cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL DRTA TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS III SUKAWATI ., I Made Sucitayana; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman literal pada mata pelajaran bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Directed Reading Thingking Activity (DRTA) dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Sukawati tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD yang berjumlah 196 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 3 Batuan sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 2 Batuan Kaler sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 69 orang siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data nilai keterampilan membaca pemahaman literal. Nilai post-test dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda biasa sedangkan nilai keterampilan membaca dikumpulkan melalui rubrik penilaian keterampilan membaca. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman literal antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran DRTA dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung = 2.65 dan ttabel(α = 0.05, 67) = 2.00. Berdasarkan kriteria pengujian thitung> ttabel (2.65>2.00) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Rata-rata nilai keterampilan membaca pemahaman literal yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control (77.47>72.59). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran DRTA berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman literal siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Sukawati.Kata Kunci : pembelajaran DRTA, pemahaman literal, bahasa Indonesia, pembelajaran konvensional The aimed of this study was to determine whether there was a significant differences in literal reading comprehension skills between students who followed Directed Reading Thingking Activity (DRTA) model and students who took conventional learning in fifth grade of SD Gugus II Isukawati District academic year 2013/2014.This study was a quasi experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The population of this study were all of the fifth grade students of SD consisted of 196 students. The samples of this study were the class V of SD Negeri 3 Batuan as experimental group and class V of SD Negeri 2 Batuan Kaler as control group consisted of 69 students. The samples of this study were determined by means of random sampling technique. The data taken were the result of the literal reading comprehension skills. The post-test value were collected by multiple choice test item and the reading skills were using rubric assessment sheet of the reading skill. The data were analyzed by using t-test. Result of the study show that there was a significant differences in literal reading comprehension skills between students who followed DRTA model with students who took conventional learning. Based on the result of the t-test was found tcount= 2.65 and ttable (α = 0.05, 67) =2,00. From the criteria of examination was tcount> ttable (2,65> 2,00) so that H0 was rejected of the experimental higher than control group (77,33> 70,35). It can be concluded that there was significant determine of DRTA learning model with comprehension reading skills of students at fifith grade elementary school at Gugus III Sukawati District.keyword : DRTA, literal comprehension, bahasa Indonesia,conventional learning
PEMBELAJARAN GENERATIF BERBANTUAN MEDIA VISUAL NONPROYEKSI PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD ., Ni Putu Unitasari; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3055

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran generatif berbantuan media visual nonproyeksi dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu non-equivalent control group design. Populasi yang dilibatkan adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 192 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yang diacak adalah kelas. Dari hasil pengundian diperoleh siswa kelas VA SDN 1 Pejeng sebagai kelompok eksperimen sebanyak 30 orang dan siswa kelas V SDN 3 Pejeng sebagai kelompok kontrol sebanyak 30 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes yakni tes hasil belajar matematika berupa tes obyektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 2,515 > ttabel (α= 0,05, 58) = 2,000 sehingga Ho ditolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran generatif berbantuan media visual nonproyeksi dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring tahun ajaran 2013/2014. Hal ini didukung juga dengan perolehan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen x ̅ = 72,83 > x ̅ = 62,67 pada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran generatif berbantuan media visual nonproyeksi berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : pembelajaran generatif, media visual nonproyeksi, hasil belajar matematika This study aims to determine significant differences in the outcomes of learning mathematics between students who was studied by using generative learning assisted visual media non projections with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus V Tampaksiring district academic year 2013/2014. This type of research was a quasi exsperiment research using non equivalent control group design. The population in concerned were all students in the fifth grade of elementary school of SD Gugus V Tampaksiring district academic year 2013/2014, which is the total of students are 192 person. From the result have the class VA of SDN 1 Pejeng as the experimental group were 30 students and class V of SDN 3 Pejeng as a control group were 30 students. Data collection method used were a method test that is mathematics learning outcomes used are regular multiple choice test. Data collection were analyzed by statistical analysis with t-test. By data analyzed, tvalue = 2,515 > ttable (α= 0,05, 58) = 2,000 with the result that Ho were rejected, therefore stated that there were the significant differences in the outcomes of learning mathematics between students who was studied by using generative learning assisted visual media non projections with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus V Tampaksiring district academic year 2013/2014. This is also supported by the value of the average in experimental group x ̅ = 72,83 > x ̅ = 62,67 in the control group. Thus it can be concluded, generative learning assisted visual media non projections had an effect in learning mathematics outcomes in class V SD Gugus V Tampaksiring district academic year 2013/2014. keyword : generative learning, visual media non projections, mathematics learning outcomes
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MIND MAPPING BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III GIANYAR ., Ni Putu Harini Adiyatmaningsih; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan mind mapping dan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V Gugus III Gianyar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yakni nonequvalent control group desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Gianyar yag berjumlah 232 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yang diuji kesetaraannya dengan teknik matching sehingga diperoleh siswa siswa kelas V SD Negeri 2 Bitera sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Bakbakan sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 31 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dalam bentuk objektif tipe pilihan ganda biasa. Analisis data menggunakan metode analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran model berbasis masalah berbantuan mind mapping lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t juga memperoleh hasil thitung = 4,92 dan t tabel = 2,00 karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan mind mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan mind mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus III Gianyar tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah berbantuan mind mapping, hasil belajar IPA This study aimed to determine significant differences of science learning outcomes between students who learned by the problem besed learning model assisted mind mapping with students who learned by the conventional learning at fifth grade elementary school at Gugus III Gianyar. This study used quasi-experimental design was Nonequvalent Control Group Design. The population of this study were all students at fifth grade elementary school students at Gugus III Gianyar District in 2013/2014 academic year with 232 students. The samples was obtained by using random sampling technique with the drawing result were the fifth grade students of SD Negeri 2 Bitera as the experimental group and fifth grade students of SD Negeri 3 Bakbakan as the control group which each of the group consisted of 31 students. The data was collected by the test method. The data analysis used the t-test statistical analysis. The results showed that the average value of students science learning outcomes who followed the problem besed learning model assisted mind mapping was higher than the average value of students learning outcomes who followed the conventional learning. Hypothesis testing used t-test also obtained the results of tcount = 4,92 and ttable = 2.00, because of tcount > ttable then Ho was rejected and Ha was accepted. This proves that there are significant differences science learning outcomes of students who followed problem besed learning model assisted mind mapping between students who followed the conventional learning. It can be concluded that the applied of the problem besed learning model assisted mind mapping was influenced to science learning outcomes of fifth grade elementary school students at Gugus III Gianyar District in 2013/2014 academic year.keyword : problem-based learning model, mind mapping , learning outcomes
PENGARUH MODEL INQUIRY BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS V BANJARANGKAN ., Putu Yunia Widayani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran inquiry berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus V Banjarangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Banjarangkan yang berjumlah 136 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Aan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan siswa kelas V SD Negeri 2 Timuhun sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,67, sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan db n1 + n2 - 2 = 32 + 30 – 2 = 60 didapat ttab = 2,00. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran inquiry berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat juga dari nilai rata-rata kelompok eksperimen x = 78,75> x = 74 pada kelompok kontrol. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di SD Gugus V Banjarangkan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Inquiry berbantuan Peta Konsep, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar IPS. This study aims to determine significant differences between the outcomes of social studies of students who learned by the inquiry learning model assisted concept mapping and students who learned by conventional learning in class V elementary school in Cluster V Banjarangkan.This research is a kind of quasi-experimental research with a Non Equivalent Control Group Design . The population according to all fifth grade students in Cluster V Banjarangkan amounting to 136 students . Determination of the samples was done by random sampling technique is a randomized drawing class with the result that the fifth grade students of SD Negeri 2 Aan as a experiment group totaling 32 students and fifth grade students of SD Negeri 2 Timuhun as a control group totaling 30 students . Data collection method used is the method of testing . The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics ( t-test ).Based on the analysis of data , obtained thit = 2.67 , whereas the significance level of 5 % and db = 32 + 30-2 = 60 obtained ttab = 2.00 . So it can be interpreted that there are significant differences between the learning outcomes of social studies students who learned by the inquiry learning model asissted concept mapping and students who learned by conventional learning . It can be seen also from the average value of the experimental group x = 78.75 >x = 74 in the control group. Therefore it can be concluded that the implementation of inquiry learning model assisted concept mapping affect the of students social studies fifth grade elementary school in cluster V Banjarangkan.keyword : Inquiry Learning Model assisted Concept Mapping , Conventional Learning , the result of social studies .
MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING BERBASIS PENILAIAN KINERJA BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA SD KELAS V ., I Wayan Wirasa; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesiaantara kelompok yang mengikuti pembelajaran Mastery Learning berbasis penilaian kinerja dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara yang terdiri dari 7 SD Negeri dengan jumlah siswa keseluruhan adalah 333 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VB SD Negeri 1 Peguyangan yang berjumlah 40 orang siswa dan siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan yang berjumlah 36 orang siswa. Data keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia siswa diperoleh dengan instrument tes keterampilan berbicara yang dilengkapi rubrik penilaian, kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 10,82  ttabel =2,000pada taraf signifikansi 5% dan dk = 74, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil dari post-test diketahui bahwa rata-rata nilai keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 77,33 dan kelompok kontrol adalah 56,76. Hal ini berarti rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia pada pelajaran Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran Mastery Learning berbasis penilaian kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Gugus letkol Wisnu Denpasar Utara.Kata Kunci : Model pembelajaran mastery learning, penilaian kinerja, Pembelajaran konvensional, keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia This study aims to determine the differences of Indonesian comprehension reading skills between student swho followed mastery learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning at fifth grade elementary school at SD Gugus Letkol Wisnu North Denpasar District, 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with Non-Equivalent Control Group Design.The population of this research were all students at fifth grade at SD Gugus Letkol Wisnu North Denpasar District in 2013/2014 academic year consist of 7 elementary schools with 333 students. The samples of this research were VB grade students of SD Negeri 1 Peguyangan with 40 students and the fifth grade students of SD Negeri 12 Peguyangan with 36 students. The comprehension reading skills data obtained by the reading skills test instrument equipped assessment rubric, then the data was analyzed by t-test. Based on the data analysis, obtained tcount = 10.82  ttable = 2.00 at 5% significance level and df = 74, so H0 is rejected and Ha accepted. The results of the post-test known that the average value of the Indonesian comprehension reading skills at experimental group speaking skills was 77.33 and the Indonesian comprehension reading skills at control group was 56.76. This means that the average value of the experimental group higher than the average value of the control group. It can be concluded that there are significant differences of Indonesian comprehension reading skills between students who followed the mastery learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus Letkol Wisnu, North Denpasar.keyword : Mastery learning model, performance assessment, conventional learning, Indonesian comprehension reading skills
PENGARUH MODEL CORE BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Ni Luh Astiningsih; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE berbantuan media manipulatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Dengan populasinya yaitu seluruh kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng dengan jumlah 182 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan soal pilihan ganda berjumlah 30 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE berbantuan media manipulatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung=4,65; ttabel=1,98). Siswa yang mengikuti pembelajaran CORE berbantuan media manipulatif memperoleh rata-rata hasil belajar 75,5 berada pada kategori tinggi. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata hasil belajar 60,03 berada pada kategori sedang. Jadi model pembelajaran CORE berbantuan media manipulatif berpengaruh terhadap hasil belajar matematika.Kata Kunci : CORE, Media Manipulatif, Hasil Belajar The purpose this research is to recognize difference results between mathematics students who followed the CORE model learning aided manipulative media and the students who followed the conventional model learning. This research is quasi experimental research with post test design only with non equivalent control group design. The populations are all class IV of Group IV Buleleng regency Elementary School which students amount 182 peoples. The sample this research is determined by random sampling technique. Methods of data collection using multiple-choice tests totaled 30 points. The data were analyses using descriptive statistic and independent t-test. The result of this research shows the difference result between studenst follow CORE model learning aid manipulative media and students follow conventional model learning (tarithmetic=4.65; ttable=1.98). Average score of students who follow CORE model learning aid manipulative media is 75.5 considered to be high category. Whereas students who follow the conventional learning model is 60,03 considered to be intermediate category. So, research CORE model learning aid manipulative media is preponderate for the result of the mathematics.keyword : CORE, Manipulative Media, Learning Results.
MODEL TEMATIK BERNUANSA KEARIFAN LOKAL BERBANTUAN MEDIA ANIMASI BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI GUGUS KAPTEN JAPA ., Ni Wayan Budi Santika Dewi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara yang dibelajarkan menggunakan model tematik bernuansa kearifan lokal berbantuan media animasi dan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain eksperimen “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA pada ranah kognitif. Data dikumpulkan melalui metode tes, yaitu tes hasil belajar IPA dengan bentuk objektif tipe pilihan ganda biasa. Data hasil belajar IPA dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 4,14 > ttab (α= 0,05, 65) = 2,00, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model tematik bernuansa kearifan lokal berbantuan media animasi dan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini juga didukung oleh perbedaan nilai rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (83.57>77.52). Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model tematik bernuansa kearifan lokal berbantuan media animasi berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Gugus Kapten Japa Denpasar Utara.Kata Kunci : model tematik, kearifan lokal, media animasi, hasil belajar. The study aimed at understanding the significant differences in students’ science learning outcomes between thoses who have been assisted by means of thematic model in the nuances of local wisdom, as well as equipped by the animation media, and those who learn conventionally in the third grade Public Elementary School Gugus Kapten Japa, North Denpasar. This research was a quasi experiment applied study with the experimental design of “Nonequivalent Control Group Design”. The research population was all the third grade Public Elementary School Gugus Kapten Japa, North Denpasar. The samples were established by random sampling technique. The collected data was the students’ science learning outcomes in cognitive aspect. The data was collection was undergone by testing method; the outcomes were tested by objective type test with a regular multiple choices. The data then was analyzed by t-test. In reference to the data analysis, it was obtained tcount = 4.14 > ttable (α=0.05,65) = 2,00, Ho is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be interpreted that there are significant differences in regards to the students’ science learning outcomes between the ones learning by means of thematic model with the local wisdom nuances, equipped by animation media and the conventionally learning students. It is also supported by the difference in average of the outcomes between the experimental group that is higher than the control group (83,57>77.52). Therefore, it can be concluded that the thematic model with the nuances of local wisdom and the assisting animation media influence the students’ science learning outcomes at third grade Public Elementary School Gugus Kapten Japa, North Denpasar.keyword : thematic model, local wisdom, animation media, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Wayan Yogi Wintari; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng yang berjumlah 109 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling (undian) yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda, kuesioner, dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (thitung = 3,64 > ttabel = 1,980). Dibuktikan pula oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT yaitu 64,97 (kategori tinggi) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kovensional yaitu 58,82 (kategori sedang). Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : kooperatif, model kooperatif tipe TGT, hasil belajar IPS This research aimed to determine the differences of social science learning achievement between student group taught with cooperative learning model type TGT and those taught with conventional model. This research could be categorized as quasi research with post test only control group design. Research population was all fifth grade elementary school at cluster VIII of sub-distric Buleleng, Buleleng regency amounted to 109 students. Research samples were 63 students, determined by using random sampling technique. Data collected by applying learning achievement test using multiple choise-questions, questionnaire, and observation sheets. Data analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The results showed that there were differences between social science learning achievement of students taught with cooperative learning model type TGT and those taught with conventional model (tvalue = 3,64 > ttable = 1,980). It could be proved from the average score of those group in which the experiment group score equals to 64,97 (categorized as high) and control group score equals to 58,82 (categorized as sufficient). This means cooperative learning model type TGT positive effect on social learning achievement IPS in fifth grade elementary school students cluster VIII of sub-distric Buleleng, Buleleng regency.keyword : cooperative, cooperative learning model type TGT, social learning achievements
PENGARUH STRATEGI BELAJAR PQRST TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS ., Ni Putu Eka Ariesta Wati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap sosial siswa pada mata plajaran IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran PQRST dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen/eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng berjumlah 280 orang dari 11 kelas. Jumlah sampel penelitian 120 orang siswa. Data tentang sikap sosial siswa dikumpulkan dengan metode non tes berbentuk angket/kuessioner. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan analisis data, terdapat perbedaan signifikan antara sikap sosial siswa pada mata pelajaran IPS siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran PQRST (preview, question, read, summarize and test) dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng (thit = 4,49 > ttab = 1,980). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran PQRST(preview, question, read, summarize and test ) dalam pembelajaran IPS berpengaruh signifikan terhadap sikap sosial siswa dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini berarti strateg pembelajaran PQRST (preview, question, read, summarize and test) berpengaruh positif terhadap sikap sosial siswa mata pelajaran IPS pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : PQRST, Sikap Sosial This study aims to determine the differences in social attitudes of students in social studies IPS among groups of students that learned using PQRST learning strategies and student groups that learned using conventional learning strategies on fifth grade elementary school students at the Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency. Type of research is a quasi experimental / quasi-experimental, with a population around the fifth grade students at Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency amounted to 280 people from 11 classes. Total sample of 120 research students. Data collected about students' social attitudes to the non-shaped test questionnaire. Data obtained after giving a test and then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on data analysis, there were significant differences between the social attitudes of students in social studies students who take learning to use learning strategies PQRST (preview, question, read, summarize and test) and a group of students who take conventional learning using learning strategies on fifth grade elementary school students at the Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency. (thit = 4,49 > ttab = 1,980). Significant difference indicates that the application of learning strategies PQRST (preview, question, read, summarize and test) in social studies IPS learning significantly influence the social attitudes of students compared with conventional learning strategies. This means learning strategist PQRST (preview, question, read, summarize and test) positive effect on students' social attitudes on social studies IPS in fifth grade elementary school students at the Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency.keyword : PQRST (preview, question, read, summarize and test), social attitudes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain berupa nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 11 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep IPA siswa menggunakan tes uraian yang dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferansial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 11,28 dan ttabel sebesar 2,000, pada taraf signifikansi 5% dan db=59. Hal ini berarti thitung lebih besar daripada ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model SSCS, Pemahaman Konsep IPA The purpose of this research was to know the difference of the concept undertanding in natural science between the group of student who was taught by using SSCS teaching model and the group of student who was taught by using the conventional teaching model in the fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district. This was a quasi experimental research with nonequivalent posttest only control group design. The population of this research was fifth grade of elementary school in cluster one of Buleleng district which consisted of 11 classes. The sample was choosen by the use of cluster random sampling technique. The data of concept undertanding in natural science were collected by using essay test which was analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Based on the t-test calculation, the research result showed that tcount value was 11,28 and ttable was 2,000, on significance standard 5% and db=59. That meant that tcount is bigger than that of ttable. The result showed that there was difference of concept undertanding in natural science between group of students who were taught by using SSCS teaching model and group of students who were taught by using conventional teaching model. Thus, can concluded that SSCS teaching model influenced the concept undertanding in natural science of fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district, Buleleng regency in academic year 2013/2014.keyword : SSCS Model , the concept undertanding in natural science

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue