cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
info.ejournal@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha
ISSN : 26139669     EISSN : 26139650     DOI : 10.23887/paud
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha is an open access peer-reviewed scientific journal published by Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. The journal publishes different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education. We received only articles relating to early childhood education fields, and can be written using quantitative or qualitative approaches. Articles can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012, and from 2016 we published articles three times a year (April, August, and December).
Arjuna Subject : -
Articles 1,354 Documents
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK GUGUS VII KECAMATAN BULELENG ., Kadek Novia Dewi; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11515

Abstract

Berdasrkan rumusan masalah yang di paparkan diatas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah. Untuk mengetahui perbedaan antara metode bermain peran dengan metode konvensional terhadap perkembangan sosial emosional dalam perilaku prososial pada anak di gugus VII Kecamatan Buleleng semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok B Taman Kanak-kanak Gugus VII Kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini di ambil dengan teknik random sampling yang dilibatkan 2 kelompok B TK Bina Putra dan TK Weda Purana. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan metode observasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan hipotesis penelitian diuji dengan statistik t-test. Analisis data menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak kelompok eksperimen dengan rata-rata (M) = 83,63%, tergolong pada kriteria tinggi, sedangkan perkembangan sosial emosional anak kelompok kontrol dengan rata-rata (M) = 74,13% , yang tergolong pada kriteria sedang. Pengujian hipotesis dengan analisis t-test menunjukkan nilai t sebesar 3.348 dengan sig. α 0,002. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan metode bermain peran terhadap perkembangan sosia emosional anak dalam periaku prososial di TK Bina Putra Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017 (sig= 0,002> 0,05). Kata Kunci : Kata kunci : Metode Bermain Peran, Perkembangan Sosial Emosional, Perilaku Prososial Based on the formulation of the problems described above, then the purpose of this research is. To know the difference between role playing method with conventional method toward emotional social development in prosocial behavior in children in cluster VII Buleleng District even semester of academic year 2016/2017. This research is a kind of quasi experiment research (quasi experiment) with post-test design only control group design. The population in this research is all students of group B Kindergarten Class VII Buleleng District in academic year 2016/2017. The sample of this research was taken by random sampling technique which involved 2 groups B TK Bina Putra and TK Veda Purana. Data of research result collected by observation method. The collected data then analyzed by descriptive analysis method and research hypothesis tested with t-test statistic. The data analysis showed that the emotional social development of children in the experimental group with average (M) = 83.63%, belonged to high criterion, while the emotional social development of children control group with average (M) = 74.13% On the medium criterion. Hypothesis testing with t-test analysis shows t value of 3.348 with sig. Α 0.002. The result of the research shows that there is a significant influence of role playing method toward the development of emotional social sosia in prosocial acts in kindergarten Bina Putra Singaraja Lesson Year 2016/2017 (sig = 0,002> 0,05).keyword : Keywords: Role Playing Method, Emotional Social Development, Prosocial Behavior
Pengaruh Metode Bermain Berbantuan Media Audio Bisik Berantai terhadap Kemampuan Menyimak pada Anak kelompok B di TK Gugus Sandat ., Ni Luh Putu Purnama Dewi; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain berbantuan media audio bisik berantai terhadap kemampuan menyimak aktif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Gugus Sandat Denpasar Utara terdapat delapan TK yang keseluruhannya berjumlah 339 anak. Penentuan sampel dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B2 PAUD Candra Kasih Kecamatan Denpasar Utara berjumlah 20 anak sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan metode bermain berbantuan media audio bisik berantai dan anak kelompok B3 TK Swa Dharma Kecamatan Denpasar Utara berjumlah 18 anak sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. Data hasil kemampuan menyimak aktif dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh t_hitung = 3,200 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 36 diperoleh nilai t_tabel = 2,021 sehingga t_hitung= 3,200 > t_tabel = 2,021. Berdasarkan kriteria pengujian , maka H0 ditolak. Adapun nilai rata-rata kemampuan menyimak aktif pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode bermain berbantuan media audio bisik berantai adalah 81,75, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional adalah 74,17. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode bermain berbantuan media audio bisik berantai terhadap kemampuan menyimak pada anak kelompok B di TKGugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kemampuan Menyimak, Metode Bermain, Media Audio Bisik Berantai This study aims to determine influence play of audio media whispered chain to the active listening ability. This is a quasi experiment with the design of Nonequivalent Control Group Design. The population of this study is all children of group B in TK Gugus Sandat North Denpasar there are eight kindergarten that total of 339 children. Sampling by random sampling technique. The sample in this research is children group B2 PAUD Candra Kasih, North of Denpasar District, amounted to 20 children as experimental group which was taught by the method of assisted play of audio media whispered chain and children group of B3 TK Swa Dharma, North Of Denpasar Sub District amounted to 18 children as control group which was taught by method Conventional learning. The data of active listening ability is collected by observation technique which is analyzed by using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic with t-test. Based on the results of the data analysis obtained t_hitung= 3,200 while at the level of significance of 5% with dk = 36 obtained value t_tabel = 2.021 so t_hitung= 3,200 > t_tabel = 2,021. Based on the test criteria, then H0 is rejected. The average value of active listening ability in the group that is taught by the method of playing assisted audio media whispered chain is 81,75, whereas in the group taught by conventional learning method is 74,17. Based on the result of this research, it can be concluded that there is influence of the method of playing assisted audio media whispered chain to the ability of listening on children group B in TK Gugus Sandat District North Denpasar Lesson Year 2016/2017keyword : Listening Capabilities, Playing Methods, Audio media whispered chain
PENGARUH METODE BERCERITA BERMEDIAKAN AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK GUGUS III KECAMATAN BULELENG ., Luh Wiwin Ernayanti; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11534

Abstract

Penelitian ini berlandaskan masalah mengenai kemampuan menyimak yang terjadi di gugus III. Dimana kemampuan menyimak anak pada gugus III masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan menyimak antara anak yang mendapat pembelajaran dengan metode bercerita bermediakan audio visual pembelajaran dan anak yang mendapat pembelajaran dengan metode konvensional (ceramah dan tanya jawab) pada anak kelompok B di Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017 yang berjumlah 244. Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dan hasilnya adalah kelompok B2 di TK Dana Punia yang berjumlah 17 orang anak sebagai kelompok eksperimen sedangkan lompok B2 di TK Widya Kumara yang berjumlah 15 orang anak sebagai kelompk kontrol. Data hasil kemampuan menyimak anak dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes lisan, analisis data menggunakan teknik anava satu jalur. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 10,185 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 30 adalah 2,042. Data menunjukkan bahwa thitung>ttabel yang berarti H1 diterima yaitu terdapat perbedaan kemampuan menyimak antara anak yang diberikan pembelajaran dengan metode bercerita bermediakan audio visual pembelajaran dan anak yang diberikan pembelajaran dengan metode konvensional (ceramah dan tanya jawab). Dengan demikian metode bercerita bermediakan audio visual pembelajaran berpengaruh terhadap kemampuan menyimak pada anak kelompok B di TK Gugs III Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : Kemampuan menyimak, media audio visual, metode bercerita This research is based on the problem of listening ability that happened in group III. The ability to listen to children in group III is still very low.This research was aimed to know whether there was a significant difference of listening skill between the students who were treated storytelling method by using audio visual media and those who were treated conventional teaching method (lecturing and questioning-answering) in the B group at Gugus III Buleleng District in academic year 2016/2017. This research was a quasi experiment research with Post-test Only Control Group Design. This research type is quasi experimental research with design using Post-test Only Control Group Design. The population of this research is all group B district Buleleng School Year 2016/2017 which amounted to 244. The sampling technique used was cluster random sampling and the result was B2 group in Kindergarten Fund which amounted to 17 children as experimental group while B2 group TK Widya Kumara, which has 15 children as control group. The data of students’ listening skill were collected through observation and spoken test which were analyzed by using One-Way Anova technique. Based on the result,it was gained that tobs was 10.185 and tcv with significant level was 5% and degree of freedom (df =30) was 2.042. Data showed that in which tobs > tcv the alternative hypothesis was accepted in which there was a significant f listening skills between the students who were treated storytelling method by using audio visual media and those who were treated conventional teaching method (lecturing and questioning-answering). Therefore the storytelling method by using audio visual media affected on listening skill in the B group at Gugus III Buleleng District in the academic year 2016/2017.keyword : Audio visual media, listening skill, storytelling method
EFEKTIVITAS METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN BERCAKAP-CAKAP ANAK KELOMPOK B DI TK WIDYA SESANA SANGSIT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Pebri Damaryanti Ni Putu; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11557

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakemampuanbercakap-cakap yang dibelajarkandenganmetodekonvensional. Jenispenelitianiniadalaheksperimensemudengandesainpenelitianpost test only control group design. Subjekpenelitianiniadalahseluruhanakkelompok B yang berada di TK WidyaSesanaSangsitTahun Pelajaran 2016/2017. Data kemampuanbercakap-cakapanakdiperolehmenggunakanlembarobservasi. Data dianalisismenggunakanUji-t satuekorpadatarafsignifikan 5%. Hasilujihipotesismenunjukkanbahwa lebihdari sehingga ditolak, dengan rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandengandenganmetodeberceritadengan media bonekawayangsebesar 81,11 lebihdari rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganpembelajarankonvensionalyakni 70,28. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwakemampuanbercakap-cakapanakantarakelompokanak yang dibelajarkanmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakelompokanak yang menggunakan model pembelajarankonvensional.Kata Kunci : metodebercerita, media bonekawayang, kemampuanbercakap-cakap This study aim at find conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method. This study is quasi experiment using post test only control group design. Subject study is children in B group at TK WidyaSesanaSangsit2016/2017. The data of children’ conversation ability was obtained by using observation instrument. The Data analyse using one tail sample t-test at significancy level 5%. Hypothetic test result show that more than , so is rejected, with children’s conversation ability mean who teached by telling story method with puppets is better is 81,11higher than teached by conventional method is 70,28. According the result, can be concluded that conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method.keyword : telling story method, puppets, conversational children ability
Pengaruh penerapan model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi terhadap perkembangan kemampuan kosakata pada anak kelompok B di TK Gugus Jempiring kecamatan denpasar barat tahun pelajaran 2016/2017 ., Trisnawaty BR Ginting; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan kosakata setelah diterapkannya model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi dan kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan dengan rancangan penelitian adalah rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Data hasil pre-test dianalisis untuk menguji kesetaraan kelompok sehingga di dapat dua kelas yakni PAUD Kusuma 2 Denpasar sebagai kelompok eksperimen dan TK Buana kumara asih sebagai kelompok kontrol. Pada akhir penelitian kelompok eksperimen dan kontrol diberikan post-test perkembangan kemampuan kosakata menggunakan instrumen penelitian observasi. data hasil post-test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil yang didapat thitung = 4,820 dan ttabel= 2,021(pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 38). Oleh karena thitung 4,820 > ttabel 2,021 maka terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan kemampuan kosakata antara kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi dengan kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Rata-rata perkembangan kemampuan kosakata yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (85,59 > 76,81). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan kosakata pada anak kelompok B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kata kunci: pembelajaran quantum, film animasi, kosakata This research aims to determine the development of vocabulary skills after the application of quantum learning models using animated film media and groups of children who learned through conventional learning model. This type of research is a quasi experiment with research design is non-equivalent group design. Population in this research is all children group B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Lesson Year 2016/2017. Sampling was done by random samplinga. The pre-test result data was analyzed to improve the equality of the above groups into two classes of PAUD Kusuma 2 Denpasar as experimental group and TK Buana kumara asih as control group. At the end of the experimental group study and control were given post-test of vocabulary development using observational research instruments. Post-test results were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using the t-test. Based on the results obtained tcount = 4.820 and ttable = 2.021 (at 5% significance level with dk = 38). Therefore tcount 4,820> ttable 2.021 then there is a significant difference in the development of vocabulary skills between groups of children who are taught through quantum learning models using animated film media with groups of children that are learned through conventional learning model. The average development of vocabulary skills generated between the experimental group was higher in the control group (85,59> 76,81). So it can be concluded quantum learning model using animated film media for the development of vocabulary skills in children group B TK Gugus Jempiring West Denpasar Lesson Year 2016/2017.keyword : Keywords: quantum learning, animated film, vocabulary
PENGARUH METODE DISCOVERY DENGAN SETING MANIPULATIF TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN SAINS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK GUGUS SANDAT KECAMATAN DENPASAR UTARA TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Luh Yuni Sulaningsih; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan kemampuan sains pada anak kelompok B di TK Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017 yang dibelajarkan menggunakan metode discovery dengan seting manipulatif dan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok B TK Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 341 orang anak. Sampel ditentukan dengan teknik random, penentuan kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan mengundi seluruh populasi, data hasil pre test dianalisi untuk menguji kesetaraan kelompok sehingga di dapat dua kelas yakni TK Budi Cakra Kumara Denpasar sebagai kelompok eksperimen dan TK Permata Kasih sebagai kelompok kontrol. Rata-rata perkembangan kemampuan sains yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan anak kelompok kontrol (4,30 > 2,021). Data hasil post test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t didapat thitung = 4,30 dan ttabel = 2,021 (pada taraf signifikansi 5% dengan dk=37). Oleh karena thitung 4,30 > ttabel 2,021 maka terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan kemampuan sains antara kelompok anak yang dibelajarkan melalui metode discovery dengan seting manipulatif dan kelompok anak yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa metode discovery dengan seting manipulatif berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan sains pada anak kelompok B TK Gugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : metode discovery, seting manipulatif, perkembangan kemampuan sains This research aims to knowing differences in the development of science skills in children group B in TK Gugus Sandat of Denpasar Utara Academic Year 2016/2017 which was taught using discovery method with manipulative settings and which was taught using conventional learning. This type of research is a quasi experiment with nonequivalent control group design. The population in this research is group B TK Gugus Sandat of Denpasar Utara, amounting to 341 children. The sample is determined by random technique, the determination of experimental and control group is done by drawing the entire population, the pre test result data is analyzed to test the equality of the group so that the two classes are TK Budi Cakra Kumara Denpasar as experiment group and TK Permata Kasih as the control group. The average development of science ability gained between experimental groups was higher than control group children (4.30 > 2.021). Post test result data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis using t-test. Based on the result of t-test analysis tvalue = 4.30 and ttable = 2.021 (at 5% significance level with dk = 37). Therefore tvalue 4.30 > ttable 2.021 then there is a significant difference in the development of science skills between groups of children who are taught through discovery method with manipulative settings and groups of children are taught through conventional learning. So it can be concluded that the discovery method with manipulative settings affect the development of science skills in children group B TK Gugus Sandat of Denpasar Utara Academic Year 2016/2017.keyword : discovery method, manipulative setting, development of science ability
PENGARUH METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA E-FLASHCARD BILINGUAL TERHADAP KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK ., Ristauli Pintubatu; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi melalui media E-Flashcard Bilingual terhadap kemampuan kosakata Bahasa Inggris pada anak kelompok B4 di TK Indra Prasta kuta Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian Pre-experimental Designs. Desain eksperimen yang digunakan yaitu “one-group pretest-posttest design” Subjek penelitian adalah anak kelompok B4 di TK Indra Prasta Kuta, Objek penelitian adalah kemampuan kosakata Bahasa Inggris. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi yang dilengkapi rubrik penilaian. Data observasi didapatkan dari pre-test dan post-test kelompok sampel sebelum dan sesudah diterapkannya media E-Flashcard Bilingual. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kosakata Bahasa Inggris anak. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh thitung = 17,82 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 44, sedangkan nilai ttabel = 2,074, sehingga thitung = 17,82 > ttabel = 2,074. Berdasarkan kriteria penghitungan, maka thitung adalah signifikan. Dengan demikian Ho ditolak. Adapun nilai rata-rata kemampuan kosakata Bahasa Inggris anak pada kelompok B4 yang dibelajarkan dengan media E-Flashcard Bilingual adalah 80,8, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan media pembelajaran konvensional adalah 64,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi melaui media E-Flashcard Bilingual terhadap kemampuan kosakata Bahasa Inggris pada anak kelompok B4 di TK Indra Prasta kuta Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : demonstrasi, e-flashcard bilingual, kosakata bahasa inggris This study aims to determine the effect of demonstration methods through E-Flashcard Bilingual media on the ability of English vocabulary in children group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta Lesson 2016/2017. This research is a research of Pre-experimental Designs. The experimental design used is "one-group pretest-posttest design" The subject of research is the child of group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta, The object of research is the ability of English vocabulary. The data collection in this research is done by observation method with the assessment rubric. Observational data were obtained from the pre-test and post-test sample groups before and after the application of E-Flashcard Bilingual media. The results of data analysis in this study showed that there is an increase in the English language vocabulary skills of children. Based on the results of the analysis can be obtained tcount = 17.82 at 5% significance level with dk = 44, while the value ttabel = 2.074, so thitung = 17.82> table = 2.074. Based on the calculation criteria, thitung is significant. Thus Ho is rejected. The average value of English children's vocabulary abilities in the B4 group that were taught by E-Flashcard Bilingual media was 80.8, while in the group taught by conventional learning media was 64.4. Thus it can be concluded that there is influence of E-Flashcard Bilingual media on the ability of English vocabulary in children group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta Lesson 2016/2017.keyword : demonstrasi, bilingual e-flashcard, English vocabulary
PENGARUH PERMAINAN TRADISIOAL ENGKLEK TERHADAP KEMAMPUAN ANAK DALAM MENGENAL ANGKA PADA KELOMPOK B DI TK BAYU KUMDHALA BUBUNAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Kadek Mas Anggi Dwi Yasari; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i2.11592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan mengenal angka anak pada anak antara kelompok yang belajar dengan permainan tradisional engklek dan dengan pembelajaran konvensional pada kelompok B1 di TK Bayu Kumdhala Bubunan tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttes Only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Bayu Kumdhala Bubunan yang berjumlah 31 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B1 yang berjumlah 14 orang anak sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarankan dengan permainan tradisional engklek dan anak kelompok B3 berjumlah 13 orang anak sebagai kelompok kontrol dengan pembelajan konvensional. Data hasil kemampuan anak dalam mengenal angka dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 4,364 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk=25 diperoleh nilai ttabel = 2,06 sehingga thitung = 4,364 > ttabel = 2,06. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak, ini berarti hipotesis Ha diterima yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan permainan tradisional engklek terhadap kemampuan anak dalam mengenal angka pada anak kelompok B di TK Bayu Kundhala Bubunan Tahun Pelajaran 2016/2017. Adapun nilai rata-rata kemampuan anak dalam mengenal angka pada kelompok yang dibelajarakan dengan permainan tradisional engklek adalah 24,64, sedangkan nilai rata-rata pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode konvensional adalah 18,23. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional engklek terhadap kemampuan anak dalam mengenal angka pada anak kelompok B di TK Bayu Kumdhala Bubunan Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : permainan tradisional engkek, Kemampuan mengenal angka This study aims to determine the effect of traditional games on the ability of children to know the numbers in the group B1 in kindergarten Bayu Kumdhala Bubunan 2016/2017 academic year. This type of research is a quasi experimental research with posttest design of Only control group design. The population of this study is all children of group B in kindergarten Bayu Kumdhala Bubunan, amounting to 31 people. The sample is determined by random sampling technique. The sample in this study was the children of group B1, which amounted to 14 children as experimental group which was recommended by traditional lapel games and B3 group children amounted to 13 children as control group with conventional learning. Data on the ability of children in recognizing numbers were collected by observation techniques analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistics with t-test. Based on the results obtained t calculation = 4,364 while at the level of significance of 5% with dk = 25 obtained ttable value = 2.06 so thitung = 4,364> ttable = 2.06. Based on the test criteria, then H0 is rejected, this means the accepted Ha hypothesis which states there is a significant effect of traditional games on the ability of children to know the number of children in group B in Kindergarten Bayu Kundhala Bubunan Lesson Year 2016/2017. The mean value of the child's ability to recognize the numbers in the group studied by the traditional game of the crest was 24,64, while the mean score in the group taught by the conventional method was 18,23. Based on the result of this research can be concluded that there is influence of traditional game of kpek to children ability in recognize number in child of group B in kindergarten Bayu Kumdhala Bubunan Singaraja academic year 2016/2017keyword : traditional games, Ability to recognize numbers
Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Kelompok B ., I Gusti Ayu Putu Dian Puspita; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i2.11655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan berbicara anak Taman Kanak-kanak pada kelompok B di Gugus II Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B Taman Kanak-kanak Surapati Singaraja yang berjumlah 24 orang dan siswa kelompok B Taman Kanak-kanak Pradnya Paramitha Singaraja yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dengan menggunakan instrumen kemampuan berbicara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis data dengan melakukan uji normalitas sebaran data serta melakukan uji hipotesis statistik dengan menggunakan analisis uji-t . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Kata Kunci : model pembelajaran picture and picture, kemampuan berbicara This study aims to determine the effect of learning models Picture and Picture on the ability to speak child kindergarten in Gugus II Buleleng District Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment. The subjects of this study were the students of the B group of Kindergarten Surapati Singaraja which amounted to 24 people and the students of the B group Kindergarten Pradnya Paramitha Singaraja which amounted to 21 people. The data were collected using observation method using speech instrument. The collected data was analyzed by using data analysis method by performing normality test of data distribution and doing statistical hypothesis test by using t-test analysis. The result of this research shows that there is a significant effect of the picture and picture learning model on children's speaking ability in group B in Gugus II Buleleng Sub District Year 2016/2017. This is shown based on the level of significance (2-tailled) that is 0,000
PENGARUH STRATEGI PERMAINAN IMAJINATIF TERHADAP KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B GUGUS III KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Pandan Sari Luh Putu; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i2.11656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas yang antara kelompok anak yang mendapat strategi permainan imajinatif dengan anak yang mendapat strategi pembelajaran ekspositori terhadap kreativitas pada anak Taman Kanak-kanak di gugus III Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B gugus III Kecamatan Buleleng yang berjumlah 244 orang.Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah eksperimen pada kelompok B2 di TK Widya Kumara yang berjumlah 15 anak, dan kontrol pada kelompok B1 di TK Dana yang berjumlah 17 anak. Data hasil kreativitas anak dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis anava satu jalur (one way anava). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 17,32 dan ttabel dengan taraf siginifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 30 adalah 2,0422 dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan kriteria pengujian, maka HA diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas antara anak yang mendapat strategi permainan imajinatif dengan anak yang mendapat strategi pembelajaran ekspositori. Adapun nilai rata-rata anak kelompok yang diberikan strategi permainan imajinatif yaitu 41,33 lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan strategi pembelajaran ekspositori yaitu 18,88. Dari penelitian ini dapat disarankan agar sekolah membuat program pengembangan kreativitas dengan treatment yang terbukti unggul yakni strategi permainan imajinatif.Kata Kunci : anak, kreativitas, strategi The purpose of this research was to describe the differences of creativity between groups of children that taught an imaginative game strategy with children that taught an expository learning strategy on creativity in children kindergarten in gugus III Kecamatan Buleleng academic year 2016/2017. This research was a quasi-experimental research using posttest design only control group design. The research population was all children of group B gugus III Kecamatan Buleleng which belong to 244 people. The sample determination technique in this research uses cluster sampling technique. The samples of this research was experiment in group B2 in kindergarten Widya Kumara which belong to 15 children, and control group B1 in Dana kindergarten which amount 17 children. The data of children creativity was collected by observation technique which was analyzed by using one way anava analysis technique. Based on the result of analysis obtained tcount was 17,32 and ttable with significance level 5% and degrees of freedom (db) 30 is 2,0422 thus thitung> ttabel. Based on the criteria, then HA accepted that there was a significant difference in creativity between children that get an imaginative game strategy with children that get expository learning strategies. The average value of children group that was given an imaginative game strategy is 41.33 higher than the group with an expository learning strategy that is 18.88. From this research can be suggested that the school create creativity development program with a proven superior treatment that is imaginative game strategy.keyword : Keywords: child, creativity, strategy.

Page 100 of 136 | Total Record : 1354


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): August - INPRESS Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): December Vol. 12 No. 2 (2024): August Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): Desember Vol. 11 No. 2 (2023): Agustus Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): Desember Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Desember Vol. 9 No. 3 (2021): Desember Vol 9, No 2 (2021): Agustus Vol. 9 No. 2 (2021): Agustus Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Desember Vol 8, No 3 (2020): Desember Vol 8, No 2 (2020): Agustus Vol. 8 No. 2 (2020): Agustus Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019): Desember Vol 7, No 3 (2019): Desember Vol 7, No 2 (2019): Agustus Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): Agustus Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol. 6 No. 3 (2018): Desember Vol 6, No 3 (2018): Desember Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Agustus Vol. 6 No. 2 (2018): Agustus Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Desember Vol 5, No 3 (2017): Desember Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017): Agustus Vol 5, No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus Vol 5, No 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Desember Vol 4, No 3 (2016): Vol. 4 No. 3 (2016): Desember Vol 4, No 2 (2016): Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus Vol 4, No 2 (2016): Agutus Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Juli Vol 3, No 1 (2015): Juli Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Juli Vol 2, No 1 (2014): Juli Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013): EDISI PERDANA Vol 1, No 1 (2013): Juli Vol. 1 No. 1 (2013): Juli More Issue