cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS VI PANGERAN DIPONOGORO DENPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ida Bagus Indra Pratama Siswadi; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model Creatif Problem Solving berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus VI Pangeran Diponogoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD yang ada di Gugus VI Pangeran Diponegoro yang berjumlah 519 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling dalam penelitian ini dilakukan dengan cara undian yaitu kelas Vb di SD No.11 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 40 siswa dan kelas Va di SD Negeri 7 Pemecutan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 38 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Analisis data menggunakan metode gain skor ternormalisasi dan statistik uji-t. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model Creative Problem Solving berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan kreteria pengujian thitung= 2,500 > ttabel (α= 0,05, 76)= 2,000 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima serta dari perolehan nilai rata-rata gain skor kelas eksperimen = 0,32 > = 0,22 pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Creatif Problem Solving berbantuan media grafis berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus VI Pangeran Diponogoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : model Creatif Problem Solving berbantuan media grafis,hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes that learned through Creative Problem Solving Model -aided graphic media with students that learned through conventional teaching in fifth grade elementary school students Force VI Prince Diponogoro West Denpasar Academic Year 2013/2014 . This research is an experimental research study design with Non- Equivalent Control Group Design . The population in this study were all students in fifth grade elementary schools in Cluster VI Prince Diponegoro who totaled 519 students . Sampling with random sampling technique in the study done by lottery , namely the class Vb in SD 11 Pemecutan as the experimental group numbering 40 students and classes in the Elementary School 7 Va acceleration as the control group numbering 38 students . The data required in this study were collected by the method of multiple-choice objective test usual form . Data analysis using the normalized gain scores and t-test statistics . The results of data analysis showed a significant difference between students' science learning outcomes that learned using the model of Creative Problem Solving aided graphic media with students that learned using conventional learning . This can be seen by testing criteria of t = 2.500 > t table ( α = 0.05 , 76 ) = 2.000 so H0 is rejected and Ha is accepted as well as of the acquisition value of the average gain of the experimental class scores = 0.32 > = 0.22 at control class . It can be concluded that the model of Creative Problem Solving aided graphic media influence on science learning outcomes fifth grade elementary school students Force VI Prince Diponogoro West Denpasar Academic Year 2013/2014 .keyword : Creative Problem Solving Model -assisted graphic media , science learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS METODE BERMAIN PERAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA ., Ni Wayan Pramiti; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus IV Kecamatan Sukawati. Melalui teknik random sampling didapat sampel siswa yaitu kelas IV SDN 1 Batubulan Kangin yang berjumlah 54 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SDN 2 Batubulan Kangin berjumlah 51 orang sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tes berupa hasil belajar Bahasa Indonesia. Hasil test selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, yakni thit = 3,66 sedangkan ttab pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 103 sebesar 2,000, sehingga thit > ttab. Rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual berbasis metode bermain peran lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 70,89 > 64,31. Hal ini berarti terdapat pengaruh pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Sukawati.Kata Kunci : Pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran, hasil belajar bahasa Indonesia This research aimed to find out the significant differences of learning Indonesian outcome between the students who learned it through contextual approximation based Role Play method, and those who learned Indonesian language with conventional method. This research was quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of the research were all of the grade fourth students of elementary school of Gugus 4 Sukawati. By mean of random sampling technique it could be determined that the students sampling as experiment group derived from 54 grade fourth students of SD N 1 Batubulan and 51 grade four students of SDN 2 Batubulan Kangin as group control. The data submitted were result of Indonesian assignment and then were analyzed by statistic testing as test-tThe result of the study showed that there were significant differences of the Indonesian learning outcome of the students who learn it through contextual approximation based Role Play method, and those by conventional method. It could be seen that test-t thit = 3.66 While ttab at significance level 5% with dk = 103 by 2,00 , so thit> ttab. The overage of the students score who learned Indonesian language by contextual approximation based Role Play method were higher than them who it through conventional method as 70,89 > 64,31. It mean that there were influences of contextual approximation based Role Play method toward learning outcome of grade fourth students of SD Gugus 4 Sukawati.keyword : Contextual approximation based Role Play method, Indonesian learning outcome.
Penerapan Model Accelerated Learning Berbantuan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. ., I Putu Sumardika; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar IPA melalui penerapan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif pada siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar, (2) meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif pada siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Data penelitian tentang aktivitas dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan data hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 69,8% kategori "cukup aktif" terjadi peningkatan sebesar 12, 73% pada siklus II menjadi 82,53% kategori "aktif". (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I skor rata-rata sebesar 69,32 dengan persentase 69,32% kategori "sedang", terjadi peningkatan sebesar 12,5% pada siklus II menjadi rata-rata hasil belajar siswa sebesar 81,82 dengan persentase 81,82% kategori "tinggi". Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Kata Kunci : model accelerated learning, multimedia interaktif, aktivitas belajar, dan hasil belajar. The purpose of this research to (1) increase the science learning activity by using accelerated learning model assisted by interactive multimedia on fourth grade students of SDN. 13 Dauh Puri Denpasar, (2) increase the learning result of science learning by using accelerated learning model assisted by interactive multimedia on fourth grade students of SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Desain of this study is classroom action research conducted in two cycles.The research data on the activity collected using observational methods and student learning result data collected using the test method, then the data is analyzed by descriptive. The results of this research is showed (1) an increase in the average percentage of student learning activities in the first cycle of 69,8% moderately active category, an increase of 12,73% in the second cycle becomes 82,53% of active category. (2) an increase in student learning result, namely in the first cycle an average score of 69,32 with a percentage of 69,32% medium category an increase of 12,5% of student learning result in the second cycle to an average of 81,82 with a percentage of 81,82% high category. It can be conclude with the implementation of a model of accelerated learning assisted interactive multimedia instructional can increase the activities an learning result science of the fourth grade students in SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. keyword : accelerated learning, interactive multimedia, learning activities and learning result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA SD KELAS V GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA ., Made Sastrini; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 163 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes keterampilan berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 4,5 dan ttabel = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran generatif, keterampilan berpikir kritis IPA. This study aimed at describing the differences of science critical thinking skill between group of the students who learned with generative learning model and group of the students who learned with conventional learning model at the fifth grade students in elementary school in Gugus III at Tejakula district in the academic year 2013/2014. This study was a quasi-experimental research and used non - equivalent post - test only control group design. The subjects of this study were all of the students in the fifth grade of elementary school in Gugus III at Tejakula district in the academic year 2013/2014. The total numbers of the subject at this study were 165 students. The data were taken through cluster random sampling and the randomized sample was the class. From the total number of the subject in used, 49 students were taken as a subject of this study. The data was collected through critical thinking skill-test in the form of essay. The data was analyzed using descriptive statistic and inferential statistic (T-test). The result of this study showed that there were significance differences of science critical thinking skill between group of the students who learned with generative learning model and group of the students who learned with conventional learning model. It can be seen that T-count = 4.5 and T-table = 2.021. From the data above it can be concluded that T-count is higher than T-table. The result of the study can be said that the group of the students who learned with generative learning model is better than the group of the students who learned with conventional learning model.keyword : generative learning model, science critical thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS V KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Gede Agus Darmawan; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan jumlah populasi 128 siswa. Sampel penelitian ini adalah SD No. 4 Tamblang yang berjumlah 20 orang siswa dan SD No. 6 Tamblang yang berjumlah 19 orang siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 5,5 > ttabel = 2,042) dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) yaitu 25,6, yang berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 18,89 yang berada pada kategori cukup. Ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Jadi, model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : model pembelajaran Group Investigation, hasil belajar IPA. This research aimed to determine differences in Science learning outcomes significantly between groups of students who take Cooperative learning model type Group Investigation (GI) and a group of students who take conventional learning models.This research is a quasi experimental study. The population of this study are all 5th grade elementary school students in Cluster V Kubutambahan Buleleng District of academic year 2013/2014 with a population of 128 students. The sample of Elementary School was SD 4 Tamblang totaling 20 students and SD 6 Tamblang totaling 19 students. Samples were taken by random sampling. The data collected in this research is the result of learning Science. Form of Science achievement test which used a multiple choice. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there are differences in Science learning outcomes significantly between groups of students who take Cooperative learning model of type Group Investigation (GI) with a group of students who take conventional learning models. This is indicated by (thitung = 5,5 > ttabel = 2,042) and is supported by the difference in the average score by the students who take the Cooperative Learning Model Type Group Investigation (GI) is 25.6 which is in the best category, and students who learn using conventional learning models 18.89 which is in the pretty category. This means that there is a difference in student significantly learning outcomes between groups of students who are learning using cooperative learning models of type Group Investigation and students who are learning to follow the conventional model of learning in the 5th grade elementary school students in the District V Cluster Kubutambahan Buleleng regency. Thus, a model of type Group Investigation Cooperative learning affects students' learning outcomes in Science learning.keyword : learning model Group Investigation, Science learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., Ni Ketut Sariadi; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2562

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Asahduren Tahun Pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang hasil belajar IPA diperoleh dengan metode tes. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V SD Negeri 1 Asahduren yang berjumlah 22 orang. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus diadakan 3 kali pertemuan. Pertemuan I dan II untuk pembelajaran, serta pertemuan III pemberian tes untuk pertemuan I dan II sebelumnya. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Rata-rata persentase tingkat hasil belajar IPA siswa dari prestasi awal sebesar 63,33% dengan kreteria rendah menjadi 78,6% dengan kreteria sedang pada siklus I. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 15,27%. Terjadi peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah dari prestasi siklus I sebesar 78,6% dengan kreteria sedang, menjadi 89,05% dengan kreteria tinggi pada siklus II. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 10,99%. Hal ini menunjukkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar IPA The kind of this research is action-based reseach, which aims at knowing the increase of science learning after the implementation of problem-based learning model on Class V students in SD Negeri 1 Asahduren in the academic year 2013/2014. The data of this research is obtained by using test method. This research involves class V students in SD Negeri 1 Asahduren which consisted of 22 students. This research is conducted with two cycles. There are 3 meetings in each cycle. The first and second meeting are for learning, and the third meeting is for test. Data is analyzed by using statistical analysis of quantitative methods. The average percentage of the results of students’ science learning from the initial achievement was 63,33% which is considered to be low, has increased to be 78,6% which is considered to be moderate on cycle I. It means there is improvement of 15,27%. There is also an improvement on the students’ results after the implementation problem-based learning from the achievement on cycle 1 to be 78,6% which is considered to be moderate, it becomes 89,05% which is considered high on cycle II. It means there is improvement of 10,99%. This shows that the implementation of Problem-Based Learning can increase the results of students on learning science. keyword : Problem-Based Learning, the results of science learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERBASIS MASALAH TERBUKA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 8 BLAHBATUH ., Ni Wayan Listiani; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Metakognitif berbasis masalah terbuka dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 8 Blahbatuh tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 8 Blahbatuh berjumlah 145 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 76 siswa yang masing-masing kelompok eksperimen berjumlah 41 dan kelompok kontrol 35 orang siswa. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan instrumen berupa tes essay. Kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Metakognitif berbasis masalah terbuka dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari hasil analisis uji-t diperoleh bahwa thit =5,20 > ttab ( =0,05, 74)= 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata kelompok eksperimen 76,22 > 66,36 nilai rata-rata kelompok kontrol. Demikian pula. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Metakognitif berbasis masalah terbuka berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 8 Blahbatuh tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : metakognitif berbasis masalah terbuka, hasil belajar Abstract This study aims to determine significant differences in learning outcome between students that learned math using problem-based learning model Metacognitive open to students that learned using conventional teaching the fifth grade SD 8 Blahbatuh District school year 2013/2014. This research was a quasi-experimental design using "Nonequivalent Control Group Design". The population in this study were all students of class V SD VIII Blahbatuh District totaling 145 students. Sampling using random sampling, amounting to 76 students each experimental group numbered 41 and the control group of 35 students. Mathematics learning outcomes data collected by instruments such as essay tests. Then the data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences between students that learned to use problem-based learning model Metacognitive open to students that learned using conventional learning. This is evident from the results of t-test analysis found that thit = 5.20> ttab ( = 0.05, 74) = 2.000 with an average value acquisition experimental group 76.22 > 66.36 average value of the control group. Similarly. So, it can be concluded that the problem-based learning model Metacognitive open affects the outresult of the fifth grade students learn math SD 8 Blahbatuh District school year 2013/2014.keyword : metacognitive problem-based open, learning outcome
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KESIMAN DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Nengah Kadek Selamet; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hasil belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), 2) Mendeskripsikan hasil belajar matematika melalui penerapan pembelajaran konvensional, 3) Mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang belajar melalui penerapan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Negeri 1 Kesiman Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Kesiman Denpasar. Populasi penelitian adalah siswa kelas V semester II pada tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 2 kelas dan terdiri dari 71 siswa. Sampel penelitian yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelas VB dengan penerapan pembelajaran konvensional. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif berupa hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persen rata-rata gain skor ternormalisasi (NGS) siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI sebesar 75,2 dan kelompok siswa dengan penerapan pembelajaran konvensional sebesar 56,2. Uji independent sample t-test dengan menggunakan SPSS 15 for Windows menunjukkan signifikansi 0,000. Signifikansi < 0,05, sehingga Ho ditolak. Berarti terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan. Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 1 Kesiman Denpasar.Kata Kunci : Group Investigation, hasil belajar matematika This research aims to 1) describe the mathematics learning outcomes through the implementation of cooperative learning model type Group Investigation (GI), 2) describe the mathematics learning outcomes through the implementation of conventional learning, 3) determine significant differences in learning outcomes between students who are learning mathematics through the implementation of cooperative learning model GI type with students who studies with the implementation of conventional learning fifth grade students of SD Negeri 1 Kesiman Denpasar academic year 2013/2014. This research carried on in SD Negeri 1 Kesiman Denpasar. The population is second semester of fifth grade students consist of 2 classes and 71 students. The sample is grade VA as experiment class with implementation of cooperative learning model GI cooperative learning model type and grade VB with the implementation of conventional learning. Data were collected is quantitative data of mathematical learning outcomes. Based on the research result obtained by the average percent of normalized gain scores of students with the implementation of cooperative learning model GI type is 75,2 and the group students with the implementation of conventional learning is 56,2. Independent sample t-test using SPSS 15 for windows shows significance 0,000. Significance < 0,000, so that Ho is rejected. It can be concluded the implementation of cooperative learning model GI type influence on mathematics learning outcomes of fifth grade students of SD Negeri 1 Kesiman Denpasar.keyword : Group Investigation, outcomes of mathematics learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS 4 BATURITI di KABUPATEN TABANAN ., Ni Putu Lisdayanti; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1962

Abstract

Tujuan penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif talking stick berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 4 Baturiti. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus 4 Baturiti yang terdiri dari 6 SD yang berjumlah 157 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai kognitif siswa. Nilai kognitif yang dikumpulkan menggunakan tes dalam bentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif talking stick berbantuan media gambar dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional, untuk taraf signifikansi 5% dengan dk=61, t hitung > ttabel yang artinya Ha diterima (thitung = 3,714 ; ttabel = 2,000), artinya nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model kooperatif talking stick berbantuan media gambar lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (78,16>73,90). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif talking stick berbantuan media gambar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 4 Baturiti di Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Talking Stick, Hasil belajar IPA The purpose of this experiment research was to know the significant differenceof results science learning between students that followed learning the talking stick cooperative model by assist media image with students who took learning conventional at the fifth grade students of SD Clusser 4 Baturiti. This research is a quasi experimental research ( quasi experimental ) with the experimental design Nonequivalent Control Group Design. The research population were the fifth grade student of SD Clusser 4 Baturiti consisted of the 6 primary school amount 157 students. Samples were taken by a random sampling technique. The data collected were cognitive scores of student. Cognitive scores that were collected using a multiple choice test in forming of general. Data were analyzed using t-test. Research results showed that there were the significant differences at student results of learning science who used learning the talking stick cooperative model by assist mediai image with students who carried out learning conventional for significance level 5% with dk= 61. thitung > ttable that means Ha accepted ( thitung = 3,714 ; ttable = 2,000), meaning that the average scores of student science results of the fifth who learned with the talking stick cooperative model by assist media images is higher than students who learned by learning conventional ( 78,16 > 73,90 ). Thus, could be concluded that aplications of the talking stick cooperatif model by assist media images effects significant and positive toward Science learning results of the fifth grade student of SD Clusser 4 Baturiti Tabanan regency at term year 2013/2014.keyword : Talking Stick, Science learning results
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 TIBUBENENG BADUNG ., Ni Luh Irma Wijeyanti; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 2 Tibubeneng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 2 Tibubeneng yang berjumlah 106 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VB sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 35 orang dan siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 36 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk soal pilihan ganda biasa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas V yang dibelajarkan melalui model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) lebih besar dari siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (83,57>73,71). Serta melalui uji hipotesis diperoleh thit = 6,32 ≥ ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA Siswa kelas V SD Negeri 2 Tibubeneng Badung.Kata Kunci : Learning cycle 5E, peta konsep (concept mapping), hasil belajar IPA This research is aimed to find out the significant difference of the result of IPA subject learning between a group of students who learned through learning cycle 5E using concept mapping with a group of students who learned through conventional study in students of class V SD Negeri 2 Tibubeneng. This research is a pseudo experiment research used Nonequivalent Control Group Design as the research design. The population of this research is the whole students of grade V in SD Negeri 2 Tibubeneng which are 106 students. The sample of this research is determined by conducted random sampling technique with the result of the draw which are the students classes VB as the experimental group consists of 35 students and the students classes VA as the control group consists of 36 students. In collecting the data of the research, the method of objective type tests are multiple choice question form is employed. Moreover, the collected data were analyzed using statistical analysis method of inferensial (test-t). Based on the result of the analysis of the data; the average results obtained studying IPA for grade V who learned through learning cycle 5E using concept mapping assisted more than students who learned through conventional study (83,57 > 73,71). As well as the hypothesis testing obtained ttest = 6,32 > t tabel =2,000 on 5% significance. It can be concluded that there is a significant difference study result of IPA subject between a group of students who learned through learning cycle 5E using concept mapping with a group of students who learned through conventional study. Therefore, it can be concluded that the learning cycle 5E using concept mapping influence significantly to learning outcomes IPA subject grade V SD Negeri 2 Tibubeneng Badung.keyword : Learning Cycle 5E, Concept Mapping, IPA learning outcomes.

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue