JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,294 Documents
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN PEMBERIAN SPEED TEST
Ratnawati, R.A Endan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.352
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran ekonomi, dan bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan pemberian Speed Test dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas X MIPA-1 SMA Negeri 1 Pasir Penyu tahun pelajaran 2018/ 2019. Yang dilaksanakan sebanyak dua siklus di mana masing-masing siklus dilalui dengan empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi tindakan; dan (4) refleksi tindakan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi/ matematika pada kelas X MIPA-1 SMA Negeri 1 Pasir Penyu Tahun Pelajaran 2018/ 2019. Dengan fakta- fakta sebagai berikut, ketuntasan hasil belajar meningkat sebesar 15%. Hasil tersebut ditunjukkan pada siklus 1 sebesar 65,6% (21 siswa) dan pada siklus 2 sebesar 90,6% (29 siswa) dengan nilai rataan 74,06 pada siklus pertama menjadi 77,86 pada siklus kedua; Keaktifan siswa dalam diskusi mengalami peningkatan terbesar dibandingkan dengan keaktifan dan ketuntasan hasil belajar siswa lainnya
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS IV
Susanti, Reni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.353
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SDN 008 Salo pada mata pelajaran tematik dengan objek penelitian siswa kelas IV pada semester ganjil 2019/2020. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar tema 1 untuk siswa kelas IV. Penggunaan media gambar dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rata-rata tes serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Nilai rata-rata pra-tindakan adalah 66 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 72,3 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 2 adalah 76,5 (baik). Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rata-rata tes dan ketuntasan belajar didapat dari nilai tes siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi penggunaan media gambar di kelas IV SD Negeri 008 Salo mampu meningkatkan hasil belajar tematik yang ditunjukkan dengan rata-rata tes dan ketuntasan klasikal disetiap siklus
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMA NEGERI 2 TEMBILAHAN
Rosni, Rosni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.354
Model Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran yang perlu digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, karena model Think Pair Share (TPS) ini dirancang untuk mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan dari suatu konsep melalui suatu kelompok. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Biologi adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan dalam proses belajar mengajar di sekolah guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab kemudian kemampuan peserta didik untuk bertanya atau meminta bantuan dari guru masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas XII IPA 4 SMAN Tembilahan. Hasil penelitian ini adalah hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan model Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas XII IPA 4 SMAN 2 Tembilahan, hal ini dapat dilihat dari sebelum penerapan nilai tes hasil belajar siswa yang mencapai KKM adalah 33,33% dan yang tidak mencapai KKM adalah 67,67%. Kemudian setelah menggunakan model Think Pair Share (TPS) dapat diketahui hasil belajar mengalami peningkatan. Pada siklus pertama hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan hanya 63,33%. Kemudian pada siklus kedua tes hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan mencapai 83,33%model thingk pair share (TPS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII B SMPN 1 SEBERIDA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 MELALUI MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI POKOK CERITA FANTASI
Syahna, Syahna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.355
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa siswa kelas VII B melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Seberida Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 32 siswa. Data penelitian diperoleh dari data hasil observasi dan test. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus prosentase dan tabel untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan setelah diberi tindakan. Hasil yang diperoleh dari tes awal penelitian diperoleh data sebesar 46,43% siswa pada KD Pengetahuan dan 53,57% siswa pada KD Keterampilan yang memenuhi standart ketuntasan belajar. Rendahnya nilai yang diperoleh siswa tersebut kemungkinan dikarenakan tidak tepatnya guru memilih model pembelajaran pada pokok materi tersebut. Untuk mengatasi hal ini, dilaksanakan tindakan pembelajaran Bahasa dengan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Tindakan dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan tiap siklusnya terdiri dari beberapa tahap yaitu:a) perencanaan tindakan, b) pelaksanaan tindakan, c) observasi dan evaluasi d) refleksi. Adapun instrument yang digunakan adalah panduan observasi, dan soal-soal test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan (1) hasil observasi aktifitas guru pada siklus 1 dengan prosentase sebesar 75% dengan kategori baik, dan data siklus 2 sebesar 87% dengan kategori Sangat baik.Sehingga didapatkan data peningkatan aktifitas guru sebesar 12% (2) hasil observasi siswa pada pertemuan 1 siklus 1 diperoleh rata-rata aktifitas siswa sebesar 73% dengan kategori baik dan pada pertemuan 2 siklus 1 diperoleh nilai rata-rata aktifitas siswa sebesar 91% dengan kategori Sangat Baik, sehingga peningkatan teejadi 14%. (3) hasil belajar siswa meningkat, dari hasil analisis test akhir tindakan siklus 1 diperoleh nilai rata-rata kelas siswa sebesar 78 dan siklus 2 dengan rata-rata 83 pada KD Pengetahuan dan KD Ketrampilan pada siklus. 1 dari 81 naik menjadi 85 dari data diatas diperoleh peningkatan rata-rata nilai siswa dengan sebanyak 24 siswa telah mencapai standar nilai ketuntasan belajar Dan dilihat dari ketuntasan dari 71,43% pada siklus.1 naik menjadi 85,71% pada siklus 2 untuk KD Pengetahuan sedangkan untuk KD Ketrampilan dari 75% pada siklus 1 menjadi 89,29% karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Seberida Kabupaten Indragiri Hulu tahun pelajaran 2019/2020.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK MELALUI PEMBUATAN CERITA BERGAMBAR DENGAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI
Wirdawati, Wirdawat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.356
Penelitian dilatarbelakangi keprihatinan peneliti terhadap rendahnya kemampuan siswa pada materi sebelumnya dan pada tahun sebelumnya. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Pada tiap siklus terdapat tindakan utama meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang dikumpulkan terdiri dari keaktifan siswa saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas melalui pengamatan yang terdapat dalam Lembar Observasi, hasil tes tertulis di setiap akhir siklus dan respon siswa yang terdapat dalam angket. Untuk menjamin validitas, maka dilakukan validasi oleh rekan sejawat yang memiliki kompetensi. Hasil penelitian pada siklus I yaitu perolehan nilai siswa mencapai rata-rata 75,47 dengan presentasi ketuntasan 64,71%, respon siswa memperlihatkan partisipasi dari seluruh siswa. Meskipun terdapat peningkatan proses pembelajaran, namun belum memenuhi indikator kinerja. Perbaikan meliputi perubahan metode pengamatan dan lebih aktif mendorong siswa untuk bertanya. Adapun hasil penelitian pada siklus II perolehan rata-rata nilai 78,03 dan presentase ketuntasan belajar 79,41%, aktivitas siswa saat pembelajaran pun dalam kategori baik dan respon siswa positif dalam pembelajaran.
PENGARUH PENGARAHAN KONSEP PEMBELAJARAN MAIN MAPPING OLEH PENGAWAS MADRASAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGAJAR DI MAN KAMPAR
Ismail, Ismail
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.357
Metode pembelajaran di MAN Kampar belum bervariasi. Hasil evaluasi ditemukan bahwa pada umumnya guru hanya menerapkan metode pengajaran konvensional kondisi ini sering menyebabkan munculnya rasa bosan bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengarahan konsep pembelajaran main mapping terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar. Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment. Populasi adalah guru di MAN Kampar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu kompetensi pedagogik guru mengajar sebelum dan setelah diberikan pengarahan metode pembelajaran main mapping. Semua data berpasangan untuk data pre test dan post test. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan rata- rata kompetensi pedagogik guru sebelum diberikan pengarahan metode main mapping adalah 73 dan rata-rata kompetensi pedagogik guru setelah diberikan pengarahan metode main mapping adalah 87. Berdasarkan uji T-Dependent didapatkan nilai p=0,000 < ? 0,05 yang berarti ada pengaruh pengarahan konsep pembelajaran main mapping terhadap peningkatan kompetensi pedagogic guru dalam mengajar. Diharapkan kepada guru dapat menggunakan metode main mapping dalam meningkatkan kemampuan pribadi dalam mengajar dan mampu mencapai hasil akhir meningkatkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KREATIVITAS KOGNITIF DAN BAHASA ANAK USIA DINI
Purnamasari, Yulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.358
Kreatifitas sangat diperlukan untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Terutama diera globalisasi yang penuh saingan seperti sekarang ini sudah saatnya dunia pendidikan mempertimbangkan aspek kreatifitas dalam mendidik peserta didiknya. Potensi kecerdasan dan dasar-dasar prilaku seseorang terbentuk pada usia anak usia dini yang disebut juga golden age perlu adanya Pendidikan Anak Usia Dini. Terbentukya kreatifitas pada anak usia dini tidak terlepas dari salah satu aspek yaitu aspek kognitif dan bahasa melalui pengalaman dalam pengembangan. Pengalaman dari kretifitas dalam aspek kognitif dan bahasa dapat berpengaruh dalam pertumbuhan atau masa depan anak. Peningkatan aspek kognitif sering bersamaan dengan peningkatan bahsa walaupun aspek-aspek tersebut tidak sama presentasenya. Pengelolaan penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini yang baik akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Manajemen pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas anak usia dini terutama pengembangan aspek kognitif dan bahasa diawali dari pengelolaan pendidikannya yang sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Pengembangan pembelajaran terutama dalam pengembangan kreatifitas aspek kognitif dan bahasa, anak masih banyak memerlukan bimbingan khusus dari guru, sehingga guru harus profesional dan berkomitmen untuk mengembangkan manajemen dalam pengembangan kretifitas aspek kognitif dan bahasa anak.
ANALISA MANFAAT SENI UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Sari, Dewi Nilam;
Mayar, Farida;
Hijriani, Aini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.359
Masa usia 4-6 tahun diidentikkan sebagai masa usia dini karena pada saat ini anak sudah dianggap cukup mampu untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan baik secara fisik maupun mental. Mengingat perkembangan utama yang terjadi selama masa usia dini sering disebut sebagai usia penjelajah yaitu masa penguasaan dan pengendalian lingkungan. Maka, pada masa ini anak-anak ingin selalu mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanisme kerja dari sesuatu, bagaimana perasaannya, dan bagaimana anak mampu menjadi bagian dari lingkungan.Setiap anak dilahirkan dengan keunikan sendiri, mereka memiliki kemampuan atau keterampilan yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga anak telah membawa sejumlah potensi yang terdapat dalam dirinya.Potensi tersebut meliputi berbagai imajinasi yang menjadikan kreativitas anak menjadi berkembang.Imanisi bisa digukan untuk meningkatkan serta mengoptimalkan perkembangan mereka.Salah satunya dengan kegitan seni. Berbagai kegiatan seni dirasa mampu meingkatkan berbagai aspek perkembangan lainnya, seperti kognitif, motoric dan moral.
MANAJEMEN PROGRAM PENGEMBANGAN KREATIFITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Mayar, Farida;
Winaerti, Winarti;
Febrisia, Tasia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.360
Beberapa ahli mengklaim bahwa pada dasarnya anak-anak dilahirkan dengan potensi kreatif, hanya bagaimana orang tua atau guru mampu merangsang potensi kreatif melalui kegiatan atau rangsangan yang menyenangkan sesuai dengan usia anak. Berangkat dari itu, TK Islam Bukittinggi Unggul sebagai objek ini juga menerapkan beberapa kegiatan ekstrakurikuler di, dalam upaya mengembangkan kemampuan kreatif anak. Jadi para peneliti tertarik untuk memeriksa jenis kegiatan ekstrakurikuler apa yang dikembangkan, dan bagaimana mereka dikelola. Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data tentang kemajuan proses kegiatan kemudian tercermin untuk menarik kesimpulan untuk menentukan dan merencanakan pelaksanaan perbaikan. Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya diselenggarakan secara mandiri, tetapi lembaga mengelola dan merencanakan dengan cermat kegiatan pengembangan yang akan dilakukan bersama siswa dan bimbingan diberikan pada setiap kegiatan yang disediakan, sehingga dari penelitian ini dapat dilihat bahwa melalui manajemen yang baik Dari kegiatan ekstrakurikuler, potensi kreativitas anak dapat berkembang dengan baik.
PENERAPAN MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) NEGERI 1 BUKITTINGGI
Mayar, Farida;
Wahyuni, Wahyuni;
Nurbaiti, Nurbaiti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.361
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan Manajemen Ekstrakurikuler PAUD di TK Negeri 1 Kota Bukittinggi.Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang baik dan benar akan berpengaruh positif terhadap kualitas lembaga PAUD.Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,wawancara, serta dokumentasi.Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa TK Negeri 1 Bukittinggi menerapkan manajemen ekstrakurikuler PAUD yang dilaksanakan melalui empat tahap berikut: (1) merencanakan analisis kebutuhan, jenis, latarbelakang, tujuan, anggaran, materi, alat penilaian, jadwal, sarana dan prasarana, output, kriteria instruktur, (2) mengorganisasi pembagian tugas, wewenang dan tanggungjawab personil kegiatan ekstrakurikuler, (3) melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sesuai perencanaan dan pengorganisasian, dan (4) mengevaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Selanjutnya penerapanan manajemen ekstrakurikuler di TK Negeri 1 Bukittinggi juga ditemukan adanya faktor pendukung dan faktor penghambat.