cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 28 Documents clear
PEMANFAATAN TEPUNG AMPAS TAHU MENJADI KUE KERING KAASSTENGELS Kadek Dian Utami Dewi .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: 1) Formulasi kue kering kaasstengels dari tepung ampas tahu. 2) Kualitas kue kering kaasstengels dari tepung ampas tahu dengan 75% tepung ampas tahu dan 25% tepung terigu dilihat dari aspek rasa, warna dan tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 9 guru SMK Negeri 2 Singaraja, 8 guru SMK Negeri 1 Seririt dan 8 dosen Tata Boga. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengolahan tepung ampas tahu menjadi kue kering kaasstengels terdiri dari 9 tahap pengolahan yaitu 1) tahap persiapan bahan dan alat, 2) proses pengocokan margarin dan kuning telur dilanjutkan dengan masukkan keju edam, 3) proses pencampuran tepung ampas tahu, tepung terigu, baking powder, dan maizena, 4) proses pengadukan adonan, 5) proses pengerolan adonan, 6) proses pencetakan adonan, 7) pemberian garnish di atas adonan kue kaasstengels yang sudah dibentuk, 8) proses pengovenan kue kering kaasstengels, 9) proses pengemasan. (2) Kualitas kue kering kaastengels dari aspek rasa diperoleh persentase 85,33% dengan kategori baik, dari aspek warna diperoleh persentase 100% dengan kategori baik, dari aspek tekstur diperoleh persentase 96% dengan kategori baik. Kata Kunci : pengolahan,kualitas, kue kering kaasstengels, tepung ampas tahu This research is aims to examine: 1) The formulation of castengels from tofu flour. 2) The quality of the flour pastries castengels tofu with tofu 75% flour and 25% wheat flour from the aspects of flavor, color and texture. Data collection methods used in this research is the method of observation. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Panelists in this study are trained panelists consisting of nine teachers of SMK Negeri 2 Singaraja, eight teachers of SMK Negeri 1 Seririt and eight lecturers Catering. Results showed (1) The processing of pulp flour into dry cake castengels consists of 9 processing stages: 1) stage of the preparation of materials and equipment, 2) the process of shaking margarine and egg yolks followed by add edam cheese, 3) mixing process pulp flour, wheat flour, baking powder, and cornstarch, 4) dough mixing process, 5) the process of rolling the dough, 6) dough molding process, 7) giving garnish above castengels cookie dough that has been formed, 8) the oven pastries castengel, 9) packaging process. (2) Quality of pastries castengel acquired taste percentage of aspects of 85.33% with a good category, from the aspect of color obtained with a percentage of 100% good category, from the aspect of textures obtained with a percentage of 96% good category. keyword : processing, quality, pastries castengel, flour tofu
PERKEMBANGAN RAGAM HIAS TENUN SONGKET DI DESA SUKARARA KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Suharni .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui jenis ragam hias kain tenun songket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah (2) mengetahui perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Objek penelitian adalah jenis ragam hias dan Perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Sukarara. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis dekskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jenis ragam hias tenun songgket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah: (a) jenis ragam hias prembon (campuran) meliputi: ragam hias subanala, ragam hias lumbung, ragam hias merak, ragam hias tokek, cemare (pohon cemara) dan ragam hias nanas, (b) jenis ragam hias geometris meliputi: ragam hias serat pangingang dan ragam hias bulan begantung, (c) jenis ragam hias manusia meliputi: ragam hias wayang dan ragam hias barong. (2) Perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah mengalami perkembangan antara lain: (1) Ragam hias prembon (campuran) yang mengalami perkembangan meliputi: (a) ragam hias subanala, (b) ragam hias lumbung, (c) ragam hias cemare. (2) Ragam hias geometris yang mengalami perkembangan meliputi: (a) ragam hias serat panginang, (3) Ragam hias manusia yang mengalami perkembangan meliputi: (a) wayang. Ragam hias tersebut mengalami perkembangan dari segi bentuk, motif, benang dan warna. Kata Kunci : Ragam Hias, Perkembangan Ragam Hias This study aims to: (1) determine the type of decoration songket in the Village District of Jonggat Sukarara Central Lombok (2) determine the development of decorative weaving songket Jonggat Sukarara Village District of Central Lombok. This research was conducted in the village Sukarara Jonggat District of Central Lombok. The object of research is a kind of decoration and ornament songket Developments in Sukarara Village. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and recording documents. The research instrument was a sheet of observation, interviews, and recording documents. Methods of data analysis using dekskriptif analysis. The results showed that, (1) the type of decorative weaving village songgket Sukarara Jonggat District of Central Lombok is: (a) the type of decorative prembon (mixture) includes: subanala decoration, decorative barn, peacock decoration, decorative gecko , cemare (spruce) and decorative pineapple, (b) the type of decorative geometric include: decorative fiber and decorative pangingang begantung month, (c) the type of decoration humans include: decorative puppets and decorative barong. (2) The development of decorative weaving songket Jonggat Sukarara Village District of Central Lombok has developed among others: (1) ornament prembon (mixture) which had been developed include: (a) decorative subanala, (b) a decorative barn, ( c) decorative cemare. (2) The geometric ornamentation that has developed include: (a) decorative fiber panginang, (3) ornament man who has developed include: (a) puppet. The ornament is experiencing growth in terms of shapes, patterns, yarns and colors. keyword : Decorations, Decorations Delevopment
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KARYAWAN DI INDUSTRI MUKHLIS BORDIR DESA PADANG SUMBU KAJA KOTA DENPASAR BALI Fitria .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di Industri Mukhlis Bordir; 2) kendala dalam penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di Industri Mukhlis Bordir. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Mukhlis Bordir Desa Padang Sumbu Kaja Kota Denpasar Bali. Subyek penelitian adalah pegawai atau karyawan sebanyak 43 orang, 1 orang manajer produksi, dan 2 orang supervisor produksi Industri Mukhlis Bordir, sedangkan obyek penelitian adalah penerapan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja karyawan,kendala yang ditemukan dalam proses penerapan SMK3 di Industri Mukhlis Bordir Desa Padang Sumbu Kaja Kota Denpasar Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen.Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Prosedur penerapan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja karyawan diawali dari pembentukan komitmen dan kebijakan, pengorganisasian, penerapan, dan evaluasi. Sedangkan cara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu: a) Penggunaan masker. b) Penggunaan alat pelindung kaki. c) Pemakaian pakaian yang baik dan benar. d) Ventilasi ruangan. e) Kebersihan dan kenyamanan ruang bordir. f) Penempatan kabel-kabel mesin bordir. g)) Pemeriksaankesehatan. h) Pemilihan alat pelindung diri. i) Penyelenggaraan gizi sehat pada makanan karyawan. j) Penyediaan kotak P3K. k) Pencahayaan ruangan. l) Jam kerja karyawan. m) Beban kerja karyawan. 2) kendala yang terjadi pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan adalah kurangnya alat-alat penunjang keselamatan dan kesehatan kerja. Serta komitmen dalam menjalankan program SMK3 yang belum maksimal. Kata Kunci : Manajemen, Keselamatan dan Kesehatan Kerja This study was aimed to investigate 1), implementation of occupational of safety and health management systems for the employee of Mukhlis Industrial Embroidery. 2),obstacle in implementation of occupational of safety and health management system in Mukhlis Industrial embroidery. The research was conducted in the village of Padang, Industrial Embroidery of Mukhlis Kaja axis in Denpasar Bali . Subjects were employees or employees of as many as 43 people , 1 production manager , and 2 production supervisors of Mukhlis Industrial Embroidery , while the object of research was is the application of occupational safety in healt management system of employees , problems that were found in the application process in Mukhlis Industrial Embroidery SMK3 in Padang village axis Kaja of Denpasar Bali . Techniques of collecting data were using interviews , observation , and recording dokumen.Metode data analysis was using descriptive analysis . The results showed that 1) Procedures implementation of occupational safety health management system starting from the formation of employee commitment and policy , organization , implementation , and evaluation . While the way the application of safety and health , namely : a) the use of masks . b) The use of gaiters . c) Use of clothing that is good and right . d) Ventilation space . e) Cleanliness and comfort embroidery space . f) Placement cables embroidery machine . g) health examination . h) The selection of personal protective equipment . i) Implementation of healthy nutrition in food employees . j) Provision of P3K box . k) The lighting of the room. l) Hours of work of employees . m) The workload of employees . 2) the obstacle that occured in the application of safety , occupational health of employees were the lack of tools supporting the safety and occupational health . And a commitment to run a program that was not maximized SMK3 keyword : Management, occupational safety and health system
PEMANFAATAN KULIT SEMANGKA BAGIAN PUTIH MENJADI SELAI Kadek Sutaryasih .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4993

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) proses pengolahan selai kulit semangka bagian putih (2) kualitas selai kulit semangka bagian putih dilihat dari aspek warna, tekstur dan rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu suatu metode untuk mengadakan kegiatan percobaan guna mendapatkan suatu hasil. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik yang diujikan kepada 25 panelis terlatih dinilai dari aspek warna, tekstur, dan rasa. Kemudian data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengolahan selai kulit semangka bagian putih meliputi tahap persiapan bahan dan alat, tahap pemasakan (2) kualitas selai kulit semangka bagian putih dilihat dari aspek warna memperoleh skor rata-rata 2,88 dengan kategori baik memiliki warna kuning keemasan, dari aspek tekstur memperoleh skor rata-rata 3,00 dengan kategori baik memiliki tekstur lembut dan berserat. Dari aspek rasa memperoleh skor rata-rata 2,92 dengan kategori baik memiliki rasa manis keasaman. Kata Kunci : Kualitas, Kulit Semangka Bagian Putih, Selai. This research was aimed at investigating (1) process of making jam from white part of watermelon rind, (2) quality of white part of watermelon rind jam which are viewed from colour, texture and taste aspect. The research is the experiment research that a method to do training activity for getting a result. The data was gathered througt observation method and examined with organoleptic test to 25 qualified tester panelists in wich judged from colour, texture, and taste aspect. The data was analysed througt descriptive quantitative analysis. The result showed that, the jam requires (1) The prosses of a cultivation of a whhite part of watermelon skin, including preparation of ingrediant and tools step and cooked step (2) The quality of the jam was obtained score 2,88 (good) in the colour aspect which had a golden yellow colour, score 3,00 (good) in the texture aspect which had soft and fibrous texture, and score 2,92 ( good) in the taste aspect which had sweet acidity taste. keyword : Quality, White part of watermelon rind, Jam.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK PENGOLAHAN MAKANAN DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Ni Kadek Sudiarti .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5961

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui, (1) penyediaan fasilitas K3 pada bengkel produksi pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja, (2) sikap siswa dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja, dan (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah bengkel produksi pengolahan makanan, guru produktif pengolahan makanan, dan siswa kelas X dan XI di SMK Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode observasi, angket, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) penyediaan fasilitas K3 pada bengkel produksi pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja berada pada kategori baik dengan skor 38,3, dimana mana pada bengkel I mencapai kesesuaian sebesar 66,67%, pada bengkel II sebesar 73,33%, serta pada bengkel III sebesar 73,33%, (2) sikap siswa dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja berada pada kategori sangat baik dengan skor 69,2 atau sebesar 62,88%, meskipun dalam beberapa hal belum dilakukan secara maksimal terutama ketika praktik, dan (3) terdapat kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan yaitu sulitnya mengontrol siswa dalam jumlah banyak, jumlah peralatan yang kurang memadai, serta masih terdapat siswa yang tidak mematuhi aturan dan tata tertib praktikum. Kata Kunci : fasilitas, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pembelajaran praktik pengolahan makanan, sikap This research is descriptive quantitative research to determine, (1) the provision of K3 facilities in food processing production workshop at SMK Negeri 2 Singaraja, (2) the students’ attitude in applying K3 in the food processing practical learning at SMK Negeri 2 Singaraja, and (3) the obstacle which faced in applying K3 on the food processing practical learning at SMK Negeri 2 Singaraja. The sample in this study is a group of food processing production workshop, food processing productive teachers, and students of class X and XI in SMK Negeri 2 Singaraja. The data collection methods used in the research are the method of observation, questionnaires, and interviews, which are then analyzed descriptively. The results showed that, (1) the provision of K3 facilities in food processing production workshop group at SMK Negeri 2 Singaraja were in good category with a score was 38,3 which is the first group achieved suitability was 66,67%, in the second group was 73,33%, and the third group was 73,33%, (2) the students’ attitude in applying K3 in the food processing practical learning at SMK Negeri 2 Singaraja were in very good category with a score was 69,2 or 62,88% although in some cases has not been done optimally especially when practice, and (3) there were obstacles faced by teachers and students in applying K3 in the food processing practical learning such as the difficulty to control the students in large quantities, the amount of equipments were inadequate, and there were students who did not obey the rules and regulations in practicum. keyword : facilities, occupational health and safety (K3), food processing practical learning, attitude
PEMANFAATAN DAGING KEONG SAWAH MENJADI NUGGET I Gusti Ayu Adelia Ratnadewi .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5962

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk (1) Mengkaji proses pembuatan nugget keong sawah (2) Mengetahui kualitas nugget keong sawah dilihat dari aspek aroma, tekstur dan rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (baik, cukup, dan kurang) yang diujikan kepada 24 panelis. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Proses pembuatan nugget keong sawah yaitu: a) daging keong sawah dicuci menggunakan abu dapur, b) dimarinated , c) dicampur dengan bahan tambahan (roti tawar, bawang putih, garam dan merica) kemudian digiling, d) adonan dikukus menggunakan loyang dengan ketebalan 4 cm selama 30 menit lalu didinginkan, e) adonan dipotong persegi empat, f) proses pemaniran, g) proses penggorengan (2) Kualitas nugget keong sawah dari aspek aroma memperoleh skor rata-rata 2,87 pada kategori baik sesuai tolok ukur yaitu tidak amis dan khas keong sawah; aspek tekstur memperoleh skor rata-rata 2,63 pada kategori baik sesuai tolok ukur yaitu bertekstur kenyal; aspek rasa memperoleh skor rata-rata 2,67 pada kategori baik sesuai tolok ukur yaitu berasa gurih. Kata Kunci : keong sawah, nugget, kualitas This type of experimental research aimed to (1) Assessing the process of making Pilla Ampulacea nuggets (2) Knowing the Pilla Ampulaceanugget quality seen from the aspect of aroma, texture and flavor. Data collection method used in this research is the method of observation. Instruments used in this research that hedonic quality test sheets with 3 levels (good, sufficient and less) were tested on 24 panelists. Further analyzed by using descriptive qualitative and quantitative analysis. Results of this study are (1) The process of making Pilla Ampullacea nugget namely: a) the Pilla Ampullacea’s meat is washely use kitchen ashes, b) Marinating process, c) Mixing proccess with additives and then milled, d) steam dough using a baking pan with thickness 4 cm for 30 minutes and then cooled, e) the dough is cut square, f) wrapping process, g) frying process (2) Quality of Pilla Ampullaceanugget of aspects aroma obtain an average score of 2.87 on both categories are appropriate benchmarks not fishy and distinctive conch fields; texture aspects of obtaining an average score of 2.63 on both categories corresponding benchmarks that chewy texture; aspect sense obtain an average score of 2.67 on both categories corresponding benchmarks that savory taste. keyword : Pilla Ampullacea, nuggets, quality
PEMANFAATAN AMPAS SALAK BALI MENJADI MANISAN KERING Leni Meiliyani .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui resep manisan kering ampas salak Bali (2) kualitas manisan kering ampas salak Bali dari aspek tekstur dan aspek rasa. Peneltian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptiif kuantitatif. Uji panelis melibatkan panelis terlatih sebanyak 25 orang.Hasil penelitian manisan kering ampas salak Bali menunjukkan (1) resep manisan kering ampas salak Bali terdiri dari 200 gr ampas salak Bali, 200 gr gula pasir, 50 gr tepung tapioka, 6 sdm (35 ml) air asam Jawa. Proses pengolahan dilakukan dengan mencuci dan merendam ampas salak Bali selama 1 Jam. Ampas salak yang telah diblender, di masukkan kedalam larutan gula pasir dengan menambahkan air asam Jawa, sambil diaduk selama 1 jam masukka tepung tapioka sedikit demi sedikit hingga matang. Diamkan satu malam kemudian adonan ditimbang seberat 5 gram dan dibentuk sesuai selera. Proses pengeringan tahap 1 selama 2 jam, selanjutnya tahap 2 manisan dikeringkan kembali selama 5-6 hari. Proses pengemasan dilakukan menggunakan plastik bening dan pita kawat, hasil manisan kering ampas salak Bali 54 biji. (2) kualitas manisan kering ampas salak Bali dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan skor (2,76). Kualitas manisan kering ampas salak Bali dari aspek rasa berada dalam kategori baik dengan skor (2,68). Kata Kunci : ampas salak Bali, manisan kering, kualitas This study aimed to (1) know the recipe of dried candies which were made from Bali snake fruits’ pulp, and 2) the quality of dried candies which were made from Bali snake fruits’ pulp from the texture and taste aspects. This study was an experimental study and observation method was the instrument for data collection. The obtained data were analyzed using both of qualitative and quantitative descriptive technique. The test involved 25 trained panalists. The results of this research showed that 1) dried candies which were made from Bali snake fruits’ pulp made of 200 grams of Bali Snake fruits’ pulp, 200 grams of sugar, 50 grams of starch, and 6 tbsp (35 ml) of tamarind. The process of making the dried candies was firstly, washed and submerged the Bali snake fruits’ pulp for one hour. Secondly, the Bali snake fruits’ pulp which was blended, then put into sugar solution which have been added with tamarind. Next, stirred it for one hour, and then added the starch little by little until the mixture cooked. Thirdly, wait until a night, then, the mixture weighing 5 grams was shaped personalizing. Next, it was about the process of desiccation. The first step of the process of desiccation was for two hours, and then the second step was for five to six days. The last is about the packing process. The packing procces was done by using clear plastic and wire ribbon. The candies that were produced were 54 candies. (2) the quality of dried candies which were made from Bali snake fruits’pulp in the aspect of the textures was in good category with score of (2,76). The quality of dried candies which were made from Bali snake fruits’pulp in the aspect of the taste was in good category with score of (2,68). keyword : Bali snake fruits’ pulp, dried candies, quality.
HIDANGAN BALI PADA TRADISI NYAKAN DIWANG DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Mila Suryani Kartika .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi jenis hidangan Bali yang diolah pada tradisi Nyakan Diwang, (2) mengetahui teknik pengolahan hidangan Bali pada tradisi Nyakan Diwang, dan (3) teknik penyajian hidangan Bali pada tradisi Nyakan Diwang. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengambil lokasi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Teknik penentuan sample menggunakan purposive sample yaitu satu keluarga dalam satu Banjar Pakeraman yang mengadakan tradisi Nyakan Diwang. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi, dan (2) wawancara. Lembar observasi dan panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jenis-jenis hidangan Bali yang diolah pada tradisi Nyakan Diwang dari makanan pokok yaitu, nasi tulen, lauk pauk yaitu pesan mengide, jukut be siap, rawon kebo. sayuran yaitu, jukut undis, urab paku. Hidangan sampingan terdiri dari jaje laklak, pisang goreng dan minuman yaitu kopi, yeh jahe. (2) teknik pengolahan hidangan Bali meliputi, dikukus, direbus, dibakar, dipanggang dan digoreng. (3) teknik penyajiannya sudah mengalami perubahan yaitu menggunakan mangkok, piring dan gelas, tetapi masyarakat setempat tetap memakai alat tradisional yaitu takir dari daun pisang untuk tempat kue pada saat tradisi Nyakan Diwang berlangsung. Kata Kunci : Nyakan Diwang, hidangan Bali. The research aims to: (1) identify kinds of Balinese Cuisine cooked on the tradition of Nyakan Diwang, (2) to know the Balinese food processing techniques on the tradition of Nyakan Diwang, (3) to know the serving technique of Balinese Cuisine on the tradition of Nyakan Diwang. This was a survey research conducted in Banjar village, Banjar sub-district, Buleleng regency. The purposive sampling technique was used towards a family in a specific area of the village who still maintain the tradition of Nyakan Diwang. The data collection technique was (1) observation and (2) interview. The observation sheet and the interview guidelines were used as the research instruments, meanwhile the data analysis was done through descriptive qualitative technique. The result of the study showed that (1) the foods processed on the tradition of Nyakan Diwang were plain rice, local cuisine such as pesan mengide (baked fish), jukut be siap (chicken soup), rawon kebo (buffalo soup), vegetables such as black soya bean soup (jukut undis), and urab paku. Additional cuisine served such as jaja laklak, fried banana (pisang goreng), and some beverages such as coffee, and ginger tea. (2). The food processing techniques such as baking, boiling, grilled, and fried. (3). The serving technique has experienced some changes to more modern utensils such as ceramic bowl, plate and glasses, but the local society are still maintaining the traditional is a takir made from banana leaves for a cake tools especially on the tradition of Nyakan Diwang. keyword : Nyakan Diwangt, Balinese Cuisine.
UJI KUALITAS RASA MANIS PADA CHIFFON CAKE TEPUNG UBI JALAR KUNING Luh Surianis .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5965

Abstract

Penelitian eksperimenini bertujuan untuk mengetahui (1) Kualitas rasa manis pada chiffon cake tepung ubi jalar kuning. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis konsumen yang terdiri dari Dosen PKK Undiksha, Guru SMK Negeri 1 Seririt dan Guru SMK Negeri 2 Singaraja serta Mahasiswa PKK Tata Boga di lingkungan FTK. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Data dianalisis dengan mengguna kan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kualitas rasa manis pada chiffon cake tepung ubi jalar kuning berada dalam kategori rasa sangat manis dengan persentase 70,8%, dengan persentase 20,8% berada dalam kategori rasa manis dan dengan persentase 8,3% berada dalam kategori rasa cukup manis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan substitusi 100% tepung ubi jalar kuning dalam pembuatan chiffon cake dapat menghasilkan rasa sangat manis.Kata Kunci : chiffon cake, tepung ubi jalar kuning, uji kualitas rasa manis This experimental research was aimed to determine (1) the sweet taste quality of chiffon cake that was made of yellow sweet potato flour. The panelists in this research were the panelists’ consumer consist of the lecturers of PKK Undiksha, the teachers of SMK Negeri 1 Seririt, the teachers of SMK Negeri 2 Singaraja, and also the culinary students of PKK, FTK. The data collection method used the method of observation. Data analyzed used the quantitative descriptive techniques. The results showed that determine (1) the sweet taste quality of chiffon cake that was made of yellow sweet potato flour taste was in a very sweet category with a percentage 70,8%, with a percentage 20,8% was in sweet taste category and with a percentage 8,3% was in sweettaste category. Based on this study can be concluded that the use 100% substitution of yellow sweet potato flour in the manufacture of chiffon cake can a very sweet taste keyword : chiffon cake, yellow sweet potato flour, sweet teste quality
UJI KUALITAS TEPUNG KULIT SINGKONG Kadek Harumini .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung kulit singkong (2) kualitas tepung kulit singkong dilihat dari warna, aroma, tekstur dan daya simpan. Panelis terdiri dari 3 orang di mana panelis yang dipilih adalah panelis pencicip terbatas yang melakukan uji kualitas selama empat minggu yang di laksanakan seminggu sekali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data tentang kualitas tepung kulit singkong dikumpulkan melalui uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan dan selanjutnya data hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung kulit singkong dilakukan dengan penyortiran, pencucian, perendaman, pemotongan, penjemuran, penggilingan, pengayakan, dan pengemasan (2) kualitas tepung kulit singkong dilihat dari aspek warna berada pada kategori cukup dengan warna yang dikehendaki yaitu putih kecoklatan, dari aspek aroma berada pada kategori baik yaitu tidak apek dan beraroma khas tepung singkong, dari aspek tekstur berada pada kategori baik memiliki tekstur agak kasar dan tidak menggumpal, dilihat dari aspek daya simpan berada pada kategori baik dengan daya simpan yang dikehendaki yaitu tidak ada pigmen warna dan tidak ada penyimpangan dari aroma dan tekstur. Kata Kunci : kulit singkong, kualitas, tepung kulit singkong This research aimed at ascertaining (1) the process of producing cavasa peel flour (2) quality of cavasa peel seen from the color, texture, and the storability. There were three expert panelists who the panelists are selected were the tester panelists. The quality test was conducted for four weeks and it carried on once a week. This research was experiment research. The method of this research was observation method. The data was collected by hedonic quality organoleptic test by using scale of three levels. The results of the data were analyzed by using descriptive analysis qualitative and quantitative method. Based on the results of the research, there were (1) the process of producing casava peel conducted by sorting, washing, soaking, cutting, drying, grinding, sieving, and packaging (2) the quality of casava peel flour seen from the color aspect was in sufficient category with beige color. Meanwhile, from the flavour aspect was in neat category which the cavasa peel was not musty and the flavor is typically like cassava. Seen from the texture aspect was in neat category. It has slightly rough texture and it does not clot, seen from storability in neat category with storability which there was no pigment and no deviation from the aroma and texture. keyword : Casava peel, quality, casava peel flour

Page 2 of 3 | Total Record : 28