cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Ketut Restana Asta; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5637

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar IPA yang ditemukan pada siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Buleleng menjadi masalah utama dilakukan penelitian ini. Indikasi rendahnya hasil belajar IPA tersebut dibuktikan oleh skor rata-rata 62,7 sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah 65,00. Rendahnya kondisi tersebut diduga karena guru-guru dalam pengelolaan pembelajaran masih cenderung menggunakan metode yang kurang inovatif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang dikendalikan oleh kemampuan berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian ini berjumlah 132 orang dengan sampel masing-masing 30 orang siswa kelas V SD No. 1 Nagasepaha dan SD No. 1 Sari Mekar. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda untuk hasil belajar dan tes uraian untuk kemampuan berpikir kritis. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Anava, Anakova, dan Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional (Fhitung=58 > Ftabel= 4,00). (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional setelah kovariabel kemampuan berpikir kritis dikendalikan (F=28,954; Sig.α). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : saintifik, kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA The Problems of lack result science are found in five grade in Gugus V Buleleng district become a major problem of this research. Indications of lack result of science was evidenced by the average score of 62.7, while the set of school KKM 65.00. The lack condition, presumably because the teachers in the learning management still tends to use methods that are less innovative. Therefore the purpose of this research is to know the differences of the result of science between group of students that followed scientific approach and a group of students that followed conventional learning approaches after covariable critical thinking ability controlled. This research was quasi experiment research. The populations of this research are 132 students with samples of each 30 students in five grade of SD No. 1 Nagasepaha and SD No. 1 Sari Mekar. Data collected with a multiple choice test to study result and and description test to critical thinking ability. The data was collected analyzed by using Anava, Anakova, and product moment correlation. The result show: (1) there was a difference result of science between group of students that followed learning scientific approach and a group of students that followed conventional learning approaches (Fvalue=58 > Ftable= 4.00). (2) there was a difference of the result of science between group of students that followed scientific approach and a group of students that followed conventional learning approaches after covariable critical thinking ability controlled (F=28.954; Sig.α). It can be concluded that the scientific approach significantly influence result of science.keyword : scientific, critical thinking ability and the result of science.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIOTERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN IPS DENGAN MENGONTROL SIKAP ILMIAH SISWA KELAS IV GUGUS LETDA KAJENG KECAMATAN DENPASAR UTARA ., I Gusti Agung Ayu Padma Dewi; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5638

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dengan mengontrol sikap ilmiah siswa kelas IV SD Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara yang terdiri dari 6 sekolah yang total populasinya berjumlah 380 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh 2 sekolah yaitu sekolah kontrol dan sekolah eksperimen. Penyetaraan sampel dilakukan dengan sistem matching, sehingga diperoleh 34 siswa kelompok kontrol dan 34 siswa kelompok eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan rubrik untuk keterampilan IPS dan untuk sikap ilmiah menggunakan kuisioner skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis kovarian. Berdasarkan hasil analisis kovarian diperoleh Fhitung = 4,450 dan Ftabel(1,65:0,05) = 3,23 yang berarti Fhitung > Ftabel maka H0 yang berbunyi tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dengan mengontrol sikap ilmiah siswa, ditolak. Berdasarkan koefisien determinasi diketahui bahwa 11,1% variasi yang terjadi pada hasil belajar keterampilan IPS disebabkan oleh pengaruh sikap ilmiah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio terhadap hasil belajar keterampilan IPS dengan mengontrol sikap ilmiah siswa kelas IV SD Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara. Kata Kunci : pendekatan saintifik, asesmen portofolio, hasil belajar keterampilan ips, sikap ilmiah Abstract The research was aimed to know the significant difference of IPS result between students which was learned through scientific approach and students which was learned through scientific approach based portofolio assessment by controlling scientific behavior the students of class IV SD Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara.The kind of this research was quasi experiment with non equivalent control group design. Subject of this research was students of class IV Gugus Letda Kajeng regrency Denpasar Utara. That consist of 6 schools which amount population was 380 students. This sample decision used random sampling technique, so could be gained 2 schools which were controlled school and experiment school. Sampel equivalency was done by matching system, so could be gained 34 students group controlled and 34 experiment students group. Data collected method used rubric for IPS skill and questioner skala Likert behavior. Data was analysed by covarian analysis. The data analyzed by using covariant aanalys. Based on the result of covariance analyze obtained Fhitung = 4,450 and Ftabel(1,65:0,05) = 3,23 its meaning Fcalculate > Ftabel hence H0 that sound there is no significant difference of learning result of social science between the student group who was teached with scientific approach with the student who was teached with scientific approach based on assessment portofolio by to control spiritual attitude is rejected. Based determination coefeicient known that 11,1% variation was occurred on the learning result caused by the effect of scientific attitude. Based on the result can be conduded that there is effect of significant scientific apporoach based on assement portofolio toward learning result of social science by control grade IV student’s scientific attitude of elementary school of cluster of Letda Kajeng subdistrict of north Denpasar. keyword : scientific approach, portofolio assessment, ips skill result, scientific behavior.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD ., Nancy Cinthia Arni Nonitha; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbasis proyek dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 14 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas IVA dan kelas IVB. Sampel ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh kelas IVB sebagai kelas eksperimen dan IVA sebagai kelas kontrol. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar matematika siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbasis proyek dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 8,769 > ttabel = 2,000). Rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 12,54 dan rata-rata skor kelompok kontrol adalah 11,03. Dengan demikian, pendekatan saintifik berbasis proyek berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Negeri 14 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pendekatan saintifik, berbasis proyek, hasil belajar, matematika This study aims to find out the significant effect of students’ achievement in mathematics lesson between group of students who teach by using the learning project-based scientific approach and group of students who teach by using conventional approach. This study is quasi experiment which uses post-test only control group design. The population of this study is all students in 4 th Grade of SD Negeri 14 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan which consists of two classes, class IVA and IVB class. The sample of this study is chose by using surfeited sampling. Dealing with the sampling technique, class IVA as experiment group and IVB as control group. The data which are analyzed in this study are the result of students’ achievement in mathematics lesson in cognitive scope which is collected through objective multiple choice test. The data are analyzed by using descriptive and inferential statistic (Null-Hypothesis). The result of the study shows that there is a significant effect in students’ achievement in mathematics lesson between group of students who teach by learned with the learning project-based scientific approach and group of students who teach by using conventional approach. The result can be seen from the result of hypothesis test using Null-Hypothesis that thitung more than ttable (thitung = 8,769 > ttabel = 2,000). The average score of experiment group is 12,54 and the average score of control group is 11,03 . It means that the learning project-based scientific approach has an effect of students’ achievement in mathematics lesson in the 4th Grade of SD Negeri 14 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan, in the academic year 2014/2015.keyword : scientific approach, project-based, result study, mathematics
Studi Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Di SD Negeri 1 Baler Bale Agung Kecamatan Negara ., Ni Gusti Ayu Kade Sariastuti; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5648

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Studi Evaluasi ini menggunakan evaluasi model CIPP dengan variabel yang diteliti yaitu:context, input, process dan product. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengubah skor masing-masing variabel menjadi T-Skor dan menentukan arah T-Skor. Untuk menentukan efektivitas implementasi Kurikulum 2013 digunakan kuadran Glickman sebagai acuan kategori. Hasil yang diperoreh berdasarkan Kuadran Glickman yakni: (1) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi context tergolong kategori efektif. (2) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi input tergolong kurang efektif. (3) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi process tergolongi efektif. (4) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi product tergolong efektif. Dengan demikian, formula konteks, masukan, proses, dan produk (CIPP) = (+ - + +). Jadi apabila dimasukkan ke dalam protoype kuadran Grickman efektivitas implementasi Kurikulum 2013 berada dalam kuadran II, yang berarti cukup efektif. Kata Kunci : CIPP, Kurikulum 2013, Studi Evaluasi Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency. This evaluation studies using CIPP model evaluation, with variables studied were: context, input, process and product. Respondents in this study as many as 35 people. Data were collected through questionnaires, interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is descriptive qualitative change the score of each variable into T-scores and determine the direction of the T-Score. To determine the effectiveness of the implementation of Curriculum 2013 is used as the reference category quadrant Glickman. The results obtained by Quadrant Glickman namely: (1) Implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of the context including effective category. (2) The implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of inputs including category less effective. (3) The implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of process including effective category. (4) Implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, in terms of effective product category. Thus, the formula context, input, process, and product (CIPP) = (+ - + +). So when inserted into quadrants protoype Grickman effectiveness of implementation Curriculum 2013 in quadrant II, which means quite effective. keyword : CIPP, Curriculum 2013, Evaluation Study
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA ., Luh Made Diah Sukmayani; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional; (2) perbedaan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional; (3) perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Klungkung tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 175 orang. Sampel penelitian yaitu kelas IV SDN 1 Semarapura Klod yang berjumlah 46 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner untuk mengukur motivasi belajar dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji analisis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (F = 125,711 dan Sig.= 0,000); (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (F = 18,964 dan Sig.= 0,000); (3) terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar dan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (F = 73,425 dan Sig.= 0,000). Jadi model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model STAD, motivasi belajar dan hasil belajar IPS This study aims to know: (1) the differences of learning motivation among students who take the learning with STAD and students who follow learning with conventional learning models; (2) the differences of learning achievement in IPS among students who take the learning with STAD and students who follow learning with conventional learning models; (3) the differences of learning motivation and learning achievement in IPS among students who take the learning with STAD and students who follow learning with conventional learning models. The type of research is quasi-experimental. The population was grade IV Gugus IV Klungkung district in Academic Year 2014/2015 with 175 people. The research sample is class IV SDN 1 Semarapura Klod with 46 people. Questionnaires and objective tests were used to measure learning motivation and learning achievement of social studies students. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis and multivariate analysis test (MANOVA). The research results indicate that: (1) the difference of learning motivation among studies follow the model of cooperative learning STAD and students who take the conventional learning model (F = 125,711 and Sig.= 0,000); (2) the difference of learning achievement in IPS among students follow the cooperative of learning model STAD and students who take the conventional learning model (F = 18,964 and Sig.= 0,000); (3) the difference between learning motivation and learning achievement of social studies students who take cooperative learning model STAD and students who take the conventional learning model (F = 73,425 and Sig.= 0,000).keyword : model STAD, learning motivation and learning achievement in IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA ., I Wayan Permaswitra; ., Drs. I Ketut Gading,M.Psi; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang dibelajarkan dan model non Jigsaw, (2) perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa dengan disiplin belajar tinggi dan siswa dengan disiplin belajar rendah, dan (3) pengaruh interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan disiplin belajar terhadap hasil belajar IPS. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain pada penelitian ini adalah pretest posttest control group design dengan rancangan 2x2. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Tampaksiring. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan instrumen tes objektif dan disiplin belajar dikumpulkan dengan kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji ANAVA dua jalur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa yang dibelajarkan dengan model non Jigsaw (F=13,727; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA ., Ni Wayan Nopi Adnyani; ., Drs. I Ketut Gading,M.Psi; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran non kooperatif, (2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah, dan (3) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Subyek penelitian ini adalah kelas IV di SD Negeri 4 Manukaya tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 57 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner untuk mengukur motivasi berprestasi dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji Anava AB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas IV di SD Negeri 4 Manukaya, hal ini dibuktikan dengan nilai (F=4,393; p
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Ketut Sudiarti; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran PQ4R berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di Gugus II Kecamatan Buleleng. Sampel ditentukan melalui teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh Sd No. 1 Penarukan sebagai kelas eksperimen dan SD No. 3 Penarukan sebagai kelas kontrol. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran PQ4R berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 2,65 > ttabel = 2,00). Rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 20,18 dan rata-rata skor kelompok kontrol adalah 17,4. Dengan demikian, strategi pembelajaran PQ4R berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di gugus II Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran 20114/2015.Kata Kunci : PQ4R, peta konsep, hasil belajar, IPA This study aims to find out the significant effect of students’ achievement in science lesson between group of students who teach by using the learning strategy PQ4R by concept mapping approach and group of students who teach by using conventional approach. This study is quasi experiment which uses post-test only control group design. The population of this study is allstudents in 4 th Grade of Cluster II Subdistrict Buleleng. The sample of this study is chose by using random sampling. Dealing with the sampling technique, SD No. 1 Penarukan as experiment group and SD No. 3 Penarukan as control group. The data which are analyzed in this study are the result of students’ achievement in science lesson in cognitive scope which is collected through objective multiple choice test. The data are analyzed by using descriptive and inferential statistic (Null-Hypothesis). The result of the study shows that there is a significant effect in students’ achievement in science lesson between group of students who teach by learned with the learning strategy PQ4R by concept mapping approach and group of students who teach by using conventional approach. The result can be seen from the result of hypothesis test using Null-Hypothesis that thitung more than ttable (thitung = 2,65 > ttable = 2.00). The average score of experiment group is 20,18 and the average score of control group is 17,4 . It means that the learning strategy PQ4R by concept mapping approach has an effect of students’ achievement in science lesson in the 4th Grade of Cluster II , Subdistrict of Buleleng , Buleleng Regency, in The Academic Year 2014/2015.keyword : PQ4R, concept mapping, result study, science,
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF IPA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI GUGUS I KECAMATAN BUSUNGBIU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Putu Elsa Yulian Vitriani Giri; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan metakognitif antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 137 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 3 Busungbiu yang berjumlah 25 orang dan siswa kelas IV SD No. 4 Busungbiu yang berjumlah 25 orang. Data hasil pengetahuan metakognitif IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan metakognitif IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata pengetahuan metakognitif IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) adalah 33,2 lebih besar dari rata-rata pengetahuan metakognitif IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 26,04. Hal ini berarti penerapan model Self Regulated Learning (SRL) berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif IPA siswa kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : model Self Regulated Learning (SRL), pengetahuan metakognitif IPA This study aimed to know the differences of metacognitive between students who joined the learning process by using Self Regulated Learning (SRL) and students who joined the learning process by using conventional model at the second semester of grade four in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015. This study belonged to quasi experimental research. The population of this study was 137 students at the second semester of grade four in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015. The sample of this study was 25 students of grade four at SD No. 3 Busungbiu and 25 students of grade four at SD No. 4 Bususngbiu. The instruments used in collecting the data of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course was written test in the form of essay. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistic (t-test formula). The results shows that there is significant difference between students who are taught by using Self Regulated Learning (SLR) and students who are taught by using conventional model. It is also obtained that the mean of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course that uses Self Regulated Learning (SLR) was 33. 2 and the mean of of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course that uses conventional model was 26.04. It means that Self Regulated Learning (SLR) affects the Natural Science (IPA) metacognitive knowledge of grade four students in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015.keyword : self regulated learning models, metacognitive knowledge, science
DISKREPANSI PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD N 6 PEJARAKAN ., Luh Armini; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesenjangan pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses di SD N Pejarakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil dan proses pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran. Jenis penelitian evaluatif ini menggunakan model kesenjangan (Discrepancy Model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan kondisi riil dengan kondisi ideal tentang pelaksanaan standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Variabel penelitian terdiri dari perencanaan pembelajaran diukur dengan lembar dokumentasi, pelaksanaan proses pembelajaran diukur dengan lembar observasi, penilaian hasil dan proses pembelajaran diukur dengan lembar dokumentasi, dan pengawasan proses pembelajaran diukur dengan lembar kuisioner. Sampel penelitian ini sebanyak 4 orang, yaitu guru kelas I, II, IV, dan V. Analisis data skor perolehan semua variabel mengunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxom, kemudian dicari beda dan besar bedanya dengan standar yang telah ditentukan. Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan pembelajaran Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Kesenjangan terjadi pada: (1) variabel perencanaan pembelajaran, perolehan skor 56,9; besar beda 43,2 dengan kategori cukup besar; (2) variabel pelaksanaan pembelajaran, skor 84,8; besar beda 15,3 dengan kategori sangat kecil; (3) variabel penilaian hasil dan proses pembelajaran, skor 80,9; besar beda 19,2 dengan kategori sangat kecil; dan (4) variabel pengawasan proses pembelajaran, skor 82,0; besar beda 18,0 dengan kategori sangat kecil.Kata Kunci : diskrepansi, Kurikulum 2013 This research is aimed to determine how much is the discrepancy of learning implementation with the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013 about the standardization process at SD N 6 Pejarakan in the even semester in the academic year of 2014/2015, in terms of lesson planning, implementation learning, assessment of learning outcomes and supervision of learning. This research was an evaluative research with discrepancy model. The measuring of effectiveness process was done by comparing the real condition with the ideal condition about standard implementation process for the basic and intermediate education. The variables of this research were consists of lesson planning was measured by documentation sheet, implementation learning process was measured by observation sheet, assessment of learning outcomes was measured by documentation sheet, and supervision of learning was measured by questionnaire sheet. The samples of this research were 4 persons, they were the first grade teacher, the second grade teacher, the fourth grade teacher, and the fifth grade teacher. The analysis of data score result for all variables used Wilcoxon's Rank Sign Test procedure, then it would be found the differences and also how much was the difference based on the predetermined standard. Generally, the results showed that there was a discrepancy of learning implementation to the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013. The discrepancies were happened at; (1) lesson planning variable, the score was 56,9; the difference was about 43,2, it was classified as high criteria; (2) implementation learning variable, the score was 84,8; the difference was about 15,3, it was classified as low criteria; (3) assessment of learning outcomes variable, the score was 80,9; the difference was about 19,2, it was classified as low criteria; (4) supervision of learning variable, the score was 82,0; the difference was about 18,0, it was classified as low criteria.keyword : discrepancy, curriculum in 2013

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue