cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
info.ejournal@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha
ISSN : 26139669     EISSN : 26139650     DOI : 10.23887/paud
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha is an open access peer-reviewed scientific journal published by Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. The journal publishes different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education. We received only articles relating to early childhood education fields, and can be written using quantitative or qualitative approaches. Articles can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012, and from 2016 we published articles three times a year (April, August, and December).
Arjuna Subject : -
Articles 1,354 Documents
Pengaruh Metode Bermain Peran Berbantuan Media Wayang terhadap Kemampuan Berbicara pada Anak Kelompok B Vitasari, Unzilla Olivia; Sujana, I Wayan; Tirtayani, Luh Ayu
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran berbantuan media wayang terhadap kemampuan berbicara pada anak kelompok B di PAUD Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di PAUD Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 339 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B1 di PAUD Candra Kasih Denpasar yang berjumlah 21 orang anak sebagai kelompok yang dibelajarankan dengan metode bermain peran berbantuan media wayang dan anak kelompok B di TK Swa Darma Denpasar berjumlah 20 orang anak sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data hasil kemampuan berbicara dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 7,290 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk=39 diperoleh nilai ttabel = 2,021 sehingga thitung = 7,290 > ttabel = 2,021. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak. Adapun nilai rata-rata kemampuan berbicara pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode bermain peran berbantuan media wayang adalah = 89,90, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional adalah = 77,95. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode bermain peran berbantuan media wayang terhadap kemampuan berbicara pada anak kelompok B di PAUD Gugus Sandat Kecamatan Denpasara Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : bermain peran, media wayang, kemampuan berbicara anak usia dini The purpose of this research is to know the influence of role playing method of assisted puppet media to speech ability on child group B in PAUD Gugus Sandat, North Denpasar Sub District, in Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with nonequivalent control group design. The population of this research is all children of group B in PAUD Gugus Sandat Sub-district of North Denpasar, amounting to 339 people. Samples were taken by random sampling technique. The sample in this research is the childrens of group B1 in PAUD Candra Kasih Denpasar amounting to 21 students as the group which is recommended with the role playing method assisted puppet media and the childrens of group B in TK Swa Darma Denpasar are 20 students as control group with conventional learning. Data of speech ability was collected by observation technique which analyzed by using descriptive statistic analysis technique and inferential statistic with t-test. Based on result of analysis obtained tvalue = 7,290 while at 5% significance level with dk=39 obtained ttable = 2,021 so tvalue = 7,290 > ttable = 2,021. Based on test criteria, H0 is rejected. The average value of speech ability in the group that was studied by the role playing method assisted puppet media was = 89,90, whereas in the group taught by conventional learning method was = 77,95. Based on the results of this research can be concluded that there is influence of role playing method assisted puppet media to speech ability in child group B in PAUD Gugus Sandat, North Denpasar Sub District, in Lesson year 2016/2017.keyword : role playing, puppet media, speech ability early childhood
PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS BERBANTUAN MEDIA RONCE TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B TK GUGUS PAUD III MELATI KECAMATAN SUKAWATI GIANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 Pratiwi, Ni Wayan Mita; Darsana, I Wayan; Adnyana Putra, I Ketut
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan motorik halus kelompok anak yang dibelajarkan dengan metode pemberian tugas berbantuan media ronce dengan kelompok anak yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada anak kelompok B TK Gugus PAUD III Melati Kecamatan Sukawati Gianyar Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Gugus PAUD III Melati Kecamatan Sukawati Gianyar yang berjumlah 335 anak. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Mahawidya Kumara berjumlah 34 anak sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan metode pemberian tugas berbantuan media ronce dan anak kelompok B2 TK Saraswati Sukawati berjumlah 28 siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode non tes dalam bentuk observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (82,32 > 74,11). Berdasarkan hasil analisis uji t dengan derajat kebebasan (dk = 34 + 28 - 2 =60) dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung > ttabel (4,72> 2,000) maka Ho ditolak, hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan motorik halus kelompok anak yang dibelajarkan melalui metode pemberian tugas berbantuan media ronce dan kelompok anak yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada anak kelompok B TK Gugus PAUD III Melati Kecamatan Sukawati Gianyar tahun ajaran 2016/2017. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas berbantuan media ronce berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Gugus PAUD III Melati Kecamatan Sukawati Gianyar tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : pemberian tugas, media ronce, kemampuan motorik halus This research aims to know the significant differences in the motor skills of the group of children who were taught by the method of giving the tasks with the help of ronce media group of children who were taught through conventional learning in children group B TK PAUD III Melati District Sukawati Gianyar Year 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this research is all children of group TK PAUD III Melati District Sukawati Gianyar, amounting to 335 children. Samples taken were taken by random sampling technique. The sample in this research is the children of B2 TK Mahawidya Kumara group of 34 children as the group that was taught by the method of giving the task of media-aided ronce and the children of B2 TK Saraswati Sukawati group were 28 children as control group with conventional learning. Data collection was done by using non test method in the form of observation. The data obtained were analyzed using t-test analysis. The results showed that the experiment group average is higher than the control group average (82,32> 74,11). Based on the result of t-test analysis with degrees of freedom (dk = 34 + 28 - 2 = 60) and at 5% significance level obtained tcount ttable (4.72> 2,000) h0 rejected, this means there is a significant difference in fine motor skills Groups of children who were taught through the method of giving the tasks aided ronce media and groups of children who were taught through conventional learning in children group B2 Kindergarten PAUD III Melati District Sukawati Gianyar academic year 2016/2017. Thus, it can be concluded that the method of assignment assisted media ronce effect on the fine motor skills of children group B TK PAUD III Melati District Sukawati Gianyar academic year 2016/2017.keyword : Keywords: assignment, media ronce, fine motor skills
PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK Yuliani, Dwi; Antara, Putu Aditya; Magta, Mutiara
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan berhitung permulaan antara kelompok anak yang dibelajarkan dengan video pembelajaran dengan kelompok anak yang dibelajarkan dengan media papan tulis (konvensional). Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Sebanyak 25 orang anak kelompok B1 Taman Kanak-Kanak Ath-Thooriq dilibatkan sebagai kelompok eksperimen dan 20 orang anak kelompok B2 Taman Kanak-Kanak Nurul Huda dilibatkan sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik infirensial uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan berhitung permulaan antara kelompok anak yang dibelajarkan dengan video pembelajaran dengan kelompok anak yang dibelajarkan dengan media papan tulis (konvensional) kelompok B. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai signifikan 0,00< 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Skor rata-rata siswa kelompok eksperimen yaitu 31,92 dan skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 26,40. Hal ini berarti skor rata-rata kelompok eksperimen>skor rata-rata kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan penerapan video pembelajaran berpengaruh terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak kelompok B. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan video pembelajaran dapat digunakan memecahkan masalah dalam pengembangan kemampuan berhitung permulaan anak.Kata Kunci : berhitung permulaan, papan tulis, video This research aims to know the difference of the counting small numbers ability result between the children group which were taught by using video learning and the children group which were taught by using blackboard media (conventional way). This research is artificial experiments that use non-equivalent posttest only control group design. 25 children in B1 group in Ath-Thooriq kindergarden were involved as the experimental group and 20 children in B2 group in Nurul Huda kindergarden were involved as a control group. The data were collected using observation technique. The data collected were analyzed by descriptive statistic and statistical inferensial t-test. The result shows that there is significant difference between those two groups. It is shown by the significant value 0.00keyword : counting small number, chalkboard, video
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL HOMPIMPA BERBANTUAN MEDIA OGOH-OGOH TERHADAP NILAI KARAKTER ANAK USIA DINI KELOMPOK B1 TK SARASWATI SUKAWATI KECAMATAN SUKAWATI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., IDA AYU MADE PUTRI ASTITI; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai karakter anak yang dibelajarkan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran melalui permainan tradisional Hompimpa berbantuan media ogoh-ogoh pada anak kelompok B1 TK Saraswati Sukawati Kecamatan Sukawati Gianyar Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre-eksperimen (Non-desain) dengan One Group Pre-tets and Post-test Design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B1 TK Saraswati Sukawati Kecamatan Sukawati Gianyar yang berjumlah 26 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menggunakan instrumen rubrik penilaian nilai karakter anak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest (90,58) lebih tinggi daripada nilai rata-rata pretest (46,73). Berdasarkan hal itu maka, uji statistik menunjukkan bahwa harga thitung > dari harga ttabel, dimana harga thitung =31,31 dan harga ttabel= 2,060. Berdasarkan hal itu, maka Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikan si 5% dengan dk = n-1. Hal ini berarti terdapat perbedaan nilai karakter anak yang dibelajarkan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran melalui permainan tradisional Hompimpa berbantuan media ogoh-ogoh pada anak kelompok B1 TK Saraswati Sukawati Kecamatan Sukawati Gianyar Tahun Pelajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah dalam sebuah pembelajaran seorang pendidik atau guru hendaknya lebih memperhatikan karakteristik peserta didiknya terutama untuk pendidikan anak usia dini. Kata Kunci : Permainan Hompimpa, media ogoh-ogoh, nilai karakter anak. The purpose of this research is to know the difference of students value character before study and after study tradisional game called Hompimpa helping by ogoh-ogoh media to population of students B1 TK Saraswati Sukawati District Gianyar Year Lesson 2016/2017. This research type is Pre-experiment research (Non-design) with One Group Pre-tets and Post-test Design. The sample in this research is all children of group B1 TK Saraswati Sukawati Sukawati Gianyar Subdistrict, amounting to 26 children. Data collection was done by observation using the child value character rubric score instrument. The data obtained were analyzed using t-test analysis. The results showed that the mean posttest (90.58) was higher than the pretest average score (46.73). Based on that, the statistical test shows that the price of tcount> from the ttable price, where the price tcount = 31.31 and the price ttable = 2.060. Based on that, then Ho is rejected and Ha accepted at 5% significant level with dk = n-1. This means there the difference of students value character before study and after study tradisional game called Hompimpa helping by ogoh-ogoh media to population of students B1 TK Saraswati Sukawati District Gianyar Year Lesson 2016/2017. Based on the results of this study, the suggestion that can be given is in an educator's or teacher's learning should pay more attention to the characteristics of learners especially for early childhood education.keyword : Hompimpa Game, ogoh-ogoh media, students value characteristic
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A TAMAN KANAK-KANAK GUGUS V KECAMATAN BULELENG GUGUS V KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2016/2017 Liwis, Ni Wayan Nipi; antara, Putu Aditya
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengenal konsep bilangan antara kelompok anak yang diberikan model pembelajaran matematika realistik dengan model pembelajaran ekspositori pada anak kelompok A Taman Kanak-Kanak Gugus V Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh anak kelompok A gugus V Kecamatan Buleleng yang berjumlah 198 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah random sampling dan hasilnya adalah kelompok A di TK Laksamana Singaraja berjumlah 13 anak sebagai kelompok eksperimen diberikan model pembelajaran matematika realistik dan kelompok A2 di TK Mutiara Singaraja berjumlah 16 orang yang diberikan pembelajaran eskpositori. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah lembar observasi kemampuan mengenal konsep bilangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis anava satu jalur. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thit=8,037 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% dan (dk) 27=2,052 dengan demikian thit>ttab. Maka H1 diterima yaitu terdapat perbedaan kemampuan mengenal konsep bilangan antara kelompok anak yang diberikan model pembelajaran matematika realistik dengan model pembelajaran ekspositori. Model pembelajaran matematika realistik berpengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A Taman Kanak-Kanak Gugus V Kecamatan Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : anak, konsep bilangan, matematika realistik This study is aimed to determine differences ability to recognize the concept of numbers between groups of children who are given realistic mathematics learning model with expository learning model in Kindergarten Group A Class V at Buleleng District for academic year 2016/2017. Type of research used in this study was a quasi experimental research with a “post-test design only control group design”. The population of this study was the entire class of group V A which amounted to 198 people. The sample technique applied in this study was random sampling technique. The result showed that group A at Laksmana Singaraja Kindergaten totals 13 children were given realistic mathematics learning model and group A2 in Mutiara Kindergaten Singaraja amounted to 16 people were given expository learning model. The instrument used in this study is the ability observation sheet in recognizing the concept of numbers. The findings showed that thit = 8,037 and tabel with 5 % significant level and (dk) 27 = 2,052 thit> ttab. Subsequently H1 is acknowledged since there were some differences founded in the ability to recognize the concept of numbers between groups of children who are given a realistic mathematical learning model with expository learning model.The model of realistic mathematics learning is influenced the ability to recognize the concept of number in the children of group A Kindergarten Class V Buleleng District for the Academic Year 2016/2017.keyword : childrens, concept of numbers, realistic mathematics.
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERMUATAN CERITA RAKYAT TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK ., Gusti Ayu Kade Hepi Widiawati; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbicara yang signifikan antara kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat dan kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian semu (quasi eksperimen),dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok B1 di TK Gugus II Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian ini adalah kelompok B1 TK Kemala Bhayangkari 2 Singaraja dan Kelompok B TK Widya Kumarasthana . Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling. Data kemampuan berbicara dikumpulkan menggunakan instrumen kemampuan berbicara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berbicara antara kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat dan kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh thitung (9,413) > ttabel (2,000). Selanjutnya, rata-rata (mean) kelompok eksperimen (31,56) lebih besar daripada rata-rata (mean) kelompok kontrol(20). Dengan demikian, metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Metode Sosiodrama, Cerita Rakyat, Kemampuan Berbicara This study aims to identify the difference in the significance of speech capability between group of children who were taught by using socio-drama method with folklore as the basis and group of children who were taught by using conventional learning method. This research is a quasi-experiment with the design of non-equivalent post-test only control group. The population of this study were all groups of B1 in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district. The sample of this study was group B1 of ‘TK KemalaBhayangkari 2 Singaraja’ and Group B of TK Widya Kumarasthana. The sample was determined by using random sampling technique. Speech capability data was collected by using speaking skill instrument. The data obtained were analyzed by using statistical analysis technique and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there were differences in the speech capability between group of children who were taught by using socio-drama method with folklore as the basis and group of children who were taught by using conventional learning method on the children of Group B in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district. This is shown by tarithmetic (9,413) > ttable (2,000). Furthermore, the mean of experimental group (31.56) is greater than the mean of control group (20). Thus, the socio-drama method with folklore as the basis has a positive effect on the speech capability to the children of Group B in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district in the academic year of 2016/2017.keyword : socio-drama method, folklore, speech capability
PENGARUH METODE DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK ., Ni Made Muliani; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11493

Abstract

Kemampuan mengenal warna anak kelompok A Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 2 Singaraja kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode discovery terhadap kemampuan mengenal warna anak Taman Kanak-kanak. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain post-test only control group desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok A1 yang berjumlah 20 anak sebagai kelompok eksperimen dan kelompok A2 yang berjumalah 20 anak sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dari hasil uji normalitas dan homogenitas varians, diketahui bahwa sampel berdistribusi normal dan varian populasinya homogen maka untuk menguji hipotesisnya digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengeruh metode discovery terhadap kemampuan mengenal warna pada anak. Hal ini diketahui dari hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi < 0,05 dan skor rata-rata anak yang belajar dengan metode discovery lebih tinggi yaitu 90,6495 sedangkan skor rata-rata anak yang belajar tanpa menggunakan metode discovery yaitu 80,0940. Jadi metode discovery berpengaruh terhadap kemampuan mengenal warna pada anak kelompok A Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Anak, Kemampuan Mengenal Warna, Metode Discovery The ability of recognizing color of group A in kindergaden Kemala Bhayangkari 2 Singaraja was underdeveloped. The aim of this study was to find out the effect of discovery method toward children ability to recognize color. This study was quasi experimental research that used post-test only control group desaign. The population of the study was all children of Group A in Kindergarten Kemala Bhayangkari 2 Singaraja in academic year 2016/2017. The sample of this study was Group A1 that consits of 20 childrens as experimental group and Group A2 that consist of 20 childrens as control group. In this study, the method that was used in collecting the data was observastion. Based on the result of normality test and homogeneity of variance, the result showed that sample was normally distributed and the variance of the population was homogeneous, then to test the hypothesis the researcher used t-test, the result showed that significance level is 5%. The result of the study showed that there is effect of discovery method toward children ability to recognize colors. It is known from the result of hypothesis testing which is the significance value is
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B ., Ni Made Sri Laksmi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan konsep bilangan pada anak yang dibelajarkan dengan model pembelajaran make a match dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok B di TK Gugus VI Singaraja. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah TK Gugus VI Singaraja dengan jumlah 385 orang. Sampel penelitian ini adalah TK Negeri Pembina Singaraja dengan jumlah 15 orang sebagai kelas eksperimen dan TK Aisyiyah Singaraja dengan jumlah 25 orang sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil uji-t diperoleh thitung = 3,28 dan ttabel = 2,024 pada taraf signifikansi 5% dengan db = 38, dengan membandingkan hasil thitung dengan ttabel dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan konsep bilangan pada anak yang dibelajarkan dengan model pembelajaran make a match dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok B di Taman Kanak-Kanak Gugus VI Singaraja.Kata Kunci : Konsep bilangan, make a match, model pembelajaran. The purpose of this research is to know the difference of the ability of the concept of the number of children that is taught by the model of make a match learning and which is taught by the conventional learning model in group B in Kindergarten Gugus VI Singaraja. This research is classified as quasi experiment with post-test only control group design. The population in this research is Kindergarten Gugus VI Singaraja with 385 people. The sample of this research is Kindergarten Negeri Pembina Singaraja with 15 people as experimental class and Kindergarten Aisyiyah Singaraja with 25 people as control class. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis method and t-test. The result of t-test is obtained tcount = 3.28 and ttable = 2.024 at the 5% significance level with db = 38, by comparing tcount results with ttable it can be concluded that tcount > ttable, then H0 is rejected and H1 accepted, so the results showed that there are differences in the ability of the concept of the number of children who were taught by the model of make a match and that was taught by the conventional learning model in group B in Kindergarten Gugus VI Class Singaraja.keyword : The concept of numbers, make a match, conventional learning model.
Pengaruh Metode Bermain Melalui Permainan Ular Naga Terhadap Kemampuan Motorik Kasar ., Made Sutera Cahhya p; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak, yang mendapatkan perlakuan berupa metode pembelajaran aktif melalui permaianan ular naga pada kelompok B taman kanak-kanak Gugus VIII Kecamatan Buleleng Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil setelah diberikan perlakuan pada kelompok ekperimen adalah sebesar 20,36 dan kelompok kontrol sebesar 13,6. Data kemampuan koordinasi gerak kelompok ekperimen dan kontrol berdistribusi normal dan homogen.Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis uji-t maka diperoleh nilai thitung sebesar 12,5 dan ttabel sebesar 0,11. Hal ini berati thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian metode bermain melalui permainan ular naga berpengaruh terhadap kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak kelompok B Taman Kanak-kanak Wisata Kumara Timur.Kata Kunci : Kemampuan koordinasi gerak, Metode bermain The aim of this research is to know the difference of hand-foot head movement coordination capability of the child, who get treatment in the form of active learning method through dragon serpent in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017. This research is quasi experimental research with sampling technique using random sampling technique. The population of this research is all the children of group B in Cluster VIII Buleleng District. The method used in data collection is observation. The results showed that the mean score after treatment was given in the experimental group was 20.36 and the control group was 13.6. The data movement capability of the experimental and control groups is normal and homogeneous distributed. The data that have been collected is analyzed using t-test analysis then obtained tcount value of 12.5 and t-table of 0.11. This means thitung is bigger than t-table. Thus the method of playing through the game or dragon effect on the ability to coordinate movement of the head-hand-foot children in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017keyword : Motion coordination ability, Play method
PENGARUH RAGAM HIAS GEOMETRI TERHADAP KECERDASAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK GUGUS V KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN ., Ni Luh Gede Nita Pradnyawati; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori) kelompok B di gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan yang berjumlah 148 orang. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah anak-anak kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Sartika Nyitdah yang berjumlah 15 orang anak sebagai kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri dan anak kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Cipta Karya II Pejaten yang berjumlah 14 orang anak sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran konvensional (exspositori). Data hasil kecerdasan visual-spasial anak dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis anava satu jalur (one way anava). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 7,770 dan ttabel dengan taraf siginifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 27 adalah 2,052 dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan kriteria pengujian, maka HA diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori). Adapun nilai rata-rata anak kelompok yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri yaitu 56,33 lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan pembelajaran konvensional (exspositori) yaitu 29,30. Dari penelitian ini dapat disarankan agar sekolah membuat program pengembangan kecerdasan visual-spasial dengan treatment yang terbukti unggul yakni pembelajaran ragam hias.Kata Kunci : ragam hias, kecerdasan visual-spasial The aimed of this study is to find out the significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository) in group B cluster V in Kediri District, Tabanan Regency in academic year 2016/2017. It was a quasi-experimental research which used non-equivalent control group design. The population of this study was 148 students from group B in cluster V in Kediri District, Tabanan Regency. In addition, the samples of this study were selected by administering cluster random sampling. From that population, the samples of this study were 15 students of group B1 in Kartika Sartika Nyitdah Kindergarten as experimental group treated by geometric ornamental learning and 14 students of group B2 in Cipta Karya II Pejaten Kindergarten as control group treated by conventional learning (expository). The data of visual-spatial intelligence were obtained by observation technique and analyzed quantitatively by using one way anava. It was found that tobs is 7.770 and ttable is 2.025 (α=0.05) in the degree of freedom (df) 27. Therefore, in terms of hypothesis testing, it showed that Ha is accepted. It means that there is a significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository). Besides, it could be proven by the result of the mean score of both groups in which the mean score of experimental group (56.33) is higher than the mean score of control group (29.30). As a suggestion, the researcher propose geometric ornamental learning as media which was proven to develop visual-spatial intelligence of the students.keyword : geometric ornamental, visual-spatial intelligence

Page 99 of 136 | Total Record : 1354


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): August - INPRESS Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): December Vol. 12 No. 2 (2024): August Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): Desember Vol. 11 No. 2 (2023): Agustus Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): Desember Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Desember Vol. 9 No. 3 (2021): Desember Vol 9, No 2 (2021): Agustus Vol. 9 No. 2 (2021): Agustus Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Desember Vol 8, No 3 (2020): Desember Vol 8, No 2 (2020): Agustus Vol. 8 No. 2 (2020): Agustus Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Desember Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019): Desember Vol 7, No 2 (2019): Agustus Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): Agustus Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 6 No. 3 (2018): Desember Vol 6, No 3 (2018): Desember Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Agustus Vol. 6 No. 2 (2018): Agustus Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Desember Vol 5, No 3 (2017): Desember Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017): Agustus Vol 5, No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus Vol 5, No 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Vol. 4 No. 3 (2016): Desember Vol 4, No 3 (2016): Desember Vol 4, No 2 (2016): Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus Vol 4, No 2 (2016): Agutus Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Juli Vol 3, No 1 (2015): Juli Vol 3, No 1 (2015): Vol 2, No 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014): Juli Vol 2, No 1 (2014): Juli Vol 1, No 1 (2013): EDISI PERDANA Vol 1, No 1 (2013): Juli Vol. 1 No. 1 (2013): Juli More Issue