan.  Penelitian observasional analitis inferensial hipotetis dengan rancangan non eksperimental pada  23 orang anak dan 23  orang  perawat menunjukan bahwa ada  hubungan  antara  penerapan  perawatan  atraumatik  dengan  tingkat kooperatif anak usia 1-3 tahun dengan koefisien korelasi (rho) sebesar 0.434 dengan nilai signifikan (p) sebesar 0.039.  
Pemetaan Intervensi Sebagai Alat Untuk Pengembangan Program Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Subang Marliana Rahma; Deni K Sunjaya; Arief S Kartasasmita; Farid Husin; Dinan S Bratakoesoma; Hadyana Sukandar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.64

Abstract

Jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Subang masih tinggi. Berbagai upaya dan intervensi dalam bidang KIA sudah dilakukan. Namun belum pernah dilakukan pemetaan intervensi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran peta spasial kematian ibu dan bayi, menganalisis permasalahan, dan  menganalisis pemetaan intervensi di Kabupaten Subang. Desain penelitian yang digunakan adalah sequensial eksplanatory mixed method. Tahap kuantitatif dengan studi dokumentasi dan survei menggunakan kuesioner pada seluruh kepala Puskesmas di Kabupaten Subang. Tahap kedua, melakukan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus pada informan kunci di Dinas Kesehatan dan IBI Kabupaten Subang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kematian ibu dan bayi selama tiga tahun terakhir di Kabupaten Subang cenderung menyebar, tidak ada penumpukan pada salah satu wilayah baik pada pegunungan, dataran ataupun pantai. Kantong permasalahan yang berat berada di Puskesmas Rawalele, Jatireja, Pagaden Barat, Cirangkong, Sukarahayu, Gunung Sembung, Kasomalang, Pusakanagara, Legonkulon dan Puskesmas Blanakan. Berdasarkan hasil pemetaan intervensi, prosentase kegiatan yang tidak pernah dilakukan dalam intervensi sistem rujukan berbasis manual 44,4%, intervensi masalah wanita 38,35%, intervensi kesehatan reproduksi 33,9%, intervensi gizi 23,5%, intervensi penggunaan prinsip surveilans respons 21,8%, intervensi KB 12,8%, intervensi pelayanan klinik di PONED 11,8% dengan kelengkapan sarana prasarana di poned 13,0% tidak lengkap, intervensi pencegahan penyakit KIA 8,8%, dan intervensi ANC 7,3%. Program penguatan intervensi KIA direkomendasikan adalah pendekatan kantong masalah, penguatan intervensi, kemitraan, inducement, dan advokasi. Pemetaan intervensi dapat mengukur secara kumulatif outcome dari berbagai intervensi untuk penurunan kematian ibu dan bayi. Pemetaan intervensi dapat diterapkan di Dinas Kesehatan dan instansi lain di seluruh Indonesia secara rutin. 
Perbandingan Efektifitas Sterilisasi Panas Kering dan Desinfeksi Tingkat Tinggi Teknik Rebus terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Ika Yudianti; Suprapti Suprapti; Hupitoyo Hupitoyo
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.665 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.66

Abstract

Mikroorganisme mudah masuk ke dalam tubuh ibu maupun bayi saat persalinan, termasuk Escherichia coli. Terdapat dua metode pemrosesan alat bekas pakai, yaitu sterilisasi panas kering atau desinfeksi tingkat tinggi (DTT) teknik rebus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan efektifitas antara sterilisasi panas kering dan DTT teknik rebus terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Desain penelitian adalah studi komparasi. Pendekatan yang digunakan adalah post test only design. Sampel penelitian adalah biakan bakteri E.coli dari saluran kemih, yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Universitas Brawijaya Malang. Setiap metode menggunakan lima batang jarum jahit otot yang dicelupkan dalam biakan E.coli. Sampel kemudian diamati pertumbuhan koloni baru E.coli setiap hari selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sterilisasi panas kering lebih unggul dalam hal lama keadaan bebas bakteri dan rerata jumlah koloni yang tumbuh. Uji hipotesis menggunakan uji t, diperoleh t=4,604; p<0,001 yang sangat bermakna, artinya ada perbedaan efektifitas  pada pemrosesan alat menggunakan teknik panas kering dan DTT teknik rebus. Sterilisasi panas kering lebih efektif dalam pemrosesan instrumen bekas pakai.
Faktor yang Memengaruhi Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat Fadila Elba; Dewi Marheni; Meita Dhamayanti; Farid Husin; Ponpon S Idjradinata; Dida Gurnida
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.28

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia yang  terjadi pada anak-anak adalah 37,2%, Jawa Barat mencapai 36,8%, Kabupaten Bandung Barat mencapai 23,5% pada tahun 2013. Pertumbuhan stunting dapat dipengaruhi oleh variasi normal dan patologis. Faktor risiko yang digunakan dalam penelitian ini adalah potensi tinggi genetik, penggunaan garam dapur rumah tangga, asupan kalsium, seng, iodium dan sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi kejadian stunting pada Balita usia 24-36 bulan di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Desain menggunakan mixed methods concurrent embedded dimana pada pendekatan kuantitatif dengan desain kasus kontrol dan paradigma pospositivisme. Pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus dan paradigma naturalistik. Pengambilan sampel kuantitatif dilakukan dengan total sampling sebanyak 144 (57 kasus 57 kontrol) dengan perbandingan 1:1, sedangkan pada kualitatif dengan teknik probability sampling dan dilakukan wawancara secara mendalam kepada subjek. Analisis data pada kuantitatif menggunakan chi-Square  dengan melihat  Odds Ratio (OR) dan multivariat untuk melihat faktor yang paling dominan sedangkan kualitatif dengan menggunakan konten analisis.  Hasil analisis kuantitatif didapatkan bahwa faktor risiko potensi tinggi genetik memiliki nilai (P=0,00; OR=11,7), penggunaan garam dapur rumah tangga  (P=0,01; OR=6.57), asupan kalsium yang tidak memenuhi pada kasus stunting (P=0,00; 0R=2.06), asupan seng yang tidak memenuhi standar AKG (P=0,02; OR= 2.13), asupan iodium yang tidak memenuhi standar AKG (P=0,00; 0R=5.72). Sosial ekonomi (P=0,00; OR=3.63). Hasil kualitatif menunjukkan sebagian besar keluarga menggunakan garam yang tidak mengandung iodium yang disimpan di wadah terbuka. Pemberian garam pada proses memasak makanan diberikan pada tengah waktu pemanasan sedang berlangsung. Simpulan faktor yang paling dominan adalah penggunaan garam dapur rumah tangga (p<0,01; OR=12,06;). Analisis kualitatif memberikan gambaran para ibu belum melakukan pemilihan, penyimpanan, dan pemberian garam saat memasak makanan dengan tepat.  
Tingkat Pengetahuan dan Kemampuan Kader Posyandu dalam Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil Berbasis Kemandirian Masyarakat Lina Rahmiati; Merry Wijaya; Irna Kurnia Aprillani; Rikma Pramanik; Didah Didah
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.59

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat milik masyarakat berfungsi dalam upaya meningkatkan ibu dan anak dan berkaitan dengan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu. Berdasarkan hasil survey pendahuluan di Desa Citapen terdapat 9 Posyandu dengan jumlah kader yang aktif sekitar 40 orang, tetapi hanya beberapa kader yang mampu melaksanakan penyuluhan untuk ibu hamil, hal ini disebabkan para kader merasa kurang pengetahuan dan kemampuan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah agar kader posyandu mampu memberikan penyuluhan yang efektif  kepada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan yang digunakan Pre-Experimental Design yaitu one-group pre-test post-. Pengambilan sampel dengan cara total sampling sesuai dengan kriteria inklusi yaitu sebesar 25 responden, instrument yang digunakan berupa kuesioner dan untuk pelatihan menggunakan modul pembelajaran. Analisis data untuk pengetahuan dengan Uji T sedangkan untuk keterampilan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan data usia kader paling banyak antara 40 sampai dengan 50 tahun sejumlah 12 responden (48%) yang paling sedikit berusia <30 tahun hanya 1 orang (4%), pendidikan yang paling banyak tingkat SLTA sejumlah 13 orang (52,5%) dan paling sedikit tingkat perguruan tinggi 2 orang (8%), lama menjadi kader paling banyak antara 4 sampai dengan 6 tahun sejumlah 8 orang (32%). Rata-rata tingkat pengetahuan pretest 65,6 sedangkan posttest 81,2 (p<0,005) rata-rata keterampilan memberikan penyuluhan sebelum pelatihan 2,492 setelah pelatihan 3,136 (p<0,005). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil di Desa Citapen Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Rekomendasi untuk Puskesmas Pataruman dan Bidan Desa Citapen agar secara kontinu mendampingi kader memberikan penyuluhan sehingga kader dapat memberikan secara mandiri sesuai kebutuhan ibu hamil.
Pengaruh Pijat Punggung dan Memerah ASI terhadap Produksi ASI pada Ibu Postpartum dengan Seksio Sesarea Retno Puji Astuti; Kusnandi Rusmil; Wiryawan Permadi; Johanes C Mose; Jusuf Sulaeman Effendi; Dewi M.D Herawati
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.007 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.7

Abstract

Produksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalampemberian ASI secara dini pada tindakan seksio sesarea. Pengaruh anestesi pada ibu pasca seksio sesarea menyebabkan terhambatnya pengeluaran hormon oksitosin. Perlu dilakukan stimulasi reflek oksitosin dengan pijat punggung dan memerah ASI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pijat punggung dan memerah ASI terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum dengan seksio sesarea. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan posttest only design with nonequivalent groups. Populasi penelitian ini adalah ibu Postpartum dengan seksio sesarea di RSIA Buah Hati Pamulang, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik non- random sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel 60 responden yang dibagi menjadi 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi-Square dan uji exact fisher. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pijat punggung dan memerah ASI terhadap produksi ASI pada ibu postpartum dengan seksio sesarea dengan nilai Number Needed to Treat (NNT) = 3,3 dan nilai RR sebesar 2,8 serta nilai p = 0,012 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan produksi ASI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Besarnya pengaruh pijat punggung dan memerah ASI berdasarkan karakteristik Ibu, ditinjau dari usia 20-34 tahun pada kelompok intervensi dengan produksi ASI yang lancar nilai p = 0,011. Paritas dengan multiparitas nilai p = 0,013. Pendidikan dengan tamat SMA nilai p = 0,016. Pekerjaan dengan status tidak bekerja nilai p = 0,023. Simpulan dalam penelitian ini adalahtindakan pijat punggung dan memerah ASI berpengaruh baik terhadap produksi ASI yang lancar pada ibu postpartum dengan seksio sesarea. Selain itu, usia 20 – 34 tahun, paritas dengan multiparitas, pendidikan tamat SMA dan ibu yang tidak bekerja berpengaruh baik pada produksi ASI yang lancar. Saran untuk bidan dapat melakukan pijat punggung dan memerah ASI pada ibu postpartum dengan seksio sesarea maupun spontan dalam meningkatkan produksi ASI
Status Gizi Anak dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0 – 2 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tomo Kabupaten Sumedang Tahun 2013 Wulan Nur Insani; Teni Nur Latifah
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.103 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.33

Abstract

Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2006 bahwa 16% anak  Indonesia mengalami gangguan perkembangan baik perkembangan motorik halus dan kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi anak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0-2 tahun di wilayah Kerja Puskesmas Tomo Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang tahun 2013. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, untuk mengamati hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, sikap, umur ibu, dan status gizi anak. Sampel yang dibutuhkan 100 orang dengan metode simple random sampling. Analisis bivariat yaitu uji statistik chi square untuk mengetahui faktor yang berhubungan, dan multivariat yaitu uji statistik regresi logistik untuk mencari faktor dominan. Hasil didapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai sebanyak 86% dan tidak sesuai sebanyak 14%. Pada uji bivariat variabel yang berhubungan adalah status gizi anak, pada analisis multivariat faktor yang dominan adalah status gizi anak P 0,000 dengan nilai OR=122,213 setelah dikontrol dengan variabel pekerjaan, pendidikan, sikap, umur dan informasi. Status gizi anak 122 kali mempunyai peluang pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai karena status gizi anak berperan dalam pertahanan tubuh. Disarankan perlu ditingkatkan kembali upaya penanggulangan gizi kurang.
Proses Rujukan dan Komplikasi Maternal Erni Dwi Widyana; Tarsikah Tarsikah; Wandi Wandi
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.39

Abstract

Sistem rujukan meliputi alih tanggungjawab timbal balik, meningkatkan sistem pelayanan ke tempat yang lebih tingggi dan sebaiknya sehingga penanganannya menjadi lebih adekuat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merujuk kasus gawat darurat meliputi stabilisasi penderita, tatacara memperoleh transportasi, penderita harus didampingi oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan surat rujukan. Keterlambatan rujukan ibu hamil/bersalin dengan risiko dan proses rujukan yang  tidak sesuai dengan tatalaksana rujukan dapat mengakibatkan kondisi ibu bersalin dan bayinya dalam keadaan yang lebih kritis sewaktu tiba di rumah sakit rujukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara proses rujukan dengan kejadian komplikasi maternal dan neonatal di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan rancangan pendekatan potong lintang  dengan metode kuantitatif. Uji hipotesis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat: Chi Square, analisis multivariat: regresi linier dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil Penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel stabilisasi ibu bersalin dengan kejadian komplikasi maternal dan neonatal. Diharapkan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan mengenai prinsip dasar dalam melakukan rujukan khususnya ibu bersalin.

Page 1 of 1 | Total Record : 9