cover
Contact Name
TYAGITA WIDYA SARI
Contact Email
tyagita.ws@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.cmj@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Collaborative Medical Journal (CMJ)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 26150328     EISSN : 26156741     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Collaborative Medical Journal (CMJ) adalah open access journal yang memuat artikel ilmiah di bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, yang meliputi ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinis, ilmu kedokteran komunitas, dan ilmu kesehatan masyarakat. Collaborative Medical Journal (CMJ) merupakan wadah bagi para dosen dan peneliti, baik dari lingkup internal Program Studi Pendidikan Dokter - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Abdurrab, maupun dari lingkup eksternal untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian dan hasil review literature yang dilakukan. Collaborative Medical Journal (CMJ) terbit sebanyak 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): Januari" : 6 Documents clear
PERILAKU PSK TERHADAP PENGGUNAAN KONDOM DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS DI PERUM JONDUL LAMA KOTA PEKANBARU TAHUN 2017 Zulmeliza Rasyid; Leon Candra; Kurniawan Saputra
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.201 KB)

Abstract

Condom use is a person's behavior in using condoms to prevent pregnancy and illnesses such as HIV / AIDS. Data of Riau Province Health Office shows Pekanbaru City every year contributed the biggest HIV / AIDS case from 1997-2015 that is 894 cases of HIV and 833 AIDS cases, this is because there are still prostitutes who do not use condom during sexual intercourse. The purpose of this research is to know the behavior of PSK with knowledge, attitude, availability of condom, pimping support, health officer role to condom use in HIV / AIDS prevention effort at Perum Jondul Lama Pekanbaru City Year 2017. This research method is quantitative analytic cross sectional design. The sample of this study were 93 people. The sampling technique is saturated samling. The analysis used is univariate and bivariate analysis with Chi-Square test, measuring instrument used is questionnaire and data processing using computerization. The result showed that there was a correlation between knowledge ρ value 0,000, POR value = 9,146 (3,531-23,690), attitude ρ value 0,000, POR value = 30,694 (9,818-95,962), condom availability ρ value 0,000, POR value = 8,929 (3,386-23,545) , pimp support ρ value 0,000, POR value = 6,888 (2,728-17,390), health officer role ρ value, 0.001, POR value = 5,046 (2,057-12,379) Against condom use behavior. It is suggested to pimps to make mandatory rules to use condoms to both sex workers and their clients, so that the incidence of HIV / AIDS can be minimized
PENGEMBANGAN INTEGRASI PENDIDIKAN KEDOKTERAN ISLAM (STUDI PADA PSPD ABDURRAB) Dian Cita Sari; Feriandri Utomo
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.491 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi urgensi Integrasi pendidikan kedokteran Islam terhadapkedokteran modern. Dimana terdapat pemetaan beberapa kajian awal bahwa Ilmu kedokteranIslam dulu pernah menjadi rujukan dunia dalam dasar ilmu kedokteran modern. Disatu sisi,fakta bahwa hampir seluruh inovasi dan teknologi dalam ilmu kedokteran modern saat iniadalah hasil dari pengembangan kedokteran Barat, telah mendorong penelitian ini diwujudkansebagai upaya strategis rekrunstruksi pendorong inovasi dan teknologi ilmu kedokteran bagitenaga medis Muslim, serta mewujudkan ilmu kedokteran dan kesehatan Islami yang menjadiacuan kesuksesan peradaban Islam bidang medis dan kesehatan di seluruh dunia. Dalam tugas seorang dokter berlaku “Aegroti Salus Lex Uprema” yaitu keselamatan pasien adalah hukum yang tertinggi. Penelitian kedokteran modern yang berkembang pesat, hendaklah dimanfaatkan oleh dokter-dokter muslim untuk menemukan pengobatan penyakit maupun mengambil pelajaran dan hikmah sehingga dokter-dokter muslim sukses. Merespon fenomena inilah, beberapa program studi kedokteran Islam di ndonesia melakukan pembenahan, mulai dari integrasi pendidikan kedokteran Islam pada setiap aspek, penetapan standar baku rumah sakit pendidikan hingga rumah sakit syariah, dan pemantapan profil serta peran para dokter muslim tanah air. Rekonstruksi lebih lanjut pemetaan kedokteran islam dalam kiblat kedokteran dunia juga diperdalam, terutama pemetaan hubungan teraupetik, deliberative, dan edukatif terhadap para pasien tentang makna sehat dan pengobatan dibawah Eksistensi Kedokteran Islam. Konsep penelitan ini adalah riset fenomenologi pada program Studi Pendidikan Dokter Universitas Abdurrab. Objek penelitian ini adalah civitas akademika pada PSPD Univrab beserta pihak terkait yang berwenang.
PENGARUH PERAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP KESUKSESAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUANG BERSALIN RSU SARAH MEDAN TAHUN 2016 Martha Saptariza Yuliea
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.198 KB)

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan program pemerintah Indonesia untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) usia 28 hari sebesar 32/1000 kelahiran hidup, yang belum mencapai target MDG’s 2015 yaitu 23/1000 kelahiran hidup. Sementara data SDKI tahun 2002 menunjukkan praktik IMD di Indonesia masih sangat rendah yaitu sebesar 4%. Hal ini diduga disebabkan berbagai faktor yang diduga sangat tergantung pada petugas kesehatan yaitu perawat, bidan atau dokter. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peran tenaga kesehatan terhadap kesuksesan pelaksanaan IMD di Ruang Bersalin Rumah Sakit Umum Sarah Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan metode pengambilan sampel Total Sampling yang melibatkan 32 orang terdiri atas dokter, bidan dan perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi serta dianalisis dengan menggunakan Uji Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap peran tenaga kesehatan dalam kesuksesan pelaksanaan IMD adalah pemberian informasi (p-value = 0,016) dimana pemberian informasi yang baik meningkatkan kemungkinan pelaksanaan IMD baik sebesar 4,50 kali. Penelitian ini menunjukkan perlu adanya peningkatan pelatihan kepada tenaga kesehatan, sosialisasi dan peningkatan upaya pemberian informasi kesehatan kepada ibu-ibu tentang IMD dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang IMD dan ASI Eksklusif.
INTERLEUKIN 18 (IL-18) URIN SEBAGAI DETEKSI DINI GANGGUAN GINJAL AKUT PADA PENDERITA SEPSIS Faisal Faisal
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.154 KB)

Abstract

GgGA manifestasinya mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga yang sangat berat dengan gagal organ multiple. Angka kematian akibat GgGA pasien di ICU 20-70%, dan diruangan biasa 25-80%. Sepsis dan syok sepsis merupakan faktor risiko penting terjadinya GgGA. Gangguan ginjal akut sampai saat ini didiagnosis dengan menggunakan nilai kreatinin serum. Padahal diagnosis GgGA dengan menggunakan nilai kreatinin sudah mengalami keterlambatan 48 jam, sedangkan injury sudah dapat dilihat setelah 6 jam dengan menggunakan biomarker. Interleukin 18 (IL-18) adalah sitokin proinlamasi yang terinduksi dalam tubulus proksimal ginjal setelah terjadinya GgGA. Penelitian ini adalah studi prospektif tehadap 50 orang penderita sepsis dengan kadar kreatinin serum < 1,5 mg/dl yang dirawat di bangsal ilmu penyakit dalam RSUP DR.M.Djamil Padang dengan cara konsekutif sampling. Hasil penelitian menunjukan IL-18 urin dapat digunakan untuk deteksi dini GgGA pada penderita sepsis.Biomarker IL-18 urin pada waktu 6 jam setelah sepsis untuk mendeteksi GgGA memiliki sensitivitas 77,78%, spesifitas 82,60%, Biomarker IL-18 urin pada waktu 48 setelah sepsis untuk mendeteksi GgGA memiliki sensitivitas 70,37 %, Spesifitas 69,56 %.
HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Tyagita Widya Sari; Yulnefia Yulnefia
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.189 KB)

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah suatu alat untuk mencegah kehamilan yang efektif, aman, dan reversibel. Suntik dan pil adalah cara KB modern yang paling diketahui oleh masyarakat di semua golongan usia risiko tinggi di atas 35 tahun, namun dinilai kurang efektif untuk mencegah kehamilan. Sedangkan jenis kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan bagi wanita risiko tinggi adalah AKDR. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor demografi dengan penggunaan AKDR pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:2. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara faktor demografi (umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga) dengan penggunaan AKDR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru (p-value > 0,05). Salah satu misi dari program KB adalah terciptanya keluarga dengan jumlah anak yang ideal yakni dua anak. Para WUS umumnya menganggap bahwa bila jumlah anak sudah ideal, maka mereka cenderung untuk mengikuti program KB, khususnya jenis alat kontrasepsi jangka panjang, salah satunya adalah AKDR. Simpulan penelitian ini adalah faktor demografi tidak berhubungan dengan penggunaan AKDR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SEL PRE-KANKER SERVIK DARI CITRA MIKROSKOP ELEKTRON Juhesni Juhesni; Ratih Ayuningtiyas; Yessi Jusman
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.947 KB)

Abstract

Kanker rahim adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian wanita di dunia. Risiko wanita terkena penyakit kanker rahim meningkat ketika wanita tersebut mencapai usia 30 tahun. Setelah dijalani dan diinvestigasi, teknik screening memiliki kelemahan dan keterbatasan dari segi persiapan sampel yang tidak memuaskan sehingga berefek kepada ketelitian hasil screening. Di sisi lain, karakteristik yang membedakan antara sel normal dan abnormal memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan kualitas data yang akan didiagnosis oleh patologi. Dengan menggunakan Field Emission Scanning Electron Microscopy (FE-SEM), citra sel serviks yang dilihat di bawah FE-SEM telah digunakan untuk mendiagnosis keabnormalannya. Namun, identifikasi lebih lanjut untuk melihat karakteristik sel serviks citra FE-SEM belum dilakukan. Sehingga, pada penelitian ini difokuskan untuk identifikasi karakteristik sel pre-kanker serviks dengan metode metanol dan mikroskop elektron.

Page 1 of 1 | Total Record : 6