JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
22,841 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS IV SDN 008 KAMPUNG BESAR KOTA KECAMATAN RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN PELAJARAN 2016/2017)
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.518 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.115
Rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV SDN 008 Kampung Besar Kota Kecamatan Rengat pada materi pelajaran PKn merupakan masalah yang harus diatasi oleh guru. Dari 24 siswa hanya 5 (20,8%) orang yang memiliki motivasi belajar yang tinggi. Sementara 19 (79,2%) orang motivasi belajarnya masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar PKn Siswa Kelas IV SDN 008 Kampung Besar Kota Kecamatan Rengat melalui penggunaan media visual. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus, tiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan motivasi belajar PKn di Kelas IV SDN 008 Kampung Besar Kota melalui penggunaan media visual. Pada data awal 5 (20,8%) orang siswa yang motivasi belajarnya tinggi, kemudian setelah dilakukan tindakan pada siklus I meningkat sebanyak 15 (62,5%) orang siswa. Pada Siklus II terjadi pengingkatan motivasi belajar sebanyak 22 (91,7%) orang siswa. Penggunaan media vidual juga dapat meningkatkan ketutasan belajar siswa. Dari data awal siswa yang tuntas hanya 25%, namun pada siklus I meningkat menjadi 66,7% dan pada siklus II persentase siswa mencapai 95,8%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-1 SMPN 3 PASIR PENYU
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.153 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.116
Guru, siswa dan bahan ajar merupakan unsur yang paling dominan dalam proses belajar yang nantinya akan sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII-1 SMPN 3 Pasir Penyu. setelah diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2016 sampai Oktober 2016 yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII-1 SMP Negeri 3 Pasir Penyu yang berjumlah 35 siswa terdiri dari 18 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki, data dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa serta data pendukung berupa lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa, jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, pada skor dasar siswa yang mencapai KKM 51,43%, pada ulangan harian I siswa yang mencapai KKM menjadi 65,71%, dan pada ulangan harian II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 77,14%. Dari analisis rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, dari analisis hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan model pembelajaran kooperatif teknik NHT dalam 2 siklus mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-1 SMPN 3 Pasir Penyu Kata kunci: ,
PENGGUNAAN MEDIA CHARTA MODEL DAN LKS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IX-2 SMPN 3 PASIR PENYU TAHUN 2014/2015
Husni Husni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.153 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.117
Media pelajaran jenisnya beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan, maka pemilihan media yang sesuai dengan topik atau pokok bahasan yang akan diajarkan harus betul-betul dipikirkan oleh guru yang akan menyampaikan materi pelajaran. Pada penilaian ini pokok bahasan yang akan diajarkan adalah Rangkaian Hambatan Listrik sehingga media yang dianggap cocok untuk membantu siswa memahami konsep itu adalah media charta, model dan LKS.Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah “Apakah pemanfaatan media charta, model dan LKS dapat meningkatkan pemahaman konsep-konsep IPA bagi siswa kelas IX,2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu?. ”Tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah untuk meningkatkan pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan media charta, model dan LKS di kelas IX-2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX,2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,00%), siklus II (76,00%), siklus III (88,00%). Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan media charta, model dan LKS dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas IX,2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
PENINGKATAN DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF INTERGROUP RELATION DI KELAS XII IPA2 SMAN 2 KUOK
Kaslim Nasruddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.473 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.118
Aktifitas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pembelajaran. Hasil belajar akan meningkat bilamana peserta didik memliki aktifitas yang tinggi dalam belajar. Dengan aktifitas akan dapat menghilangkan perasaan malu, takut, kurang percaya diri dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktifitas dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas XII IPA 2 SMAN 2 Kuok menggunakan pembelajaran kooperatif. Data yang dikumpulkan berupa hasil pengamatan dan test. Data dioalah menggunakan analisis deskriptif seperti yang disarankan Suharsismi (2008) dan Depdikbud (1995). Pengolahan data tersebut terdiri dari aktifitas belajar siswa dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas XII IPA SMAN 2 Kuok. Peningkatan terjadi pada pertemuan I,II dan III pada siklus I dan II. Aktifitas belajar siswa berada dalam kategori baik (61%-80%) pada masing-masing indikator pencapaian pada akhir siklus. Begitu juga dengan hasil belajar siswa, ketuntasan klasikal pada akhir siklus I adalah 65% sedangkan pada akhir siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 90%. Pencapaian ketuntasan klasikal tersebut lebih signifikan lagi bila dibandingkan dengan ketuntasan hasil belajar Bahasa Inggris siswa ketika pembelajaran konvensional pada semester sebelumnya yaitu 50%. Peningkatan aktifitas dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa melalui pembelajaran kooperatif telah melecut motivasi guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran untuk selalu berkreasi dan berinovasi untuk menggali potensi siswa. Aktifitas tidak tumbuh begitu saja namun mesti dirangsang, salah satunya dengn model pembelajaran kooperatif. Karena pembelajaran kooperatif memberikan peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengekpresikan diri serta wadah untuk berkompetisi dalam belajar dengan mengedepankan azas-azas sosial seperti saling mengahargai dan tanggung jawab. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif intergroup relation dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 2 Kuok
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA BERJAMAAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
Purwati Purwati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.989 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.119
Salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran di kelas. Pengelolaan pembelajaran yang dimaksud adalah pengelolaan pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran tersebut. Artinya pembelajaran tidak harus selalu berpusat pada guru, tetapi juga melibatkan siswa sebagai objek yang paling berperan di dalamnya. Bila pembelajaran direncanakan dan dikelola dengan baik akan menciptakan proses belajar yang efektif bagi siswa dan guru. Guru yang mengorganisasikan kelasnya dengan baik, yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran yang berstruktur, menghasilkan rasio keterlibatan siswa yang lebih tinggi, dan hasil belajar yang lebih tinggi dari pada guru yang menggunakan pendekatan kurang formal dan kurang terstruktur. Perencanaan dan pengelolaan yang baik oleh guru dapat membantu guru untuk lebih meprestasi siswa mengikuti pelajaran yang disajikan. Dengan terprestasinya siswa terhadap pembelajaran, berarti guru dapat lebih mengarahkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Perencanaan dan pengelolaan ini pun nantinya dapat menghasilkan hasil belajar yang lebih baik pula. Salah satu perencanaan dan pengelolaan yang dimaksud adalah pembelajaran yang di desain dengan menggunakan metode belajar yang bervariasi. Salah satunya adalah dengan penggunaan metode Jigsaw. Setelah kegiatan diskusi berlangsung, sebagian siswa mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas dan guru memepersilakan siswa lain untuk mengomentarinya. Kegiatan pembelajaran berlangsung santai, menyenangkan, dan siswa merasa tidak tertekan. Guru dapat melihat antusias siswa selama KBM berlangsung. Tujuan pembelajaran tercapai dan hasilnya pun cukup baik. Desain belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Jigsaw ini ternyata memberikan hasil akhir pembelajaran yang cukup memuaskan. Hal ini diindikasikan dengan keterlibatan dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang sebelumnya memiliki rasa kurang tertarik menjadi terprestasi untuk mengikutinya. Kata kunci: ,,
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TGT PADA SISWA KELAS IX 1 SMP NEGERI 3 PASIR PENYU TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Sri Puji Lestari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.694 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.120
Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsru pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Team games tournament (TGT) berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model TGT terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX 1 SMP Negeri 3 pasir Penyu Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX 1 SMP Negeri 3 pasir Penyu, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bahasa Inggris.
METODE LATIHAN DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT RESMI BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII-4 SMPN 3 PASIR PENYU TP 2014/2015
Sudarmawan Sudarmawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.362 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.121
Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis surat resmi dengan menggunakan metode Latihan. Responden penulisan karya tulis ini adalah peserta didik kelas VIII-4. Objek penelitian berupa penggunaan Metode Latihan dengan pendekatan kooperatif dalam pembelajaran menulis surat resmi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dalam proses pembelajaran maupun penilaian terhadap hasil kerja peserta didik.Pembelajaran menulis surat resmi dengan metode Latihan ini dimaksudkan untuk melatih kemampuan peserta didik agar mereka benar-benar dapat menulis surat resmi dengan baik dan benar sehingga tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan demikian kemampuan menulis surat resmi di kalangan peserta didik menjadi lebih berkualitas.Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa metode Latihan ini efektif membantu peserta didik dalam pembelajaran menulis surat resmi. Hal ini daat terlihat dari proses pembelajaran yang berjalan lancar, tepat waktu dan bersungguh-sungguh. Dari hasil penilaian karya peserta didik rata-rata mendapatkan nilai 80,19. Hal ini berarti bahwa pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai dengan standar nilai ketuntasan secara nasional.
PENERAPAN KOOPERATIF (COOPERATIF LEARNING) MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS IV SDN 002 SEKIP HULU RENGAT
Teti Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.036 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.122
Jurnal ini merupakan proses perencanaan pembelajaran model Mind Mapping dalam meningkatkan aktifitas belajar pokok bahasan Sistem Pemerintahan Pusat siswa kelas IV SDN 002 Sekip Hulu Kecamatan Rengat. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif, desain yang digunakan adalah desain penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa motode yaitu: observasi, dokumentasi dan metode wawancara. Adapun yang menjadi informan adalah guru pendidikan kewarganegaraan kelas IV dan siswa kelas IV di SDN 002 Sekip Hulu RengatKecamatan Rengat. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan pembalajaran kooperatif (Coopertaif Learning) Model Mind Mapping untuk meningkatkan aktivitas belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas IV SDN 002 Sekip Hulu Rengat Kecamatan Rengat, meskipun belum mencapai 100%. Pada siklus I aktivitas belajar siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model Mind Mapping mencapai 63% dan meningkat pada siklus II mencapai 87%.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN METODE DISKUSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 BATANG CENAKU TAHUN AJARAN 2015/2016
Aristo Aristo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.027 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i3.123
Penetian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar biologi melalui penerapan pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi menggunakan media gambar pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan analisi secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juni 2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN Batang Cenaku yang berjumlah 37 orang. Hasil analisis data yang diperoleh dari daya serap rata-rata siswa sebelum PTK 70,16 setelah PTK siklus I menjadi 79,89 dan setelah PTK siklus II meningkat menjadi 84,4. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebelum PTK 62,16%, pada PTK siklus I adalah 83,8% dan setelah PTK siklus II menjadi sebesar 91,8%. Sedangkan ketuntasan belajar nilai psikomotorik sebelum PTK 75,18%, setelah PTK siklus I menjadi 83,8%, dan setelah PTK siklus II menjadi 89,18%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2015/2016
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK (LISTENING SKILL) PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 2 KAMPAR MELALUI PRONUNCIATION “ODD ONE OUT” GAMES PADA TEKS EXPLANATION TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Dahir Dahir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (790.066 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i3.124
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada pesetra didik pada tingkatan SMA. Permasalahan penelitian ini adalah “Seberapa efektifkah penggunaan Pronunciation Odd One Out Games pada pembelajaran peserta didik kelas XII IPA 2 dalam meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) pada teks explanation di SMA Negeri 2 Kampar ?.” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak (listening skill) pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kampar dapat ditingkatkan melalui metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) penggunaan metode permainan adalah clue atau jalan keluar bagi masalah yang selama ini terjadi di kalangan peserta didik terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris karena metode ini dapat menimbulkan atmosfir yang baik selama proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. 2) Penggunaan metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kampar pada materi news item Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru menggunakan metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran sebagai salah satu alternatif mengatasi kesulitan peserta didik dalam menyimak (listening skill)