cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
ANALISIS MOTIVASI BERPRESTASI BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI TEORI MCCLELLAND DI SD GUGUS VI KECAMATAN BULELENG ., Komang Trisna Yuliantari; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8647

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui: (1) motivasi berprestasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan (2) faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pada siswa kelas IV pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng Tahun 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV pada SD Gugus VI kecamatan Buleleng dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV semester ganjil di SD Negeri 2 Kampung Baru, SD Negeri 3 Kampung Baru, dan SD Negeri 7 Kampung Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian motivasi berprestasi menunjukkan bahwa (1) Deskripsi motivasi berprestasi di SD Negeri 2 Kampung Baru dengan jumlah responden 15 dengan rata-rata skor 92.06 termasuk kategori tinggi, deskripsi motivasi berprestasi di SD Negeri 3 Kampung Baru dengan jumlah responden 27 dengan rata-rata skor 89.33 termasuk kategori tinggi, deskripsi motivasi berprestasi di SD Negeri 7 Kampung Baru dengan jumlah responden 12 dengan rata-rata 89.75 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berprestasi pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun 2016/2017 menunjukkan bahwa faktor yang dominan memengaruhi motivasi berprestasi siswa adalah harapan orang tua dan lingkungan. Kata Kunci : Motivasi Berprestasi, Bahasa Indonesia This research is a descriptive research. It aims to find out: (1) achievement motivation in Indonesian learning and (2) fakctors affecting the motivation of the fourth grade students at three elemantary school cluster VI, Buleleng districts year of 2016/2017. This population research is fourth grade students in elementary school cluster VI, Buleleng districts and this research sample is the first semester of the fourth grade students in public elementary school 2 Kampung Baru, elementary school 3 Kampung Baru and elementary school 7 Kampung Baru. Data collection method used is questionnaires and documentation. Results of the study showed that achievement motivation (1) Description of achievement motivation in elementary school 2 Kampung Baru with the number of responden 15 an average score of 92.06 including high category. Description of achievement motivation in elementary school 3 kampung baru with the number of responden 27 an average score of 89.33 including high category. Description of achievement motivation in elementary school 7 kampung baru with the number of responden 12 an average score of 89.75 including high category. The results of study factors that influence motivation in three elementary school in the cluster VI Buleleng district year of 2016/2017 showed that the dominant factor influencing student achievement motivation is expectations of parents and environment. keyword : Achievement Motivation, Bahasa Indonesia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG I Wyn Sudiana, Nym Lili Saraswati, I Kt Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.713

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas III semester 2 tahun pelajaran 2012/ 2013 di SD Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan “post test only control group design”. Dari delapan sekolah yang ada di SD Gugus I Singaraja terpilih dua sekolah untuk sampel penelitian dengan teknik simple random sampling yaitu SD No. 5 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dan SD No.6 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan instrument berupa seperangkat tes obyektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif dan statistik iferensial. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan teknik statistik uji-t ditemukan bahwa perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari hasil uji-t diperoleh t hitung = 4,87 dan t tabel = 2,000 hal ini berarti t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 23,37 kategori sangat baik sedangkan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 17,51 kategori baik, ini berarti siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran, inkuiri terbimbing, hasil belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Word Square Berbantuan Cerita Rakyat Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dewi Susanti, Fransiska Ristiana; Sumantri, Made; Sudana, Dewa Nyoman
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 6, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i3.21094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester II di Gugus II Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2017/2018. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik group random sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis data, dan uji hipotesis melalui uji-t. Hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung  =  3,185 dan ttabel  = 1,999 (thitung >ttabel). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Word Square berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Adanya perbedaan terhadap hasil belajar siswa, menandakan bahwa model pembelajaran Word Square berbantuan cerita rakyat berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.  Kata kunci: Word Square, Cerita Rakyat, hasil belajar Bahasa Indonesia
ANALISIS DISKREPANSI PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NEGERI 1 BUSUNGBIU ., Ketut Ariningsih; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Busungbiu dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, pengawasan proses pembelajaran, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013 khususnya Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 di SD Negeri 1 Busungbiu .Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model diskrepansi (discrepancy model). Sampel penelitian berjumlah 4 orang pendidik di SD Negeri 1 Busungbiu. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, dengan teknik ini akan didapatkan tanda beda besar menunjukan bahwa (1) Rerata perolehan skor perencanaan pembelajaran adalah 55,1 dengan besar beda – 44,9. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 44,9% dengan kategori cukup besar (CB). (2) Rerata perolehan skor pelaksanaan adalah 79,5 dengan besar beda -20,5. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 20,5% dengan kategori kecil (K). (3) Rerata perolehan skor variabel penilaian hasil belajar adalah 76,7 dengan besar beda 23,4. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 23,4%. (4) Rerata perolehan skor pengawasan pembelajaran adalah 78,6 dengan besar beda -21,4. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 21,4% dengan kategori kecil (K). Kesenjangan tersebut secara umum disebabkan pendidik belum sepenuhnya bisa memadukan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya.Kata Kunci : Diskrepansi, Pembelajaran, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 The goal of this research is to know how large the discrepancy the implementation of the curriculum in 2013 in SD Negeri 1 Busungbiu with Permendikbud No. 65 of 2013 in terms of lesson planning, implementation of learning, and learning outcomes ssessmentprocess, monitoringthe learning process, and to knowthe constraints thatare foundin theimplementation ofcurriculum2013especiallyPermendikbudNo. 65 of2013inSDNegeri 1Busungbiu. This research includesevaluativeresearchusing the modeldiscrepancy(discrepancy model). These samples included4educatorsinSDNegeri 1Busungbiu. that has been decided. The Analyzes result show that (1) The average of lesson plan score is 55,1 with deffrent amount – 44,9 . it means that there discrepancy 44,9 % with category sizable., (2) The average lesson implementation variable score is 79,5 different large – 20,5. There is discrepancy 20,5% with low category , (3) The average of lesson result assesment variable score is 76,7 difrrent amount – 23,4. There is discrepancy 23,4% with very low category. (4) The averge of lesson control variable score is 78,6. The diffrerence amount with standar is -21,4, there discrepancy 21,4% with low category. keyword : Discrepancy, Learning, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V Ni Wyn. Rati, Ni.Pt. Meldania B., Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1464

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V semester genap SD N 2 Pemuteran antara siswa yang mengikuti model pembelajaran learning cycle 7E bermuatan Tri Hita Karana (THK) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan non equivalen post-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA dan VB di SD N 2 Pemuteran Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 54 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan post-test hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan stastistik inferensial dengan uji-t. Hasil analisis uji-t terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa thitung sebesar 7,134, ttabel pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran learning cycle 7E bermuatan Tri Hita Karana dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Dengan demikian model pembelajaran learning cycle 7E bermuatan THK berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.   Kata Kunci: Model learning cycle 7E bermuatan THK, hasil belajar IPA Abstract The purpose of this research was to discribe the diffence of the science learning achievement of the students of 5th grade in SD N 2 Pemuteran who studied by learning cycle 7E based on Tri Hita Karana (THK) method and by conventional method. The research was belong to pseudo experiment with non-equivalent post test only control group design. The sampels of this research ware 54 students of VA and VB class in SD N 2 Pemuteran year 2012/2013. The sample was taken by random sampling technic. The data ware collected by the test of science learning achievement of science. The data ware analysed by descriptive statistics and inferential statistics of t-test. t-test analysis showed that tcalculate was 7,134, ttable in 0,05 significance level was 2,021. The analysis results of showed that there was a significant difference of science learning achievement between the groups of students who studied by learning cycle 7E based on Tri Hita Karana method and by conventional method.   Kata Kunci: Learning cycle 7E based on THK, the result of studied science
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ., Ni Made Dwi Nanda Aprilia Vena Santi; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7498

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kompetensi sikap dalam belajar IPA (2) meningkatkan hasil belajar pada kompetensi pengetahuan IPA dan (3) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi keterampilan dalam belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan melalui penerapan model Discovery Learning menggunakan media audio visual. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan yang berjumlah 42 siswa. objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA yang meliputi kompetensi sikap dalam belajar IPA, kompetensi pengetahuan IPA, dan kompetensi keterampilan dalam belajar IPA. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk data kompetensi pengetahuan adalah metode dan data kompetensi sikap serta keterampilan menggunakan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) bertambahnya kuantitas siswa dari pra siklus ke siklus I dan siklus II yang mencapai indikator kompetensi sikap yang ditetapkan (2) pada kompetensi pengetahuan IPA terjadi peningkatan ketuntasan klasikal siswa sebanyak 14 siswa (33,33%) pada siklus I dan 42 siswa (100%) pada siklus II (3) bertambahnya kuantitas siswa yang sudah memenuhi indikator kompetensi keterampilan dalam belajar IPA dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning menggunakan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : discovery learning, media audio visual, hasil belajar IPA The purpose of this actions research were (1) to describe the attitude competence in science learning (2) to improve learning outcomes in knowledge competence of science and (3) to describe outcomes learning of skill competence in science learning students of fifth grade the application discovery learning model with audio visual media at SD Negeri 12 Peguyangan. The subjects of research were 42 students from fifth grade at SD Negeri 12 Peguyangan. The objects of research were attitude competence in science learning, science knowledge competence, and skill competence in science learning. The data that collected were the outcome of learning science. The method to collect data of knowledge competence was used the test and observation method to collect data attitude competence and skill competence. Data was analyzed by using descriptive statistic analyst method, descriptive quantitative and qualitative. The result of this research was (1) increased quantity of students from pre-cycle to first cycle and second cycle which reached the indicator of attitude competence that have been applied (2) on the competence of science increased knowledge classical completeness of students as many as 14 students (33.33%) in the first cycle and 42 students (100%) in the second cycle (3) increased quantity of students who meet the indicators of competency skills in learning science from the pre-cycle to first cycle and second cycle. Based on these results it can be concluded that the application of the model of Discovery Learning to use audio-visual media to improve learning outcomes fifth grade students of SD Negeri 12 Peguyangan the academic year 2015/2016.keyword : discovery learning, audio visual media, science learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD NO. 7 KAMPUNG BARU KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Kadek Sweca Adnyana; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3000

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan masalah yang ditemukan di lapangan terkait rendahnya aktivitas dan hasil belajar siwa, maka solusinya adalah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SD N 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V di SD No. 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 11,20%, dari 64,40% dalam kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 81,18% atau berada pada kategori aktif pada siklus II. Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD No. 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata hasil belajar siswa dari 65,80% atau berada pada kategori cukup dengan ketuntasan belajar sebesar 58,06% pada siklus I menjadi 73,50% atau berada pada kategori baik pada siklus II dengan ketuntasan belajar sebesar 83,87%. Adapun persentase peningkatan rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 8,02%. Kata Kunci : Model Kooperatif, Numbered Heads Together, aktivitas, hasil belajar. This study is a classroom action research that aims to improve the activity and student learning outcomes . Based on the problems found in the related field of low activity and learning outcomes siwa , then the solution is to implement cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) . In this study, the subject of his research is the fifth grade students of SD N 7 Kampung Baru school year 2012/2013 , amounting to 19 students consisting of 10 boys and 9 girls . Based on the results of this study concluded that the implementation of cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) can enhance science learning activities in class V in SD No. . 7 Kampung Baru school year 2012/2013 . It is evident from the increase in the average percentage of students' learning activities by 11.20 % , from 64.40 % in the moderately active category in the first cycle to 81.18 % or are in the active category on the second cycle . The implementation of cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) can improve science learning outcomes in class V in SD No. . 7 Kampung Baru school year 2012/2013 . It is evident from the increase in the average percentage of student learning outcomes or 65.80 % are in the category with enough mastery learning of 58.06 % in the first cycle to be at 73.50 % or better on the second cycle category with mastery learning amounted to 83.87 % . The average percentage improvement of learning outcomes from the first cycle to the second cycle of 8.02 % .keyword : Cooperative models, Numbered Heads Together activities, learning outcomes.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV SDN 12 PEMECUTAN ., Ni Wayan Tutik Juliawati; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5111

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan (1) meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku siswa kelas IV SDN 12 Pemecutan, Denpasar Utara tahun ajaran 2014/2015 dan (2) meningkatkan pengetahuan metakognitif melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku siswa kelas IV SDN 12 Pemecutan, Denpasar Utara tahun ajaran 2014/2015. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB SDN 12 Pemecutan yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan obeservasi. Data hasil belajar pengetahuan matematika dan pengetahuan metakognitif dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan matematika 17,50 dari X= 63,61 pada siklus I menjadi X= 81,11 pada siklus II dan secara klasikal hasil belajar pengetahuan matematika telah mengalami peningkatan 27,78% dari 55,56% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II. (2) terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan metakognitif 16,11 dari X= 63,89 pada siklus I menjadi X= 80,00 pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan matematika dan pengetahuan metakognitif pada tema cita-citaku siswa kelas IV SDN 12 Pemecutan.Kata Kunci : Pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio, hasil belajar pengetahuan matematika, pengetahuan metakognitif This classroom action research aims to (1) improve student learning outcomes through the application of mathematical knowledge-based scientific approach to portfolio assessment on the theme of “Cita-citaku” at the Fourth Grade of SDN 12 Pemecutan academic year 2014/2015 and (2) to improve students' metacognitive knowledge through the application of scientific approach based on portfolio assessment on the theme of “Cita-citaku” at the Fourth Grade of SDN 12 Pemecutan academic year 2014/2015. The subjects in this study were fourth grade students of SDN 12 Pemecutan - North Denpasar District totaling 18 people. Data collection methods used in this research were the method of testing and observation. Data result of learning knowledge of mathematical knowledge and metacognitive knowledge analyzed using descriptive analysis of quantitative methods and qualitative descriptive analysis. The results of this study show that (1) an increase in the average value of mathematical knowledge learning outcomes of 17.70 from X = 63.11 in the first cycle to X= 80.81 on second cycle, and classically, mathematic learning outcomes had improved 27.78 % from 55.55 % in cycle I becoming 83.33% in second cycle. (2) an increase in the average value of 15,84 metacognitive knowledge of the X= 63.94 in the first cycle to X= 79.78 on the second cycle. Based on these results of data analilyzed it can be concluded that the application of scientifically based approach to portfolio assessment can improve learning outcomes of mathematical knowledge and metacognitive knowledge of students on the theme of “Cita-citaku” at the Fourth Grade of SDN 12 Pemecutan.keyword : scientific approach, portfolio assessment, learning outcomes of mathematical know and metacognive knowledge
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Dhenok Rukma Setyani; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang pembelajarannya tidak mengikuti model think pair share pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan non-equivalent post-test control group design. Sebanyak 24 siswa SD Negeri 4 Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dilibatkan sebagai kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar sebanyak 7 kali pertemuan. Sementara sebanyak 24 siswa SD Negeri 3 Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dilibatkan sebagai kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar, akan tetapi pembelajarannya berlangsung sesuai kebiasaan guru mengajar sebelumnya. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kesetaraan hasil belajar IPS sebelum diberikan perlakuan. Setelah perlakuan kepada kelompok eksperimen selesai, kedua kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diberikan tes hasil belajar IPS buatan peneliti yang telah teruji validitas isi, validitas butir, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitasnya. Dalam hal ini kelompok eksperimen lebih baik hasil belajarnya dari kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang pembelajarannya tidak menggunakan model think pair share berbantuan media gambar. Nilai t = 6,17 dan signifikansi = 0,000. Hasil belajar kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, hasil belajar, media gambar This aims of the research is to determine the differences in students learning outcomes in the Social Lesson between groups of students who learn to follow the model of cooperative learning in type of think pair share using pictuers as a media and the groups of the students who do not use the model of think pair share in students of grade V of SD in Gugus II of Melaya District, Jembrana Regency in Year 2016/2017. This research is a quasi experiment with non-equivalent control group design. The determination of the sample in this study using random sampling technique of 24 students as an experimental class in SD 4 and 24 students of control class in SD 3 Melaya. The data obtained were analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there are differences in learning outcomes between groups of students using cooperative learning model in type of think pair share with pictures as the media and the groups of students who learning did not use think pair share model. Value t = 6.17 and significance = 0,000. The result of the study of the groups of the students using cooperative learning model in type of think pair share using pictures as a media is higher than the groups of the students who do not use cooperative learning model in type think pair share. keyword : cooperative learning model in type think pair share, learning outcomes, pictures as a media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG I Dw. Pt. Raka Rasana, I Wyn. Suarbawa, Ni Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1263

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap Gugus I Kecamatan Buleleng, berjumlah 218 orang dengan sampel penelitian siswa kelas IV SD No. 8 Banyuning yang berjumlah 34 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Banyuning yang berjumlah 30 orang. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 4,29 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,033. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 21,18 lebih besar daripada rata–rata hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah 16,5. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: model STM, hasil belajar IPS

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue