cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 6 DAUH WARU NEGARA KABUPATEN JEMBRANA ., Ni Made Nedya Andreina Jessica; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah termasuk penelitian eksperimen semu, yang mencoba mengungkapkan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Konvensional. Disebut sebagai penelitian eksperimen semu, karena tidak semua variabel pada setiap kelompok dan kondisi eksperimen dapat dikontrol dan dikendalikan. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa di SDN 6 Dauh Waru Negara Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 dan sebagai sampel penelitian adalah siswa-siswa kelas VI A1 dan kelas VI A2. pengambilan sampel dilakukan melalui Simple Random Sampling. Jumlah siswa pada masing-masing kelas adalah sama yakni 22 orang, sehingga jumlah semua siswa adalah 44 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA, bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan Anova satu jalur atau Uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara siswa yang diajar model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 18,390 > Ftabel =3,44 pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan temuan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SDN 6 Dauh Waru Negara. Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil Belajar. This research aimed to determine and describe the difference learning science outcomes between the students who are taught Jigsaw Cooperatif Learning Model with the students taught Conventional Learning Model. This Research is include the quasi-experiment, which tries to reveal differences in learning science outcomes between students who are taught with a Jigsaw Cooperative Learning Model and students taught with Conventional Learning Model. It referred as a quasi-experimental research ,because not all of the variables in each group and the eksperimental conditions can be controlled. As the population in this research were students in elementary school No.6 Dauh Waru, Jembrana of the year 2012/2013 and the sampel of the research were students 6 grade A1 and 6 grade A2. Sampling is done through Simple Random Sampling. The number of the students on each class is 22 people, so the total number of students is 44. The data collected in this research were the result of learning science, the result of learning science test form used multiple choice.The data were analysed by using Anova one path or the F-test. The result showed that there is a significant difference between students taught Jigsaw Cooperative Learning Model with the Convensional Learning Model. It is show by F count = 18,390 > F table = 3,44 in the level of significance 0,05. Based on the Research above it can be concluded that there were an effect of Jigsaw Cooperative Learning Model to Learning Science Outcomes of students grade 6 Elementary school no 6 Dauh Waru Jembrana.keyword : Jigsaw Cooperative Learning Model, study result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TANDUR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR GUGUS VI KECAMATAN BULELENG I Md. Citra Wibawa, Ni Md. Dwi Ariantari, I Km. Sudarma,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.893

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TANDUR dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsungpada siswa kelas IV SD Gugus VI Kecamatan Buleleng. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Gugus VI kecamatan Buleleng yang berjumlah 191 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD No. 7 Kampung Baru yang berjumlah 34 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Kampung Baru yang berjumlah 28 orang. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik Random Sampling. Desain penelitian yang digunakan yaitu “Post Test Only with Non-Equivalent Control Group Design”. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV SD Gugus VI Kecamatan Buleleng yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TANDUR dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (thitung> ttabel; thitung= 4,5203 dan ttabel= 2,000). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TANDUR lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pemelajaran langsung.   Kata-kata kunci: model pembelajaran TANDUR, pemahaman konsep IPA
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., A.A Istri Sayang Kartika Dewi; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan keaktifan belajar IPS tema cita-citaku melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IVB SD Negeri 8 Padangsambian dan (2) Meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS tema cita-citaku melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IVB SD Negeri 8 Padangsambian. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB sebanyak 43 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Data mengenai keaktifan belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Kedua data ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan persentase rata-rata keaktifan belajar siswa pada siklus I dari 75,52% dengan kategori cukup aktif dan pada siklus II menjadi 86,65% dengan kategori aktif. Sedangkan untuk hasil penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa diperoleh rata-rata persentase yaitu 74,80% pada siklus I dengan kategori sedang dan pada siklus II menjadi 86,65% dengan kategori tinggi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan keaktifan dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS tema cita-citaku siswa kelas IVB SD Negeri 8 Padangsambian.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Penilaian Proyek, Keaktifan, Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS The study aimed at (1) improving the activeness of social studies with a theme Cita-citaku through the application of scientific approach to the assessment of students project in class IVB of SD Negeri 8 Padangsambian, and (2) improving the knowledge mastery of social studies competencies with the theme Cita-citaku through the application of scientific approach to the assessment of the students project in class IVB of SD Negeri 8 Padangsambian. This study was classroom action research (CAR) which was conducted in two cycles. The study was conducted at class IVB which consisted of 43 students 18 were males and 25 were females. The data about the activeness of social studies was collected by using observation and the data about mastering the competency of social studies knowledge was collected by using test. Both of the data were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis method. The result of the data show that the average percentage of students learning activeness in the first cycle of 75.52% with a category quite active and the second cycle become 86.65%, with the active category. As the results of students mastery of competencies from social studies knowledge gained an average percentage is 74.80% in the first cycle with the medium category and the second cycle become 86.65% with a high category. Based on the result of the study, it was concluded that the application of scientific approach to the assessment of the project can enhance the students activeness and mastery of social studies competencies with the theme Cita-citaku in calss IVB of SD Negeri 8 Padangsambian.keyword : scientific approach, project’s assessment, social studies learning activeness, and mastery of social studies competencies
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP PRESTASI BEAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 2 SERAYA TIMUR ., I Ketut Mariasa; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model self-directed learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 2 Seraya Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester I yaitu kelas VA dan kelas VB di SDN 2 Seraya Timur yang berjumlah 68 orang. Seluruh populasi tersebut diteliti dijadikan sampel penelitian. Data prestasi belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil perhitungan uji t diperoleh t hitung adalah 6,96. t tabel dengan taraf signifikansi 5% dan db = 66 adalah 2,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran self-directed learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran self-directed learning berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VA di SDN 2 Seraya Timur.Kata Kunci : model self-directed learning, prestasi belajar This study was aimed at finding out the differences between the achievement in science subject of students who learned with self-directed learning model and students who learned with conventional learning model in the fifth grade students at SDN 2 Seraya Timur. This study was a quasi-experimental research. The population of this study was 68 students, they were taken from all the fifth grade students at SDN 2 Seraya Timur which are from class VA and VB. The entire population was taken as the sample of the study. The data of the students’ achievement was collected by using instruments in the form of objective test. The data collected were analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The calculation result obtained through t-test was 6.96. The t-table with a significance level of 5 % and db = 66 was 2.000. The result of this study indicated that there were significant differences between the achievement of students who learned with the group learning model of self-directed learning and students who learned with conventional learning model. It can be concluded that the model of self-directed learning influenced the students achievement in science subject for VA class SDN 2 Seraya Timur.keyword : self-directed learning model, learning achievement.
PENGARUH MODEL VAK BERBANTUAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS MAS ., Ni Luh Saraswati Adnyani; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3593

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di SD gugus mas yang dapat dilihat dari capaian rata-rata siswa antara 66 hingga 68 dengan KKM 70. Ketika dikonversikan ke PAP skala lima, nilai siswa tergolong cukup. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pengaruh model pembelajaran VAK (Visual, Aditorial, Kinestetik) berbantuan media lingkungan dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar di gugus Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas V sekolah dasar di gugus Mas kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014, sebanyak 172 siswa. Sampel penelitiannya yaitu kelas V di SD N 1 Mas sebagai kelompok eksperimen sebanyak 42 siswa dan kelas V di SD N 6 Mas sebagai kelas kontrol sebanyak 40 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observasi, (2) tes, sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar (tes pilihan ganda). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 4,79 sedangkan nilai ttable = 1,980 (dengan taraf signifikan 5%). Jika dibandingkan akan terlihat bahwa thitung > ttabel (4,79 > 1,980). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran VAK (Visual, Aditorial, Kinestetik) berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V sekolah dasar di gugus Mas.Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Lingkungan, VAK The problem in this study is the low science learning outcomes fifth grade students in elementary school in gugus mas, that could be seen from the average performance of students between 66 to 68 with the KKM 70. If convertion to PAP skala lima, scores of student are classified as fairly. Therefore, this experiment aimed to determine significant differences influence learning model VAK (Visual, Aditorial, Kinesthetic) aided environmental media and conventional learning models to student learning outcomes in 5th grade elementary school in gugus Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. This research is a quasi-experiment. The population of this study is the 5th grade elementary school students in gugus Mas kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar in the school year 2013/2014, with total students was 172. The samples of the experiment was fifth grade in SD N 1 Mas as much as the experimental group with 42 students and in the fifth grade in SD N 6 Mas as a control group with 40 students. Collected data in this study was conducted used: (1) observation, and (2) test with the instruments that used were achievement test (multiple choice test). The data then analyzed with descriptive techniques of quantitative and qualitative description. From the calculation of the t-test obtained t = 4.79, with the value of t-table = 1.980 (with significance level of 5%) . In comparison it would seem that t-count > t-table (4.79>1.980) so that it can be concluded that there are significant differences between students who learned with the learning model of VAK (Visual, Aditorial, Kinesthetic) aided the environment media and the students who learned with the conventional model of learning in the fifth grade elementary school students in the gugus Mas .keyword : Environment, Science Learning Outcomes, VAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA MADE PUTRA ., Ni Putu Yuni Wiantari; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, desain penelitian non-ekuivalen. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling dengan mengacak kelas. Sampel penelitian adalah siswa kelas VB SDN 2 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB SDN 5 Tonja sebagai kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan dengan instrumen dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa sebanyak 20 soal yang sudah divalidasi. Data kompetensi pengetahuan IPS dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengethuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan mengguakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan mengguakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil hitung uji-t, thitung= 5,88 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 66 diperoleh nilai ttabel = 2,00, thitung = 5,26 > ttabel = 2,00. Perhitungan nilai rerata siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media audio-visual ( = 78,82 ) > dari siswa yang tidak dibelajarakan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media Adio-Visual ( = 63,52 ). Dapat disimpulkan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra.Kata Kunci : kompetensi pengetahuan IPS, NHT This study aims to determine the effect of cooperative learning model type Numbered Head Together with adio-visual media to the competence of social knowledge of grade V SD Gugus Letda Made Putra students. This type of research is quasi-experimental research, non-equivalent research design. The population of the study was the students of Grade V of SD Gugus Letda Made Putra. The sample was determined using random sampling technique by randomizing the class. The sample of this research is VB SDN 2 Dangin Puri as experiment group and VB SDN 5 Tonja students as control group. The social knowledge competence data is collected with the instrument in the form of an ordinary double choice objective test of 20 validated questions. Social knowledge competence data was analyzed using t-test. The result of the analysis shows that there is a significant difference of social learning competency between groups of students who are taught by using cooperative learning model of Numbered Head Together with adio-visual media and group of students who are not learned by using cooperative learning model of Numbered Head Together with adio-visual media. It is proved by the result of t-test, tcal = 5,88 with significance level 5% and dk = 66 obtained ttable value = 2,00, tcal = 5,26> ttable = 2,00. The calculation of the mean values of the students who followed the learning using the cooperative learning model type Numbered Head Together with audio-visual media (= 78,82)> of the students who were not studied using cooperative learning model type Numbered Head Together with Adio-Visual media (= 63,52 ). It can be concluded that the cooperative learning model of Numbered Head Together with adio-visual media has an effect on the competence of social student knowledge of grade V SD Gugus Letda Made Putra. keyword : social knowledge competence, NHT
KONTRIBUSI KEBIASAAN BELAJAR DAN KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR INTI KECAMATAN JEMBRANA I Nym. Jampel, Ni Md Novi Indrayani D, Ni Nym Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.750

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kontribusi kebiasaan belajar dengan prestasi belajar, (2) kontribusi konsep diri dengan prestasi belajar dan, (3) kontribuai kebiasaan belajar dan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa kelas IV di Sekolah Dasar Inti Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah ex-post facto yang berupaya untuk mengetahui derajat keterhubungan antara variabel bebas dan variael terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Inti Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 sejumlah 189 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Proprosional Random Sampling” dengan menggunakan rumus Cochran, dengan jumlah sampel sebanyak 127 orang. Data kebiasaan belajar dan konsep diri dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data prestasi belajar dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat kontribusi antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa, korelasi sebesar 0,70, sumbangan 49%, (2) terdapat kontribusi antara konsep diri dengan prestasi belajar siswa, korelasi sebesar 0,68, sumbangan 46,24, dan (3) terdapat kontribusi antara kebiasaan belajar dan konsep diri terhadap prestasi belajar siswa, korelasi sebesar 0,854, dengan sumbangan sebesar 60%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kebiasaan belajar dan konsep diri memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar   Kata-kata kunci:   kebiasaan belajar, konsep diri, prestasi belajar.
ANALISIS DISKREPANSI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 SD NEGERI 3 BANJAR JAWA ., Putu Arik Indah Pertiwi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri 3 Banjar Jawa dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, pengawasan proses pembelajaran, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dengan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 3 Banjar Jawa berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) rerata perolehan skor perencanaan pembelajaran adalah 75,1 dengan besar beda -24,9. (2) rerata perolehan skor variabel pelaksanaan pembelajaran 85,4, besar beda -14,6. (3) rerata perolehan skor variabel penilaian hasil pembelajaran 67,5, besar beda -32,5. (4) rerata perolehan skor variabel pengawasan pembelajaran sebesar 91,4, besar bedanya -8,6. Rerata perolehan skor keempat variabel -variabel standar proses sebesar 79,8. Besar beda -20,2. Kesenjangan ini terjadi karena, keterlambatan pendistribusian buku, serta tidak meratanya program pelatihan kepada pendidik.Kata Kunci : Diskrepansi, Pembelajaran, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 This research was purposed to know the differences between the implementation of 2013 curiculum at SD Negeri 3 Banjar Jawa with Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 based on the planning, learning process, evaluation process, and to know the problems find on implementation of 2013 curriculum. The type of this study was evaluative with discrepancy model. Knowing the program effectiveness was done by compare ideal condition of 2013 curriculum’s implementation at SD Negeri 3 Banjar Jawa based on the permendikbud Nomor 65 tahun 2013. Data collected of all varibles was analyzed by using wilcoxon test, then calculated the difference and a big sign different from a predetermine standard. The result showed that (1). the mean score of the learning acquisition plan is a big difference of 75.1 with -24.9 (2). the mean score of the learning acquisition process is a big difference of 85,4 with -14.6. (3) the mean score of the learning acquisition result is a big difference 67.5 with -32.5. (4) the mean score of the learning acquisition control is a big difference 91.4 with – 8.6. The mean score of the four variables acquisitions of standards process of 79.8. -20.2 are big differences. This disparity occurs because of the delay distribution of the book, and unequal training program for teachers.keyword : Discrepancy, Learning, Permdendikbud Nomor 65 Tahun 2013
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Ari, Ni Luh Putu Merta; Wibawa, I Made Citra
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 7, No 3 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v7i3.19389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran make a match dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 121 orang yang merupakan seluruh siswa kelas V di gugus II Kecamatan Tembuku, sedangkan untuk sampel penelitian berjumlah 24 orang pada kelas V SD Negeri 1 Tembuku sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Undisan sebagai kelompok kontrol berjumlah 26 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner motivasi belajar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar IPA antara kelompok yang diajarkan menggunakan model pembelajaran make a match dan kelompok yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Dari hasil pengolahan data (thitung =5,33 > ttabel = 2,01) artinya thitung lebih besar daripada ttabel yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Perbandingan hasil hitung rata-rata nilai motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match 104 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional 96,65. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran make a match berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Tembuku tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: Make a match, motivasi belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VII KECAMATAN BULELENG ., Gede Sila Parta; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model learning cycle 5E dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen non equivalent post–test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 64 orang siswa kelas V SD tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus VII Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian yaitu kelas V SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 35 orang dan kelas V SD No. 1 Kampung Kajanan yang berjumlah 29 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model learning cycle 5E adalah 23,11 sedangkan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 14,03, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : learning cycle 5E, hasil belajar IPA This research purpose is to know the differences of Science’s learning result between students who take learning cycle 5E model and conventional model. To grasp that purpose experimental research of quasi experiment using equivalent post–test only controls group design is conducted. The population is 64 students of 5th grade elementary school in Cluster VII Buleleng District of school year 2012/2013. The sample is 35 students of 5th grade of SD No. 1 Banjar Bali and 29 students of 5th grade of SD No. 1 Kampung Kajanan. The data are collected by using test instrument of multiple choices. Collected data are analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). Mean of Science’s learning result which is using learning cycle 5E model is 23.11, meanwhile the using of conventional model is 14.03. So the result lead to the conclusion, there is a significant differences between Science’s learning result which is using learning cycle 5E model and Science’s learning result which is using conventional model. keyword : learning cycle 5E, Science Learning Outcomes

Page 29 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue