cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GURU DALAM PELAKSANAAAN PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS RENDAH Novela, Suci Retma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai hambatan yang mempengaruhi guru dalam pelakanaan pembelajaran tematik kelas rendah di SD Negeri 010 Siabu Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian studi kasus sebagai bagian dari penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas rendah (kelas I, II, III) yang mengajar di kelas. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan komponen analisis data model interaktif Huberman & Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pelaksanaan pembelajaran tematik kelas rendah di SD Negeri 010 Siabu berupa: (1) keterbatasan pemahaman guru tentang konsep perkembangan anak usia Sekolah Dasar dan karakteristiknya, (2) keterbatasan pengetahuan guru mengenai pelaksanaan pembelajaran tematik sehingga berdampak pada ketidakmunculan beberapa karakteristik pembelajaran tematik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran tematik kelas rendah yaitu guru belum begitu memahami tentang pengembangan pembelajaran tematik dalam RPP, guru kesulitan dalam mengintegrasikan tema ke dalam jadwal yang sudah ada, guru kesulitan mengelola proses pembelajaran siswa kelas rendah karena kurang pemahaman dalam perkembangan anak usia SD. Pada penilaian proses yang dilaksanakan hanya penilaian sikap, dan hanya guru kelas II yang melaksanakannya.
MENINGKATKAN MEMBACA KRITIS DALAM PEMAHAMAN BACAAN DENGAN STRATEGI KNOW WANT TO KNOW LEARNED (KWL) SISWA KELAS X SMK N 1 BANGKINANG Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.327

Abstract

Masalah membaca sudah wajar selalu terjadi karena hakikat membaca itu suatu yang rumit dan melibatkan banyak hal. Broto (dalam Mulyono, 2002:200) mengemukakan bahwa membaca bukan hanya mengucapkan bahasa tulisan atau lambang bunyi bahasa melainkan juga menanggapi dan memahami isi bahasa tulis. Dengan kata lain kegiatan membaca merupakan makna bacaan dan tidak salah lagi jika kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. KWL merupakan suatu strategi pemahaman bacaan yang memberikan kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu peran aktif siswa sebelum, saat, dan sesudah membaca. Strategi ini membantu siswa memikirkan informasi baru yang diterimanya, memperkuat kemampuan mengembangkan pertanyaan tentang berbagai topik dan bisa menilai hasil belajar mereka sendiri. Tujuan umum dari penelitian yang akan dilaksanakan ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca kritis dengan strategi KWL. Data penelitian ini berupa hasil pengamatan, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi pada setiap tindakan perbaikan pembelajaran membaca kritis dengan menggunakan strategi KWL bagi siswa. Dari hasil penelitian yang dipaparkan, diketahui bahwa pada siklus I belum tercapai ketuntasan belajar sebagaimana yang telah ditetapkan dengan KKM. Hal ini menyebabkan harus diadakannya siklus II sebagai perbaikan dari siklus I. Kendala utama yang ditemukan dimana siswa sulit menentukan ide pokok, gagasan utama dan kurang tepat dalam menjawab pertanyaan pada hal siswa telah membaca teks atau wacana yang ditugaskan guru. Penyebab utama yang dapat penulis temukan dalam permasalahan tersebut adalah guru mengalami keraguan dan kekeliruan dalam memahami, membedakan antara ide pokok, pokok pikiran, gagasan utama dan kalimat utama sehingga pembelajaran berakhir dengan penilaian kurang baik
URGENSI PROFESIONALISME GURU PAUD DALAM MENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Mayar, Farida; Roza, Desmawati; Delfia, Eva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.328

Abstract

Artikel ini menguraikan profesionalisme guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam mengembangkan kreativitas untuk anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan wahana dalam menanamkan konsep atau pondasi dasar dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh anak meliputi keterampilan, kecerdasan, kreativitas, sosial emosional, bahasa, nilai agama moral sesuai dengan tahap perkembangan anak agar dapat memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Guru yang profesional harus menciptakan pembelajaran yang mendorong anak menjadi aktif dan kreatif sehingga kemampuan kreativitas anak berkembang secara optimal
ANALISIS PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEMERCIK DAUN DI TAMAN KANAK-KANAK Nasution, Nurhamidah; Felayati, Felayati; Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.331

Abstract

Perkembangan motorik merupakan aspek perkembangan individu yang menonjol dan jelas bisa dilihat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa secara lebih mendalam dan luas tentang pengembangan aspek motoric halus anak dalam kegiatan memercik daun di Taman Kanak-Kanak. Jenis penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengembangan motoric halus pada kegiatan memercik daun terjadi pada saat anak meletakkan daun secara tepat di tengah permukan kertas, memegang sisir dan sikat gigi, menekan dan menggerakkan sikat gigi bersamaan dengan sisir serta melakukan kerja terkoordinasi ketika memilih warna dan tangan memegang sisir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, waawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan memercik daun sangat disenangi dan disukai anak, sehingga guru dapat menstimulasi perkembangan motoric halus anak dan menstimulasi kreativitas anak
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SHOW AND TELL PADA SISWA KELAS V SDN 003 PULAU PADANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Putra, Zulfatril Adisyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.332

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 003 Pulau Padang kabupaten Kuantan Singingi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran show and tell. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran show and tell dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 003 Pulau Padang kabupaten Kuantan Singingi. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli s.d Agustus 2019. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2018-2019 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang yang terbagi atas 12 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada sebelum tindakan dilaksanakan, aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 003 Pulau Padang kabupaten Kuantan Singingi hanya mencapai persentase 50,91% atau tergolong kurang baik. Sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 63,64% atau tergolong cukup baik. Pada siklus II aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 003 Pulau Padang kabupaten Kuantan Singingi meningkat lagi menjadi 86,36% atau tergolong baik
PENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DI ERA REVOLUSI 4.0 Maulana, Ihsan; Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.333

Abstract

Di era revolusi industri 4.0, Sudah saatnya mempertimbangkan aspek pendidikan kreativitas. karena di era ini penuh dengan tantangan dan kompetisi. Kreativitas sangat dibutuhkan/dikembangkan karena kreativitas dapat meningkatkan prestasi akdemik, kreativitas diakui sebagai faktor utama yang dapat mendayakan fungsi manusia dengan mensintesis interaksi antara kekuatan intelektif, emotif, dan motivasional. Dalam hal ini, para pendidik memegang peranan yang penting untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Artikel ini memaparkan bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak, serta peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini sehingga anak mempunyai bakat dan ide-ide cemerlang dan bisa menghasilkan karya karya yang bernilai seni tinggi.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR KELAS IV SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT BERDASARKAN KERANGKA KERJA TPACK Octaviana, Santi; Setiawan, Yohana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i5.335

Abstract

Berdasarkan hasil skala minat belajar pada mata pelajaran Matematika kelas IV di SD Negeri 1 Karanglangu, 29,17% siswa yang berada pada kategori minat belajar tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV menggunakan media pembelajaran PowerPoint yang sudah dirancang dengan kerangka kerja TPACK. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 1 Karanglangu yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala minat belajar. Data dianalisis menggunakan statistik uji-t sample berpasangan. Hasil dari penelitian menunjukkan setelah penelitian minat belajar siswa meningkat dari 29,17% menjadi 87,5% pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Hasil uji T sample berpasangan menunjukkan hasil sebesar .000. Sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan minat belajar siswa pada pelajaran Matematika menggunakan media pembelajaran PowerPoint yang dirancang menggunakan kerangka kerja TPACK.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Anggraeni, Fitria Rahayu Kusuma; Anugraheni, Indri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.337

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa melalui model Problem Based Learning pada pembelajaran matematika di kelas IV semester I. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Perolehan data melalui teknik tes dan non tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tingkir Tengah sebanyak 25 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: peningkatan hasil belajar matemtaika sebesar 64% siswa tuntas pada siklus I dan 92% siswa tuntas pada siklus II. Dengan demikian telah terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI MANGUNSARI 01 Setiawan, Yohana; Pattiasina, Nathania Tri Asih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.339

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar Matematika untuk siswa kelas IV SD Negeri Mangunsari 01. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu observasi, pelaksanaan dan pengamatan, observasi, dan refleksi. Dengan mengaplikasikan model pembelajaran pemecahan masalah dalam setiap pembelajaran dengan tujuan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa sebelum dilakukan tindakan aktivitas pembelajaran Matematika di kelas IV dari 32 siswa hanya 41% siswa yang sudah berhasil sedangkan dalam berpikir kritis siswa masih 49% tergolong rendah dan 25% sedang. Setelah pelaksanaan siklus I hasil belajar meningkat hingga 59% dan kemampuan berpikir kritis meningkat hingga 4% dari sebelumnya. Setelah pelaksanaan siklus II jumlah siswa yang tuntas mencapai 72% serta kemampuan berpikir kritis siswa mencapai 12% pada kriteria sangat kritis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa
PEMBELAJARAN SENI TARI TRADISIONAL MINANG KABAU PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI PENERUS BANGSA Rahmi, Azimatur; Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.340

Abstract

Pembelajaran sebagai proses pembentukan pribadi, pemebelajaran diartikan sebagai suatu kegiatan yang membentuknya kepribadian peserta didik. pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,dalam masyarakat, bangsa dan negara. Seni tari tradisional sangat identik dengan kearifan budaya lokal. Seni taritradisimerepresentasikan kehidupan masyarakat lokal yang ditopang oleh keluhuran budi yang arif, bijaksana, keteladanan, dan cendekia serta sangat identik dengan kearifan budaya lokal. Melalui eksistensi pertunjukannya, seni tradisi merepresentasikan kehidupan masyarakat lokal yang ditopang oleh keluhuran budi yang arif, bijaksana, keteladanan, dan cendekia. Maka pentingnya pembelajaran seni tari tradisional untuk memperkenalkan budaya pada anak usia dini sebagai penerus bangsa.

Page 662 of 2630 | Total Record : 26294