cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
Pengaruh Strategi Know Want To Know –Learned (KWL) Melalui Cerita Rakyat Terhadap Membaca Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Gugus VII Kecamatan Sukawati Tahun Ajaran 2013/2014 ., Kadek Jati Astiti; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4123

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan keterampilan membaca pemahaman siswa, antara kelompok siswa yang menggunakan strategi pembelajaran Know-Want to Know-Learned (KWL) melalui cerita rakyat dengan kelompok siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas V SD di gugus VII Sukawati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus VII Kecamatan Sukawati tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai keterampilan membaca di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Know-Want to Know-Learned melalui cerita rakyat (KWL) melalui cerita rakyat dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran Konvensional (thitung > ttabel ; 5.818 > 2.000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Know-Want to Know-Learned melalui cerita rakyat (KWL) melalui cerita rakyat berpengaruh signifikan terhadap keterampilan membaca pemahaman pada siswa kelas V SD di gugus VII Sukawati.Kata Kunci : Bahasa Indonesia , know-want to know-learned, membaca pemahaman. The objective of this study is to determine the differences of student’s reading comprehension between Group of students which used Know- Want to Know-Learned (KWL) and group of students which used conventional learning of the fifth grade students of SD di gugus VII Sukawati This study was a quasy experiment with the design of the study is a non-Equivalent control group design. The population of this study was conducted to the fifth grade students of SD Gugus VII Sukawati district in academic year 2013/2014. Samples were taken with a random sampling technique. Dates which collected were from the score of reading skill in the experimental class and the control class and collected using a multiple-choice test with one correct answer (post test). Data was analyzed by t-test. The result showed there were significant differences of student’s reading comprehension between students who learned by using Know- Want to Know-Learned (KWL) with students who learned by using conventional learning (tcount > ttabel = 5.818 > 2,000). Thus, we can conclude that know-want to know-learned (KWL)) strategy significantly influence the results of student’s reading comprehension of the fifth grade students of SD Gugus VII Sukawati.keyword : Indonesian, know-want to know-learned, reading comprehension
Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) Berbasis Koneksi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar ., I Nengah Jaya Wicaksana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD Gugus III Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 127 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan model pembelajaran konvensional (thitung = 2,007; ttabel = 1,680). Rata-rata hasil belajar matematika dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis adalah 78 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 67 yang berada pada kategori sedang. Jadi, model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci : CORE, Koneksi Matematis, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between Mathematics student who had learnt using the learning CORE march Connection Mathematical and the student who learnt using the conventional learning model. This research is a quasi-experimental research with post test design only with non equivalent control group design. The population on this research are all class of Elementary School Gugus III Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng which amount 127 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 25 items. The Data were analyses using a descriptive statistic and independent test. The result of this research shows that there is the difference result between the student using learning CORE march Connection Mathematical model occurs on Mathematics students with the students using conventional learning (counted 2.007; table 1.680). Average score of the students learnt with CORE march Connection Mathematical learning is 78, it is considered to be high category. Whereas, 67 occurs on the students learning with conventional model, it is considered to be intermediate category. In this research CORE march Connection Mathematical learning model is preponderant for the results of the students in learning Mathematics.keyword : CORE, Connection Mathematical, learning results.
PENGARUH STRATEGI TOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS V SD NEGERI PADANGBAI* ., I Kadek Dwi Andika Wirawan; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis cerpen antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Strategi TOK (Tiru Olah Kembangkan) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional di kelas V SD Negeri Padangbai Tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Negeri Padangbai tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah populasi 74 siswa. Instrumen yang akan digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah tes kemampuan menulis cerpen siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipótesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis cerpen siswa antara kelompok siswa yang dibelajar dengan strategi TOK dan kelompok siswa yang dibelajar dengan model pembelajaran konvensional. Besarnya thitung adalah 4,479 sedangkan ttabel dengan db = 74 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,379. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel (4,479>2,379) sehingga H0 ditolak dan H¬1 diterima. Dengan demikian, strategi TOK berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen siswa yang diperoleh pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri Padangbai.Kata Kunci : Strategi TOK, Cerpen, Kemampuan Menulis This research aimed at knowing the significant difference on the students’ short story writing skills between the students who were taught by TOK strategy and the students who were taught by conventional teaching strategy on the fifth grade students of SD Negeri Padangbai in the academic year 2013/2014. This study was a semi-experiment research which post test only control group design. The populations of this study were all of the fifth grade elementary students of SD Negeri Padangbai in the academic years 2013/2014, in which consists of 2 classes which were 74 students. The instrument was the short story writing competency’s test and the data analysis used statistic descriptive and statistic inferential by using t test to examine the hypothesis. The results of this study show that there were significant differences on students’ writing competency between the group who was taught by TOK strategy and the group who was taught by using conventional teaching strategy. The tcount was 4,479 while ttable with db=74 and the 5% significance standard was 2,379. It meant tcount was bigger than ttable (4,479 >2,379) so that H0 was rejected, and H1 was accepted. Therefore, TOK strategy has a significant effect on the fifth grade students’ writing competency at SD Negeri Padangbai in the academic year 2013/2014keyword : TOK Strategy, Short Story, Writing Competency
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN 10 PEMECUTAN ., I Kadek Wimpiadi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 10 Pemecutan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 10 Pemecutan. Sampel yang digunakan 2 kelas yaitu kelas IVA sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 37 siswa dan kelas IVB sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa. Jadi total keseluruhan sampel adalah 73 siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti model pembelajaran role playing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas IV SDN 10 Pemecutan. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 2,41 > ttabel 2,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata nilai yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran role playing yaitu sebesar 78,31 dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional yaitu 73,58 maka Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 10 Pemecutan.Kata Kunci : model role playing, keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Abstract Examination to direction this know influence model assembling study role playing about skill speak Indonesia language student IV class SDN 10 Pemecutan. This examination kind is experiment quasi with use to examination design that is nonequivalent control group design.Population examination is whole student class IV in SDN 10 Pemecutan. Sample only 2 class is IVA as control group to amount 37 student and IVB as experiment group to amount 36 student. So, whole total sample is 73 student. Collect analisis with examine t. Examination result that difference show can signification skill speak Indonesia language between student that follow study model role playing with student that follow konvensional study IV class SDN 10 Pemecutan. This is to show by thitung 2,41>ttabel 2,000 so Ho to reject and Ha to receive. Levels value to get between student that study to via model study konvensional is 73,58 so Ha to receive, so with that can influence assembling model study role playing about skill speak Indonesia language student IV class SDN 10 Pemecutan. keyword : model role playing, skill speak Indonesia language.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN BANTUAN MEDIA SOFTWARE PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III DESA BENGKEL KECAMATAN BUSUNGBIU ., Wayan Sastrawan; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together dengan bantuan media software pembelajaran dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Kelas V Gugus III Kecamatan Busungbiu. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri yang ada di gugus III Kecamatan Busungbiu yang berjumlah 182 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Bengkel yang berjumlah 15 siswa sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas V SD Negeri 2 Bengkel yang berjumlah 10 siswa sebagai kelompok eksperimen. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t polled varians). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together dengan bantuan media software pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V gugus III kecamatan Busungbiu. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together dengan bantuan media software pembelajaran lebih tinggi daripada rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : NHT, Media Software, Hasil Belajar This study aims to determine significant differences between groups of students who learned with using cooperative learning model type numbered heads together with the help of media software learning with a group of students who learned with conventional learning against learning outcomes students in science class lesson V Cluster III District Busungbiu . The study was quasi-experimental research . The study population was all students in fifth grade elementary school that is in group III District Busungbiu totaling 182 people . The samples in this study were fifth grade students of SD Negeri 1 Bengkel are total 15 students as a control group and fifth grade students of SD Negeri 2 Bengkel amounting to 10 students as the experimental group . The research sample was determined by random sampling technique . Science learning outcomes data collected using objective tests . Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics ( t-test polled variance ) . Results of this study indicate that there are significant differences in learning outcomes of students who take the cooperative learning model type numbered heads together with the help of media software learning and students who take the conventional teaching fifth grade group III sub Busungbiu . The average score of students learning outcomes IPA group that learned to use cooperative learning model type numbered heads together with the help of media software learning higher than the average score of student learning outcomes ipa group that learned using conventional learning model.keyword : NHT, Media Software, Learning Outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD N 1 SESETAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Ni Made Suartami; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4284

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan : 1) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada siswa kelas IV SD N 1 Sesetan Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua tahapan siklus yaitu siklus I dan siklus II dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDN 1 Sesetan kecamatan Denpasar Selatan yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tekhnik tes dan observasi selama proses tindakan. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasil belajar ditunjukkan rata-rata sebesar 71 %. Selanjutnya pada siklus II juga mengalami peningkatan, hasil belajar sebesar 80 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Pembelajarn Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci : model pembelajaran Inkuiri Terbimbing hasil belajar IPA Abstract This Study aims to reserve current: 1) to improve science student learning outcomes IPA with the applications of guide inquiry learning model assisted worksheet students (LKS) in grade IV SDN 1 Sesetan in learning year 2014/2015. This research to make action class research. Implementation of the research carried out in two cycles, cycle I and cycle II with subject research is fourth grade studentds of SDN 1 Sesetan districts south of Denpasar totaling 28 people. Data collected measures of learning outcomes in the first cycle of learning outcomes showed a rise of 71 %. Furthermore, in the second cycle also increased, learning outcome by 80%. There result lead to the conclusion that the application of a guide inquiry approach to learning can improve student learning outcome IPA. keyword : Determination of guide inquiry learning model, learning outcome IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTERACTION) BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Anak Agung Ngurah Mahendra Putra; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas IV SD di gugus VII di Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD di gugus VII Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 125 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil belajar siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) berbantuan peta konsep memiliki mean (M) = 25,44 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional memiliki mean (M) = 16,2 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) berbantuan peta konsep dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional ( > ). Siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) berbantuan peta konsep menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : ATI, peta konsep, hasil belajar This research purpose for to know the different student learning result of science that learned using the model ATI (Aptitude Treatment Interaction) helped concept maps and students that learned using conventional learning model in IV grade elementary school in cluster VII in Sawan subdistrict academic year 2013/2014 . This research is a quasi experiment with The Posttest-Only Control Group Design. This research population is all the IV grade students in cluster VII Sawan subdistrict academic year 2013/2014, amounting to 125 people. Data collection in this research was conducted using a test method. Test methods used to collect data on student learning result. Data analysis method used is descriptive statistical analysis and test requirements analysis. The research showed that (1) the learning result of students who take lessons with learning model ATI (Aptitude Treatment Interaction) helped concept maps have a mean (M) = 25.44 included in the very high category, (2) the learning result of students with the following conventional learning models have a mean (M) = 16.2 is included in the medium category, (3) there are significant differences in learning result between students who are learning to follow the learning model ATI (Aptitude Treatment Interaction) helped concept maps with students who are learning to follow the conventional learning models ( > ). Students who learn to use learning model ATI (Aptitude Treatment Interaction) helped concept maps showed better learning result than students who learn to follow the learning using conventional learning models.keyword : ATI, concept mapping, learning result
Pengaruh Quantum Reading terhadap Keterampilan Membaca pada Pelajaran Bahasa Indonesia ., I Wayan Widiarta; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Pengaruh Quantum Reading terhadap Keterampilan Membaca pada Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester 2 SD Gugus 2 Tegalalang Tahun Ajaran 2013/2014 Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Siswa Kelas V Semester 2 SD Gugus 2 Tegalalang Tahun Ajaran 2013/2014 Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang merupakan penggabungan nilai keterampilan membaca dengan nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan keterampilan mendengarkan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Pembelajaran Quantum Reading dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional thitung > ttabel (2,04 > 2,000)di dapat rata-rata keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas V yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Quantum Reading lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pengaruh PembelajaranQuantum Reading terhadap Keterampilan Membaca pada Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester 2 SD Gugus 2 Tegalalang Tahun Ajaran 2013/2014 Kata Kunci : Kata-kata kunci : Quantum Reading, keterampilan membaca, dan bahasa Indonesia SD This research is aimed to know the difference of the influence of ” Quantum Reading” learning approach to the reading skill of the 5th grade students at cluster II Tegalalang in Indonesia language subject in 2013/2014 academic year. This research is a quasi experiment which using a nonequivalent control group design. The population of this research are all of 5th grade students in cluster II Tegallalang in academic year 2013/2014. The samples are chosen by using random sampling method. Source value that are gathered are reading skill mark in Indonesia language subjek are analyzed by using “t” test. The result of the research shows that there is a significant difference of the listening skill between the students which by using “Quantum Reading” learning approach and the students which by using conventional teaching method. thitung > ttabel (2,04 > 2,000) the average mark of the Quantum Reading learning approach is higher then the average mark of the students taught by using conventional teaching method. It can be concluded that Quantum Reading learning approach has a positive and significant influence to the listening skill of the 5th grade students of group II Tegallalang Gianyar. keyword : Quantum Reading approach, listening skill.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V SD ., Putu Ayu Melinda Wulandari; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui.(1).perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung,.(2).perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung,.(3).perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif rendah antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung, dan (4) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Pretest-Postest Control Group Design. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan nonequivalent control group design, dengan rancangan analisis faktorial 2x2..Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai Denpasar Barat, yang berjumlah 502 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 96 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan tes berpikir kreatif dan tes hasil belajar yang dianalisis dengan statistik uji Anava AB, uji-t dan uji Tukey. Hasil penelitian diperoleh: (1).hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung (FA=.6,21 dan thitung=.3,05 taraf signifikan 0,05); (2).kelompok siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi, memperoleh hasil belajar IPA lebih tinggi bila belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dibandingkan dengan hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung (Q=.9,06 taraf signifikan 0,05); (3).kelompok siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif rendah, memperoleh hasil belajar IPA lebih rendah bila belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dibandingkan dengan hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung (Q=.4,06 taraf signifikan 0,05); (4).terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar IPA siswa (FAB=.42,82 taraf signifikan 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V SD Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran langsung, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajar IPA This study aimed to determine (1) the significant differences of science learning outcomes between students treated by problem-based learning and direct instruction, (2) the significant differences of students science learning outcomes who have high creative thinking skill between students treated by problem-based learning and direct instruction, (3) the significance differences of students science learning outcomes who had low creative thinking skill between students treated by problem-based learning and direct instruction, and (4) the effect of interaction between learning method and creative thinking skill to students science learning outcomes in fifth grade SD Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai Denpasar Barat in the academic year 2013/2014. This study was experimental study by using pre-test and post-test control group design. This study was a quasi experimental with non-equivalent control group design, with a 2x2 factorial analysis design. The population of the study was all students in the fifth grade SD Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai Denpasar Barat, which amounted to 502 students. The sample was 96 students. The data was gathered by creative thinking test and test result which were statistically analyzed by anava AB, t-test and tukey test. The result obtained: (1).science learning outcomes of students treated by problem-based learning is higher than students treated by direct instruction (FA = 3,05 tcount = 6,21 and the significant level 0.05); (2) group of students who have high creative thinking skill achieving higher science learning outcomes by using problem-based learning.compared with the result of students treated by direct instruction (Q = 9.06 at significant level of 0.05); (3) group of students who have low creative thinking skill achieving lower science learning outcomes by using problem-based learning compared with the result of students treated by direct instruction (Q=.4.06 at significant level 0.05); (4) there is significant effect of interaction between learning method and creative thinking skill to science learning outcomes of the students (FAB = 42,82 at significant level of 0.05. Thus, it can be concluded that problem-based learning effect on science learning outcomes in terms of the creative thinking ability of the students in fifth grade SD Gugus Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai Denpasar Barat in the academic year 2013/2014. keyword : problem-based learning, direct instruction, creative thinking ability, science learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPS SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., Ni Kadek Aryani; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Kaliasem. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V di desa Kaliasem kecamatan Banjar yang berjumlah 119 orang, dengan sampel penelitian 66 orang siswa kelas V di desa Kaliasem yang terdiri dari 35 orang siswa kelas V di SD N 2 Kaliasem sebagai kelas eksperimen dan 31 orang siswa kelas V di SD N 4 Kaliasem sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian pada tes keterampilan berpikir kritis IPS siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TAI sebesar 29,77. Sedangkan rata-rata skor keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 21,24. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 8,53 dan nilai ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran TAI dengan keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional.Kata Kunci : team assisted individualization (TAI), keterampilan berpikir kritis IPS This study aimed to describe the difference between the critical thinking skills of the students that learned using cooperative learning model TAI and students that learned using the conventional teaching fifth grade elementary school students in the village of Kaliasem . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fifth grade students in the village of Banjar Kaliasem districts totaling 119 people , with a sample of 66 students of class V in Kaliasem village consisting of 35 fifth grade students in elementary N 2 Kaliasem as an experimental class and 31 students of class V The SD N 4 Kaliasem as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and inferential statistical analysis ( t-test ) . The results of research on social studies tests critical thinking skills of students showed that the average score of critical thinking skills of students who take social studies learning by using learning models TAI at 29.77 . While the average score of critical thinking skills IPS students who take learning with conventional learning of 21.24 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with a value of t at 8.53 and 2.00 ttable value . Based on these results we can conclude that there are significant differences between IPS critical thinking skills of students who take lessons with TAI learning model with the critical thinking skills of students who take social studies learning with conventional learning methods.keyword : Team Assisted Individualization (TAI), critical thinking skills IPS

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue