cover
Contact Name
RUBIANTO
Contact Email
rubianto@unismuh.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rubianto@unismuh.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar
ISSN : 2527428x     EISSN : 26225123     DOI : -
Core Subject : Education,
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang ilmu pendidikan secara Umum dan Pendidikan Dasar secara khusus. JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) (p-ISSN: 2527-418X), berfokus pada masalah utama dalam studi Pendidikan Dasar yang meliputi: 1. Matematika; 2. Sains; 3. Kewarganegaraan; 4. Ilmu Sosial; 5. Bahasa Indonesia;
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
PENGARUH PENERAPAN METODE TEKA TEKI SILANG TERHADAP HASIL BELAJAR PENGUASAAN KOSAKATA MURID KELAS III SDN 151 BUNNE KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Lilis Sri Wahyuni; Sulfasyah Sulfasyah
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.31 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v4i1.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode teka teki silang terhadap hasil belajar penguasaan kosakata murid kelas III SDN 151 Bunne Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif model eksperimen menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah murid kelas III SDN 151 Bunne Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng yang berjumlah 9 murid. Dengan demikian sampel penelitian yaitu murid kelas III SDN 151 Bunne Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Instrumen penelitian ini berupa tes. Tes yang dibuat oleh peneliti berupa tes obyektif atau pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban sebanyak 15 nomor, sedangkan data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji t. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode teka teki silang berpengaruh terhadap hasil belajar penguasaan kosakata Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN 151 Bunne setelah diperoleh nilai thitung sebesar 13,82 Dan ttabel = 2,093 Maka diperoleh thitung ttabel atau 13,82 2,093, maka disimpulkan H0 ditolak H1 diterima yang berarti bahwa penerapan metode teka teki silang berpengaruh terhadap hasil belajar penguasaan kosakata murid kelas III SDN 151 Bunne Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Kata kunci : metode teka teki silang, hasil belajar penguasaan kosakata
ANALISIS KEMAMPUAN RESOLUSI KONFLIK SISWA SEKOLAH DASAR Yayuk Hidayah; Suyitno Suyitno; Lisa Retna Sari
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.94 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v4i1.1726

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan resolusi konflik pada siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskirptif. Penelitian di lakukan di 7 Sekolah Dasar, yaitu di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta, SD Muhammadiyah Tegallayang Yogyakarta, SD Muhammadiyah Ngabean 1 Yogyakarta, SD Muhammadiyah Sambeng  Yogyakarta, SD Muhammadiyah Gomplong Yogyakarta, SD Muhammadiyah Sangonan 3 Yogyakarta, SD Muhammadiyah Kliwonan Yogyakarta. Data di himpun dengan cara observasi, wawancara dan dokumantasi. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan sebagai keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa  kemampuan resolusi konflik pada siswa Sekolah Dasar di fasilitatatori oleh guru. Selain itu, terdapat pola resolusi konflik siswa yaitu, penenangan, memgambil tanggung jawab, pemilihan solusi dan terakhir adalah penyelesaian.  Kata kunci: Resolusi Konflik, Sekolah Dasar
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL MAKDANDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK RAHMAT KABUPATEN GOWA M. Yusran Rahmat
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkpd.v4i1.1733

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan motorik kasar anak usia dini sebelum dan setelah diterapkan permainan tradisional makdanda serta mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia dini setelah diterapkan permainan tradisional makdanda pada peserta didik Taman Kanak-Kanak Rahmat Kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel diperoleh dari seluruh populasi yang ada sebesar 20 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk melihat peningkatan kemampuan motorik kasar peserta didik. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis  menggunakan uji beda Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan motorik kasar anak usia dini di taman kanak-kanak rahmat Kabupaten Gowa dengan menggunakan permainan tradisional makdanda. Adapun tabel nilai Thitung yang diperoleh yaitu 102 dan Ttabel yaitu 21 maka diperoleh hasil Thitung (102) Ttabel (21), H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada pengaruh permainan tradisional makdanda terhadap kemampuan motorik kasar anak sedangkan nilai Zhitung  yang diperoleh yaitu 3,1 dan Ztabel yaitu 1,645 maka diperoleh hasil Zhitung (3,1) Ztabel  (1,645), H1 diterima H0 ditolak yang artinya ada pengaruh permainan tradisional terhadap kemampuan motorik kasar. Kata kunci: Permainan Tradisional Makdanda, Kemampuan Motorik Kasar.  The purpose of this study was tu describe the gross motoric abillities of early childhood before and after the application of traditional game makdanda and to know the improvement in groos motoric skill of early childhood after the application of traditional games makdanda to Rahmat District Kindergarten Gowa. This study was a pre-ekperiment with design of One Group Pretest-Posttes Design. Samples were obtained from the entire population is 20 children. Data collction is done through observation techniques which are then analyzed using the N-gain test to see students gross motor skills improve. Based on the result of testing the hyppothesis using a different test Wilcoxon show that there is an influence of gross motor skills of early shildhood in gowa distric by using traditional games makdanda. As for the calculated Tvalue which is 102 and Ttable is 21, there result are obtained Tvalue (102) Ttable (21), H1 accepted and H0 rejected which means that there is an infulence of traditional games makdanda on the gross motoric Skill of children while the calculated Zvalue obtained are 3,1 and Ztable which are 1,645, whic is obtained Zvalue (3,1) Ztable (1,645), H1 accepted and H0 rejected which means that there is an infulence of traditional games makdanda on the gross motoric Skill of children. Key words: Traditional Games Makdanda, Gross Motoric Skill
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA ACARA INDONESIA LAWYERS CLUB EPISODE (Ketika Ahok Minta Maaf) Abdul Ghoni Asror; Syahrul Udin
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkpd.v4i1.1727

Abstract

The study aims at describing and explaining: 1) the kinds of implicatures in the conversational on Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf) and 2) the Porpuse of Implikatur in the conversational Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf). The data were collected in this research through content analysis and expert judgement. They were analyzed by source triangulation and theory. The findings show that there are four kinds of utterance, representatives, directives, expressives, and commissives in the conversational in Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf). There are seven functions implicatures in the conversational in Mata Najwa show, that is explain something, hope something, proposing, suggesting, express their feeling, and promising. Key words:implicatures, utterance functions, pragmatic, Mata Najwa show Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: 1) bentuk-bentuk implikatur percakapan pada acara Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf)dan 2) tujuan implikatur percakapan pada acara Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf). Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis dan expert judegment. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk tindak tutur berimplikatur dalam percakapan pada acara Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf)yang berupa representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Ditemukan sebanyak tujuh tujuan dari implikatur dalam percakapan acara Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf), yaitu memberi penjelasan, menyatakan harapan, memberikan usulan, memberikan saran, mengajak untuk melakukan sesuatu, menunjukkan perasaan, dan berjanji. Kata kunci: implikatur, tujuan tindak tutur, pragmatik, Indonesia Lawyers Club Episode (Setelah Ahok Minta Maaf).
PENERAPAN PERMAINAN KARSEN (KARTU ASEAN) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn KELAS VI SDN 2 BATARAGURU KOTA BAUBAU Andi Lely Nurmaya
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.224 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v4i1.1728

Abstract

PKn learning in practice still faces many obstacles such as teachers who have difficulty in activating students to be involved directly in the learning process, some students view Citizenship Education subjects as conceptual and theoretical subjects, as a result students follow PKn learning feel sufficiently noted and memorize concepts and theories that are preached by the teacher. Refusing from the above facts, we created an innovation in learning, namely the Karsen Game based on playing cards, which are played by five people. The application of the Karsen Game in learning, will make learning fun, students will be more interested in following learning, more active in participating in learning Student activeness after applying the Karsen Game in Civics learning will increase. This can be seen from the results of the author's observation when the learning process took place, students were more serious in attending the lesson, more often asking questions and answering questions posed by the teacher and the tasks were completed in a timely manner. able to increase the activeness of class VI SDN 2 Bataraguru Baubau City Keywords: Civics Learning, Karsen Games, Student Activity Pembelajaran PKn pada parakteknya masih mengalami banyak kendala-kendala seperti guru pengampu mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk trlibat langsung dalam proses pembelajaran, sebagian siswa memandang mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang bersifat konseptual dan teorotis, akibatnya siswa mengikuti pembelajaran PKn merasa cukup mencatat dan menghafal konsep-konsep dan teori yang diceramahkan oleh guru.Bertolak dari kenyataan di atas kemudian kami menciptakan sebuah inovasi dalam pembelajaran yaitu Permainan Karsen yang didasari dari permainan Kartu remi, yang dimainkan oleh lima orang. Penerapan Permainan Karsen dalam pembelajaran, akan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, siswa akan lebih tertarik mengikuti pembelajaran, lebih aktif mengikuti pelajaranKeaktifan siswa setelah menerapkan Permainan Karsen dalam pembelajaran PKn menjadi meningkat. Hal ini terlihat dari hasil observasi penulis pada saat proses pembelajaran berlangsung, siswa lebih serius mengikuti pelajaran, lebih sering bertanya maupun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan tugas-tugasnya pun diselesaikan dengan tepat waktu.Dengan demikian maka dapat disimpulkan penerapan Permainan Karsen dalam pembelajaran PKn mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas VI SDN 2 Bataraguru Kota BaubauKata Kunci: Pembelajaran PKn, Permainan Karsen, Keaktifan Siswa
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Power Point di Kelas VIII SMP Unismuh Makassar Nasir Nasir
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 1, No 2 (2016): (Juli 2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.019 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v1i2.959

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Power Point dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VIII SMP Unismuh Makassar. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII SMP Unismuh Makassar sebanyak 22 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistic.Berdasarkan hasil dari tes awal menunjukan bahwa siswa yang mendapat nilai persentase sangat tinggi sebanyak 2 orang (9%), yang mendapat nilai persentase tinggi sebanyak 3 orang (14%), siswa yang mendapat nilai pada kategori cukup sebanyak 12 orang (55%), siswa yang mendapat nilai rendah sebanyak 5 orang (22%).  Sedangkan pada hasil Posttest menunjukan bahwa dari hasil belajar siswa yang mendapat nilai  persentase sangat tinggi sebanyak 22 orang (100%). Analisis dekskriptif angket dapat diketahui bahwa penggunaan media pembelajaran Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Power Point Di Kelas VIII SMP Unismuh siswa berpengaruh baik terhadap dalam proses pembelajaran sehingga efektif untuk digunakan.
ANALISIS KENDALA GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA BAUBAU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Andi Lely Nurmaya; Hijrawatil Aswat
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 5, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.835 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v5i1.3042

Abstract

The 2013 curriculum is basically a simplification and thematic-integrative effort prepared to produce a generation that is ready to face the future. The 2013 curriculum has a very big goal towards improving education standards in Indonesia, where the 2013 curriculum prepares the community especially students to be noble individuals and to be productive, innovative and creative people who can contribute to the progress of the State. This study uses a qualitative-descriptive analysis method of analysis with induction logic, which is research aimed at describing data that has been collected in the form of data, pictures of events, thoughts of individuals, or groups. This study aims to describe a situation, describe and describe the analysis of the constraints of the State Primary School 2 Katobengke Teachers in Baubau City in the implementation of the 2013 curriculum. in the distribution of time and material taught at the time of learning, the constraints experienced by teachers in fulfilling educational facilities and infrastructure, quality and professionalism constraints of teachers and constraints in the use of instructional media. Kurikulum 2013 pada dasarnya merupakan upaya penyederhanaan dan tematik-integratif yang disiapkan untuk mencetak generasi yang siap didalam menghadapi masa depan.  Kurikulum 2013 mempunyai tujuan yang sangat besar terhadap peningkatan standar pendidikan di Indonesia, dimana kurikulum 2013 mempersiapkan masyaratkat khususnya peserta didik menjadi pribadi yang berahlak mulia serta menjadi manusia yang produktif, inovatif dan kreatif yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan Negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif analisis dengan logika induksi, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan berupa data-data, gambar peristiwa, pemikiran orang secara individual, maupun kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan, melukiskan dan menggambarkan Analisis kendala Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Katobengke Kota Baubau dalam implementasi kurikulum 2013. Adapun beberapa kendala yang dapat ditemukan adalah masalah penilaian dalam pembelajaran kurikulum 2013, kendala yang dialami guru dalam penyusunan adaministasi pembelajaran, kendala dalam pembagian waktu dan materi yang diajarkan pada saat pembelejaran, kendala yang dialami guru dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, kendala kualitas dan profesionalisme guru serta Kendala dalam penggunaan media pembelajaran.
GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI ina magdalena; lita nurbaiti; padyah padyah; Nanda Oktaviani Muzakia
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 5, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.793 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v5i1.3064

Abstract

In this study the predominance of learning styles on high-achieving students in learning activities in Pondok Bahar State Elementary School 06 2019 school year is auditory learning style. students use visual learning styles with the characteristics that emerge namely: high tone of voice when speaking, pay attention to one's lips movements when invited to speak, feel disturbed if the atmosphere of KBM is crowded, have difficulty remembering verbal explanations, always noting every teacher's explanation, being very careful in writing , and can always solve problems if you read first; as much as students use auditory learning styles with the characteristics that emerge namely tilted their heads to answer oral questions, lazy to take notes, when writing writing is not neat, can not read silently, recite what will be remembered, active in group discussions, happy to talk, lazy if asked to read, lazy if asked to do writing assignments, bored with reading that is too long. Pada penelitian ini dominasi gaya belajar pada siswa berprestasi dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri Pondok Bahar 06 tahun ajaran 2019 adalah gaya belajar auditori. siswa menggunakan gaya belajar visual dengan karakteristik yang muncul yaitu: nada suara tinggi ketika berbicara, memperhatikan gerak bibir seseorang ketika diajak berbicara, merasa terganggu jika suasana KBM ramai, merasa kesulitan mengingat penjelasan lisan, selalu mencatat setiap penjelasan guru, sangat berhati-hati dalam menulis, dan selalu bisa menyelesaikan soal jika membaca lebih dulu; sebanyak siswa mengunakan gaya belajar auditori dengan karakteristik yang muncul yaitu menengadahkan kepala untuk menjawab pertanyaan lisan, malas mencatat, saat menulis tulisan kurang rapi, tidak bisa membaca dalam hati, mengucap secara berulang apa yang akan diingat, aktif dalam diskusi kelompok, senang berbicara, malas jika diminta membaca, malas jika diminta mengerjakan tugas mengarang, bosan dengan bacaan yang terlalu panjang.
Improving Natural Science Learning Activities Through Auditory, Intellectually, Repetition (Air) Learning Model to the Fifth Grade Students of SD Satriawati Satriawati; Irwan R
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.145 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v4i2.2371

Abstract

The problem in this research is the low natural science learning activities to the fifth grade students of SD Inpres Borong Jambu II Makassar City. This research aimed to find out the Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) learning model in improving natural science learning activities at the fifth grade students of SD Inpres Borong Jambu II Makassar City by using a quantitative approach.This research is a classroom action research (CAR) with a cycle system, each cycle was carried out by four stages, they are: planning, acting, observing / data collection, and reflecting. The subject was the fifth grade student of SD Borong Jambu II Makassar City.  The students were active in 2019 with total numbers were 30 students that consisting of 12 male students and 18 female students. Data collection techniques were carried out by using observation sheets. Data showed that students learning activities got a significant increasing to each cycle and it was enough in the first cycle and then increasing in the second cycle to achieve good qualification. Based on the results obtained, it was concluded that there is a significant increasing to natural science learning activities of the fifth grade students of SD Inpres Borong Jambu II Makassar City through Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) learning model. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Borong Jambu II Kota Makassar. Tujuan dilaksanakan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui model pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR) dalam meningkatkan aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SD Inpres Borong Jambu II Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sistem siklus, setiap siklus penelitian tindakan kelas dilakukan melalui empat (4) tahapan yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. . Subjeknya adalah siswa kelas V SD Borong Jambu II Kota Makassar yang aktif tahun 2019 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Paparan data hasil menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan pada tiap siklus yang ditandai cukup pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II hingga mencapai kualifikasi baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan aktivitas belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Borong Jambu II Kota Makassar melalui model pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR).
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH DASAR KOTA BAUBAU Irsan Irsan; Syamsu Rijal
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 5, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.452 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v5i1.3058

Abstract

Serious problems in terms of discipline character education indicate the occurrence of undisciplined behavior in schools. Character education is happening again in the process of character formation. It could be that character education carried out so far is only at the knowledge stage, not yet reaching feelings and behaviors that have character. From a number of character values that need to be instilled, self-discipline is one of the important character values developed. Education in elementary schools is the first formal level of education that will determine the direction of potential development of students. Therefore, in elementary schools it is necessary to develop the character of student discipline optimally so that expectations at the next level of students already have a strong provision of disciplinary behavior. Given the importance of character education in the discipline of students in primary schools, various policies need to be carried out. This study uses a qualitative-descriptive analysis research method with induction logic. This study aims to describe a situation, describe and illustrate the implementation of character discipline education for students in Katobengke 1 Primary School, Buabau City. As for several policies that can be applied in schools, among others, planters and understanding of disciplined character education, establishing student discipline rules, teacher control in monitoring student disciplinary behavior at home, sharing school wall disciplinary messages, sharing school wall discipline messages, parents as supporters of their implementation disciplined character education in schools. Permasalahan serius dalam hal pendidikan karakter disiplin menunjukkan terjadinya perilaku tidak disiplin di sekolah. Pendidikan karakter yang terjadi merupakan again dalam proses pembentukan karakter. Bisa jadi pendidikan karakter yang dilakukan selama ini baru pada tahap pengetahuan saja, belum sampai pada perasaan dan perilaku yang berkarakter. Dari sejumlah nilai karakter yang perlu ditanamkan tersebut, disiplin diri merupakan salah satu nilai karakter yang penting dikembangkan. Pendidikan di sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal pertama yang akan menentukan arah pengembangan potensi peserta didik. Oleh karena itu, di sekolah dasar perlu mengembangkan karakter disiplin siswa secara optimal sehingga harapannya di tingkat selanjutnya siswa sudah memiliki bekal perilaku disiplin yang kuat. Mengingat demikian pentingnya pendidikan karakter disiplin siswa di sekolah dasar, maka perlu dilakukan berbagai kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif analisis dengan logika induksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan, melukiskan dan menggambarkan implementasi pendidikan karakter disiplin siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Katobengke Kota Buabau. Adapun beberapa kebijakan yang bisa diterapkan di sekolah antara lain, penanam dan pemahaman pendidikan karakter disiplin, menetapkan aturan kedisiplinan siswa, kontrol guru dalam memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah, membagikan pesan kedisiplinan dinding sekolah, membagikan pesan kedisiplinan dinding sekolah, orang tua sebagai pendukung terlaksananya pendidikan karakter disiplin di sekolah.

Page 6 of 17 | Total Record : 164