cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain berupa nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 11 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep IPA siswa menggunakan tes uraian yang dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferansial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 11,28 dan ttabel sebesar 2,000, pada taraf signifikansi 5% dan db=59. Hal ini berarti thitung lebih besar daripada ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model SSCS, Pemahaman Konsep IPA The purpose of this research was to know the difference of the concept undertanding in natural science between the group of student who was taught by using SSCS teaching model and the group of student who was taught by using the conventional teaching model in the fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district. This was a quasi experimental research with nonequivalent posttest only control group design. The population of this research was fifth grade of elementary school in cluster one of Buleleng district which consisted of 11 classes. The sample was choosen by the use of cluster random sampling technique. The data of concept undertanding in natural science were collected by using essay test which was analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Based on the t-test calculation, the research result showed that tcount value was 11,28 and ttable was 2,000, on significance standard 5% and db=59. That meant that tcount is bigger than that of ttable. The result showed that there was difference of concept undertanding in natural science between group of students who were taught by using SSCS teaching model and group of students who were taught by using conventional teaching model. Thus, can concluded that SSCS teaching model influenced the concept undertanding in natural science of fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district, Buleleng regency in academic year 2013/2014.keyword : SSCS Model , the concept undertanding in natural science
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR PADA PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 TEMA LINGKUNGAN BERSIH, SEHAT DAN ASRI KELAS 1 DI SD 19 DAUH PURI ., Ni Luh Yesi Oktaviari; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) motivasi siswa pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas I di SDN 19 Dauh Puri, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas I di SDN 19 Dauh Puri. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I di SDN 19 Dauh Puri. Objek penelitian ini adalah motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Selanjutnya analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) motivasi pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri menunjukkan bahwa siswa 77,49 siswa termotivasi dengan baik (2) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah faktor yang berasal dari dalam dan luar siswa. Kata Kunci : Kata kunci: motivasi, siswa, pendekatan saintifik, dan kurikulum 2013 This study aimed to describe (1) the student's motivation in learning to approach scientific curriculum 2013 theme of environmentally clean, healthy and beautiful Grade I at SDN 19 Dauh Puri, and (2) the factors that influence the motivation on learning approach to scientific curriculum 2013 theme of environmentally clean, healthy and beautiful grade I at SDN 19 Dauh Castle. The research was qualitative descriptive. The subjects were students of class I at SDN 19 Dauh Castle. The object of this study is the motivation and the factors that influence student motivation in learning the scientific approach to the curriculum 2013.Teknik data collection are observation, interviews, and data analysis performed dokumentasi.Selanjutnya qualitative descriptive analysis. The results showed (1) the motivation of learning with the scientific approach to the curriculum in 2013 the theme of the environment is clean, healthy and beautiful shows that students are well motivated student 77.49 (2) the factors that influence the motivation is a factor that comes from within and outside students.keyword : Keywords : motivation , students , scientific approach and curriculum 2013
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PERTANYAAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA (KETERAMPILAN MEMBACA) TEMA CITA-CITAKU PADA SISWA KELAS IV SD DESA PEGUYANGAN ., Ida Ayu Agung Dian Agathi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5172

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) antara kelompok siswa kelas IV SD Desa Peguyangan Tahun Ajaran 2014/2015 yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban tertunda dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban segera. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan rancangan The Static Group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD Desa Peguyangan yang berjumlah 561 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) siswa dikumpulkan dengan instrumen test pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung= 2,66 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti thitung> ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban tertunda dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban segera. Skor rata-rata yang diperoleh dari hasil belajar siswa yaitu = 73,31 berada pada kategori sangat tinggi dan 65,91 berada pada kategori tinggi. Jadi pendekatan saintifik dalam pembelajaran berbasis pertanyaan guru dengan jawaban tertunda dan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berbasis pertanyaan guru dengan jawaban segera berpengaruh terhadap hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) pada siswa kelas IV SD Desa Peguyangan.Kata Kunci : pendekatan saintifik, berbasis pertanyaan guru, keterampilan membaca Abstract This research was aimed to know the difference of Indonesian language learning outcome (reading skill) between group of class IV students SD Desa Peguyangan 2014/2015 that were learn through scientific approach based teacher question with pending answer and students that were learn through scientific approach based teacher question with direct answer. Type of this research was experiment with the static group pretest-postest design. Population of this research were all of the students of class IV SD Desa Peguyangan in amount of 561 student. The sample of this research was determine by random sampling technique. The data of bahasa Indonesia learning outcome (reading skill) was collected by multiple choice test. The outcome of the research showed that taritmatic = 2,66 and ttabel (at 5% significancy target) = 2,00 that meant tarithmatic > ttabel. So could be concluded that there was significant difference of bahasa Indonesia learning outcome (reading skill) between students that were learn by scientific approach based teacher question pending answer and student that were learn by scientific approach based teacher question direct answer average score that were ganed from students learning result was = 73,31 at highest category and 65,91 at high category. So scientific approach on learning procces based teacher question with pending answer and scientific with direct answer influenced with bahasa Indonesia learning (reading skill) at the student of class IV SD Desa Peguyangan.keyword : scientific approach, teacher question, and reading skill
Pengaruh Teknik Pembelajaran Storytelling Berbantuan Satua Bali terhadap Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas V SD ., Alifia Nur Safira; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang mengikuti teknik pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali dan kelompok siswa yang tidak mengikuti pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah kelompok siswa kelas V SD Negeri 3 Seririt dan SD Negeri 1 Pengastulan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang mengikuti teknik pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali dan kelompok siswa yang tidak mengikuti pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali, 2) satua Bali membuat siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini membuat siswa mengenal lebih banyak satua, dan 3) kemampuan guru berekspresi dalam bercerita berpengaruh terhadap ekspresi siswa saat bercerita. Hasil uji-t menunjukkan bahwa t hitung = 4,58 > t tabel = 2,00. Dengan demikian, teknik pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali berpengaruh terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Saran untuk penelitian selanjutnya, agar memperhatikan kendala-kendala yang dialami dalam penelitian yang akan dilaksanakan serta dapat meneliti lebih lanjut mengenai peran guru sebagai model saat bercerita dan pengaruhnya terhadap interaksi guru dan siswa.Kata Kunci : storytelling, satua Bali, keterampilan berbicara This aim of this study is to find out the difference of speaking skill between group of students who follows the learning technique of assisted storytelling of satua Bali and group of students who do not follows learning storytelling assisted satua Bali in grade V SD of Gugus III of Seririt District in the academic year of 2016/2017. The population of this research is grade V SD of Gugus III of Seririt District in the academic year of 2016/2017. The sample of this research is group of students in grade V SD Negeri 3 Seririt and SD Negeri 1 Pengastulan. The data collection instrument used in this research is the observation sheet. The data analysis technique used is t-test. The result of the research shows that 1) there is a difference of speaking skill between group of students who follows the learning technique of assisted storytelling of satua Bali and group of students who do not follows learning storytelling assisted satua Bali, 2) satua Bali makes the students spirit and enthusiastic in following learning. In addition, this activity makes the students more know satua, and 3) the ability of teacher expression in storytelling affect the expression of students while telling stories. The result of t-test shows that t value = 4.58 > t table = 2,00. Thus, learning technique of assisted storytelling of satua Bali has an effect on speaking skill in grade V SD of Gugus III of Seririt District in the academic year of 2016/2017. Suggestions for further research, in order to pay attention to the constraints experienced in the research to be conducted and can further research on the role of teacher as a model when telling stories and its effect on the interaction of teacher and students.keyword : storytelling, satua Bali, speaking skill
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V DESA PENGLATAN I Dw. Kade Tastra, I Gd. Widiantara, Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1335

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berbicara siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Role Playing berbantuan media Audio-Visual dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Desa Penglatan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Desa Penglatan yang berjumlah 74 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Penglatan yang berjumlah 22 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SDN 2 Penglatan yang berjumlah 26 orang sebagai kelas kontrol, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data keterampilan berbicara siswa dikumpulkan dengan instrumen yaitu lembar observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 28,56 dan ttabel (pada taraf signifikasi 5%) = 2,07. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Role Playing berbantuan media Audio-Visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dari hasil perhitungan, diketahui rata-rata skor hasil keterampilan berbicara siswa kelompok eksperimen adalah 87,18 dan rata-rata skor hasil keterampilan berbicara siswa kelompok kontrol adalah 64,25. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Role Playing berbantuan media Audio-visual berpengaruh terhadap hasil keterampilan berbicara siswa kelas V SD di desa Penglatan Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.   Kata-kata kunci : Metode Role Playing, Keterampilan Berbicara
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS VII KECAMATAN SAWAN ., Kadek Megawati; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2450

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di gugus VII Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus VII Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini diambil dengan simple random sampling dengan tehnik undian. Dari hasil undian diperoleh SD Negeri 3 Sinabun sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 32 orang dan SD Negeri 3 Suwug sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode tes dan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berupa pilihan ganda, yang berjumlah 30. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t) polled varians. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 19,44 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 15,40. Selain itu, analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung = 14,49 lebih besar dibandingkan dengan ttabel=2,007 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Inside Outside Circle (IOC) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di gugus VII Kecamatan Sawan.Kata Kunci : model IOC, hasil belajar IPA The research used type of cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC). The aimed of this research is to know the difference of science learning achievement between student groups that have been studied by cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) type and student groups that have been studied conventional learning model of fifth grade student of year 2013/2014 in cluster VII of Sawan District. The kind of this research is quasi-experiment research. The population of this research is all of students of fifth grade in cluster VII of Sawan District of academic year 2013/2014. The sample was taken by simple random sampling with lottery technique. From lottery result obtained by Elementary School number 3 of Sinabun as a experiment class with 32 students and Elementary School number 3 of Suwug as a control class with 20 students. This Research data is obtained by using learning achievement test method and instrument which use is of multiple choices, by total student is 30 people. The data is analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistic (uji-t) polled varians. The result of the research indicates that there are the difference in science learning achievement between student groups that have studied using learning Inside Outside Circle (IOC) model and student groups that have studied using conventional learning model. Average score for the experiment class is 19,44 and for the control class is 15,40. Besides that, data analysis used uji-t that is obtained tvalue = 14,49 is bigger than ttable=2,007 at 5% of significant level. Thereby, cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) have an effect on to cognitive science learning achievement of fifth grade of academic year 2013/2014 in cluster VII of Sawan District. keyword : model IOC, science learning achievement
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ., Ni Ketut Maha Putri Widiantari; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa, untuk mengetahui upaya-upaya guru agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat berkembang, dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan upaya-upaya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika di SD Negeri 2 Pemaron Kecamatan Buleleng. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 24 orang. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa dalam pelajaran matematika, upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematika, dan kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sebesar 55,04 tergolong Rendah, dengan indikator tertinggi adalah indikator menganalisis pertanyaan sebesar 82,99% dan indikator terendah adalah indikator mengidentifikasi asumsi sebesar 0%. (2) upaya-upaya yang dilakukan guru di SD Negeri 2 Pemaron untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis, yaitu memberikan soal terbuka dan memberikan bimbingan belajar. (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, yaitu fasilitas sekolah kurang memadai, dan kurang perhatian orang tua terhadap aktivitas belajar anak-anaknya.Kata Kunci : Kata kunci: matematika, kemampuan, berpikir kritis. This research aims to know the critical thinking ability of the students, to knowing the efforts undertaken of teacher in order that critical thinking ability of the students could flourish, and to knowing the constraints faced by teacher and students in efforts implementation the development of critical thinking ability of students class IV in mathematics learning in SD Negeri 2 Pemaron of subdistrict Buleleng. the subjects of this research is teacher and student 24 person. the object of this research is the critical thinking ability of the students in mathematics learning, the efforts made to develop the critical thinking ability of mathematics, and the constraints facing in efforts improving the critical thinking ability of mathematics. data collection methods used are observations, tests and interviews. Data analysis techniques in this research the using qualitative descriptive and quantitative descriptive. The results of this study suggest that (1) the average ability critical thinking of the students class IV of 55,04 belongs to low, with the highest indicator is an indicator analyze the question of 82.99% and the lowest indicator is an indicator identifying the assumption of 0%. (2) the efforts made the teacher in SD Negeri 2 Pemaron for the develop of critical thinking ability, i.e. giving open text and provides tutoring. (3) the obstacle facing teacher and students in the development of critical thinking ability of the students, i.e. inadequate facilities, and supervision parental less of their children's learning activities.keyword : Keywords: mathematics, ability, critical thinking
PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK BERBANTUAN MEDIA VISUAL BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS 2 MENGWI BADUNG ., I Gede Widyantara; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan menulis deskripsi antara siswa kelas V SD Gugus 2 Mengwi Badung yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran berbasis otak (brain based learning) berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Gugus 2 Mengwi Badung yang berjumlah 265 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Buduk sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB SD N 1 Buduk sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan instrumen tes keterampilan menulis deskripsi berupa tes esai. Hasil tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis deskripsi antara siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, dengan thitung > ttabel. Rata-rata keterampilan menulis deskripsi kelompok eksperimen lebih dari rata-rata keterampilan menulis deskripsi kontrol yaitu 81,08 > 70,97. Hal ini berarti penerapan pembelajaran berbasis otak (brain based learning) berbantuan media visual berpengaruh terhadap keterampilan menulis deskripsi Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Gugus 2 Mengwi Badung tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, menulis deskripsi This study aims to determine significant differences between the description writing skills fifth grade elementary school students Force 2 Mengwi Badung that learned to use brain -based learning aided visual media with students that learned conventionall . This research was a quasi-experimental research design with nonequivalent control group design. The population of this research is class V Force 2 Mengwi Badung totaling 265 people. The sample was fifth grade students of SD N 2 Buduk as the experimental group and VB grade students of SD N 1 Buduk as a control group. The data was collected using a test instrument of writing skills in the form of an essay test description. The test results were then analyzed using t-test statistical testing. The results showed that there are significant differences between the students' skills of writing a description of the experimental group and control group students. It can be seen from the results of the t-test, with t count > t table. Average writing skills description of the experimental group over the average control description writing skills ie 81.08 > 70.97. This means the application of brain -based learning aided visual media affects writing skills descriptions Indonesian fifth grade elementary school students Force 2 Mengwi Badung academic year 2013/2014.keyword : braind based learning , writing descriptions
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Wayan Santiani; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa kelas V SD yang dibelajarkan dengan model Problem Bassed Learning berbantuan media konkret dan siswa kelas V SD yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD di Gugus I Kecamatan Petang, dengan jumlah siswanya 100 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda berjumlah 35 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa kelas V SD yang dibelajarkan dengan model Problem Bassed Learning berbantuan media konkret dan siswa kelas V SD yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru (thitung = 3,62 ; ttabel = 2,02). Siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Bassed Learning berbantuan media konkret memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 20,45 berada pada kategori tinggi. Sedangkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru memperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 15,31 berada pada kategori sedang. Jadi model Problem Bassed Learning berbantuan media konkret berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA. Kata Kunci : hasil belajar, IPA, media konkret, model PBL The purpose of this research is to recognize the difference results science between students of fifth grade of Elementary School who followed the Problem Bassed Learning model aided concrete media and the students of fifth grade of Elementary School who followed the teacher-centered learning. This research is a quasi experimental research. The populations on this research are all fifth grade of Elementary School in Gugus I Kecamatan Petang, which students amount 100 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 35 items. The data were analyses using a descriptive statistic and t-test. The result of this research shows that there is the difference result science between students of fifth grade of Elementary School who followed the Problem Bassed Learning model aided concrete media and the students of fifth grade of Elementary School who followed the teacher-centered learning (tarithmetic = 3,55 ; ttable = 2,02). Average score of the students who follow Problem Bassed Learning model aid concrete media is 20,45 it is considered to be high category. Whereas the students who follow the teacher-centered learning is 15,31 it is considered to be intermediate category. In this research Problem Bassed Learning model aid concrete media is has an positif effect for the result of the science.keyword : learning results, science, concrete media, PBL model
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING BERBANTUAN MEDIA BENDA ASLI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS 1 KECAMATAN TABANAN I Wyn. Sudiana, Sri Utami, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.920

Abstract

Abstrak Hasil penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) deskripsi hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model Experiential Learning berbantuan media benda asli, (3) perbedaan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Experiential Learning berbantuan media benda asli dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian berjumlah 82 orang dari siswa kelas IV SD Gugus 1 Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini yaitu berjumlah 23 orang dari kelas IV SD Negeri 1 Wanasari sebagai kelompok eksperimen dan 20 orang dari kelas IV SD Negeri 3 Wanasari sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung menunjukkan skor rata-rata cenderung rendah, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Experiential Learning berbantuan media benda asli menunjukkan skor rata-rata cenderung tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Experiential Learning berbantuan media benda asli dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung.   Kata-kata kunci: experiential learning, media benda asli, hasil belajar IPA

Page 30 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue