cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SEBATU Ni Nym. Garminah, I Wyn. Eka Swarjawa, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.825

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 1 Sebatu tahun pelajaran 2012/2013 antara siswa yang belajar dengan model probing-prompting dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain post test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Negeri 1 Sebatu Tahun Pelajaran 2011/2012. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh, sehingga sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas Va dan Vb di SD Negeri 1 Sebatu Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, Rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 23,13 tergolong kriteria sangat tinggi, Rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol dengan adalah 17,38 tergolong kriteria sedang, dan thitung = 4,46, ttabel = 2,02 pada taraf signifikansi 5%, ini berarti bahawa thitung > ttabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 1 Sebatu tahun pelajaran 2012/2013 antara siswa yang belajar dengan model probing-prompting dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Perbedaan yang signifikan ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran probing-prompting lebih berpengaruh baik terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata Kunci: pembelajaran, probing-prompting, hasil belajar, IPA  
MEDIA LINGKUNGAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SRL BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA SD ., Dewi Juniayanti; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6956

Abstract

Abstrak Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar IPA pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan media lingkungan dan konvensional pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 4 Muncan yang berjumlah 26 orang dan siswa kelas V SDN 2 Muncan yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data non-test yaitu kuisioner motivasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan media lingkungan dan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional (ttabel = 1,675 > thitung = 35,6). Perbandingan hasil perhitungan rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan media lingkungan adalah 132,96 lebih besar dari rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 96,4. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan media lingkungan berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V semester genap di Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : SRL, media lingkungan, motivasi belajar Abstract Issues raised in this study is the lack of motivation to learn science in grade V in Cluster IV District of Karangasem regency Strait. This study aims to determine the differences between students' motivation to learn science the following study Self-Regulated Learning (SRL) assisted and conventional media environment at fifth grade students in Cluster IV District of Karangasem regency Strait. This research is a quasi-experimental research. Samples of this study are students of class V SDN 4 Muncan totaling 26 people, and fifth grade students of SDN 2 Muncan amounting to 22 people. Collecting data in this study using a non-test data collection is questionnaire motivation. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Our research found that there are differences in motivation to learn science significantly between groups of students who take the learning Self Regulated Learning (SRL) aided environmental media and students following the conventional learning model study (table = 1,675> t = 35.6). Comparison of the results of the calculation of average motivation to learn science students who take the learning to the learning model Self Regulated Learning (SRL) aided 132.96 media environment is greater than the average motivation to learn science students who take the conventional model study was 96.4. This means learning model application Self-Regulated Learning (SRL) aided the media environment affect motivation for fifth grade science students in the second semester of Cluster IV District of Karangasem regency Strait academic year 2015/2016. keyword : SRL, learning motivation
PENGARUH METODE SAS TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN MATA PELAJARA BAHASA INDONESIA ., Kadek Linda Purnama Sari; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Gugus VII Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 128 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas I SD Negeri 2 Sinabun dengan jumlah 21 siswa dan SD Negeri 3 Sinabun dengan jumlah 20 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar Bahasa Indonesia. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Bentuk tes hasil belajar Bahasa Indonesia yang digunakan adalah tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakann uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 13,26. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 7,6. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarakan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. (thitung > ttabel, thitung = 3,254 dan ttabel = 2,042). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : metode sas, hasil belajar The purpose of this study was to determine the difference between the results of studying Indonesian at the group of students who learned with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with a group of students who learned with Conventional Learning Method. This study was a quasi experimental study designed as post - test only control group design . The population of this study was all students in first grade elementary school in Cluster VII Sawan district, Buleleng regency in the academic year 2013/2014, amounting to 128 people. The samples of this study were first grade students of SD Negeri 2 Sinabun with 21 students and the number of SD Negeri 3 Sinabun by the number of 20 students The data collected is the result of learning Indonesian. Sampling technique of this study by using a random sampling technique. Form Indonesian achievement test used was oral. The data of students? learning achievement of social science subject were obtained using test. The results of this study found that : Indonesian student students achievement experimental group classified as very high with an average (M) 13.26. Indonesian student students achievementwere moderate with the control group mean (M) 7.6. There are significant differences between the students achievementof students who dibelajarakan with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with students who learned with conventional teaching methods . ( tcalculate > ttabel , tcalculate = 3.254 and ttabel = 2.042 ) . Thus , it can be concluded that the method of Structural Analytical Synthetic (SAS) positive effect on learning outcomes Indonesia.keyword : method sas, the outcomes learning
MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS BERBASIS LOCAL GENIUS BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS KAPTEN JAPA ., I Putu Dede Mahendra; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbasis local genius dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 442 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui teknik observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbasis local genius dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil uji-t didapat thitung = 5,71 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% = 1,69. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (5,71>1,69) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournaments) berbasis local genius lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (84,50>78,80). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbasis local genius berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran TGT, local genius, hasil belajar This study aims to determine the differences of social studies learning outcomes between students that learned using Teams Games Tournaments (TGT) cooperative learning model based local genius with students who learned with the conventional learning in fifth grade SD Gugus Kapten Japa North Denpasar District of academic year 2013/2014. This research was a quasi-experimental study with a research design that is used is Non Equivalent Control Group Design. The population in this study were all students of fifth grade in SD Gugus Kapten Japa North Denpasar District of academic year 2013/2014 which consist of 442 students. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is the learning outcomes of social studies which is an amalgamation of cognitive and affective value. Cognitive scores were collected using the test of learning results in a regular multiple choice whereas affective values collected through observation techniques accordance with the character that developed. Data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences of social studies learning outcomes between students that learned through implementing Teams Games Tournaments (TGT) cooperative learning model based local genius with students who learned with conventional learning. Based on the t-test results obtained tcount = 5,71 and ttable at the 5% significant level = 1,69. Based on the testing criteria that tcount > ttable (5,71 > 1,69) then Ho is rejected and Ha accepted. The average of social studies learning outcomes between students who learned with cooperative learning model Teams Games Tournaments (TGT) based local genius higher than students who learned with conventional learning (84,50 > 78,80). It can be concluded that the cooperative learning model Teams Games Tournaments (TGT) based local genius againts the learning outcomes of social studies fifth grade students in SD Gugus Kapten Japa District of North Denpasar academic year 2013/2014.keyword : : TGT learning model, local genius, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DAN PENILAIAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DI GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Wayan Irwan Eka Wardana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh yang signifikan model pembelajaran metakognitif terhadap hasil belajar matematika, untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penilaian diri terhadap hasil belajar dalam pelajaran matematika, dan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran metakognitif dan penilaian diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN di gugus VIII kecamatan Buleleng.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus VIII Kecamatan Buleleng pada semester genap Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Paket Agung dan siswa kelas V SDN 2 Paket Agung tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 86 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Data mengenai hasil belajar Matematika kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian dan angket penilaian diri satu. Tes hasil belajar Matematika di berikan pada saat post-test secara tertulis. Data yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan teknik statistik Anava Dua Jalur.Berdasarkan hasil analisis statistik Anava dua jalur diketahui terdapat pengaruh yang signifika model pembelajaran Metakognitif terhadap hasil belajar Matematika siswa( FHitung = 6,235>Ftabel (0,05)(1:168)=3,92), terdapat pengaruh yang signifikan penilaian diri terhadap hasil belajar Matematika siswa (FHitung = 44,64 > FTabel (0,05)(1:168)=3,92), dan terdapat pengaruh yang signifikan interaksi Model pembelajaran Metakognitif dan penilaian diri terhadap hasil belajar matematika siswa (FHitung= 148,75 >FTabel (0,05)(1:168)=3,92). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran metakognitif dan penilaian diri sangat berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN di gugus VIII kecamatan Buleleng.Kata Kunci : metakognitif, penilaian diri, hasil belajar This study aims to determine efek significant learning model metacognitive the learning outcomes of mathematics, to find a significant effect of self-assessment on learning outcomes in math, and to determine the effect of significant learning model metacognitive and self-assessment of the results of students' mathematics learning class V SDN in cluster VIII districts Buleleng. Type this study is quasi-experimental research. The population in the study were all fifth grade students from elementary schools in Cluster VIII District of Buleleng in the second semester of the 2015/2016 Academic Year. Samples were students of class V SDN 1 Package General and fifth grade students of SDN 2 General Package 2015/2016 school year as many as 86 people by using random sampling techniques. Data on the results of study Mathematics experimental group or the control group were collected using test descriptions and self-assessment questionnaire one. Mathematics achievement test given at the time of post-test in writing. The data were then analyzed with statistical techniques Anava Two way. based on the statistical analysis Anava two away pathways known to have influence signifika Metacognitive learning model for learning outcomes Mathematics students (F test = 6.235> F table (0.05) (1: 168) = 3.92), a significant difference to the learning outcomes of self-assessment of Mathematics students (of F = 44.64> F table (0.05) (1: 168) = 3.92), and there is a significant effect of interaction and learning model Metacognitive self-assessment of the results of students' mathematics learning (F count = 148.75> F table (0.05) (1: 168) = 3.92). It can be concluded that the learning model metacognitive learning and self-assessment heavily influence the students' mathematics learning in class V SDN group VIII Buleleng districts.keyword : metacognitive, self-assessment, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSOI(TRANSLATING-SCULPTING-OPERATIONALIZING-INTEGRATING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS VI KECAMATAN KUBU I Wyn Widiana, Ni P.Fera Suliantari, Dsk Putu Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.683

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TSOI dengan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis  penelitian ini adalah (quasi experiment)dengan rancangan nonequivalentpost-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD kelas IV pada Gugus VI Kecamatan Kubu, yang terdiri dari 5 sekolah yaitu SDN 1 Tulamben, SDN 2 Tulamben, SDN 3 Tulamben, SDN 4 Tulamben dan SDN 5 Tulamben, tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini yaitu SDN 1 Tulamben dan SDN 2 Tulamben yang berjumlah 58 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan stasistik deskriptif dan inferensial (uji-t separated varians).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model TSOI dan model pembelajaran konvensional. Perhitungan hasil belajar siswa  nilai statistik Fhitung 10,374 > Ftabel 2,003 dan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan  dengan model pembelajaran TSOI adalah 16,22 yang berada pada kategori tinggi dan skor kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 8,84 yang berada pada kategori sedang, sehingga kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran TSOI menunjukkan hasil belajar IPA yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci:TSOI, Hasil Belajar
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA ., I Putu Adi Kasuma; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 5 Pedungan yang dibelajarkan dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 5 Pedungan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen semu (quasy experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 5 Pedungan dengan jumlah anggota populasi sebanyak 112 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling, dan di tetapkan 74 siswa menjadi sampel penelitian. Data hasil belajar Bahasa Indonesia diperoleh dari test pilihan ganda yang dilakukan di akhir penelitian. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis statistik deskriptif (uji t). Berdasarkan taraf signifikan 5% dan dk = 72 diperoleh ttabel = 2.00, bersadarkan hasil pengujian yang dilakukan thitung = 5.36 > ttabel = 2.00, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning dan siswa yang di belajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar bahasa indonesia siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (74.47 > 65.05). Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching And Learning berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas V SDN 5 Pedungan.Kata Kunci : pendekatan contextual teaching and learning, hasil belajar bahasa indonesia This study aims to find out the significant differences in learning outcomes of Indonesian V grade 5 SDN 5 Pedungan students with Contextual Teaching And Learning Approach and learning outcomes of Indonesian V grade 5 SDN 5 Pedungan students who were taught by conventional learning. This type of research is experimental research with quasi experimental design (quasy experiment). The population in this study is all students of grade 5 SDN 5 Pedungan with a total population of 112 students. Sampling technique in this research using Random Sampling technique, and in the set 74 students to study sample. Data of learning result of Indonesian obtained from multiple choice test done at end of research. Further data is processed using descriptive statistical analysis (t test). Based on the significant level of 5% and dk = 72 obtained ttable = 2.00, the test results are made thitung = 5.36> ttable = 2.00, then H0 rejected and Ha accepted. Thus there are significant differences in the results of learning Indonesian class V students who follow the learning by using Contextual Teaching And Learning approach and students are taught using conventional learning. Average learning outcomes of Indonesian students are taught by Contextual Teaching And Learning approach and students are taught by conventional learning (74.47> 65.05). Based on the test results can be concluded that the Contextual Teaching And Learning approach affect the results of learning Indonesian class V students SDN 5 Pedungan.keyword : contextual teaching and learning approach, Indonesian language learning outcomes
PENGARUH MODEL SAVI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD ., Fitriyani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SAVI dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD Gugus II Sahadewa Kecamatan Negara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus II Sahadewa Kecamatan Negara tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 231 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Lelateng sebanyak 28 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN 1 Lelateng sebanyak 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 6,70 > ttabel = 2,000). Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI adalah 32,92 berada pada kategori tinggi. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 15,28 berada pada kategori rendah. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa di kelas V SD gugus II Sahadewa Kecamatan Negara.Kata Kunci : Model SAVI, berpikir kritis This research is aimed to determine the significant difference in the critical thinking skills between group of students who learned using SAVI model and group of students who learned using conventional model in learning Natural Science of the fifth grade students in SDN Gugus II Sahadewa, Negara district. This research was a quasi experiment. The population of this research were all of the fifth grade students of Elementary School in Gugus II Sahadewa, Negara district consisted of 231 students in the academic year of 2014/2015. The sample of this research were grade five of SDN 2 Lelateng consisted of 28 students as an experimental group and grade five of SDN 1 Lelateng consisted of 29 students as a control group. The data collected by essay test. The data were collected and analysed by using descriptive statistic and independent test (T test). The result of this research showed that there is significant difference in the critical thinking skills between group of students who learned using SAVI model and group of students who learned using conventional model in learning Natural Science (tobserved = 6,70 > ttable = 2,000). The Average score of the students critical thinking using SAVI model is 32,92 classified as high criteria. The average score of the students critical thinking using conventional model is 15,28 classified as low criteria. Based on the research result, it can be concluded that SAVI model is really influential for the critical thinking skills of the students in learning Natural Science of the fifth grade students in SDN gugus II Sahadewa Negara district.keyword : SAVI model, critical thinking
PENGARUH MODEL PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V Kd. Suranata, L. Kd. Rismayanti, Ni Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1401

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa, (2) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa dan kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 200 siswa. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling dengan jumlah 59 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah skor keterampilan berpikir kritis yang dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa sebesar 40,98, (2) rata-rata keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang menggunakan model ekspositori sebesar 28,17, (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POE berorientasi pendidikan karakter bangsa dan kelompok siswa yang belajar dengan model ekspositori (t = 3,937; p < 0,05).   Kata kunci: POE, pendidikan karakter, berpikir kritis
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar IPA ., I Komang Cahya Trianandika; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi, dan (2) pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA setelah mengontrol motivasi berprestasi. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Rendang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 133 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Menanga yang berjumlah 36 orang dan siswa kelas V SD Negeri 3 Menanga yang berjumlah 34 orang. Data Motivasi berprestasi dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner dan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis yang digunakan adalah Anakova satu jalur. Hasil analisis data menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi, dan (2) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA setelah mengontrol motivasi berprestasi. Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : hasil belajar IPA, motivasi berprestasi, pembelajaran berbasis masalah The aims this research was to know (1) a significant effect of problem based learning model to science learning outcomes prior the achievement motivation was controlled, and (2) a significant effect of problem based learning model to science learning outcomes after the achievement motivation was controlled. This research is quasi-experimental designs with non equivalent post-test only control group design. The study population was the fifth grade of elementary school students in Cluster III Rendang District in 2015/2016 Academic Year which amounted to 133 students. The sample in this study are students of grade fifth SD Negeri 1 Rendang which consist of 36 students and 34 fifth grade students of SD Negeri 3 Menanga. The data of achievement motivation were gathered by the science instruments in the form of questionnaires and results of data were collected by the instruments to learn science in the form of a multiple choice test. The data obtained were analyzed using one way Anakova technique. The data results of analysis can be summarized as follows (1) there was a significant difference of problem based learning model to science learning outcomes prior the achievement motivation was controlled, and (2) there was a significant effect of problem based learning model to science learning outcomes after the achievement motivation was controlled. So, there was a significant effect of problem based learning model and achievement motivation to science learning outcomeskeyword : achievement motivation, problem-based learning, science learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue