cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD KELAS V SEMESTER GANJIL DI DESA BURUAN ., Komang Sri Susandi Ulandari; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SD kelas V semester ganjil di Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost facto korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SD kelas V semester ganjil di Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014, yang terdiri atas 3 sekolah yaitu SD Negeri 1 Buruan, SD Negeri 2 Buruan, dan SD Negeri 3 Buruan. Teknik pengambilan sampel menggunakan proposional random sampling, jumlah sampelnya 103. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan pencatatan dokumen. Data motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data prestasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan pencatatan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskkriptif. Uji Hipotesis Penelitian dilakukan dengan teknik statistik yaitu regresi sederhana dan product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa diperoleh nilai rhitung lebih besar daripada rtabel, yang berarti memiliki kontribusi yang signifikan. Sedangkan kontribusi motivasi belajar terhadap prestasi belajar sebesar 29,92%. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa. Adapun hubungan dalam penelitian ini dapat dilihat berdasarkan aspek-aspek dari motivasi yaitu, perhatian, kemauan, ketekunan, kesadaran, dan dorongan-dorongan dari orang-orang sekitarnya atau lingkungannya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan yaitu terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SD kelas V semester ganjil di desa Buruan kecamatan Blahbatuh kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Motivasi Belajar, Prestasi Belajar This study aimed to determine the relationship between learning motivation and student achievement of the fifth grade of elementary school students in first semester at the Buruan Village of Blahbatuh sub-district Gianyar regency in academic year 2013/2014. The type of this research was ex post facto correlational research. The population of this study was the students first semester at the Buruan Village of Blahbatuh sub-district Gianyar regency in academic year 2013/2014, which consists of 3 schools namely SD Negeri 1 Buruan, SD Negeri 2 Buruan, and SD Negeri 3 Buruan. This research was used proportional random sampling technique, with the total sample 103. The data was taken using a questionnaires and recording documents. The data of learning motivation was taken by questionnaires, while the data of student achievement was taken by recording documents. The data were analyzed by deskkriptif statistical analysis. The Hypothesis testing was taken using a statistical technique by simple regression and product moment. The results of this research indicated thatmthe motivation of student achievement obtained rhitung value are bigger than rtable, which means it has a significant contribution. While the contribution of motivation toward achievement of 29.92%. This shows that there was a positive relationship between learning motivation and student achievement. As for the relationship in this study can be viewed based on the aspects of motivation, namely attention, willpower, persistence, awareness, and impulse of the people around the students or their environment. Be based to the result of this study and discussion can pull a conclusion that there was a relationship between learning motivation and student achievement of the fifth grade of elementary school students in first semester at the Buruan Village of Blahbatuh sub-district Gianyar regency in academic year 2013/2014.keyword : learning motivation, student achievement
PENERAPAN QUANTUM TEACHING BERBANTUAN PERMAINAN EDUKATIF MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PENGUASAAN KOMPETENSI IPS ., Kadek Ratih Pramita Dewi; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keaktifan belajar melalui penerapan pembelajaran saintifik berbasis Quantum teaching berbantuan permainan edukatif pada siswa, (2) meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS melalui penerapan pembelajaran saintifik berbasis Quantum teaching berbantuan permainan edukatif pada siswa. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVC di SDN 9 Pedungan yang berjumlah 37 siswa, terdiri dari 14 orang putra dan 23 orang putri. Data mengenai keaktifan belajar siswa dikumpulkan menggunakan metode observasi, sedangkan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan dengan metode tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Data pada prasiklus menunjukkan persentase rata-rata keaktifan sebesar 63,5% dengan kategori C sedangkan persentase rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yaitu 70,40% dengan kategori C dan persentase ketuntasan klasikal yaitu 40,54% dengan kategori C. Pada siklus I didapatkan persentase rata-rata keaktifan sebesar 74,82% dengan kategori B sedangkan persentase rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS sebesar 78,72% dengan kategori B dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 67,57 dengan kategori C. Pada siklus II persentase rata-rata keaktifan mengalami peningkatan yaitu 81,36% dengan kategori dan persentase rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yaitu 85,92% dengan kategori B serta persentase ketuntasan klasikal sebesar 83,78% dengan kategori B. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran saintifik berbasis Quantum teaching berbantuan permainan edukatif dapat meningkatkan keaktifan belajar dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IVC SDN 9 Pedungan.Kata Kunci : quantum teaching, permainan edukatif, pembelajaran saintifik, keaktifan belajar, kompetensi pengetahuan IPS. The objectives of this research are; (1) to improve the students’ activeness in learning through the application of scientific study based on Quantum Teaching supported by educative games, (2) to improve the competence mastery on the knowledge of social study through the application of scientific study based on Quantum Teaching supported by educative games. This research is categorized as a classroom action research which was conducted in 2 cycles. The research subjects were the fourth grade students of C class in SDN 9 Pedungan with the total number of 37 students, which consisted of 14 males and 23 females. The data about students’ activeness in learning were gathered by observation method, meanwhile the data about competence mastery on the knowledge of social study were gathered by test method. The data which have been gathered then were analyzed by the use of descriptive statistical analysis and descriptive quantitative analysis. The data from preliminary stage showed that the average percentage of students’ activeness was 63,5% with category C, meanwhile the average percentage of competence mastery on the knowledge of social study was 70,40% with category C and the percentage of classical exhaustiveness was 40,54% with category C. On the first cycle, it was obtained that the average percentage of students’ activeness was 74,82% with category B while the average percentage of competence mastery on the knowledge of social study was 78,72% with category B and the percentage of classical exhaustiveness was 67,57% with category C. On the second cycle, the average percentage of students’ activeness increased by 81,36% with the average percentage of competence mastery on the knowledge of social study as high as 85,92% with category B and the classical exhaustiveness hit 83,78% with category B. Therefore, it can be concluded that the application of scientific study based on Quantum Teaching supported by educative games can improve the learning activeness and competence mastery on the knowledge of social study for the fourth grade students of C class in SDN 9 Pedungan.keyword : activity, competence mastery on the knowledge of social study, educational games, quantum teaching, scientific approach.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS MAYOR METRA DENPASAR UTARA ., Putu Sri Anjani; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran STAD Berbasis Tri Hita Karana dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian Non-equivalent Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah populasi 391 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 orang siswa yaitu 34 orang siswa kelas IVA dari SD Negeri 18 Pemecutan yang menjadi kelompok eksperimen dan 42 orang siswa kelas IVA dari SD Negeri 29 Pemecutan yang menjadi kelompok kontrol. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling.Data kompetensi pengetahuan IPA siswa dikumpulkan menggunakan metode tes yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (80,05> 70,14). Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan derajat kebebasan (dk = 34 + 42 - 2 = 74) dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung > ttabel (5,16 > 2,000) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran STAD berbasis Tri Hita Karana dan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara.Kata Kunci : Model Pembelajaran STAD, Tri Hita Karana, Kompetensi pengetahuan IPA This study aimed at investigating the significant differences in knowledge of science students through learning model STAD Based Tri Hita Karana and students who were taught through conventional learning in the fourth grade of SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara Year 2016/2017.This study used Quasi-experimental study with Non-equivalent Control Group Design. The population of this study were all fourth grade students of SD Gugus Mayor Metra academic year 2016/2017 with total population 391 students. The sample of this study were 76 students consisted of 34 students of grade IVA from SD Negeri 18 Pemecutan as the experimental group and 42 students of grade IVA from SD Negeri 29 Pemecutan as the control group. The sampling technique used in this study was random sampling. The data of students science knowledge competence was collected by using test which then being analysis by using t-test. The results showed that the average value of the experimental group was higher then the control group’s average score (80,5 > 70,14). Based on the result of t-test analysis with degrees of freedom (dk= 34+42–2=74) and at 5% significance level it was obtained that tcount>ttable (5,16>2,000) then Ho was rejected and Ha was accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant difference of science knowledge competence of students who was taught by using STAD based Tri Hita Karana learning model of students who was taught by using conventional learning model in fourth grade students of SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara .keyword : STAD learning model, Tri Hita Karana, Science knowledge competence
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Wayan Ariyasa; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan Media Video Compact Disk (VCD), dengan siswa belajar melalui pembelajaran konvensional siswa kelas VI SD Gugus V Kecamatan Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian eksperimen semu, desain penelitian ini menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD Gugus V Kecamatan Sukawati Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 3 Ketewel yang berjumlah 30 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VI SD Negeri 2 Ketewel yang berjumlah 34 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar IPA. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan media Video Compact Disk (VCD), dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI SD Gugus V Kecamatan Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2014/2015 dengan thitung = 5.25 > ttabel 2,000, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan (Ha) diterima. Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan media Video Compact Disk (VCD), baik dari pada nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional yaitu = 75.90 > = 63.68. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan media Video Compact Disk (VCD) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Gugus V Kecamatan Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : model pembelajaran STAD, hasil belajar This study research to know significant the differences in learning outcomes between students who learn science through STAD cooperative learning model using Media Video Compact Disk (VCD), with students learning through conventional teaching sixth grade SD Gugus Sukawati Gianyar V academic year 2014/2015. This study belong to the quasi-experimental research design, this study uses "Nonequivalent Control Group Design". The population in this study were all sixth grade SD Gugus Sukawati Gianyar academic year 2014/2015. Samples were taken with a random sampling technique. The samples in this study were sixth grade students of SD Negeri 3 Ketewel that were 30 students as the experimental group and sixth grade State 2 Ketewel totaling 34 students as a control group. Data collection techniques used in this study using the test to learning outcome of IPA. The results of the analysis showed that there were significant differences in learning outcomes between students who learning through STAD cooperative learning model using media Video Compact Disk (VCD), with students who learned through conventional teaching on sixth grade Gugus V Sukawati Gianyar academic year 2014/2015 at t = 5.25 > 2.000 t table, the null hypothesis (H0) is rejected and (Ha) is accepted. The average value in learning outcomes of IPA students learning through STAD cooperative learning model using media Video Compact Disk (VCD), both from the average value in learning outcomes of IPA of students who are learning through conventional learning x = 75.90 > x = 63.68. This means STAD cooperative learning model using media Video Compact Disk (VCD) effect on student learning outcomes of IPA at the sixth grade SD Gugus V Sukawati Gianyar academic year 2014/2015.keyword : learning model STAD, learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BUGBUG I Gd. Margunayasa, Kdk. Tatis Prilyawati, I Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.876

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran IPA dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal learning) berbasis keterampilan proses sains dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugbug Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain Non-Equivalent The Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugbug tahun pelajaran 2012/2013. Kelas IV SD Negeri 1 Bugbug terdiri dari 2 kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas IVA SD Negeri 1 Bugbug sebagai kelas kontrol dan siswa kelas IVB SD Negeri 1 Bugbug sebagai kelas eksperimen. Data hasil belajar IPA dikumpulkan melalui tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal learning) berbasis keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugbug. Hal ini dilihat dari rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata kelompok kontrol (). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran terbalik (reciprocal learning) berbasis keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar.   Kata-kata kunci: pembelajaran terbalik, keterampilan proses sains, hasil belajar IPA
Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas IV ., A.A.Istri Alit Trisnawati; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7076

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) meningkatkan keaktifan belajar IPS melalui penerapan Model Quantum Teaching pada siswa kelas IV SDP Negeri Tulangampiang Tahun Ajaran 2015/2016 dan (2) meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS melalui penerapan Model Quantum Teaching pada siswa kelas IV SDP Negeri Tulangampiang Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV A SDP Negeri Tulangampiang tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 34 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk mengumpulkan data keaktifan belajar dan metode tes untuk mengumpulkan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil pencatatan kegiatan pra siklus PTK diperoleh persentase rata-rata keaktifan belajar IPS siswa 59,52% dengan kriteria kurang aktif pada siklus I meningkat menjadi 72,55% dengan kriteria cukup aktif dan siklus II meningkat menjadi 86% dengan kriteria aktif. Sedangkan persentase penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa pada pra siklus adalah 41,17% pada siklus I meningkat menjadi 61,76% dan siklus II meningkat menjadi 85,29% mendapat predikat ≥ B+. Jadi simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Quantum Teaching dapat meningkatkan keaktifan dan penguasaan pengetahuan IPS pada siswa kelas IV SDP Negeri Tulangampiang tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : quantum teaching, keaktifan, kompetensi pengetahuan. This study is aimed to (1) enhance the activity of social studies through the implementation of Quantum Teaching Model in IV grade in SDP Tulangampiang in Academic Year 2015/2016 and (2) improve the social knowledge through Quantum Teaching Model in IV grade in SDP Tulangampiang in Academic Year 2015/2016. This study is conducted by implementing Classroom Action Research in which it has been conducted in two cycles. The subjects of this study were students of class IV A in SDP Tulangampiang in academic year 2015/2016. The observation method was used in collecting data of student’s activeness during the learning process, while the test was used in collecting data of student’s score of social knowledge. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis method. Result of average student’s activeness in pre- cycle is 59,52% criteria less active. At the first cycle is 72,55% criteria enough active and at the second cycle, average student’s activeness had been improved. It is 86% criteria active. Result of student’s competency in social mastery in pre-cycle is 41,17%. At the first cycle is 61,76%. At the second cycle, the number of student’s competency in social mastery in which students got more than B+ score had been improved. It is 85,29%. The result shows that this study is successfully conducted in which Quantum Teaching Model can improve student’s activeness in social learning and student’s competency in social mastery in IV Grade in SDP Negeri Tulangampiang in academic year 2015/2016.keyword : quantum teaching, liveliness, competency of knowledge.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD N DI GUGUS V KECAMATANSUKASADA ., Ni Luh Devi Yulyanitha; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N di gugus V kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD N di gugus V kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 101 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 50 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dengan instrumen yang digunakan adalah perangkat tes. Perangkat tes yang digunakan adalah pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI berbantuan media gambar memiliki mean (M) = 22,96 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional memiliki mean (M) = 19,52 termasuk dalam kategori tinggi, (3) hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung=2,73 > ttabel=2,021 sehingga terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran SAVI berbantuan media gambar dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Ini terlihat dari siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran SAVI berbantuan media gambar menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : SAVI berbantuan media gambar, hasil belajar This study aims to describe differences in science learning critical thinking skill significantly between groups of students who use SAVI learning model which used picture media and students who use conventional way of learning in fifth grade elementary school students in Cluster 5 District Sukasada Academic Year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research design. Population in this study was all fifth grade students of elementary schools in Cluster 5 District Sukasada Academic Year 2013/2014, the amount is 101 all together. The samples used in this study were 50 people. Data were collected with instrument test which the instrument used was test. The instrument was used objective test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results of the research showed (1) the result of students who learned using SAVI learning model which used picture media has mean (M) = 22.96 it was categoriez excellent, (2) the result of students who learned using conventional learning models with mean (M) = 19.52 it was categoriez good, and (3) and then result of hipothesis thitung=2,73 > ttabel=2,021 so, there were significant differences result between groups of students who used SAVI learnig model which used picture media with groups of students who used conventional way . It can be said that a group of students who learned used SAVI learning model which picture media gave effect to the learning process. is better than the group of students who learned with conventional learning model. Based on these results it can be said that a group of students who learned used SAVI learning model which picture media is better than the group of students who learned with conventional learning model.keyword : SAVI learning model which picture media, result of the study
Pengaruh Model Problem Bassed Learning Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Di Gugus Belantih, Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014 ., I Wayan Eta Sukariyasa; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learning berbantuan media gambardan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test onlycontrol group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus Belantih Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dengan jumlah siswanya 120 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda berjumlah 20 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learning berbantuan media gambardan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 2,54 ; ttabel = 2,021). Siswa yang mengikuti model Problem Bassed Learningberbantuan media gambar memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 13,65 berada pada kategoritinggi. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 10,55 berada pada kategorisedang. Jadi model Problem Bassed Learning berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Problem Bassed Learning, Media Gambar, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between science students who followed the Problem Bassed Learning model aided picture media and the students who followed the conventional model learning. This research is a quasi experimental research with post test design only control group design. The populations on this research are all class of Elementary School Gugus V Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli which students amount 120 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 20 items. The data were analyses using a descriptive statistic and test. The result of this research shows that there is the difference result between science the studenst follow Problem Bassed Learning model aidpicture media and the students follow the conventional model learning(tarithmetic = 2,54 ; ttable = 2,021). Average score of the students who followProblem Bassed Learning model aidpicture media is 13,65 it is considered to be high category. Whereas the students who follow the conventional learning model is 10,55 it is considered to be intermediate category. In this research Problem Bassed Learning model aidpicture media is preponderate for the result of the science.keyword : Problem Bassed Learning, Picture Media, Learning Results.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN TEKNIK PROBING - PROMPTING TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD GUGUS KOMPYANG SUJANA DENPASAR UTARA ., Ni Putu Yeni Indrayanti; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10631

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan teknik Probing-Prompting dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara yang terdiri dari 7 sekolah dasar dan 8 kelas. Pemilihan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Peguyangan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Peguyangan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 40 orang siswa pada kelompok eksperimen dan sebanyak 43 orang siswa pada kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda biasa yang terdiri dari 30 butir soal yang telah di validasi. Data dianalisis dengan uji beda mean (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan teknik Probing-Prompting dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok eksperimen adalah 83,80 sedangkan kelompok kontrol adalah 73,08. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 4,357, sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 40 + 43 - 2 = 81 diperoleh harga ttabel = 2,000, jadi thitung = 4,357 > ttabel (α=0,05, 81) = 2,000 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan teknik Probing-Prompting berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara.Kata Kunci : Kata kunci : kooperatif tipe NHT, teknik probing-prompting, kompetensi pengetahuan IPA. ABSTRACT This study aimed to determine the significant differences of science knowledge competence between groups of students who are taught through cooperative learning model type NHT with Probing-Prompting techniques and groups of students who are taught through conventional learning in grade V SD Gugus Kompyang Sujana North Denpasar. This research type is quasi experiment research with Nonequivalent Control Group Design. The population of this research is all students of grade V of SD Negeri in Gugus Kompyang Sujana North Denpasar cluster consisting of 7 elementary and 8 class schools. The sample selection was determined by random sampling technique. The sample in this research is class V student of SD Negeri 2 Peguyangan as experiment group and class V student of SD Negeri 4 Peguyangan as control group with total of each group as many as 40 students in experiment group and 43 students in control group. The knowledge of science knowledge competence data is collected by instrument in the form of standard multiple choice test consisting of 30 items that have been validated. Data were analyzed by mean difference test (t-test). The results showed that there was a significant difference of science knowledge competence between groups of students who were taught through cooperative learning model of NHT type with Probing-Prompting technique and group of students that was learned through conventional learning. The average value of science knowledge competence obtained by the experimental group is 83.80 while the control group is 73.08. Hypothesis test results obtained tcount = 4.357 and with 5% of significance level and dk = 40 + 43 - 2 = 81, it was found that ttable = 2,000 so tcount = 4.357 > ttable (α=0,05, 81) = 2,000 so Ho is rejected and Ha accepted. Based on the result of this research, it can be concluded that cooperative learning model of NHT type with Probing-Prompting technique have an effect on knowledge competence of science student of grade V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara.keyword : Keywords: NHT cooperative type, probing-prompting technique, science knowledge competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS V KECAMATAN SUKASADA Gd. Sedanayasa, Dsk. Pt. Yulia K, Dw. Nym. Sudana
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan non equivalent Post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah tes obyektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu mencari modus, media, mean dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari hasil analisis uji-t dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 1,95146 > 1,67109 dengan derajat kebebasan 59 dan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret adalah 23,78 berada pada katagori sangat tinggi dan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 17,51 berada pada katagori tinggi. Model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media konkret terbukti lebih unggul 6,27 dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci :  Snowball Throwing dan hasil belajar IPA.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue