cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): Juli" : 315 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS II KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., Kadek Dwi Dharma Ariani; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10892

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional; 2) untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran Examples Non Examples; 3) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA anatar kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran examples non examples dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sd di Gugus II Kecamatan Kubutamabahan Tahun Pelajaran 2016/2017.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus II Kecamatan Kubutambahan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 5 Kubutambahan berjumalah 23 orang dan kelas V Sd Negeri 3 Kubutambahan berjumalah 27 orang. Instrument pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t independent). Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata skor hasil belajar IPA antara Kelompok belajar Ekperimen dan kelompok kontrol yaitu 21,11 > 17,35. Dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung = 4,302 > ttabel = 2,021. Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa anatar kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran examples non examples dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Examples Non Examples berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA.Kata Kunci : Hasil belajar IPA, Model pembelajaran Examples Non Examples, model konvensional This research aimed to: 1) to described the science learning outcomes of students who take convensional model; 2) to described the science learning outcomes of students who take examples non examples model; 3)to determine the science learning outcomes differences between students who were thaught by used examples non examples model and convensional learning model in fifth garde elementary school students in cluster II Kubutambahan district Buleleng regency 2016/2017 school year. The research was a quasi-experiment. The population was fifth garde in cluster II Kubutambahan district. The samples of this research were fifth garde in SD Negeri 3 Kubutamabahan were 23 students and SD Negeri 5 Kubutambahan were 27 students. The instrument of this research in test instrument. Data were analyzed using descriptive statistic and inferensial statistic (t-test). The results showed that a description of the result of science learning in the experimental group scores tend to be high then of the students in control group is 21,11 > 17,35. By using t-test obtained t-count is bigger than t-table (tcount = 4,302 > ttable = 2,021). It means that there are significant differences of students science learning outcomes among the group of students that learned with Examples Non Examples learning model and group of students that learned by convensional learning models. So, it can be concluded that learning with Examples Non Examples learning models has a positive effect on improving science learning outcomes students.keyword : science learning outcomes, examples non examples models, convensional models
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Nengah Juliantari; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Media Gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu.Rancangan kuasi eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SDN 2 Kawan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 orang dan SDN 5 Kawan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 29 orang. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 10,11 dan ttabel pada taraf signifikan 5% = 2,004 dan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 21,28 lebih besar dari skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 13,9. Hal ini berarti thitung > ttabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar, IPS, think pair share This study aims to determine the difference between IPS learning outcomes between students who follow the Learning Model Think Pair Share (TPS) with the help of Picture Media with students who follow conventional learning in third grade students in Bangli district court II of 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental research.The quasi experimental design used in this study is post-test only control group design. The population of this research is all students in third grade students in Bangli district court II of 2016/2017. The sample was determined by random sampling technique and obtained SDN 2 Kawan as experiment class which amounted to 28 people and SDN 5 Kawan as control class which amounted to 29 people.The students' IPS learning result data was collected using multiple choice-shaped test method.The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on result of data analysis, obtained tcount = 10,11 and ttable at significant level 5% = 2,004 and experiment group average score is 21,28 bigger than average score of control group that is 13,9.This means tcount> ttable, so it can be stated that there is a significant difference of IPS learning outcomes between students who follow the learning with Think Pair Share (TPS) model assisted picture media with students who follow conventional learning.keyword : learning outcomes, IPS, think pair share
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Wayan Marta Suantara; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 130 orang. Sebanyak 59 orang siswa yang terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu 27 orang siswa kelas IV SDN 1 Poh Bergong dan 32 orang siswa kelas IV SDN 5 Jinengdalem. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda (objektif). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 14,481 berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 8,313 berada pada kategori rendah, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 2,743, sedangkan ttabel dengan db 57 pada taraf signitifikan 5% adalah 2,000. Hal ini berati nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,743 > 2,000), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional. Jadi terdapat pengaruh yang positif hasil belajar IPA dilihat dari rata-rata hasil belajar.Kata Kunci : Hasil belajar, Pembelajaran make a match. This research aims to determine the differences in learning outcomes of science between students who learn by using learning model (Make A Match) assisted media like images and students who learn by using conventional learning model for fourth grades in elementary school in Gugus III Buleleng District Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with program ‘non-equivalent design posttest only controls group design”. The population of this research is all students of fourth grades in elementary school which amounts to 130 people. There are 59 students are selected as a sample that determined by random sampling. The sample of research used 27 students of fourth grades in SDN 1 Poh Bergong and 32 students of fourth grades in SDN 5 Jinengdalem. The data were collected using test method with instrument data collection using multiple choice tests (objective). The data that was obtained and then the data was analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results of this research showed that (1) the average score of the experimental learning outcomes of the experimental group there was 14.481 as the high category, (2) the average score of the control group's learning outcomes there was 8.313 as the low category, (3) the result of t-test analysis were obtained tcount of 2.743, on the other hand ttable with db 57 at 5% in significance level is 2,000. It means that the value of tcount is greater than ttable (2.743 > 2,000), so H0 is rejected and H1 is accepted then it can be concluded that there is a difference of science learning outcomes between groups of students who are taught by the learning model of Make A Match assisted by image media and group of students with conventional learning model. So there is a positive effect in learning outcomes of science seen from the average learning outcomes.keyword : Learning outcomes, Learning model make a match.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., I Nyoman Nitya Hariata; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain Non Equivalen post test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng yang berjumlah 132 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SDN 1 Kaliuntu berjumlah 28 siswa dan kelas V SDN 3 Kaliuntu berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes. Istrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tehnik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t dengan rumus polled varians. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukan oleh thitung (3,813) > ttabel (2,000). Selanjutnya, rata-rata skor hasil belajar IPS menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint adalah 20,15 lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPS menggunakan pembelajaran konvensional adalah 16,07. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : Problem Based Instruction, Powerpoint, Hasil Belajar IPS. This study aims to determine the differences of IPS learning outcome between group of students who are taught by using Powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model and group of students who are taught by using conventional learning model. This is Quasi-Experimental research, this study uses Non Equivalent post - test only control group design. The population of this research is all of the 5th grade of elementary school in Gugus X Buleleng district, having 132 students. The sample of this research is 5th grade students of SDN 1 Kaliuntu which consists of 28 students and 5th grade of SDN 3 Kaliuntu which consists of 32 students. Data collection in this study was conducted using the test method. The data collection instrument used is a multiple choice test. The data collection is analyzed by using two forms of statistical analysis, namely descriptive statistic analysis and inferential statistic t – test analysis with polled varians formula. The result shows that there is a difference of IPS learning outcome between group of students who are taught by using powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model and group of students who are taught by using conventional learning model of 5th grade elemntary students in Gugus X Buleleng district. This is indicated by thitung(3,813) >ttabel (2,000). Moreover, the mean score of learning outcome by using Powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model is 20,15 which is higher than the mean of using conventional learning model, 16,07. Therefore, PowerPoint assisted Problem Based Instruction learning model has an significant effect toward IPS learning outcome of 5th grade elementary school students in Gugus X Buleleng district, Buleleng Regency in 2016/2017 academic year.keyword : Problem Based Instruction, PowerPoint, IPS learning outcome.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Nyoman Masa; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang di belajarkan menggunakan model pembelajaran make a match dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V Semester Genap di Gugus IX Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus IX Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 257 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 45 orang siswa. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 6,94 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran make a match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 24 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 18,25 Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match berpengaruh terhadap hasil belajar IPS. siswa kelas V di Gugus IX Kecamatan Kintamani.Kata Kunci : make a match, hasil belajar This research aimed to find out the differences in IPS learning outcome among students whom treated using make a match and a group of students whom treated using the conventional way at the fifth grade in elementary school Gugus IX Kintamani district in academic year 2016/2017. The kind of this research is experimental study. The population of this study is all of students at the fifth grade in Gugus IX in Kintamani district, which are 257 students. The sample taken by applying random sampling and it is gotten 45 students as sample.the data outcomes of Students’ IPS learning were collected by using instrument which is multiple choice. Collected data were analyzed using descriptive analytical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the results of data analysis, obtained thit = 6,94 and ttab (at 5% significance level) = 2.02. This means that thit> ttab, so it can be interpreted that there is a significant difference of IPS learning outcomes between students who follow the learning with make a match learning model and students who follow the learning with conventional model. From the average average arithmetic, it is known that the experimental group is 24 and average control group is 18.25, it means that the average experiment> average control, so it can be concluded that the application of make a match learning model influences the learning outcomes of IPS. Grade V students in Gugus IX in Kintamani District.keyword : make a match, learning outcome
Pengaruh Pendekatan Kontekstual Berbantuan Media Konkret Terhadap Hasil Belajar Matematika dengan Kovariabel Kemampuan Numerik pada Siswa Kelas IV ., I Gede Agus Ari Andika; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan kontekstual berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika dengan pengendalian kemampuan numerik. Penelitian ini menggunakan rancangan Singel Factor Independent Group Design With Use of Covariate. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar Gugus V Mandala Giri Kecamatan Kubutambahan tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang siswa. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan tes hasil belajar matematika dan data kemampuan numerik dikumpulkan dengan tes kemampuan numerik dengan bentuk soal berupa pilihan ganda. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif, Uji-t, dan ANACOVA satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional, (2) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional setelah pengaruh kovariabel numerik dikendalikan, dan (3) terdapat kontribusi kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika dengan kontribusi sebesar 31,30%.Kata Kunci : hasil belajar matematika, kemampuan numerik, pendekatan kontekstual This study was aimed at investigating the effect of concrete media-assisted contextual approach to mathematics learning outcomes with numerical control competence. This study used the design of Single Group Independent Group Design With Use of Covariate. The population in this research is the fourth graders of Grade V Mandala Giri Kubutambahan districts in 2016/2017 with sample of 47 students. Mathematics learning result data was collected by mathematics learning test and numerical competence data was collected by numerical ability test with question form of multiple choice. Data analysis used in this research is with descriptive statistic, Test-t, and ANACOVA one way. The result of the research shows that (1) there are differences in mathematics learning outcomes between students learning under the contextual approach with concrete media and students learning under the conventional learning approach, (2) there is difference of mathematics learning result between students learning under the media-assisted contextual learning approach with concrete media and students learning under the conventional learning approach after numerical covariable influence is controlled, and (3) there is a contribution of numerical competence to mathematics learning result with contribution of 31,30%.keyword : mathematics learning result, numerical competence, contextual approach
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS IV KECAMATAN SAWAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Gusti Ayu Nyoman Prawidayanti; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Course Review horay dan kelompok siswa yang dibelelajarkan dengan model pembelajaran konvensional di SD Gugus IV Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus IV Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng yang berjumlah 174 siswa. Sebanyak 44 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 8 Bungkulan yang berjumlah 22 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 6 Bungkulan yang berjumlah 22 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen (22,06) lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (16,68). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswaKata Kunci : Model Pembelajaran Course Review Horay, Hasil Belajar IPA This research was aimed at finding the differences of natural science learning result between group of students at the fifth grade taught by Course Review Horay learning model and group of students who are studied by using conventional learning models, at the elementary of IV group in Sawan District, Buleleng Regency. This type of research is Quasi Experimental Research. All classes of fifth grade at Gugus IV Sawan District, Buleleng regency become the population in this research with the total number of students are 174 people. For about 44 students were selected as samples based on random sampling test. The samples in this reserach were the students at fifth grade in SD Negeri 8 Bungkulan with 22 students as the experimental group and SD Negeri 6 Bungkulan with 22 number of students as the control group. The data of learning result were collected by using Test method. The data were analyzed by using t-experiment. The results of the mean of the group experimental (22,06) was higher than the group control (16,68). The results of this study showed that there was significant different in outcomes of students science learning. keyword : Course Review Horay learning model, science learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Ni Luh Diah Noviyanti; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Snowball Throwing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian yaitu kelas IV SDN 2 Banyuning dan SDN 8 Banyuning berjumlah 69 orang. Data skor hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrument berbentuk tes pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konvensional. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 18,42 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok kontrol sebesar 14,17. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata skor berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh thitung = 4,12 dengan taraf signifikan 5% diperoleh ttabel = 2,000. dapat ditarik kesimpulan bahwa, thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Snowball Throwing, Hasil Belajar IPA This study aimed at determining the significant differences of science lesson outcomes between group of students who were taught by using Cooperative Learning Model with Snowball Throwing type with group of students who were taught by Conventional Learning Model in 4 grade students of SDN 2 Banyuning in Buleleng District in academic year 2016/2017. This research was quasi experiment and use non-equivalent post-test only control group design. The sample of this research were IV grade students at SDN 2 Banyuning and SDN 8 Banyuning with total number 69 students. The data of science lesson outcomes were collected by using instrument in the form of multiple choice test. The data were analysed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (t-test). The result of this study showed that there were significant differences of learning outcomes between the students who were taught by Cooperative Learning Model with Snowball Throwing type and the students who were taught by Conventional Learning Model. The comparison of average score calculation of science lesson outcomes of experiment group was 18,42. This result was bigger than the average score of science control result of control group which was equal to 14,17. The comparison of average outcomes score calculation was based on the result of t-test calculation. It was obtained thitung = 4,12 with 5% significant level and obtained ttabel = 2,000. It can be concluded that, thit>ttabel, therefore, H0 was rejected and H1 was accepted. The existence of significant differences indicated that learning using Cooperative Learning Model with Snowball Throwing type influenced the students` learning outcomes compared with using Conventional Leaning Model.keyword : Snowball Throwing, Science Lesson Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Gusti Ayu Kade Dwi Nirmala Dewi; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model STAD berbantuan media gambar, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model STAD berbantuan media gambar dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelasV SD di Gugus V Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SDN 1 Yehembang Kangin yang berjumlah 24 siswa dan siswa kelas IV SDN 3 Yehsumbul yang berjumlah 17 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Data diperoleh melalui metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model STAD berbantuan media gambar adalah 21 yang terkategori tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 16,08 yang terkategori sedang, dan (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model STAD berbantuan media gambar dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2015/2016 (sig=3,33 > 2,023). Kata Kunci : Kata-kata kunci:Student Team Achievement Division, hasil belajar This study aims to (1) describe the learning outcomes of the science of the group of students who are taught by STAD model assisted by the image media, (2) to describe the learning outcomes of the science group of students who are taught by conventional learning, and (3) to know the difference of the learning outcomes between the students With STAD model assisted by picture media and students who were taught by conventional learning on V grade elementary school in Cluster V Mendoyo Sub-district year 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental study with non-equivalent design of post-test only control group design. The population of this study is the entire class V SD in Cluster V Mendoyo Sub District year 2016/2017. The sample of this research is class IV SDN 1 Yehembang Kangin which amounts to 24 students and fourth grade students of SDN 3 Yehsumbul which is 17 students selected by random sampling technique. Data were obtained through multiple choice-shaped test method. The data obtained were then analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques (t-test). The results of this study indicate that (1) the average score of science learning outcomes of the group of students who were taught by STAD model assisted by the media were 21 high categorized, (2) the average score of science learning outcomes of the students group that was taught by conventional learning was 16 , 08 which is categorized is, and (3) there is difference of science learning outcomes between students who are taught by STAD model assisted by picture media and students that is taught by conventional learning in fourth graders of elementary school in Cluster V Mendoyo Sub District year 2015/2016 (sig = 3.33> 2.023). keyword : Keywords: Student Team Achievement Division, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SD DI GUGUS I KECAMATAN TEGALLALANG ., I Wayan Muliana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakanmodel pembelajaran jigsaw dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa SD kelas V di gugus I Kecamatan Tegallalang yang berjumlah 127 orang siswa sedangkan sampelnya adalah SDN 1 Tegallalang sebagai kelompok eksperimen dan SDN 5 Tegallalang sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 72 orang siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes objektif. Analisis data menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajaran menggunakan model pembelajaran jigsaw berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model konvensional. Hal ini diketahui dari hasil analisis hipotesis dengan uji-t, thit> ttab dan skor rata-rata siswa yang belajar dengan model pembelajaran jigsaw berbantuan media gambar berada dalam kriteria tinggi sedangkan skor rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional berada dalam kriteria sedang. Jadi, model pembelajaran jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa SD kelas V di Gugus I Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Jigsaw, hasil belajar, IPA This research aims to know the difference in the results of studying natural sciences among groups of students taught using instructional model jigsaw with a group of students who are taught using conventional learning model. This type of research is quasi experiment with non-equivalent control group posttest only design. This research population is students of class V in cluster I district of Tegallalang totalling 127 students whereas sampelnya is SDN 1 Tegallalang as experimentation and SDN 5 Tegallalang as a control group of 72 students. Results data study natural science collected by the method of objective tests. Data analysis using t-test did not correlate. The results showed that there is a difference in the results of studying natural sciences among groups of students taught using model assisted jigsaw learning media pictures with groups of students taught with the use of conventional models. It is known from the results of the analysis of hypothesis test with-t, thit > ttab and an average score of students who learn learning media-aided jigsaw model images are in high criteria while an average score of groups of students taught with the conventional learning models are in the criteria are. Thus, the jigsaw learning model has an effect on the learning outcomes of science in grade V elementary students in Gugus I District of Tegallalang Gianyar year 2016/2017.keyword : Jigsaw, the results of the study, natural sciences.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue