cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN MEDIA CERITA TRADISIONAL DAERAH BALI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA KELAS II SD ., Ni Ketut Yantiningsih; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5175

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia dengan menerapkan media cerita tradisional daerah Bali pada siswa kelas II tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 3 Patas, Kecamatan Gerokgak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di SD Negeri 3 Patas tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 29 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keterampilan berbicara Bahasa Indonesia pada siswa kelas II di SD Negeri 3 Patas. Pada siklus I, keterampilan berbicara pertemuan I diperoleh persentase sebesar 54,25%, persentase pertemuan II adalah 62,87%, dan persentase pertemuan III adalah 68,31%. Persentase keterampilan berbicara yang diperoleh di siklus I berada pada kategori kurang. Pada siklus II, persentase keterampilan berbicara pertemuan I diperoleh sebesar 75,37%, persentase pertemuan II diperoleh 79,50%, dan persentase pertemuan III adalah 86,37%. Persentase keterampilan berbicara yang diperoleh di siklus II berada pada kategori baik. Selisih persentase pertemuan I siklus I dan pertemuan III siklus II adalah 32,12%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media cerita tradisional daerah Bali dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 3 Patas, Kecamatan Gerokgak.Kata Kunci : Media, cerita tradisional daerah Bali, keterampilan berbicara Abstract This research was purposed to improve speaking skill for Indonesian by applying Balinesse folklore as a media in the 2nd grade students of SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015 at district of Gerokgak. This research was a classroom based action research which was conducted in two cycles. Action, observation an evaluation as well as reflections. The action in every cycle was conducted in three meeting. The research subject were the 2nd grade students of SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015 that has 29 students. The object of the research was speaking skill of Indonesian. The data collection of the research was done by using observation method. Data was analyzed by using descriptive statistical analysis technique. The result of the result show that there was improvement of percentage in the speaking skill of Indonesian in the 2nd grade students of SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015. In the cycle I, speaking skill from the first meeting obtained 54,25%, in the second meeting obtained 62,87%, and in the third meeting 68,31%. The speaking skill in the cycle I was in the low category in the cycle II, in the first meeting was 75,37%. The percentage of the cycle II was 75,50% and the percentage of the third meering was 86,37%. Percentage of speaking skill in the cycle II was in the good category. The percentage range between the first meeting in the cycle I and in the third meeting in cycle II was 32,12%. Based on the result of the research could be concluded that the implementation of the Balinese folklore was able to improve the speaking skill students of 2nd grade SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015 at Gerokgak district.keyword : Media, Balinese folklore, speaking skill
Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write terhadap Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas V ., Komang Agus Darmawan; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11011

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah nilai menulis deskripsi yang rendah karena pembelajaran didominasi oleh metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas V yang signifikan di SD gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran think talk write dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 171 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 3 Tejakula yang berjumlah 29 siswa dan kelas V SD Negeri 6 Tejakula yang berjumlah 30 siswa. Data keterampilan menulis deskripsi siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(12,46) > ttab(2,00), dan rata-rata ( ) hitung, diketahui bahwa eksperimen (86,3) > kontrol (58,87). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran think talk write berpengaruh terhadap keterampilan menulis deskripsi siswa kelas V di gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Saran yang disampaikan berdasarkan penelitian ini antara lain, (1) siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran, (2) guru disarankan menggunakan model pembelajaran think talk write untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa, (3) peneliti lain agar memperhatikan waktu dan biaya penelitian.Kata Kunci : think talk write, keterampilan menulis Problems found in this study are low of writing description skill because learning dominated by using speech method. This research aims to know the significant difference of 5th Grade students writing description skill in 3st Cluster Primary School in Tejakula District Buleleng Regency between students group learn through think talk write learning model and students group learn through conventional learning model Academic Year 2016/2017. This type of research is a quasi experimental research. The population of this research is all 5th Grade of 3th Tejakula Cluster Primary School in District Buleleng Regency Academic which amounted to 171 students. The sample of this research is 5th Grade of Tejakula 3th primary school amount to 29 students and 5th Grade of Tejakula 6th primary school amount to 30 students. Writing description skill data were collected with wrote test instruments. Collected data analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the result of analyzed data, it is found that tcount (12,46)> ttab (2.00), and the average ( ) count, it is known that experiments (86.3) > control (58,87), so can be concluded think talk write learning model influence on learning writing description skill student 5th Grade students of 3st Cluster Primary School in Tejakula District Buleleng Academic Year 2016/2017. This research suggest (1) student more active in learning, (2) teacher use think talk write learning model to improve student writing description skill (3) other researcher to pay attention for time and cost of research.keyword : writing skill, think talk write
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TELAAH YURISPRODENSI INQUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SD KELAS V SEMESTER II DI GUGUS IV KECAMATAN KINTAMANI Ni Wyn. Rati, I Md. Sumiarta, I Nym. murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1337

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar  PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Telaah Yurisprodensi Inquiri dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Pengajaran Langsung pada siswa kelas V semester II di Gugus IV Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Kintamani yang berjumlah 168 siswa. Sampelnya adalah siswa kelas V di  SDN Sekaan dan SDN Abuan, sampel diambil dengan cara random sampling. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan instrumennya adalah tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan Uji-t pooled varian.Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Telaah Yurisprodensi dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pengajaran Langsung. Dimana thit > ttabel (4,14>2,000). Dengan demikian berarti pembelajaran Telaah Yurisprodensi Inquiri berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn.   Kata kunci :Telaah Yurisprodensi Inquiri, hasil belajar
PENGARUH MODELPEMBELAJARAN Childrend Learning In Science TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DI GUGUS II KECAMATAN SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Dian Anggriani; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran Childrend Learning In Science dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di gugus II kecamatan Seririt. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas IV di gugus II kecamatan Seririt yang terdiri dari 4 sekolah.Penelitian ditentukan dengan menggunakan random sampling dengan sampel penelitian 27 orang siswa kelas IV di Sd N 2 Sulanyah sebagai kelas eksperimen dan 22 orang siswa kelas IV di SD N 1 Sulanyah sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Childrend Learning In Science sebesar 17,56. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 13,68. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 13,86 dan nilai ttabel sebesar 2,021. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Children Learning In Science dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional.Dengan demikian, model pembelajaran Children Learning In Science berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di gugus II Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model pembelajaran Childrend Learning In Science, hasil belajar. This study aims to determine the differences in learning outcomes between students who take science learning learning model childrend Learning in Science and students who take conventional learning models on Elementary School fourth grade students in group II Seririt districts . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fourth grade students in group II Seririt districts consisting of 4 sekolah.Penelitian determined using random sampling with a sample of 27 fourth grade students in Sd N 2 Sulanyah as an experimental class and 22 fourth grade students in elementary N 1 Sulanyah as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and inferential statistical analysis(t-test) . The results of the research on student science achievement test showed that the average score of the ability of learning outcomes of students who take science learning using learning model childrend Learning In Science of 17.56 . While the average score of the learning outcomes of students who take science learning with conventional learning of 13.68 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with tcount ttable value of 13.86 and 2.021 . The results of these studies indicate that there are significant differences between students who take learning model Children Learning In Science and students who take lessons with learning models such Konvensional.Dengan , learning models Children Learning In Science affects the outcome of the fourth grade students learn science in the District II cluster Seririt school year 2013/2014 .keyword : learning models Childrend Learning In Science, the results of study
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN SATUA BALI TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA ., I Gusti Kade Budi Astawa; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan pemahaman konsep PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran role playing berbantuan media satua Bali dengan kelompok siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian ini adalah kelas V SDN 1 Anturan dan SDN 2 Anturan. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner sikap sosial dan tes pemahaman konsep. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji-t, dan MANOVA. Untuk menguji hipotesis I dan hipotesis II digunakan uji-t, serta untuk menguji hipotesis III digunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap sosial dan pemahaman konsep PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran role playing berbantuan media satua Bali dengan kelompok siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional. Hasil uji hipotesis I menunjukkan bahwa thit = 5,91 > ttab = 2,00. Hasil uji hipotesis II menunjukkan bahwa thit = 8,82 > ttab = 2,00. Hasil uji hipotesis III menunjukkan bahwa Fhit = 52,783 > Ftab = 1,84. Dengan demikian, model pembelajaran role playing berbantuan media satua Bali berpengaruh terhadap sikap sosial dan pemahaman konsep PKn siswa kelas V SD Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Pemahaman Konsep , Role Playing, Satua Bali, Sikap Sosial The research aims to determine the difference of social attitude and concept understanding of PKn between groups of students that learned model of role playing assisted with media satua Bali with groups of students that learned of conventional learning. This study population are grade V Elementary School of Cluster XV Buleleng district of the academic year 2015/2016. The research sample was grade V students from SDN 1 Anturan and SDN 2 Anturan. Instrument data collecting in this research is social attitude kuesioner and concept understanding test. Data analysis technique used is statistical descriptive, t-test, and MANOVA. To test hypothesis I and hypothesis II used uji-t, and also to test hypothesis III used MANOVA. The results of study indicate that there is difference of social attitude and concept understanding of PKn between groups of students that learned model of role playing assisted with media satua Bali with groups of students that learned of conventional learning. Result of hypothesis test I indicate that thit = 5,91 > ttab = 2,00. Result of hypothesis test II indicate that thit = 8,82 > ttab = 2,00. Result of hypothesis test III indicate that Fhit = 52,783 > Ftab = 1,84. Thus, role playing learning model assisted with media satua Bali has an effect to the social attitude and concept understanding of PKn of the grade V Elementary School of Cluster XV Buleleng district of the academic year 2015/2016.keyword : Concept Understanding, Role Playing, Satua Bali, Social Attitude
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL RESIK (REALISTIK SETTING KOPERATIF) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SEMESTER I SD NO 6 PANJI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Komang Adi Suryanata; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kualitas pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru saat melaksanakan pembelajaran yang dalam perancangannya menggunakan model pembelajaran RESIK (Realistik Setting Kooperatif), serta mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika setelah penerapan pembelajaran kooperatif model RESIK. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah kelas VI semester I SD NO 6 Panji kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng, tahun pelajaran 2014/2015. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian adalah 14 orang, dengan rincian 6 perempuan dan 8 laki-laki. Objek penelitian ini adalah hasil belajar hasil belajar Matematika siswa setelah penerapan model pembelajaran RESIK (Realistik Setting Kooperatif). Data yang dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan datanya menggunakan lembar tes essay. Tes essay ini mengungkapkan tentang penguasaan siswa terhadap pelajaran Matematika yang mereka peroleh. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data hasil belajar siswa, diproleh bahwa hasil belajar Matematika siswa mengalami peningkatan dari siklus ke siklus berikutnya. Tingkat hasil belajar siswa kelas VI Semester I SD NO 6 Panji pada siklus I sebesar 67,5% kemudian meningkat pada siklus II menjadi sebesar 80,71%. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus II sebesar 92,85%. Hasil belajar siswa secara individu pada siklus II sudah mencapai target atau indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas.Jadi, terdapat peningkatan hasil belajar Matematika setelah penerapan pembelajaran kooperatif model RESIK.Kata Kunci : model pembelajaran RESIK, hasil belajar Matematika This study aims to investigate the tendency of learning management quality which is conducted by teachers in learning process in which RESIK (Cooperative Setting Realistic) learning model is applied. This study also aims to find out the improvement of students’ mathematics achievement after RESIK learning model is applied. This is a Classroom Based Action Research. The subject of the study is students of grade 6 semester 1 of SD NO 6 Panji Sukasada Sub-regency, Buleleng Regency in the academic year 2014/2015. The number of students that are used as the subject of study is 14 students which consist of 6 girls and 8 boys. The object of the study is the students’ mathematics achievement after RESIK (Cooperative Setting Realistic) learning model is applied during the learning process. The collection of the data is using essay type test. This is essay test mean that knowledge of students in Mathematics leason that students given. The data are analyzed by using quantitative descriptive analysis method. Based on the result of data analysis, the students’ mathematics achievement is improving from one cycle to the next cycle. The percentage of students’ achievement in cycle 1 of grade 6 Semester 1 SD NO 6 Panji is 67.5% and then it is improving to 80.71% in cycle 2. On the other hand, the percentage of students who pass the grade is 92.85%. The students’ achievement individually during the cycle 2 is already reaching the target or indicator of success of this classroom action research. So, there is an improvement upon the students’ mathematics achievement after the application of RESIK cooperative learning model.keyword : RESIK Learning Model, Students’ Mathematics Achievement
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Kadek Ermayanti; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model quantum teaching berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Gugus 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen kuasi dengan rancagan Non-equivalent. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 5 Dalung yang berjumlah 34 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No. 4 Dalung yang berjumlah 34 sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, dengan tes pilihan ganda biasa. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil analisis diperoleh thitung = 4,60, sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk=66 diperoleh ttabel = 2,00. Berdasarkan kriteria pengujian H0 ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model quantum teaching berbantuan media audio visual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/2017. Adapun rata-rata nilai hasil belajar IPA yang dibelajarkan melalui model quantum teaching berbantuan media audio visual, yaitu 77,73 dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, yaitu 63,92. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model quantum teaching berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Kata Kunci : IPA, quantum teaching,audio visual This study aimed to determine the effect of quantum models of audio-visual assisted teaching on the science learning outcomes of grade V students in SD Gugus 1 Kuta Utara Lesson Year 2016 / 2017. This research was an experimental study with experimental design used is a quasi experimental with Non-Equivalent. Population in this research were all student of class V at SD Gugus 1 Kuta Utara Lesson Year 2016/2017. The sample of this research were class V students in SD No. 5 Dalung amount 34 as the experimental group and the grade V students in SD No. 4 Dalung amount 34 as the control group. Method of completion data in this research was test method, with ordinary multiple choice test. Then the data is analyzed by using t-test. The result of analysis is tarithmetic= 4,60, while at 5% significance level with dk = 66 result ttable=2,00. Based on test criteria H0 rejected. This shows that there are significant differences of science learning outcomes between students who are taught through quantum models of audio-visual assisted teaching and students that are taught by conventional learning of grade V students in SD Gugus 1 Kuta Utara Lesson Year 2016/2017. The average of science learning outcomes that are learned through quantum models of audio-visual assisted teaching media, that is 77.73 and students are taught by conventional learning, that is 63.92. So the conclution of this research is the quantum model of teaching aided audio visual media is influence the science learning outcomes of grade V students SD Gugus 1 Kuta Utara Lesson Year 2016/2017.keyword : scient, quantum teaching,audio visual
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAYBERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PKn I.B.S. Manuaba, I.W.G.S. Darmayasa, I.M. Suara,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.922

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi belajar PKn dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) berbantuan media gambar dan (2) meningkatkan hasil belajar PKn dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) berbantuan media gambar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Manukaya yang berjumlah 26 siswa.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa dan (2) tes untuk mengetahui hasil belajar siswa.Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi siswa dalam belajar PKnmeningkat dan dapat dilihat dari hasil observasi yang dilakukan, (2)  hasil belajar PKnsiswa  meningkat dengan menerapkan model pembelajarankooperatif tipe two stay two strayberbantuan media gambar. persentase rata-rata motivasi belajar pada siklus I baru mencapai 68,76%, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II persentase rata-rata motivasi belajar sebesar 83,38%, Persentase hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 67,5% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73,07%,  setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa mencapai 81,34 % dan ketuntasan belajar klasikal menjadi 96,15 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS media gambar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 1 Manukaya, Tampaksiring, Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci:TSTS, Media Gambar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBASIS PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS IV KEROBOKAN KELOD ., Ni Luh Eka Artini; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis proyek dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IV Kerobokan Kelod tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah 7 kelas V di Gugus IV Kerobokan Kelod yang berjumlah 225 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 2 Kerobokan Kelod yang berjumlah 32 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No. 5 Kerobokan Kelod yang berjumlah 31 orang sebagai kelompok kontrol. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data hasil belajar IPA siswa yang dikumpulkan melalui tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji-t terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian menunjukkan, thit = 3,53 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5% dan dk = 61) = 2,00. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis proyek dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional kelas V SD gugus IV Kerobokan Kelod (thit = 3,53 > ttabel = 2,00). Nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelompok kontrol ( x =81,1 > x =75,1). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis proyek berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus IV Kerobokan Kelod tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berbasis proyek, hasil belajar IPA This study aimed at determining the significant differences in learning outcomes between students who learned science by using NHT cooperative learning model with project based with students who were taught by using conventional teaching method for the fifth grade students of elementary school in Cluster IV Kerobokan Kelod school year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The population of this research was 7 classes of fifth grade of elementary school in Cluster IV Kerobokan Kelod in which the total of the students were 225 students. The sample of the research was selected by using random sampling method. The sample of this study were 32 students of the fifth grade in SD No. 2 Kerobokan Kelod as the experimental group and 31 students of the fifth grade of SD No. 5 Kerobokan Kelod as the control group. The data that were analyzed in this study were the learning outcomes of the students in science course which were gathered through achievement test. Thus, the data gathered were analyzed by using t-test. Based on the analysis of data by t-test of the hypothesis proposed in the study showed that, thit = 3.53 and ttable (at the 5% significance level and dk = 61) = 2.00. Those meant that there were significant differences between the learning outcomes of students who learned science by using the NHT cooperative learning model with project based with the students who were taught by using conventional teaching method for the fifth grade students of elementary school in Cluster IV Kerobokan Kelod (thit = 3.53 > ttable = 2.00). The average value of the experimental group was higher than the average value of the control group ( = 81.1 > = 75.1). It can be concluded that the implementation of NHT cooperative learning model with project based can affect students learning outcomes in science course for the fifth grade students of elementary schools in Cluster IV Kerobokan Kelod school year 2013/2014. keyword : NHT (Numbered Head Together) Cooperative Learning with project based, Science learning outcomes
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA ., Ni Putu Evi Permata Dewi; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pengetahuan IPA siswa kelas VB SD No.1 Dalung kuta utara tahun ajaran 2015/2016 melalui penerapan pendekatan saintifik berbantuan model think pair share. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, serta refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VB SD No.1 Dalung yang berjumlah 37 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar pengetahuan IPA siswa kelas VB SD No.1 Dalung. Data hasil belajar pengetahuan IPA dikumpulkan dengan metode tes. tes digunakan berupa tes objektif yang terdiri dari 20 butir soal yang dianalisis secara statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa pada tahap observasi awal adalah 64% berada pada kriteria rendah dengan ketuntasan klasikal 35,1%. Untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA tersebut maka diberikan tindakan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan model think pair share. Pada siklus I didapatkan persentase nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa sebesar 73,2% berada pada kriteria sedang dan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 82,3% berada pada kriteria tinggi. Terjadi peningkatan hasil belajar pengetahuan IPA dari siklus I ke siklus II sebesar 9,1%. Peningkatan juga terlihat pada persentase ketuntasan belajar siswa, pada siklus I sebesar 75,7% dan siklus II sebesar 83,8%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 8,1%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbantuan model think pair share dapat meningkatnya hasil belajar pengetahuan IPA siswa kelas VB SD No.1 Dalung Tahun Ajaran 2015/2016Kata Kunci : saintifik , think pair share, hasil belajar, pengetahuan IPA This study aimed to know the enhancement of VB class science learning outcome in SD N 1 Dalung, Kuta Utara Academic Year 2015/2016 through scientific approach with think pair share model.This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, evaluation, and reflection. This research subject was class VB SD No.1 Dalung Kuta Utara which amounted to 37 students. The object of this study is the result of science knowledge of students VB SD No. 1 Dalung. Learning outcomes data collected by the method of science knowledge test. Test used in the form of objective test consisting of 20 items were analyzed with descriptive statistics and quantitative descriptive ways. The result showed the average percentage of science student learning outcomes in preliminary observations stage was 64% which was low criteria with classical completeness 35,1%. To improve learning outcomes IPA knowledge then students was given an action using a scientific approach with think pair share model. In the cycle I the percentage obtained student average value learning outcome in IPA knowledge was 73,1% in the middle criteria and on the cycle II increased to 82,7% in the high criteria. An increase in knowledge science learning outcomes from the cycle II to the cycle II of 9,1%. Improvement was also seen in the percentage of students learning completeness, in the cycle I of 75,7% and cycle II of 83,8%, increase 8,1%. It can be concluded that the application of a scientific approach with think pair share model could improve learning outcome students in IPA knowledge of VB SD No.1 Dalung Kuta Utara Academic Year 2015/2016.keyword : scientific, think pair share, learning outcomes, knowledge science

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue