JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
25,715 Documents
PERANAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP
Afdareza, Melva Yola
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i5.45
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran berdasarkan masalah terstruktur dalam materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian Group Design Comparations Posttest. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah tes deskripsi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan t-test (independent sample t-test). Uji-t dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran berdasarkan masalah terstruktur terhadap kemampuan penalaran matematis siswa.
MENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD SISWA KELAS VIII-E SMPN 1 BANGKINANG
Ernawati, Ernawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.46
Peserta didik (siswa) Kelas VIII E SMP Negeri 1 Bangkinang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 orang, pada kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berada pada kategori yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas VIII E yang hanya 17 orang (68%) siswa yang tuntas atau memenuhi nilai KKM yaitu 70 dari jumlah siswa 24 orang. Hasil ini di analisis berdasarkan ulangan harian yang telah dilakukan. Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan peserta didik diketahui bahwa peserta didik kelas VIII E selama pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang bersifat teks yang panjang serta peserta didik kurang aktif dalam berbagai kegiatan ketika belajar Bahasa Indonesia. Strategi pembelajaran yang bersifat kurang mengaktifkan (Teacher Centere) membuat peserta didik malas atau kurang berminat belajar Bahasa Indonesia. Selain itu, pelaksanaannya harus menerapkan tekhnik/model dan media yang tepat. Sebagai usaha untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Students Teams Achiepment Division STAD) pada materi Membaca Berita di kelas VIII E SMP N 1 Bangkinag tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran menggunakan model Kooperatif Students Teams Achiepment Division (STAD). Peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar hasil ulangan harian. Berhasilnya penelitian ini, juga dapat diketahui dari aktifitas peserta didik selama melewati proses kegiatan belajar mengajar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STADSISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 1 BANGKINANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Herawati, Ida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.47
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Meningkatkan aktivitas belajar klasikal (2) Meningkatkan aktivitas belajar kelompok. (3) Meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Bangkinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terdiri dari 6 langkah yaitu: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar, evaluasi, memberikan penghargaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada pembelajaran IPA aktivitas belajar klasikal, aktivitas belajar kelompok dan hasil belajar siswa setiap siklusnya mengalami perubahan secara signifikan. Siswa yang aktif secara klasikal dalam pembelajaran mencapai skor 34,57 % pada Siklus I dan pada siklus II mencapai skor 69,14 %. Hasil penilaian aktivitas belajar kelompok siklus I skor A mencapai 40% dan pada siklus II Skor A mencapai 83,33%. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 ketuntasannya mencapai 70,37%, lalu meningkat pada siklus II pertemuan 2 menjadi ketuntasan 96,30%..
PENINGKATAN PEMBELAJARAN BERPIDATO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MODELING THE WAYPADA SISWA KELAS X5 SMAN 1 BANGKINANG KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR
Neldawati, Neldawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.48
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran berpidato, meningkatkan aktivitas dan keterampilan siswa dalam pembelajaran berpidato di kelas X 5 SMA Negeri 1 Bangkinang tahun 2015 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran modelling the way. Pelaksanaan proses pembelajaran pada penelitian ini menggunakan dua siklus yang terdiri dari dua pertemuan Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran melalui model pembelajaran model pembelajaran modeling the way. Siklus kedua dilaksanakan untuk memperbaiki pembelajaran yang kurang optimal dalam pelaksanaan siklus pertama yang diperoleh dari hasil refleksi setelah siklus pertama. Berdasarkan analisis dan pembahasan peneliti dapat menyimpulkan bahwa melalui model pembelajaran modeling the waydapat menjadi alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan berpidato di kelas X5 SMA Negeri 1 Bangkinang tahun2015/2016 sekaligus dapat meningkatkan keterampilan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
MENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 1 BANGKINANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Nurmah, Nurmah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.49
Peserta didik (siswa) Kelas VIII E SMP Negeri 1 Bangkinang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 orang, pada kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesianya berada pada kategori yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas VIII E yang hanya 15 orang (62,5%) siswa yang tuntas atau memenuhi nilai KKM yaitu 70 dari jumlah siswa 24 orang. Hasil ini di analisis berdasarkan ulangan harian yang telah dilakukan. Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan peserta didik diketahui bahwa peserta didik kelas VIII E selama pembelajaran Bahasa Indonesia mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang bersifat teks yang panjang serta peserta didik kurang aktif dalam berbagai kegiatan ketika belajar Bahasa Indonesia. Strategi pembelajaran yang bersifat kurang mengaktifkan (Teacher Center) membuat peserta didik malas atau kurang berminat belajar Bahasa Indonesia. Selain itu, pelaksanaannya harus menerapkan tekhnik/model dan media yang tepat. Sebagai usaha untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Students Teams Achievement Division (STAD) pada materi Membaca Berita di kelas VIII E SMP N 1 Bangkinag tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus berturut-turut dilaksanakan sebanyak 2 pertemuan yang terdiri atas empat langkah yaitu : (1) Perencanaan, (2) Tindakan (3) Observasi (4) Refleksi. Subyek Penelitian adalah siswa kelas VIII E SMPN 1 Bangkinang tahun pelajaran 2015/2016. Penilitan tindakan kelas dilaksanakan pada bulan Februari 2016- April 2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran menggunakan model Kooperatif Students Teams Achievement Division (STAD). Peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar hasil ulangan harian. Berhasilnya penelitian ini, juga dapat diketahui dari aktifitas peserta didik selama melewati proses kegiatan belajar mengajar
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIIIB SMP N 1 BANGKINANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Yusnani, Yusnani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.50
Peserta didik (siswa) Kelas VIII B SMP Negeri 1 Bangkinang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 27 orang, pada kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar Ilmu Pengetauan Sosial berada pada kategori yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas VIII B yang hanya 17 orang ( 63 % ) yang tuntas atau memenuhi nilai KKM yaitu 70 dari jumlah siswa 27 orang . Hasil ini di analisis berdasarkan ulangan harian yang telah dilakukan pada pertemuan sebelum penelitian dilaksanakan. Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan siswa diketahui bahwa peserta didik kelas VIII B selama pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang bersifat teoritis serta peserta didik kurang aktif dalam berbagai kegiatan ketika belajarIlmu Pengetahuan Sosial. Strategi pembelajaran yang bersifat kurang mengaktifkan (Teacher Centere) membuat peserta didik malas atau kurang berminat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Selain itu pelaksanaannya harus menerapkan tekhnik/model dan media yang tepat. Sebagai usaha untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Students Team Achievement Divison (STAD) pada materi Permasalahan Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja di kelas VIII B SMP N 1 Bangkinag tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus, masing – masing siklus berturut-turut dilaksanakan sebanyak 2 pertemuan yang terdiri atas empat langkah yaitu :(1) Perencanaan, (2) Tindakan (3) Observasi (4) Refleksi. Subyek Penelitian adalah siswa kelas VIII B SMPN 1 Bangkinang tahun pelajaran 2015/2016. Penilitan tindakan kelas dilaksanakan pada bulan Maret 2016–April 2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran menggunakan model Kooperatif Students Team Achievement Divison (STAD). Peningkatan hasil Ilmu Pengetahuan Sosial ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar hasil ulangan harian. Berhasilnya penelitian ini, juga dapat diketahui dari aktifitas peserta didik selama melewati proses kegiatan belajar mengajar.
PENGGUNAAN METODE RESITASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA TEMA MEMAHAMI CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP SERTA HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PADA MAKHLUK HIDUP DI KELAS III SD NEGERI 016 BANGKINANG
Asnizar, Asnizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.51
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatkan hasil belajar IPA pada tema pengalaman dengan topik memahami ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi perubahan pada makhluk hidup di kelas III SD Negeri 045 Bangkinang. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan oleh peneliti ditemukan beberapa masalah pada mata pelajaran IPA yaitu sebagai berikut, Pada ulangan harian I khususnya pada mata pelajaran IPA 75 % siswa yang nilainya dibawah nilai KKM (78)., Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, dan sebagian besar siswa tidak bisa memahami materi dengan baik. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan sebanyak dua siklus dapat diambil kesimpulan yaitu metode resitasi yang dilaksanakan dalam kerja kelompok dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran IPA pada kelas III. Siswa dapat mengalami proses pembelajaran yang menyenangkan dimana siswa dapat menyelesaikan tugasnya dalam kelompok. Metode ini juga dapat membuat pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh siswa sebelumnya bisa melekat dalam ingatan siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN MENGGAMBAR DEKORATIF PADA ANAK TK DWI KARYA KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU
Asilestari, Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 1 No. 1 (2017): December 2017
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v1i1.52
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan Kegiatan Bermain Menggambar Dekoratif pada anak TK Dwi Karya Kecamatan Koto Kampar Hulu . Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 16 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Objek penelitian adalah kemampuan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak meningkat setelah adanya tindakan melalui kegiatan Kegiatan Bermain Menggambar Dekoratif. Pada saat dilakukan observasi pratindakan, anak yang kriteria baik hanya 2 anak dengan persentase 12,5%. Setelah dilakukannya tindakan Siklus I meningkat menjadi 6 anak denagn pesentase 37,5% dan pada Siklus II meningkat lebih baik lagi menjadi 9 anak dengan persentase 56,25%. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak adalah guru mempersiapkan media dan mendemonstrasikan cara menempel/kolase. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan kemampuan motorik halus naak melalui kegiatan Kegiatan Bermain Menggambar Dekoratif.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR JARINGAN DASAR MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) SISWA KELAS X TKJ 1 SMKN 1 BANGKINANG
Hanif, Fajri M
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i1.53
Rendahnya hasil belajar siswa mata pelajaran Jaringan Dasar siswa kelas X TKJ 1 SMKN 1 Bangkinang menjadi latar belakang penelitan tindakan kelas ini. Peneliti merasakan proses belajar mengajar masih terpusat kepada guru, materi sering tersajikan dalam bentuk ceramah dan demonstrasi sehingga sering peneliti menjumpai siswa lebih banyak diam dan mendengarkan saja, kreatifitas dan kemandiriannya kurang terwujud dan proses belajar mengajarpun tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Hal ini menjadi penyebab hasil belajar siswa turun. Dari 36 siswa hanya ada 20 orang siswa yang nilainya berada di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau sekitar 55% dan tentunya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu Peneliti merasa perlu mengatasi permasalahan belajar ini dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas yang peneliti lakukan berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Jaringan Dasar Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Siswa Kelas X TKJ 1 SMKN 1 Bangkinang”. Dengan adanya penelitian ini Peneliti berharap dapat menemukan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan belajar, dan semoga kedepannya hasil bejar siswa dapat ditingkatkan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data dari hasil ujian kompetensi pada kompetensi Dasar.
PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMA NEGERI 1 CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Mairizal, Mairizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v2i1.54
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru di SMA Negeri 1 Cerenti dan untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMA Negeri 1 Cerenti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan kondisi nyata dari objek penelitian. Berdasarkan analisis dan pembahasan peneliti dapat menyimpulkan kompetensi profesional guru SMA Negeri 1 Cerenti sangat baik. Hal ini dapat diketahui berdasarkan prosentase rata-rata yang didapat dari hasil penelitian yaitu sebesar 94,38%, yang meliputi indikator penguasaan materi, kemampuan membuka pelajaran, kemampuan bertanya, kemampuan mengadakan variasi pembelajaran, kejelasan dan penyajian materi, kemampuan mengelola kelas dan kemampuan menutup pelajaran. Kemudian upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SMA Negeri 1 Cerenti sudah optimal. Hal ini dapat diketahui berdasarkan prosentase rata-rata yang diperoleh sebesar 85,71%. Penilaian ini dilihat dari adanya pelaksanaan supervisi pembelajaran yakni melalui observasi kelas, kunjungan kelas maupun pembinaan langsung kepada para guru. kemudian, adanya kegiatan pelatihan, pemberian kesempatan pada guru untuk aktif dalam MGMP, dan kepala sekolah juga memberikan reward bagi guru yang berprestasi.