cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS YOS SUDARSO DENPASAR ., I Made Suryanta; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Scramble berbantuan media gambar animasi dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvesional pada siswa kelas V Semester I SD Gugus Yos Sudarso Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain nonequivalent post test only control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Yos Sudarso Sanur Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah SD N 12 Sanur dengan jumlah siswa 39 orang, sebagai kelompok eksperimen dan SD N 2 Sanur, dengan jumlah siswa 45 orang, sebagai kelompok kontrol. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sistem random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data tentang hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda biasa, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran scramble berbantuan media gambar animasi dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 3,18 > ttabel = 2,00; ά=0,05). Berdasarkan rata-rata hasil belajar IPA, diketahui siswa yang mengikuti model pembelajaran scramble berbantuan media gambar animasi lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional ( = 77,05 > = 69,21). Dengan demikian, model pembelajaran scramble berbantuan media gambar animasi berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V Semester I SD Gugus Yos Sudarso Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014Kata Kunci : Model pembelajaran scramble, media gambar animasi, hasil belajar IPA The purpose of research was to the determining significant differences in outcome between groups of students that learning science using Scramble learning model assisted by media animation picture that learned with a group of students that learned using conventional learning in class 5th elementary school Yos Sudarso Cluster South Denpasar in 2013/2014 Academic Year. This research is a quasi-experimental research design using nonequivalent post-test only control group design . The population in this study were all of students of in class 5th elementary school cluster Yos Sudarso South Denpasar Sanur 2013/2014 academic year. The sample was 12th Sanur elementary school the group of students was 39 people , as the experimental group and Sanur 2 has elementary school 2, the group of students was 45 people , as a control group . The sample selection system with random sampling technique . the collecting data in this study was conducted using the test . Data on students' science learning outcomes were collected using a regular multiple choice test , and then analyzed using t-test . The results showed that , there are significant differences in outcome between groups of students learn science that wich learned with the media assisted learning model scramble assisted by media animation picture with a group of students who take conventional learning models ( of t = 3.18 > t table = 2.00 ; ά = 0.05 ) . Based on the average of the results of learning science , known that the students who follow the learning model scramble assisted by media animation picture better than of the student in learning with the conventional model ( = 77.05 > = 69.21 ) . Thus , a media assisted learning model scramble assisted by media animation picture has in significant affect the results of fifth grade students wich learning science Yos Sudarso elementary school cluster in South Denpasar 2013/2014 academic year.keyword : Scramble learning model, media animation picture, science learning outcomes
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA ., Ni Kadek Dwi Adnyani; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3787

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa pada proses pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran IPA siswa Kelas IV SD Negeri 1 Tigawasa Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran IPA siswa Kelas IV SD Negeri 1 Tigawasa Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa Kelas IV SD Negeri 1 Tigawasa Tahun Ajaran 2013/2014, sebanyak 17 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 1 Tigawasa Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Data awal persentase aktivitas belajar siswa sebesar 52,5%, terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 68,48% berada pada katagori aktif ternyata terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 76,44% berada pada katagori sangat aktif. (2) implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 1 Tigawasa Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Data awal persentase hasil belajar siswa sebesar 52,94% , terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 76,47% berada pada katagori baik ternyata terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 88,23% berada pada katagori sangat baik. Jadi, simpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan implementasi model pembelajaran berbasis masalah. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran IPA, aktivitas, hasil belajar This present study aimed (1) To investigating the improvement of student learning activities in the teaching and learning process with the implementation of problem-based learning in teaching science in IV grade of SD N 1Tigawasa academic year 2013/2014, (2) To improve the student learning outcomes after the implementation of problem based in teaching science in class IV of SD N 1Tigawasa in the academic year 2013/2014. This study is a classroom action research was conducted in two cycles. The subjects were students of class IV of SD N 1 Tigawasa in the academic Year2013/2014, there are 17 students. The data collection in this study was conducted using of observation and tests. Data were analyzed using descriptive-quantitative analysis method. The results showed that, (1) the implementation of problem-based learning can improve student learning activities in teaching science in class IV of SD N 1Tigawasa in the academic year 2013/2014. The data preliminary observation on percentage of students' learning activity by 52.5%, and increase in cycle I to 68.48% in the active category and increase in cycle II to 76.44% at the very active category. (2) The implementation of problem-based learning model can improve student learning outcomes in science teaching Fourth Grade SD Negeri 1 Tigawasa Buleleng in the academic Year 2013/2014. The data The data preliminary on percentage of student learning outcomes at 52.94%, an increase in cycle I to 76.47% in the category of well that was an improvement in cycle II to 88.23% at the very good category. The conclusion of this study there is an improvement activity and student learning outcomes in learning science with the implementation of problem-based learning.keyword : Problem-based learning, learning science, activities, learning outcomes.
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Gugus II Kecamatan Karangasem ., I Komang Ngurah Wardana; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Role Playing dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari 7 sekolah yaitu SD N 1 Subagan, SD N 5 Subagan, SD N 6 Subagan, SD N 1 Pertima, SD N 4 Pertima, SD N 4 Bugbug, SD N 5 Bugbug. Jumlah keseluruhan populasi adalah 160 orang siswa. Sampel penelitian ini adalah SD Negeri 5 subagan sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 33 orang siswa dan SD Negeri 4 Pertima sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 orang siswa. Penilain keterampilan berbicara dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang terdiri dari lima aspek kebahasaan meliputi pelafalan, intonasi, struktur kata/kalimat, kelancaran, dan pemahaman/ekspresi. masing-masing aspek memiliki rentang nilai 1-5. Dari hasil pengujian normalitas untuk data kelompok eksperimen nilai X2hit = 7,13 dan X2tab = 11,07 sedangkan untuk kelompok kontrol nilai X2hit = 4,36 dan X2tab = 11,07. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X2hit< X2tab artinya keterampilan berbicara bahasa Indonesia normal dan homogen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t, dari perhitungannya didapat thitung = 3,29 sedangkan ttab dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 61 adalah 2,000 yang berarti thit > ttab yang menyatakan model pembelajaran role playing berpengaruh terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Kata Kunci : Model Pembelajaran Role Playing, Keterampilan berbicara, dan bahasa Indonesia SD This study aims to determine the differences between Indonesian speaking skills of students that learned through role playing with a model of learning that students be taught through conventional teaching in the fifth grade of elementary students in Cluster II Karangasem district, Karangasem regency, school year 2013/2014. This study is a quasi-experimental study research design used was Nonequivalent Control Group Design. The study population consisted of 7 schools SDN 1 Subagan, SDN 5 Subagan, SDN 6 Subagan, SDN 1 Pertima, SDN 4 Pertima, SDN 4 Bugbug, SDN 5 Bugbug. The total population is 160 students. The sample was SD Negeri 5 subagan as a classroom experiment with 33 students and SD Negeri 4 Pertima as a control class with the number of 30 students. Speaking skills assessment done by using an assessment rubric consisting of five aspects of language covers pronunciation, intonation, grammar/sentence, fluency, and comprehension/ expression. Each aspect has a value range of 1-5. Of normality test results for the experimental group the data value X2hit = 7,13 and X2tab = 11.07 while for the control group, value of X2hit = 4,36 and X2tab = 11,07. It can be concluded that the X2hit < X2tab means the normal skills of speaking Indonesian and homogeneous. Hypothesis testing is done by t-test, the calculation is obtained from thitung = 3,29 while ttable with a significance level of 5% and dk= 61 is 2.000 which means thit> ttab stating learning model role playing influence on Indonesian speaking skills. keyword : Learning Model Role Playing, speaking skills, and Indonesian language for elementary school *
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V ., Donnie Weda Dharmawan; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai keterampilan berbicara antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran role playing dan siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus VI Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 184 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Data keterampilan berbicara siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi berupa rubrik penilaian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji t-polled varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan nilai keterampilan berbicara antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran role playing dan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional (thitung = 8,19 dan ttabel = 2). Siswa yang mengikuti pembelajaran pembelajaran dengan model role playing memperoleh rata-rata nilai keterampilan berbicara yaitu = 83,80 berada pada kategori sangat baik. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata nilai 60,08 berada pada kategori cukup. Jadi model pembelajaran role playing berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa.Kata Kunci : role playing, keterampilan berbicara The purpose of this research was to recognize the differences between the students that taught with role playing learning model and those that taught with conventional learning model. This research was a quasi experimental research using post test design only with non equivalent control group design. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Gugus VI Kecamatan Buleleng, with the total 184 students. The samples were determined by using random sampling technique. In collecting the data, the writter uses observation sheet, which had some indicators on it. The data were analysed using a descriptive statistic and inferencial statistic. The result of this research showed that there were the differences between the students taught with role playing learning model and taught with conventional model learning (tarithmetic = 8.19 ; ttable = 2). The average score of the students taught with role playing model learning is 83.80 it is considered to be excellent. Whereas those taught with conventional learning model is 60.08 it is considered to be enough category. In this research role playing model learning can be considered to be significant in developing student speak skills.keyword : role playing, speak skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD ., I Wayan Diana Putra; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Terpadu Tipe Connected dengan kelompok siswa yang mengikuti model pengajaran Konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design dengan melibatkan sampel sebanyak 50 siswa SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar IPS adalah tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Terpadu Tipe Connected dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 3,69 > ttabel = 2,00). Dengan demikian, model pembelajaran Terpadu Tipe Connected berpengaruh terhadap hasil belajar IPS.Kata Kunci : Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected, hasil belajar IPS This research aimed to investigating significant difference of stundent’s learning outcomes of social science between fifth grade students taught by Integrated learning model Connected Type map and fifth grade students taught Conventional teaching model at elementary schools in Penglatan Village Buleleng Subdistrict Buleleng Regency. This study was quasi-experiment using the non-equivalent post-test only control group design involving 50 elementary school students in Penglatan Village altogether selected using simple random sampling technique. The data about student’s learning outcomes of social science were obtained using expanded multiple choice test. The data were analyzed statistically using descriptive and inferential analysis. Inferential statistics used t-test. The result of the research there was a significant difference of stundent’s learning outcomes of social science between fifth grade students taught by Integrated learning model Connected Type with learning outcomes and fifth grade students taught Conventional teaching model (tobserve = 3,69> ttable = 2,00). Based on the research result, Integrated learning model Connected Type assisted affected significantly stundent’s learning outcomes of social science. keyword : Integrated learning model Connected Type, learning outcomes of social science
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS V SD SEMESTER GANJIL DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Komang Heriasa; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas V di gugus VI Kecamatan Buleleng, (2) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas V di gugus VI Kecamatan Buleleng, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan deskripsi antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kontekstual dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di gugus VI Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah SD No. 1 Kampung baru sebagai kelas eksperimen dan SD No. 2 Kampung Baru sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling. Data keterampilan menulis karangan deskripsi siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelompok kontrol sebesar 46,93 dan berada pada kategori kurang, (2) rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelompok ekperimen sebesar 81,79 dan berada pada kategori sangat baik, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis karangan deskripsi antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kontekstual dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional (thitung=7,28 > ttabel=1,671).Kata Kunci : Pendekatan Kontekstual, keterampilan menulis deskripsi The research aims to (1) describing writing description essay skills at studedent learned with convensional approach at fifth grade student in group of six buleleng districts, (2) describing writing description essay skills at student learned with contextual at fifth grade student in group of six buleleng district, and (3) determine significantly differences writing description essay skills among student learned with contextual approach and student learned with convensional approach at fifth grade student in group of six buleleng districts. This research was quasi exsperiment research with Post Test Only with Non Equivalent Control Group Design. The population of this research is student class V in lesson 2013/2014 in elementary school gruop of VI Buleleng district. Sample of this research is elemantary school 1 Kampung Baru as control class and elemantary school 2 Kampung Baru as exsperiment class. Sample choosed with random sampling technic. Writing description essay skills data of student collected using method test. The data collected were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics ,(t-test). The result of research indicate that (1) writing description essay skills of student control group have average score of 46,93 with less categories, (2) writing description essay skills of student experiment group have average score 0f 81,79 with very high categories and (3) there are differences writing description essay skills in significantly among the group of student learned the contextual approach and group of student that learned the convensional approach (t result = 7,28 > t table = 1,671).keyword : contextual approach, writing description skills
PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V GUGUS XII KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG ., Ni Luh Putu Evytasari Pebriani; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode Storytelling dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus XII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus XII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 185 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas V SD No. 2 Banyuasri yang berjumlah 35 orang dan kelas V SD No. 5 Banyuasri yang berjumlah 35 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Data keterampilan berbicara dikumpulkan dengan lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode Storytelling dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel). Nilai thitung = 9,91, sedangkan nilai ttabel = 2,021. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata keterampilan berbicara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Storytelling adalah 32,78 lebih besar dari rata-rata keterampilan berbicara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional adalah 28,5. Hal ini berarti penerapan metode Storytelling berpengaruh pada keterampilan berbicara siswa kelas V di gugus XII kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Keterampilan berbicara, metode Storytelling The The aim of this study is to find out the difference of speaking skill between students who are taught by using Storytelling method and the students who are taught by using conventional teaching technique in Grade V students of Gugus XII, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng in the academic year 2013/2014. The type of this study is quasi experiment. The population is grade V students in Gugus XII, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng in the academic year 2013/2014, which are 185 students. While the sample is 35 students of grade V in SD No. 2 Banyuasri and 35 students of grade V in SD No. 5 Banyuasri. The data is collected by using observation method. The speaking skill data is collected by using observation sheet. The collected data is then analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (t-test). The results of this study show that there is a significant difference of speaking skill between students who are taught by using Storytelling method and the students who are taught by using conventional teaching technique, where the thitung is more that the ttabel (thitung>ttabel). The value of the thitung is 9.91 while the ttabel is 2.021. The comparison of the average calculation result of students’ speaking skill who are taught by using Storytelling method is 32.78, it is more that the average of students’ speaking skill taught by conventional teaching technique, which is 28.5. This means that the application of the Storytelling method affects the speaking skill ability of grade V students in Gugus XII, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng in the academic year 2013/2014.keyword : Speaking skill, Storytelling method
PENGARUH MODEL POE DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Wayan Cahyani; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3104

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai rendanya hasil belajar IPA yang ditunjukan dengan rata-rata 76,32%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang menggunakan model POE dan kelompok siswa yang menggunakan model konvensional, (2) Pengaruh interaksi model pembjaran dengan minat belajar, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa mengikuti model POE dan model konvensional pada siswa yang memilkii minat belajar tinggi, (4) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model POE dan model konvensionalpada siswa yang memiliki minat rendah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus VI Kecamatan Tegallalang yang berjumlah 106 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling yakni berjumlah 72 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes objektif dan data minat belajar dikumpulkan dengan kuesioner minat belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis anava 2 jalur. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model POE dan model konvensional, (2) terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan minat belajar, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara model POE dan model konvensional pada kelompok siswa minat tinggi, (4) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara model POE dan model konvensional pada siswa minat rendah. Disimpulkan bahwa model pembelajaran POE dan minat belajar memberikan pengaruh signifikan yang terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model POE, Minat Belajar, Hasil Belajar IPA The research that about low science result studenst so that the purpose of this research was to recognize (1) the differences science result between students who were taught by POE learning model and the students who were taught by conventional learning model, (2) interaction impact between learning model and interest in learning, (3) the differences science result of students who had high interest in learning by POE learning of convensionl learning model , (4) the differences science result of students who had low interest in learning with the convensional learning model. This research is a quasi experimental research using post test design only with non equivalent control group design. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Gugus VI Kecamatan Tegallalang, with the total 106 students. The samples were determined by using random sampling technique with the total 72 students. In collecting the data, the writer uses objective test and questionnaire. The objective test was used to collect the result of study and the questionnaire was used to collect the interest in learning data. The data were analysed using an ANAVA two section. The result of this research showed that : (1) there were the differences science result between the students that taught by POE learning model and impact students that taught by conventional learning model, (2) there were interaction between learning model and interest in learning through science result. 3) The student which is in high interest in learning group, there were differences science result between the students that taught with POE learning model and those that taught by conventional learning model, 4) The student which is in low interest in learning group, there were differences between the students that taught by POE learning model and those that taught by conventional learning model. In this research POE learning model and interest in learning can be considered to be significant in science resultkeyword : POE learning models, Science Results, Interest in Learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Gede Dwi Cahyadi Putra; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2531

Abstract

Hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus 1 kecamatan Buleleng masih tergolong rendah, untuk itu dipandang perlu diadakan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran konflik kognitif bermuatan tri hita karana terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran konflik kognitif bermuatan tri hita karana, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model konflik kognitif bermuatan tri hita karana dan siswa yang belajar model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus I kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 9 kelas, yaitu kelas A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, dan A9 yang berjumlah 242 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Hasil random memperoleh SD Negeri 6 Banyuning dan SD Negeri 5 Banyuning. Jumlah sampel yang diambil adalah 62 siswa. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda, selanjutnya dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) deskripsi data dengan model pembelajaran Konflik Kognitif bermuatan tri hita karana adalah modus 23,98, median 23,26, mean 22,93, berada pada kategori sangat tinggi, (2) deskripsi data dengan model pembelajaran konvensional adalah modus 17,95, median 18,41, mean 18,68 berada pada kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran Konflik Kognitif bermuatan tri hita karana dan yang belajar dengan model pembelajaran konvensional dengan t hitung 6,205>t tabel 2,000. Dengan demikian, model pembelajaran konflik kognitif bermuatan tri hita karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPA dan efektif dipergunakan dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran konflik kognitif, tri hita karana, hasil belajar IPA Science learning outcomes of students in class V SD cluster I Buleleng districts still relatively low, it is necessary to more carefully conducted studies on the effects of cognitive learning model conflict-charged tri hita karana on learning outcomes IPA. This study aims to (1) describe the learning outcomes of students studying science learning model of cognitive conflict-charged tri hita karana, (2) describe the learning outcomes of students studying science with conventional learning models, and (3) determine differences in learning outcomes of students studying science with cognitive conflict model of charged tri hita karana and students who study conventional learning models in fifth grade elementary school students in Cluster I Buleleng districts school year 2013/2014. This research is a quasi experimental study. The population was fifth grade elementary school in Cluster I Buleleng academic year 2013/2014, amounting to 9 classes, A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, and A9 which totaled 242 students. Samples were taken with a random sampling technique. Results of random gained 6 Banyuning Elementary School and Elementary School 5 Banyuning. The number of samples taken is 62 students. The data were taken using a multiple-choice test instrument, then analyzed with descriptive statistical analysis and inferential statistics, namely t-test to test for differences in student learning outcomes. Results showed (1) a description of the data with the model of learning Cognitive Conflict tri hita karana was charged 23.98 mode, median 23.26, mean 22.93, are at very high category, (2) a description of the data with conventional learning model was modus 17.95, median 18.41, mean 18.68 at the high category, and (3) there are differences in learning outcomes of students studying science learning model of Cognitive Conflict-charged tri hita karana and learning with conventional learning models with t hitung 6,205>t tabel 2,000. Thus, the learning model of cognitive conflict-charged tri hita karana influence on science learning outcomes and effectively used in improving student learning outcomes science class V compared with conventional learning models.keyword : learning model of cognitive conflict, tri hita karana, learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE CONCEPTUAL INTRUCTION (ICI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Komang Eni Ernawati; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Interactive Conceptual Intruction ICI dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Tegallalang Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus I Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar yang berjumlah 158 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen test pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 10,94 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 1,98). Hal ini berarti thitung > ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Interactive Conceptual Intruction dan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional. Siswa yang mengikuti pembelajaran pembelajaran dengan model Interactive Conceptual Intruction memperoleh rata-rata skor hasil belajar yaitu = 25,53 berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh skor hasil belajar 19,07 berada pada kategori tinggi. Jadi model pembelajaran Interactive Conceptual Intruction berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Interactive Conceptual Intruction, IPA, hasil belajar The purpose of this research was to recognize the differences between the students that taught with ICI learning model and those that taught with conventional learning model at grade V Elementary School Gugus I Kecamatan Tegallalang in academic year 2013/2014. This research was a quasi experimental research using post test design only with non equivalent control group design. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Gugus VI Kecamatan Buleleng, with the total 158 students. The samples were determined by using random sampling technique. In collecting the data, the writer uses test. The data were analysed using a descriptive statistic and inferencial statistic. The result of this research showed that there were the differences between the students taught with ICI learning model and taught with conventional model learning (tvalue = 10,98 ; ttable = 1,98). The average score of the students taught with ICI learning model is 25,53 it is considered to be higher. Whereas those taught with conventional learning model is 19,07 it is considered to be high category. In this research ICI learning model can be considered to be significant in developing student study result.keyword : Interactive Conceptual Intruction, science, study result

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue