cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMEN BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Novita Cahyani; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Starter Eksperimen berbantuan peta konsep, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Starter Eksperimen berbantuan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus Tambora Kecamatan Melaya. Penelitian ini tergolong jenis quasi experiment dengan desain non-equivalent post test only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus Tambora Kecamatan Melaya yang berjumlah 161 siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SDN 2 Nusasari yang berjumlah 25 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 2 Ekasari yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,937 dan ttab (ts 5%) = 2,021. Hal ini berarti thit > ttab sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kedua kelompok siswa. Selain itu, diketahui skor rata-rata kelompok eksperimen (22,96) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (19,23). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Starter Eksperimen berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus Tambora Kecamatan Melaya.Kata Kunci : starter eksperimen, peta konsep, hasil belajar This study was aimed to (1) describe the result of IPA students who were treated by starter experiment learning model by using concept map, (2) describe the result of IPA students who were treated by conventional learning model, (3) to know a significant different result of IPA between students who were treated by starter experiment learning model and student who were treated by conventional learning model in the fifth grade of elementary school in Gugus Tambora Sub-District Melaya. This research was a quasi experimental research with non-equivalent post test only of control group design. The population of this research was all fifth grade students in elementary school in Gugus Tambora Sub-District Melaya which amounts to 161 people. The samples of this research was fifth grade students in SDN 2 Nusasari many as 25 people as an experimental group and fifth grade students in SDN 2 Ekasari many as 22 people as the control group. IPA learning result was collected using a multiple choice test instruments and analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the analysis, obtained thit = 2,937 and ttab (ts 5%) = 2,021. This means, thit > ttab, so that it can be interpreted that there was significant differences between the IPA learning results of students who take the starter experiment learning model by using concept map with students who take conventional learning model. Mean of eperimental group is 22,96 and mean of control group is 19,23. It can be concluded that the starter experiment learning model by using concept map had an affects the IPA learning result of fifth grade science students in the academic year 2014/2015 in elementary school in Gugus Tambora Sub-District Melaya.keyword : starter experiment, concept map, the result of learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW 1 DENGAN BANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V DI SD GUGUS XIV, KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., I Nyoman Adi Widiana; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5675

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 14,83 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model cooperative jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan mean (M) = 20,41 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pangkungparuk Kecamatan Seririt. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 22,32, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (22,32 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw 1, media konkret, hasil belajar siswa Abstract The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in the fifth grade students in SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. The sample of this study was grade fifth of SD Negeri Pemaron and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Then, data analysis used inferential statistic (t-test). The result of study show that (1) the students who learned science by conventional learning model with mean (M) = 14, 83 belong to average category, (2) the students who learned science by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with mean (M) = 20,41 belong to high category, (3) The result of this research is there is a significant difference students result in science between students who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in fifth grade students in SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. The differences can be seen from the score of the student found tarithmetic= 22, 32, and ttabel with db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tarithmetic is more than ttabel(22,32> 2,021). The result showed that cooperative learning model type Jigsaw 1 and concrete media better than conventional learning model in students result science.keyword : cooperative learning model type Jigsaw 1, concrete medial, students result in science.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA BENDA ASLI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL DI SD NEGERI PEMARON, KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Putu Mas Suatnaya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif make A match dan media benda asli dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester ganjil SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 13,16 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif make A match dan media benda asli dengan mean (M) = 21,63 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model model kooperatif make A match dan media benda asli dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar Matematika siswa diperoleh hasil thitung sebesar 32,13, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (32,13 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model model kooperatif make A match dan media benda asli berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : make a match, media benda asli, model pembelajaran konvensional, hasil belajar siswa The purpose of this study is to know the significant differences of students’ achievement in mathematic subject between students that study using cooperative make a match combine with authentic learning media with students that follow conventional learning for class IV student in SD NegeriPemaronKecamatanBuleleng. This study is using QuasiExperiment, using post-test only control group design, and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students’ achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Data analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistical T-test. The result of study show that (1) the students’ learning achievement using conventional learning with mean (M) = 13, 16 belong to average category, (2) learning achievement using cooperative make a match combine with authentic learning media with mean (M) = 21,63 belong to high category, (3) there is significant differences to the learning achievement between group of student that using cooperative make a match combine with authentic media and group of students that using conventional learning for IV grade student in SD NegeriPemaron, KecamatanBuleleng. The differences can be seen from the score of the student found tscore= 32, 13, while, ttabelwith db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tscoreis more than ttabel(32,13> 2,021). The found of significant difference show that cooperative make A match combine with authentic media positively affect the students achievement in IPA subject compared with conventional learning model.keyword : make A match, authentic material, conventional learning model, students’ achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Made Ayu Beniasih; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan media konkret dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus I Kecamatan Jembrana Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus I Kecamatan yang berjumlah 169 orang. Sampel penelitian ini adalah SD Negeri 1 Perancak berjumlah 33 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 1 Sangkaragung berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk tes obyektif, kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CORE berbantuan media konkret dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Perbandingan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media konkret lebih besar dari siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (23,36 >19,06). Kata Kunci : CORE, Media Konkret, Hasil Belajar. This study aims to determine the differences in learning outcomes science among group of students who learned with the CORE learning model assisted concrete media with conventional model the fifth grade students in the academic year 2014/2015 in primery schools in the cluster I of Jembrana District. This research was a quasi experimental research design and using non-equivalent post only control group design. The population of this study were all fifth grade student in elementary group Jembrana District I with the amount of 169 student. The sample of this study were fifth grade students in SD Negeri 1 Perancak with 33 students as an experimental group and fifth grade students in SD Negeri 1 Sangkaragung with 30 students as the control group. The sample of the study was take by simple random sampling technique. The collected data of this research had conducted with learning outcomes test instruments in the form used objective tests, and the had analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results of reseach showed there were significant differences in learning outcomes in science among group of students who learned with the CORE model assisted concrete media with conventional model. The comparison of the results average of students in learning outcomes science the students who learned with CORE model assisted concrete media was higher than students who learned with conventional model (23,36 >19,06).keyword : CORE, concrete media, learning outcomes
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS I KECAMATAN JEMBRANA ., Ni Made Sintya Novita Dewi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di gugus I Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 146 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 1 Perancak yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SD Negeri 1 Sangkaragung yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar IPA antara kelompok yang dibelajarkan dengan menggunakan model discovery learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Perbandingan hasil peritungan rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model discovery learning adalah 117,38 berada pada kategori sangat tinggi lebih besar dari rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung adalah 98,5 berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : model discoveri learning, motivasi belajar This study aims to determine the differences in motivation to learn science between group which was learned by using discovery learning model and the group of students which was learned by using direct instructional model. This study was a quasi-experimental research with experimental posttest only controls group design. The population of this study was a fourth grade elementary student in cluster I Jembrana district in the academic year 2014/2015 with the amount of 146 students. The sample of this study was taken by simple random sampling technique. The sample of this study were fourth grade students in SDN 1 Perancak with 27 students as an experimental group and fourth grade students in SDN 1 Sangkaragung with 24 students as the control group. The data of this study was collected using learning motivation questionnaire. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results of this study indicate that there were differences in motivation to learn science between group which was learned by using discovery learning model and the group of students which was learned by using direct instructional model. The comparison of the results of the calculation average of students’ motivation in learning science who took discovery learning model was 117,38 in very high category was greater than the average of students’ motivation in learning science who take direct learning model was 98,5 in the high category. keyword : discovery learning model, learning motivation
PENGARUH MODEL TTW BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SD KELAS IV ., I Gede Jano Ariasa; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5680

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, yang berjumlah 5 kelas dengan siswa 131 orang.Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD No. 1 Paket Agung dengan jumlah siswa 44 orang dan kelas IV SD No. 2 Paket Agung dengan jumlah siswa 42 orang, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu lembar observasi dan tes menulis. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 35,71 dan ttab sebesar 2,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : TTW, hasil belajar The purpose of this study was to determine whether there is a significant difference in learning outcomes between group that learned by a learning model TTW and aided drawing media with groups of students who followed the conventional learning in the second semester of the fourth grade students in Cluster VIII SD Buleleng, Buleleng in Academic Year 2014/2015. This study is a quasi experimental design with non equivalent post test and only control group design. The population was fourth grade in Cluster VIII Buleleng, amounting to 5 classes with 131 students. Samples of this research that fourth grade No. 1 Package Court with the number of students 44 and fourth grade No. 2 Package Court with the number of students 42 students, which is determined by simple random sampling technique. Instruments in this study was the observation sheet and test writing. The data obtained were analyzed in two stages, namely the descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there were differences in learning outcomes between groups of students that learned with a learning model TTW aided drawing media with a student group that learned with conventional learning, with a tvalue of 35.71 and ttab 2,000. Based on these results, it can be said that there was significant influence learning model TTW and aided drawing media on learning outcomes of fourth grade students in Cluster VIII Buleleng District. keyword : TTW, learning outcomes
PENGARUH MODEL SAVI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD ., Fitriyani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SAVI dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD Gugus II Sahadewa Kecamatan Negara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus II Sahadewa Kecamatan Negara tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 231 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Lelateng sebanyak 28 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN 1 Lelateng sebanyak 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 6,70 > ttabel = 2,000). Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI adalah 32,92 berada pada kategori tinggi. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 15,28 berada pada kategori rendah. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa di kelas V SD gugus II Sahadewa Kecamatan Negara.Kata Kunci : Model SAVI, berpikir kritis This research is aimed to determine the significant difference in the critical thinking skills between group of students who learned using SAVI model and group of students who learned using conventional model in learning Natural Science of the fifth grade students in SDN Gugus II Sahadewa, Negara district. This research was a quasi experiment. The population of this research were all of the fifth grade students of Elementary School in Gugus II Sahadewa, Negara district consisted of 231 students in the academic year of 2014/2015. The sample of this research were grade five of SDN 2 Lelateng consisted of 28 students as an experimental group and grade five of SDN 1 Lelateng consisted of 29 students as a control group. The data collected by essay test. The data were collected and analysed by using descriptive statistic and independent test (T test). The result of this research showed that there is significant difference in the critical thinking skills between group of students who learned using SAVI model and group of students who learned using conventional model in learning Natural Science (tobserved = 6,70 > ttable = 2,000). The Average score of the students critical thinking using SAVI model is 32,92 classified as high criteria. The average score of the students critical thinking using conventional model is 15,28 classified as low criteria. Based on the research result, it can be concluded that SAVI model is really influential for the critical thinking skills of the students in learning Natural Science of the fifth grade students in SDN gugus II Sahadewa Negara district.keyword : SAVI model, critical thinking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Made Mei Yudiari; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) berbantuan media mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V di SD N. 1 Pergung berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V di SD N. 2 Pergung berjumlah 29 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit=5,644 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) =2,021. Hal ini berarti thit > ttab, hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI berbantuan media mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hitung pada kelompok eksperimen adalah 23,80 berada pada kategori sangat tinggi dan rata-rata hitung kelompok kontrol adalah 18,31 berada pada kategori tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus II Kecamatan Mendoyo. Kata Kunci : Kata kunci : Hasil belajar, mind mapping, SAVI This study aims to determine the differences in science outcomes between the groups of students that learned with a Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) learning model aided with mind mapping media with a group of students that learned with conventional learning models in the fifth grade elementary students in cluster II Mendoyo District in the academic year 2014/2015. The research was a quasi-experimental research design with non-equivalent post-test only control group design. The population in this study was the fifth grade elementary students in cluster II Mendoyo District in the academic year 2014/2015. The samples of this research were the fifth grade students in SD N. 1 Pergung with 31 students as an experimental group and fifth grade students in SD N. 2 Pergung with 29 students as the control group. The data of science learning outcome were collected using a multiple-choice test instruments. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained thit=5,644 and ttab (at significance level of 5%) = 2,021. It means thit > ttab, this showed that there were significant differences between the science learning outcomes in the groups of students that learned with a SAVI learning model aided with mind mapping media with a group of students that learned with conventional learning models. The arithmetic mean of the experimental group was 23,80 in very high category and the arithmetic mean of control group was 18,31 in the high category, so it can be concluded that the application of learning models SAVI effected on students’ science learning outcomes in the fifth grade elementary students in cluster II Mendoyo District.keyword : Keywords: learning outcomes, mind mapping , SAVI
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS VI KECAMATAN SUKASDADA KABUPATEN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Desak Putu Sintha Wedayanti; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5722

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa, dan dalam proses belajar mengajar siswa, jarang menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran connected dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus VI Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 214 orang. Sebanyak 61 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa, yang dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan datanya menggunakan tes pilihan ganda (objektif) dengan satu jawaban benar. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung 10,68 > t-tabel 2,000 (dengan taraf signifikan 5%), maka H1 diterima, jadi terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran connected dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : model pembelajaran connected, hasil belajar IPA The problems in this study are the low of students’ achievement in science and in learning process, the students are rare to use learning media. So that this study aims to investigate the differences of students’ achievement in science between the students who are taught by using connected learning model with the students who are taught by using conventional learning model of grade IV elementary school students in Gugus VI Sukasada Sub District, Buleleng Regency in the academic year 2014/2015. This is a semi experimental study. The population of the study are grade IV students in Gugus VI Sukasada Sub District, Buleleng Regency in the academic year 2014/2015 which the number of students is 214 students. There are 61 students are chosen as samples who are decided by using random sampling technique. The data which is analyzed is the students’ science achievement which is collected through test method with the instrument of collecting data is multiple choice type test with one correct answer. The data is analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic. The result of the study shows that t-count 10.68 > t-table 2.000 (with 5% of significant degree level), so that H1 is accepted, so there is a significant different between the students’ science achievement that are taught by using connected learning model with the students who are taught by using conventional learning model of grade IV elementary school students in Gugus VI Sukasada Sub District, Buleleng Regency in the academic year 2014/2015.keyword : Connected learning model, science’s learning achievment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MANDIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Ketut Ari Darma Putra; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5723

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran mandiri dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus IV Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 188 orang. Sebanyak 59 siswa yang dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa, yang dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan datanya menggunakan tes pilihan ganda (objektif) dengan satu jawaban benar. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 11,14, sedangkan t tabel dengan db = 59 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Hal ini berarti, t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran mandiri dan siswa yang belajar dengan penbelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci : model pembelajaran mandiri, hasil belajar IPA ABSTRACT This reserach aimed at finding out the problems on differences between the science learning result of students who learnt through independent learning model and the conventional one, of which on the fourth grade on elementary school in Gugus IV, Sukasada in academic year 2014/2015. This reserach was semi experimental. The population was 188 students of fourth grade students in Gugus IV, Sukasada. 59 students were chosen as the sample through random sampling technique. The data analysed was the science learning result, which was collected through testing method by multiple choices (objective) test instrument. The data was analysed by using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result of this research shows that the t-distributions was 11,14 while the t-table with db- 59 on significance level 5% was 2,000. This means t-distributions was higher than t-table (t-distributions > t-table), thus H0is rejected and H1is accepted. It canbe concluded that there is a significant difference between the learning result of the studets who learn through independent learnng model and conventional learning model, espciall those in the fourth grade of Gugus IV, Sukasada, Buleleng in academic year 2014/2015. keyword : independent learning model, science learning result

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue