cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS KOMPYANG SUJANA DENPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Putu Ade Suryani; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah 16 kelas V di Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 683 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VC SD Negeri 9 Padangsambian yang berjumlah 40 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VD SD Negeri 9 Padangsambian yang berjumlah 40 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil analisis menggunakan uji-t menunjukkan, thitung = 3,17 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%, dk=78) = 2,00. Hal ini berarti bahwa thitung = 3,17 > ttabel (α=0,05,dk=78) = 2,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2013/2014. Dari nilai rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelas V, diketahui nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 72,00 dan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 62,13. Hal ini berarti bahwa nilai rata-rata eksperimen > nilai rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2013 /2014. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah , pembelajaran konvensional, hasil belajar Matematika. This research aims to find out the significant distinction of the result of Mathematic learning between the students who follow the study using learning model based on problem and the students who follow the conventional learning on the grade V elementary school student cluster of Kompyang Sujana academic year of 2013/2014. The research was using Non-equivalent Control Group Design. The populations of the research are 16 classes of grade V in cluster Kompyang Sujana West Denpasar academic year of 2013/2014 with total number of 683 students. The research’s sample is the students of grade VC Elementary School of Negeri 9 Padangsambian which numbering 40 students as an experiment class and the students of grade VD Elementary school of Negeri 9 Padangsambian numbering 40 students as a control class. The result data of Mathematics learning of the students was collected by instrument test in the form of common multiple choices. The collected data was analyzed using test-t statistic analysis. The analysis result using test-t showed that, tcount = 3.17 and ttable (at significant level of 5%, dk = 78) = 2.00. It means that tcount = 3.17 > ttable (α = 0.05, dk = 78) = 2.00, so that can be concluded that there is a significant distinction of the result of Mathematics learning between the students who follow the study using learning model based on problem and the students who follow the study using conventional learning on the grade V elementary school students cluster of Kompyang Sujana West Denpasar academic year of 2013/2014. From the average scores result of the Mathematic learning of grade V students, it is known that the average scores of experiment group is 72.00 and the average scores of control group is 62.13. It means that the experiment’s average scores > the control’s average scores, so that it can be concluded that the application of learning model based on problem has an impact to the mathematics learning result of grade V elementary school students cluster of Kompyang Sujana West Denpasar academic year of 2013/2014. keyword : Learning model based on problem, conventional learning, the result of Mathematics learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS ., Kadek Selvia Narayani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri 5 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan multimedia presentasi pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 5 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 34 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Data yang terkumpul ini selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dalam pembelajaran IPS kelas V SD Negeri 5 Banyuning menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata 66% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tie think pair share (TPS) dalam pembelajaran IPS di klas V SD Negeri 5 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok yang berisikan kegiatan berpikir (think), berpasangan (pair) dan berbagi (sharing). Penulis menyarankan agar (1) siswa hendaknya mengikuti proses pembelajaran dengan baik, sehingga mampu menerima pembelajaran yang disampaikan oleh guru, (2) guru hendaknya menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, (3) pihak sekolah hendaknya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyediakan media pembelajaran untuk membantu siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kata Kunci : Kata-kata kunci : think pair share, hasil belajar. This study aims to determine learning outcomes in social studies, fifth grade students of SD Negeri 5 Banyuning year academic 2015/2016. after the implementation of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) aided learning multimedia presentation. This is a a classroom action research. The subjects were fifth grade students at SDN 5 Banyuning 2015/2016 school year totaling 34 people. Data collected by the instruments of learning outcomes in the form of a multiple choice test of 20 items. The collected data is going to analyzed using descriptive statistical analysis. The result of the application of cooperative learning model think pair share (TPS) in learning social studies class V SD Negeri 5 Banyuning showed that an increase in student achievement from an average of 66% in the first cycle to 84% in the second cycle. Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model tie think pair share (TPS) in social class learning in class V SD Negeri 5 Banyuning 2015/2016 school year to improve student learning outcomes. The increase occurred because students are motivated by the discussion group that contains the activity of thought (think), pairs (pair) and sharing (sharing). The authors suggest that (1) students should follow the lessons well, so it can be taught by the teacher, (2) teachers should implement learning models that match the characteristics of students, (3) the school should improve the quality of learning and provide learning media to help students in learning activities.keyword : Key words : think pari share, the result of the study
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER BERMUATAN MEDIA CERITA RAMAYANA TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DI SD NO 3 BANJAR JAWA A. A. Gede Agung, Ni Nym. Kurnia Wati, I G. N. Japa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.678

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar PKn siswa yang mengikuti model NHT bermuatan media cerita Ramayana, 3) perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT bermuatan media cerita Ramayana dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 3 Banjar Jawa Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan subjek berjumlah 97 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional berada pada katagori rendah, 2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT bermuatan media cerita Ramayana berada pada katagori tinggi, 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT bermuatan media cerita Ramayana dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Hal ini berarti model NHT bermuatan media cerita Ramayana berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn. Karena itu, dalam pembelajaran PKn dapat digunakan model pembelajaran NHT bermuatan media cerita Ramayana untuk meningkatkan hasil belajar siswa.   Kata-kata kunci: NHT, cerita Ramayana, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI LESSON STUDY SISWA KELAS IV ., Ni Kadek Puspa Wahyuni; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatnya hasil belajar IPA antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran inkuiri dengan teknik peta pikiran melalui lesson study dengan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Mutiara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Populasi adalah seluruh siswa kelas IV di SD Mutiara dengan jumlah 70 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu dengan cara diundi sebanyak dua kali dengan kelas diberi nomer urut maka diperoleh kelas IV A sebagai kelas kontrol dengan jumlah 35 siswa dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 35 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uju-t). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 8,129, sedangkan pada taraf signifikan 5% dengan ttabel =1,66. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA kelas eksperimen dan kelas kontol. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kelompok eksperimen dengan rata-rata 21,91 > rata-rata 14,51 pada kelompok kontrol. Oleh sebah itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan teknik peta pikiran melalui lesson study berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV di SD Mutiara.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, hasil belajar IPA. This study aims to determine the increase of science learning outcomes between students taught by inquiry model with mind map techniques through lesson study with students taught by conventional learning in fourth grade students in SD Mutiara. This research is a kind of quasi-experimental research with Post-test Design Design Only Control Group Design. The population is all the fourth grade students in SD Mutiara with the number of 70 students. Determination of samples using saturated sampling technique is by drawing twice with the class given the serial number then obtained class IV A as a control class with the number of 35 students and grade IV B as an experimental class with a total of 35 students. Methods of data collection using test methods. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (uju-t). Based on result of data analysis obtained tcount = 8,129, while at significant level 5% with ttabel = 1,66. So there is a significant difference of experimental science class learning result and class of dick. This can be seen from the average experimental group with an average of 21.91> an average of 14.51 in the control group. By sebah it can be concluded that the use of inquiry learning model with mind map technique through lesson study has an effect to improve the learning result of science class IV in SD Mutiara singaraja.keyword : inquiry learning model, science learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD No. 2 BENOA TAHUN 2014/2015 ., Ni Putu Desi Arisandi S.; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD No. 2 Benoa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. SD No.2 Benoa merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang memiliki jumlah siswa yang banyak namun dalam pencapaian hasil belajar belum maksimal, pada observasi awal yang dilakukan, nilai hasil belajar siswa ternyata dibawah nilai KKM yang telah ditentukan. KKM mata pelajaran matematik di SD No.2 benoa sebesar 75 dan sekitar 14,29% dari 42 orang siswa di kelas III belum memenuhi kriteria tersebut. Dalam hal ini guru matematika di SD No.2 Benoa ingin mengubah cara pengajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan repleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 42 orang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode tes dengan menggunakan instrument berupa tes objektif yang berjumlah 10 soal dan uraian yang berjumlah 5 soal diberikan setiap akhir siklus. Hasil belajar matematika dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis data tentang hasil belajar matematika pada siklus I diperoleh nilai rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa 71,67 % berada pada kategori sedang dengan ketuntasan klasikal 57 % dan pada siklus II didapatkan nilai rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa 81 % berada pada kategori tinggi dengan ketuntasan klasikal 83 %. Dengan demikian nilai rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 9,33%.Sedangkan ketuntasan klasikal dari siklus I ke siklus II meningkat 28,57 % Jadi dapat disimpulkan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan Hasil Belajar Matematika siswa kelas III SD No.2 Benoa tahun 2014/2015. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe stad dan hasil belajar matematika This research aims to improve students' mathematics learning outcomes Class III SD No. 2 Benoa through the implementation of cooperative learning model type STAD. SD 2 Benoa is one of the formal educational institutions that have a lot, but the number of students in achieving the learning outcomes is not maximized, the preliminary observations made, the value of student learning outcomes turned out to be below the predetermined value KKM. KKM subjects in elementary mathematics benoa 2 by 75 and approximately 14.29% of the 42 students in the class III not meet these criteria. In this case the teacher of mathematics in elementary 2 Benoa want to change the way of teaching by applying cooperative learning model type STAD. This research is a classroom action research conducted in two cycles, where each cycle consists of four stages, namely, planning, implementation, observation and repleksi. The subjects in this study were students of class III, which amounted to 42 people. In this research method used is the test method using the form of objective test instruments totaling 10 questions and descriptions given amounting to 5 questions each end of the cycle. Mathematics learning outcomes were analyzed using descriptive quantitative and qualitative descriptive. Analysis of data on the outcomes of learning mathematics in the first cycle obtained by the average value of the percentage of students 'mathematics learning 71.67% in middle category with classical completeness 57% and the second cycle obtained average value of the percentage of students' mathematics learning is at 81% high category with classical completeness 83%. Thus the average value of the percentage of students' mathematics learning results from the first cycle to the second cycle increased 9.33% .Sedangkan classical completeness of the cycle I to cycle II increased by 28.57% So we can conclude Implementation STAD Cooperative Learning Model can improve learning outcomes third grade students of elementary mathematics 2 Benoa year 2014/2015keyword : stad cooperative learning model and mathematics learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG Ign. I Wyn. Suwatra, L. PT. Herlina W., Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1406

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan minat dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus XIII yang terdiri dari 3 sekolah dengan jumlah populasi 54 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dan random dilakukan pada kelas dan berjumlah 42 orang (kelas eksperimen 21 orang dan kelas kontrol 21 orang) . Rancangan penelitian ini adalah Non Equivalent Control Group Design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk komponen minat belajar dan tes untuk komponen hasil belajar IPA. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17,0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan minat belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F= 17,108; p<0,05), (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antar kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F= 5,659; p<0,05) dan (3) Terdapat perbedaan secara simultan  minat belajar dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (harga F hitung lebih kecil dari 0,05). Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap minat belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD.   Kata kunci: quantum teaching, minat, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI MELALUI PERCOBAAN SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., I Made Nopa Adi Putra; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar IPA dengan penerapan model pembelajaran inkuiri melalui percobaan sederhana siswa kelas IV tema tempat tinggalku di SDN 18 Sesetan tahun pelajaran 2015/2016 dan (2) meningkatkan kompetensi pengetahuan IPA dengan penerapan model pembelajaran inkuiri melalui percobaan sederhana siswa kelas IV tema tempat tinggalku di SDN 18 Sesetan tahun pelajaran 2015/2016. Siswa yang dibelajarkan dengan penerapan model pembelajaran inkuiri melalui percobaan sederhana pada siswa kelas IV tema tempat tinggalku di SD Negeri 18 Sesetan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah 43 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi untuk data aktivitas belajar dan metode tes untuk data kompetensi pengetahuan IPA. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan deskriptif kuantitaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 62,09% kemudian meningkat menjadi 80,4% pada siklus II dan (2) peningkatan juga terjadi pada kompetensi pengetahuan IPA yang dilihat dari persentase rata-rata dan ketuntasan klasikal. Pada siklus I persentase rata-rata kompetensi pengetahuan IPA 65% dan persentase ketuntasan klasikal mencapai 40,86%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan persentase rata-rata kompetensi pengetahuan IPA menjadi 84,65% dan persentase ketuntasan klasikal menjadi 93%. Disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri melalui percobaan sederhana dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV tema Tempat Tinggalku di SDN 18 Sesetan. Kata Kunci : inkuiri, percobaan sederhana, aktivitas, kompetensi pengetahuan IPA. The poreuse of this research are (1) improve learning activities sains of the application inquiry learning model through experiment students in class IV in theme Tempat Tinggalku SDN 18 Sesetan academic year 2015/2016, and (2) to gain more knowledge on our study of sains of the application inquiry learning model through experiment students in class IV in theme Tempat Tinggalku SDN 18 Sesetan academic year 2015/2016. The research is a class act that is done in two cycles. The subyek were students in class IV, 43 in total. Data result of the learning activities are collected by using observation method and tes method for the sains knowledge. Data were analyzed using descriptive statistik analysis method and quantitative descriptive method. Research of the result indicate (1) the increase activities learning students average in first cycles is 62,09%, and than to gain more in second cycles is 80,04%. (2) the in crease in sains knowledge competence from the average precentage and classical completness. In first cycles the average precentage sains knowledge competence is 65% and classical clompletness precentage is 40,86%. In second cycles increase the average sains knowledge competence is 84,65%, and classical completness precentage is 93%. Based on the result of that study can be concluded, the application inquiry learning model through experiment were improve learning activities and sains knowledge competence students in class IV in theme Tempat Tinggalku SDN 18 Sesetan. keyword : inquiry, experiment, activities, sains knowledge competence
PENGARUH PENDEKATAN I2M3 TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL SD DI GUGUS I BANYUNING ., Komang Aprilliani Maha Supardhi; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan pendekatan I2M3 dan kelompok siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan Post test-Only Control Group Design dan sampel sebanyak 184 orang yang diambil secara random. Data tentang perbedaan hasil belajar siswa dikumpulkan melalui instrument tes hasil belajar dengan bentuk tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan I2M3 dengan X Ì… = 19,52 berada pada kategori tinggi, (2) prestasi belajar siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional dengan X Ì… = 14,5 berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan I2M3 dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Banyuning. Hal ini dilihat dari rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata kelompok kontrol (X Ì…_E=19,52> X Ì…_K=14,5). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan I2M3 lebih berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan pendekatan konvensional.Kata Kunci : pendekatan I2m3, pendekatan konvensional, hasil belajar This study aims to determine : the difference between the learning outcomes of students who learn to approach I2M3 and groups of students who studied with conventional approaches to teaching science . Is classified as a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with Post - test Only Control Group Design and sample of 184 people taken at random . Data on differences in student learning outcomes were collected through achievement test instrument to form an objective test . The data obtained were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis ( t-test ) . Results showed that : ( 1 ) student achievement follows the experimental group learning approach I2M3 with X Ì… = 19.52 at the high category , ( 2 ) student achievement of learning control group that followed the conventional approach with X Ì… = 14.5 are in the medium category , and ( 3 ) there is a significant difference in learning outcomes between students who take science learning with I2M3 approach with students who take lessons with conventional approaches to the fourth grade students in Cluster I Banyuning . It is seen from the average of the experimental group is greater than the average of the control group ( X _E = 19.52 > X Ì…_K = 14.5 ) . Significant difference indicates that the application of the approach I2M3 more positive effect on students' science learning outcomes compared with conventional approaches.keyword : I2m3 approach, the conventional approaches, learning outcomes.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM BAHASA INDONESIA DAN KEMAMPUAN PENALARAN TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IVB SDP NEGERI TULANGAMPIANG DENPASAR ., Made Sances Prasiwi; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5042

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia dan kemampuan penalaran tema cita-citaku siswa kelas IVB SDP Negeri Tulangampiang Denpasar tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subyek dalam penelitian ini terdiri dari 31 siswa. Data keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia dikumpulkan dengan menggunakan metode tes lisan, sedangkan data kemampuan penalaran siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes tertulis. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan persentase rata-rata keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia pada pra siklus 63% dengan kategori rendah meningkat menjadi 77% dengan kategori sedang pada siklus I, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 80,25% dengan kategori tinggi. Ketuntasan klasikal pada keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia pada siklus I mencapai 74,2% meningkat menjadi 87% pada siklus II. Selain itu juga terjadi peningkatan pada persentase kemampuan penalaran siswa pada siklus I, yaitu 71% dengan kategori sedang meningkat menjadi 80% pada siklus II dengan kategori tinggi. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia dan kemampuan penalaran tema Cita-citaku siswa kelas IVB SDP Negeri Tulangampiang Denpasar.Kata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian proyek, keterampilan berbicara, kemampuan penalaran This classroom action research aimed to determine the improvement of speaking skills in Indonesian and reasoning abilities theme cita-citaku of IVB students of SDP Tulangampiang Denpasar in the academic year 2014/2015 through the application of scientific approach to the project assessment. This study was conducted in two cycles, with the subjects in this study consisted of 31 students. The data of student’s speaking skills in Indonesian were collected using an oral test. Where as the data collected by the student’s reasoning abilities using written test method. The collected data were analyzed using quantitative descriptive analysis method and qualitative descriptive analysis. The results showed that the increase in the average percentage of speaking skills in Indonesian in pre-cycle 63% with low category increased to 77% by the middle category in the first cycle, and increased again in the second cycle to 80.25% with high category. Classical completeness on speaking skills in Indonesian in the first cycle reaches 74.2% increase to 87% in the second cycle. There was also an increase in the percentage of student’s reasoning abilities in the first cycle of 71% with medium category increased to 80% in the second cycle with the high category. From the results, it can be concluded that the application of a scientific approach to assessment project improve speaking skills in Indonesian and reasoning abilities theme cita-citaku of IVB students SDP Tulangampiang Denpasar.keyword : scientific approach, assessment project, speaking skills, reasoning abilities
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERMEDIAKAN GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Kadek Agus Astraman; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learningbermediakan gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkandengan model pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan non-equivalent post test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 6 Sutasoma Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menujukkan bahwa hasil belajar IPA kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol yaitu 24,72>17,94. Hasil perhitungan uji-t independent diperoleh thitung = 4,43 dan ttabel = 2,03 (thitung > ttabel) pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian model pembelajaran Problem Based Learningbermediakan gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : model Problem Based Learning, bermediakan gambar, hasil belajar IPA. This study aims to determine the difference of science learning outcomes between groups of students who study with the model of learning Problem Based Learning provides pictures and groups of students who learn with conventional learning model. This experimental study used non-equivalent design of post test only control group design. The population of this research is all students of class V primary school Group 6 Sutasoma Sub Kubutambahan Buleleng District Lesson Year 2016/2017. Samples were taken by random sampling technique. The collected data were analyzed by descriptive statistic and independent t-test. The results showed that the experimental study of experimental group was bigger than control group that was 24,72> 17,94. The result of independent t-test is obtained tcount = 4.43 and ttable = 2.03 (tcount > ttable) at 5% significance level. Thus the model of Problem Based Learning learning provides an image effect on the results of science learningkeyword : Problem Based Learning model, provided picture, learning result of science.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue