cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 22,841 Documents
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 25 PEKANBARU Welinawati Welinawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.661 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) siswa terhadap pembelajaran Matematika pada materi Segitiga dan Segiempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru melalui penerapan model Discovery Learning semester genap tahun pelajaran 2016/2017 pada materi Segiempat dan Segitiga. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, RPP, dan LKS, sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan perangkat tes KPM. Lembar pengamatan digunakan untuk memperoleh data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang selanjutnya akan dianalisis secara kualitatif, dan perangkat tes KPM digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan pemahaman matematis siswa yang selanjutnya akan dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan analisis data aktivitas guru dan siswa setelah menerapkan pembelajaran dengan model Discovery Learning, dapat disimpulkan bahwa terjadi perbaikan proses pembelajaran pada setiap siklusnya. Analisis data kemampuan pemahaman matematis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan KPM siswa pada siklus kedua. Rata-rata skor tes KPM siswa pada siklus I sebesar 64,04 meningkat menjadi 84,04 pada siklus II. Peningkatan rata-rata nilai KPM peserta didik juga terjadi pada setiap indikator KPM, yaitu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep yang telah dipelajari dan mengaitkan kembali berbagai konsep yang telah dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan model Discovery Learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningatkan kemampuan pemahaman matematis peserta didik kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 006 AIR MOLEK 1 KECAMATAN PASIR PENYU Ertihanim Ertihanim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.335 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.126

Abstract

Salah satu cabang ilmu yang sangat mendukung perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah matematika. Pemahaman dan penguasaan konsep matematika pada peserta didik harus terus ditingkatkan. Guru harus berusaha dan berupaya untuk memotivasi peserta didik agar mau belajar matematika. Kenyataan yang terjadi sebagian besar peserta didik tidak suka belajar matematika,motivasi mereka untuk belajar matematika sangat kurang. Interaksi antar peserta didik masih sangat rendah sehingga penguasaan konsep-konsep matematika menjadi sangat lemah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Action Research Classroom) yang dilaksanakan dengan 2 siklus sebanyak empat kali pertemuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berhasilnya peneliti (guru) mengajar dalam pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional-tradisional, yang dialami oleh peneliti justru kadang kala dapat merusak, motivasi peserta didik dalam belajar matematika. Komunikasi antara guru dan peserta didik begitu juga antar sesama peserta didik juga terbatas karena terbatasnya kesempatan untuk berdiskusi. Untuk mengatasi masalah ini peneliti mencoba menggunakan pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap pelajaran matematika peserta didik kelas III SD Negeri 006 Air Molek 1 Kecamatan Pasir Penyu. Penelitian dilakukan di kelas SD Negeri 006 Air Molek 1 Kecmatan Pasir Penyu. pada peserta didik kelas III, yang berjumlah 19 orang dari Bulan Agustus sampai November tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap pertemuan dilakukan tahapan (1) perencanaan; (2)tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sebelum tindakan hingga setelah tindakan mengalami peningkatan. Dari hasil rataan diperoleh 67,37 maka pada silkus ke dua meningkat menjadi 71,05. Dari hasil ketuntasa secara klasikal mengalami peningkatan dari 63% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. terdapat peningkatan motivasi peserta didik terhadap matematika sesudah pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dikelas kelas III SDN 006 Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.
MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR BIOLOGI METABOLISME UNTUK SISWA KELAS XII IPA 2 SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR Esweti Esweti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.533 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.127

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 1 Kampar Timur pada mata pelajaran Biologi dengan objek penelitian siswa kelas XII IPA 2 pada semester ganjil 2017/2018. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan belajar biologi pada pokok bahasan metabolisme untuk siswa kelas XII IPA 2. Model pembelajaran Peta Konsep dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Peta Konsep yang terdiri dari soal-soal tes (ulangan), lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Model pembelajaran Peta Konsep terdiri dari 3 tahap utama yaitu: siswa membuat konsep, mendiskusikan, dan menjawab pertanyaan. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 6 kali pertemuan dan dua kali ulangan harian. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan harian I dan ulangan harian II yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Peta Konsep di kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Kampar Timur mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Biologi yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MEDAN MAGNETIK KELAS XII IPA-1 SMAN 1 SUNGAI LALA Herlina Susanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.83 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.128

Abstract

Pembelajaran fisika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu diurutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal fisika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Rumusan masalah yang diajukan (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Medan Magnetik SMAN 1 Sungai Lala Kelas XII IPA-1. (2) Apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Medan Magnetik SMAN 1 Sungai Lala ? Penelitian dilakukan di kelas XII IPA-1 dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok, presentasi, evaluasi, dan penghargaan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan instrument lembar observasi, dokumentasi dengan menggunakan instrument lembar dokumentasi dan tes tulis dengan menggunakan instrument lembar butir soal. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, pertemuan I untuk pembelajaran dan pertemuan II untuk tes hasil belajar siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD 81,25% dengan rata-rata 77,97 yang termasuk dalam kategori sedang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-3 SMPN 3 PASIR PENYU Humaida Humaida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.979 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.129

Abstract

Guru, siswa, dan bahan ajar merupakan unsur yang paling dominan dalam proses belajar yang nantinya akan sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII-3 SMPN 3 Pasir Penyu. setelah diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2015 sampai November 2015 yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII-3 SMPN 3 Pasir Penyu. yang berjumlah 39 siswa terdiri dari 18 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki, data dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa serta data pendukung berupa lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa, jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, pada skor dasar siswa yang mencapai KKM 35,89 %, pada ulangan harian I siswa yang mencapai KKM menjadi 46,15 %, dan pada ulangan harian II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 71, 78 %. Dari analisis rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, dari analisis hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dalam 2 siklus mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-1 SMPN 3 Pasir Penyu
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK THINK PAIR SQUARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ( FISIKA ) SISWA KELAS VIII-2,SMP NEGERI 3 PASIR PENYU TAHUN AJARAN 2015 / 2016 Husni Husni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.111 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.130

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar IPA ( fisika ) siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Think Pair Square (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar IPA ( fisika ) siswa kelas VIII2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 orang siswa dengan 10 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan dengan kemampuan heterogen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dan kesadaran guru untuk menerapkan suatu model pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Pebruari 2016 sampai dengan 2 Maret 2016. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik pengamatan dan tes. Lembar pengamatan akan dianalisis secara deskriptif naratif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan tes hasil belajar akan dianalisis dengan analisis Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan analisis nilai Rata-Rata, untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Think Pair Square (TPS). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA ( fisika ) siswa kelas VIII2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu. Hal tersebut juga terlihat pada analisis rata-rata hasil belajar siswa pada skor dasar,ulangan harian I dan ulangan harian II, dimana nilai rata-rata hasil belajar siswa pasa skor dasar adalah 56.5, pada ulangan harian I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 64.99, dan pada ulangan harian II nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 72.22. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Think Pair Square (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar IPA ( fisika ) pada siswa kelas VIII2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu tahun ajaran 2015/2016
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF JEOPARDY REVIEW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN KOLOID DI KELAS XI MIA 6 MAN 2 PEKANBARU SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Irdaningsih Irdaningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.005 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.131

Abstract

Strategi pembelajaran aktif Jeopardy Review merupakan suatu strategi peninjauan kembali dengan permainan Jeopardy. Tujuan penelitian untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran aktif Jeopardy Review. Jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dilaksanakan dengan kolaborasi peneliti, guru dan keaktifan siswa. Subjek penelitian peserta didik kelas XI MIA 6 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan tes. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh aktivitas belajar peserta didik siklus I sebesar 57,65% dan meningkat pada siklus II menjadi 70,81%. Persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik meningkat dari 61,29% pada siklus I menjadi 83,87% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian hipotesis dapat diterima. Kepada guru kimia disarankan agar memilih strategi mengajar yang tepat dalam mengatasi permasalahan dikelasnya, sesuai dengan materi pelajaran dan situasi peserta didik dalam kelas serta melakukan pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan pada materi yang bersifat hafalan agar peserta didik mudah dalam mengigat materi tersebut
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA UNTUK SISWA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR Jeldewirita Jeldewirita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.326 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.133

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 1 Kampar Timur pada mata pelajaran Seni Budaya dengan objek penelitian siswa kelas XI IPA 2 pada semester ganjil 2017/2018. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar Seni Budaya untuk siswa kelas XI IPA 2. Model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) yang terdiri dari soal-soal tes (ulangan), lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) sesuai dengan Kurikulum 2013 terdiri dari 5 tahap utama yaitu: siswa mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 6 kali pertemuan dan empat kali ulangan harian. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 ke siklus 2. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan siklus 1 dan ulangan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Kampar Timur mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE FIELD TRIP PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN TANAMAN PERKEBUNAN KELAS XI ATP SMKN 1 KUALA CENAKU Kalfahrum Kalfahrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.487 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran pemeliharaan tanaman perkebunan kelas XI ATP SMKN 1 Kuala Cenaku melalui metode pembelajaran field trip. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini menggunakan metode field trip dengan menerapakan dua siklus.Instrumen penelitian pada pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan perangkat tes sedangkan pengolahan data penelitian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa melalui observasi diperoleh skor rata-rata 67,3% pada siklus I kemudian meningkat menjadi 85,6% pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 18,3%. Sedangkan peningkatan Hasil belajar siswa diperoleh nilai ketuntasan belajar rata-rata 68,8% dan nilai tes rata-rata 69,76 pada siklus I kemudian meningkat menjadi 86,6% dan nilai tes rata-rata 82,1 pada siklus II. Hal ini dikarenakan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode field trip memberikan perubahan diantaranya siswa lebih memperhatian penjelasan guru/narasumber, siswa selalu bertanya dan menjawab pertanyaan guru/narasumber, bekerja sama dengan baik pada saat diskusi, tekun mengerjakan tugas, dan dapat mempresentasikan hasil field trip.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) POKOK BAHASAN TRANSFORMASI GEOMETRIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XII IPA-2 SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR TAHUN AJARAN 2017/2018 Liza Moreno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.28 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan “Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada pokok bahasan Transformasi Geometris bagi peserta didik kelas XII IPA-2 SMA Negeri 1 Kampar Timur”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. Pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga tahap yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikutnya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikutnya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari setiap siklus akan diukur hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus diperoleh rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar pada pra siklus adalah 55.37 dan 33.33%. Setelah dilakukan siklus I rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar mengalami peningkatan yaitu menjadi 65.37 dan 48.15%. Pada siklus II setelah diadakan refleksi pelaksanaan tindakan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar adalah 79.63 dan 92.59%. Dari hasil tersebut disimpulkan dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada pokok bahasanTransformasi Geometris dapat meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas XII IPA-2 SMA Negeri 1 Kampar Timur Tahun Ajaran 2017/2018.

Page 12 of 2285 | Total Record : 22841