cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERMUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Kadek Novitasari; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran siklus belajar 5E bermuatan gerakan literasi sekolah dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 135 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Kaliasem dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Temukus. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan intrumen tes pilihan ganda. Teknik analisis yang digunakan adalahanalisis statistik deskriptif dan statistik inferensial Uji-t (nilai thitung = 3,62 dan ttabel = 2,00, sehingga thitung> ttabel).Hasil analisis Uji-t menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E bermuatan gerakan literasi sekolah dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E adalah 27,01sedangkan rata-rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah21,50, sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E bermuatan gerakan literasi sekolah dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar IPA, siklus belajar 5E, gerakan literasi sekolah. There present study aimed at the difference of science learning result between the students who learned with leaning cycle 5E model which contained school literacy movement and conventional model. The type of this study was quasi experimental research with non equivalent design post-test only control group design. The population of the study were 135 students of 4th grade elementary school in ClusterI, Banjar subdistrict, Buleleng district in the school year 2016/2017. The sample of the study were the 4th grade students of SD Negeri 3 Kaliasem and the 4th grade students of SD Negeri 3 Temukus. The data were collected by using instrument of multiple choice and analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistic T-test(value thitung = 3,62 and ttabel = 2,00, so thitung> ttabel).The result of the analysis shows that there were significant differences of science learning result between the group of students who were taught by using learning cycle 5E model which contained school literacy movement and the group of students who were taught by using conventional learning.Mean of Science’s learning result which is using learning cycle 5E model is 27.01, meanwhile the using of conventional model is 21.50. So the result lead to the conclusion, there is a significant differences between Science’s learning result which is using learning cycle 5E model contained school literacy movement and Science’s learning result which is using conventional model.keyword : learning outcomes of science,learning cycle 5E, school literacy movement.
PEMANFAATAN MEDIA KARIKATUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD I Gst Ngurah Japa, I Md. Dendy Dwi Parendra, Nym. Wirya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1235

Abstract

Abstrak   Penelitian  ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas  (PTK).  Tujuanpenelitian  ini  adalah   mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan pemanfaatan media karikatur. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Culik, Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 14 orang (9 laki-laki dan 5 perempuan), yang nilai rata-rata klasikalnya adalah 52. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes unjuk kerja. Data keterampilan menulis karangan yang dikumpulkan dengan metode tes unjuk kerja dan dianalisis secara kuantitatif. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai langkah-langkah pembelajaran, datanya dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan media karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 2 Culik. Hal ini terbukti dari sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 52. Namun, setelah digunakan media karikatur perolehan nilai rata-rata siklus 1 adalah 64,35 sedangkan pada siklus 2 adalah 70,71. Simpulan penelitian ini adalah pemanfaatan media karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada siswa kelas V SD Negeri 2 Culik. Peneliti menyarankan bagi guru sekolah dasar dapat memanfaatkan media karikatur dalam pembelajaran menulis karangan narasi.   Kata kunci:  media karikatur, menulis, karangan narasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III SUKAWATI ., Ni Wayan Sulastini; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbasis praktikum dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas V SD gugus III Sukawati tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Kontrol Group Desain. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Batuan sebagai kelompok eksperimen, dan kelas V SD N 1 Batuan Kaler sebagai kelompok kontrol, yang masing-masing kelompok berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas V yang mengikuti pembelajaran model Problem Based Learning berbasis praktikum lebih dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (X ̅=78,03>X ̅=67,27). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbasis praktikum dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung=4,83 > ttabel(α = 0.05;58)=2,01). Dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berbasis praktikum berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus III Sukawati tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning berbasis Praktikum, Hasil Belajar IPA. The present research was undertaken in order to know the significant difference of learning result of Natural Science subject between the students that used Problem Based Learning model based on practicum and the student that used conventional learning in 5th grade student of Cluster III Sukawati in academic year 2013/2014. The design of this research was quasi experiment with nonequivalent control group design. The sample of this reseach, which consisted of the 4th grade students of SD N 2 Batuan as the experimental group and the 5th grade students of SD N 1 Batuan Kaler as the control group, consist of 30 students in group. The collected data in this research was data the learning result of the students in Natural Science subject. The collected data was analized by t-test. On the average the Natural Science learning outcomes of 5th grade students taught by using Problem Based Learning model based on practicum is more than students taught by using conventional learning (X ̅=78,03>X ̅=67,27). The result of study shows that there are significant differences in Natural Science leraning output between students taught by using Problem Based Learning model based on practicum with students taught by using conventional learning ((tcount=4,83>ttable(α = 0.05;58)=2,01)). Therefore, Problem Based learning model based on practicum has affects to the Natural Science learning result of 5th grade student of Cluster III Sukawati in academic year 2013/2014.keyword : Problem Based Learning model based on practicum, Natural Science learning result
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA SISWA KELAS V SDN 1 SUMERTA TAHUN AJARAN 2015/2016 ., Herdyana Dewi Astuti; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan kemampuan berpikir kritis melalui penerapan model Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan yaitu, perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN 1 Sumerta tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 42 siswa. Pengumpulan data penguasaan kompetensi kompetensi pengetahuan IPS dan kemampuan berpikir kritis dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes yaitu tes objektif pilihan ganda biasa untuk mengukur penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Pra siklus diketahui persentase penguasaan kompetensi pengetahuan IPS sebesar 59,52% dari 42 siswa mencapai nilai ≥2,85(B) dengan ketuntasan klasikal sebesar 57,14%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran, pada siklus I persentase meningkat sebesar 11,91% pada pra siklus menjadi yaitu 71,43% dari 42 siswa yang mencapai nilai ≥2,85(B) dengan ketuntasan klasikal sebesar 64,29%. Pada siklus II persentase sebesar 97,62% dari 42 siswa yang mencapai nilai ≥B (2,85) dengan ketuntasan klasikal mencapai 90,48%. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis pada siklus I diperoleh persentase sebesar 78,57% dari 42 siswa siswa yang mencapai nilai ≥2,85(B), dan pada siklus II diperoleh persentase sebesar 92,85% dari 42 siswa yang mencapai nilai ≥B (2,85). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS dan kemampuan berpikir kritis pada kelas VA SDN 1 Sumerta tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : Problem Based Learning, Kompetensi Pengetahuan IPS, Berpikir Kritis The aimed of this research was to improve the mastery competence of social knowledge and the ability to think critically through the implementation of Problem Based Learning. This research was a classroom action research was conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation/evaluation, and reflection. The subjects were students of class VA in SDN 1 Sumerta Academic Year 2015/2016 amounted to 42 students. The data of mastery competence of social knowledge and ability to think critically collected by test method. The data of Mastery competence of social knowledge is measured by using a objective test and ability to think critically is measured by using a essay test. The data have collected were analyzed by analysis of statistic descriptive. The result of this study show that pre-cycle obtained an percentage of the mastery competence of social knowledge 59,52% of 42 students reached value ≥2,85(B) with classical completeness of 57,14%. When repaired the learning process, in the first cycle obtaine percentage increased 11,91% to 71,43% of 42 students reached value ≥2,85(B) with classical completeness of 64,29%. In the second cycle obtained percentage of 97,62% of 42 students reached value ≥2,85(B) with classical completeness of 90,48%. Meanwhile, The ability to think critical of students, in first cycle obtaine percentage 78,57% of 42 students reached value ≥2,85(B), and in second cycle obtained percentage 92,85% of 42 students reached value ≥2,85(B). It is can be concluded that, the implementation of problem based learning can improve improve the mastery competence of social knowledge and the ability to think critically on the VA grade students of SDN 1 Sumerta Academic Year 2015/2016.keyword : problem based learning, mastery competence of social knowledge, ability to think critically
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V DI SD GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA ., Ida Ayu Vera Widayanti; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Value Clarification Technique dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2017/2018 di SD Gugus IV Kecamatan Sukasada yang berjumlah 164 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Sukasada yang berjumlah 33 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 2 Sukasada yang berjumlah 29 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 23,77, sedangkan dari rata–rata hasil belajar PKn kelompok kontrol yaitu 16,67. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 68,54 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : value clarification technique, hasil belajar. This research aimed at knowing the differences of result in studying Pkn (civic) between students who were taught by using conventional technique and students who were taught by using value clarification technique. This was a quasi- experimental research. The design of this research was non-equivalent posy-test only control group design. The population of this research were all of students at the fifth grade in second semester of SD Cluster IV in Sukasada subdistrict in academic year 2017/2018 and were amounted 164 students. The sample of this research were 29 students of the fifth grade of SDN 2 Sukasada as control group and 33 students of the fifth grade of SDN 3 Sukasada as experimental group. Data of the result in studying civic were collected by using test instrument in form of subjective test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test polled varians). Based on the result, it was gotten the mean of the result in studying civic for experimental group was 23,77, whereas the mean of control group was 16,67. from the result, it was gotten result of th = 68.54. it was bigger than tt (in significant level 5%) = 2.000, in conclusion, this result showed that there was significant difference on the result of studying civic between students who were taught by using value clarification technique and students who were taught by using conventional technique.keyword : result of study, value clarification technique.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD SEMESTER GANJIL DI GUGUS V KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Inten Cahaya Dewi; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem solvingdengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian berjumlah 71 orang dari siswa kelas IV SD Gugus V Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini yaitu berjumlah 35 orang dari kelas IV SD Negeri 1 Pupuan sebagai kelompok eksperimen dan 36 orang dari kelas IV SD Negeri 2 Pupuansebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tipe statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan dengan rata-rata M 15,5, (2) hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata M 10,44, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran problrm solving dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester I di SD Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar (thitung> ttabel, thitung = 6,667 dan ttabel = 2,000). Kata Kunci : Model Pembelajran problem solving, hasilbelajarMatematika. This research aims to know the differences of students’ achievement significantlybetween studnents who learn through problem solving learning model with the students who learn through conventional learning model of four grade elementary school at five cluster Tegallalang subdistrict Gianyar regency in academic year 2013/2014. Kind of this research is quasi-experiment. The populations of this research were 71 students from four grade of five cluster in Tegallalang subdistrict Gianyar regency in academic year 2013/2014. Samples of this research were 35 students from four grade students of Negeri 1 Pupuan elementary school as experiment group and 36 students of Negeri 2 Pupuan elementary school as control group. The data of students’ achievement were collected by using multiple choice test. The data obtainedwere analized by using analysis technique descriptive statistic type and inferential statistic that is t-test. The result of this research found that: (1) the result of students’ mathematic learning of experiment group was high with the mean score M 15,5, (2) the result of students’ mathematic learning of control group was moderate with the mean score M 10,44, (3) there was significant difference between students who were taught using problem solving learning model and students’ who were taught using conventional learning model of four grade students in semester I at five cluster of Tegallalang subdistrict Gianyar regency (tcount> ttable, tcount= 6,667 dan ttable= 2,000). keyword : Problem solving learning model, students’ mathematic achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD Ni Nym. Garminah, Ni Pt. Rika Ardiyanti, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.860

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Matematika berorientasi  open-ended problem dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain non equivalent  post-test only control group design . Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 8 Banjar Anyar pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 dan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, sehingga didapatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa butir-butir tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif  kelompok eksperimen berada pada kualifikasi kreatif (M=46,34; SD=4,71), sedangkan kemampuan berpikir kreatif kelompok kontrol berada pada kualifikasi cukup kreatif (M=35,91; SD=3,97). Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem, dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa t hitung = 10, 43, t tabel = 1,67 dan  db = n1 + n2 – 2 = 73 dengan taraf signifikansi 5%. Oleh karena  t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Matematika berorientasi open-ended problem berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci:Open-Ended Problem, konvensional, berpikir kreatif.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF ., Anak Agung Ayu Inten Pramita Dewi; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui peningkatan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model problem based learning; dan (2) meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model problem based learning. Penelitian yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri sebanyak 36 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Data tentang penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan menggunakan metode tes. Pada penguasaan kompetensi pengetahuan IPS menggunakan tes objektif PGB dan pada kemampuan berpikir kreatif menggunakan tes esai. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)terjadi peningkatan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yakni rata-rata persentase penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siklus I sebesar 73,11% yang berada pada kategori sedang dengan ketuntasan belajar secara klasikal 72,22%. Sedangkan pada siklus II rata-rata persentase penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yakni sebesar 84,00% yang berada pada kategori tinggi dengan ketuntasan belajar secara klasikal 86,11%; dan (2) terjadi peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu dari rata-rata persentase kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 70,50% dengan kategori sedang pada siklus I, meningkat menjadi 87,19% dengan kategori tinggi pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : problem based learning, penguasaan kompetensi pengetahuan IPS, kemampuan berpikir kreatif This research aimed to, (1) know the improvement of the competence of the 4th grade students of SD Negeri 22 Dauh Puri in learning social science in academic year 2015/2016 by implementing problem based learning, (2) know the improvement of the creative thinking ability of the 4th grade students of SD Negeri 22 Dauh Puri in academic year 2015/2016 by implementing problem based learning. This is the classroom action research which is conducted in two phase. Each phase consist of planning, action, observation/evaluation, and reflection. The subject of the study was the 4th grade students of SD Negeri 22 Dauh Puri which is totally 36 students, consists of 13 male and 23 female. The data was collected by using PGB test in the aspect of competence of the student’s in learning social science and essay test method in student’s creative thinking aspect. Then the data analyzed by using descriptive analytical statistic and descriptive quantitative. The result of the study showed that, (1) there is an improvement of the student’s competence in learning social science from the percentage of 73,11% which is moderate with 72,22% in classical learning completeness in phase I, become 84,00% in phase II which can be categorized as high percentage with 86,11% in classical learning completeness, (2) there is an improvement of student’s creative thinking ability from 70,50% in phase I become 87,19% in phase II which can be categorized as high percentage. From the result it can be concluded that the implementation of problem based learning can improve the 4th grade student’s competence and their creative thinking ability in learning social science at SD Negeri 22 Dauh Puri in academic year 2015/2016.keyword : problem based learning, student’s competence in learning social science, creative thinking ability.
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA KAJENG ., Ni Kadek Arik Antini; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 14 Pemecutan yang berjumlah 37 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Pemecutan yang berjumlah 38 orang sebagai kelompok kontrol. Cara menentukan sampel penelitian ini dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPS dilakukan dengan metode tes jenis objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa untuk ranah kognitif, dan lembar observasi penilaian karakter untuk ranah afektif. Data selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik parametrik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari perbedaan rata-rata hasil belajar IPS antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu x Ì… = 74,45 > x Ì… = 57,74. Hasil analisis dengan menggunakan uji t diperoleh thit = 5,58 > ttab = 2,00. Dapat disimpulkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa di kelas V di SD Gugus Letda KajengTahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, media audio-visual, hasil belajar IPS. This study aims to determine significant differences between groups social studies learning outcomes of students that learned using guided inquiry learning model aided audio - visual media with that learned using conventional learning in class 5th SD Gugus Letda Kajeng 2013/2014 . This reaserch is used a quasi-experimental design that Nonequivalent Control Group Design . The population in this reaserch were all fifth grade students of Gugus Letda Kajeng . Samples were fifth grade students of SD Negeri 14 Pemecutan which 37 people as the experimental group and fifth grade students of SD Negeri 4 Pemecutan totaling 38 people as a control group . How to determine the sample with a random sampling technique . IPS learning outcomes data collection was conducted using an objective type test in the form of multiple choice uncommon for the cognitive , and the of observation for affective character assessment . For were then analyzed using parametric statistical method t-test . The results showed than there were significant differences in outcomes between the groups social studies students that learned to use the application of guided inquiry learning model aided audio - visual media with that learned using conventional learning . This is evident from the average difference between the results of social studies experimental and control groups , is x Ì… = 74.45 > x Ì… = 57.74 . Analytical results obtained by using the t test thit = 5.58 > = 2.00 ttab . It can be concluded the guided inquiry learning model on audio - visual media affect learning result of students in grade fifth social students in elementary SD Gugus Letda Kajeng on 2013/2014.keyword : Guided Inquiry , audio - visual media , the results of social studies.
MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON-EXAMPLES BERBASIS LINGKUNGAN BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI GUGUS KAPTEN JAPA ., Ni Nyoman Purna Dewi; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Examples Non-Examples berbasis lingkungan dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain eksperimen “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA pada ranah kognitif. Data dikumpulkan melalui metode tes, yaitu tes hasil belajar IPA dengan bentuk objektif tipe pilihan ganda biasa. Data hasil belajar IPA dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 6,343 > ttab (α= 0,05, 65) = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Examples Non-Examples berbasis lingkungan dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan perbedaan nilai rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen sebesar 74,75 dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 70,50 serta hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Examples Non-Examples berbasis lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara.Kata Kunci : model pembelajaran Examples Non-Examples, lingkungan, hasil belajar This study aims to determine significant differences in science learning outcomes between students who learned with the learning model Examples Non - Examples -based environment with that learned through conventional teaching in the Elementary School fifth grade students Force Captain Japa North Denpasar . This research is a quasi experimental study with experimental design " Nonequivalent Control Group Design " . The population in this study were all fifth grade students of SD Negeri Force Captain Japa North Denpasar . Determination of the samples was done by using random sampling . The data collected is the result of learning in cognitive science . The data collected through testing method , namely the science achievement test with objective type multiple-choice form of the ordinary. Science learning outcomes data were analyzed using statistical t-test . Based on the analysis of data , obtained thit = 6.343 > ttab ( α = 0.05 , 65 ) = 2.000 , then Ho is rejected and Ha accepted . So it can be interpreted that there are significant differences between students' science learning outcomes are learned with the learning model Examples Non - Examples -based environment with that learned through conventional learning . With the difference in the average value of science learning outcomes for the experimental group 74.75 and the average value of the control group was 70.50 and the t-test results showed a significant difference , it can be concluded that the application of the learning model based Examples Non - Examples effect on the environment science learning outcomes elementary School fifth grade students Force Captain Japa North Denpasar keyword : learning model Examples Non - Examples , environment , learning outcome

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue