cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Penerapan Mind Mapping Dalam Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Dan Pengetahuan Prosedural Siswa Kelas IV SD Negeri 17 Dangin Puri ., Ida Bagus Surya Wira Negara; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn dan pengetahuan prosedural melalui penerapan mind mapping dalam pendekatan saintifik siswa kelas IV SD Negeri 17 Dangin Puri tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Rancangan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 17 Dangin Puri yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Data tentang hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes dengan instrument berupa tes hasil belajar. Data mengenai hasil belajar PKn dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata persentase hasil belajar PKn siswa sebesar 22,23% dari 66,38% pada siklus I dengan kriteria sedang menjadi 88,61% pada siklus II dengan kriteria tinggi. Ketuntasan klasikal hasil belajar meningkat sebesar 16,67% dari 69,44% pada siklus I menjadi 86,11% pada siklus II. Untuk pengetahuan procedural pada siklus I sebesar 68,05% dengan kriteria sedang meningkat sebesar 13,61% menjadi 81,60% dengan kriteria tinggi pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar PKn dan pengetahuan prosedural siswa melalui penerapan mind mapping dalam pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD Negeri 17 Dangin Puri. Kata Kunci : mind mapping, pendekatan saintifik, hasil belajar pkn, dan pengetahuan prosedural. Abstract This research was aimed to improve the learning outcomes of citizenship education and the procedural knowledge by using mind mapping in scientific approachment to the fourth grade students of 17 Dangin Puri Elementary School. The type of this research was classroom action research (CAR) that implemented into two cycles while each cycle was divided into three times of meeting. Each cycle formed by four steps, there were planning, action, observation, and reflection. The subject of this study were the fourth grade students of 17 Dangin Puri Elementary School in total of 36 students consist of 20 female students and 16 male students. The data about learning outcomes of citizenship education was analyzed by using descriptive quantitative analysis method. This data was obtained by using instrument test method called learning outcome’s test. The result of this research shows the improvement of students citizenship education’s learning outcomes average percentage reaches 22,23% from 66,38% in the first cycle that belongs to medium criteria to 88,61% in the second cycle that belongs to high criteria. Classical completeness of students learning outcomes increase 16,67% from 69,44% in the firs cycle to 86,11% in the second cycle. The result of procedural knowledge in the first cycle is 68,05% which belongs to medium criteria increases 13,61% to 81,60% which belongs to high criteria in the second cycle. This result shows that there are improvements of student’s learning outcomes average after using mind mapping study in citizenship education. keyword : mind mapping, scientific approach, learning outcomes of citizenship education, procedural knowledge.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD No. 2 BENOA TAHUN 2014/2015 ., Ni Putu Desi Arisandi S.; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD No. 2 Benoa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. SD No.2 Benoa merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang memiliki jumlah siswa yang banyak namun dalam pencapaian hasil belajar belum maksimal, pada observasi awal yang dilakukan, nilai hasil belajar siswa ternyata dibawah nilai KKM yang telah ditentukan. KKM mata pelajaran matematik di SD No.2 benoa sebesar 75 dan sekitar 14,29% dari 42 orang siswa di kelas III belum memenuhi kriteria tersebut. Dalam hal ini guru matematika di SD No.2 Benoa ingin mengubah cara pengajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan repleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 42 orang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode tes dengan menggunakan instrument berupa tes objektif yang berjumlah 10 soal dan uraian yang berjumlah 5 soal diberikan setiap akhir siklus. Hasil belajar matematika dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis data tentang hasil belajar matematika pada siklus I diperoleh nilai rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa 71,67 % berada pada kategori sedang dengan ketuntasan klasikal 57 % dan pada siklus II didapatkan nilai rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa 81 % berada pada kategori tinggi dengan ketuntasan klasikal 83 %. Dengan demikian nilai rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 9,33%.Sedangkan ketuntasan klasikal dari siklus I ke siklus II meningkat 28,57 % Jadi dapat disimpulkan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan Hasil Belajar Matematika siswa kelas III SD No.2 Benoa tahun 2014/2015. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe stad dan hasil belajar matematika This research aims to improve students' mathematics learning outcomes Class III SD No. 2 Benoa through the implementation of cooperative learning model type STAD. SD 2 Benoa is one of the formal educational institutions that have a lot, but the number of students in achieving the learning outcomes is not maximized, the preliminary observations made, the value of student learning outcomes turned out to be below the predetermined value KKM. KKM subjects in elementary mathematics benoa 2 by 75 and approximately 14.29% of the 42 students in the class III not meet these criteria. In this case the teacher of mathematics in elementary 2 Benoa want to change the way of teaching by applying cooperative learning model type STAD. This research is a classroom action research conducted in two cycles, where each cycle consists of four stages, namely, planning, implementation, observation and repleksi. The subjects in this study were students of class III, which amounted to 42 people. In this research method used is the test method using the form of objective test instruments totaling 10 questions and descriptions given amounting to 5 questions each end of the cycle. Mathematics learning outcomes were analyzed using descriptive quantitative and qualitative descriptive. Analysis of data on the outcomes of learning mathematics in the first cycle obtained by the average value of the percentage of students 'mathematics learning 71.67% in middle category with classical completeness 57% and the second cycle obtained average value of the percentage of students' mathematics learning is at 81% high category with classical completeness 83%. Thus the average value of the percentage of students' mathematics learning results from the first cycle to the second cycle increased 9.33% .Sedangkan classical completeness of the cycle I to cycle II increased by 28.57% So we can conclude Implementation STAD Cooperative Learning Model can improve learning outcomes third grade students of elementary mathematics 2 Benoa year 2014/2015keyword : stad cooperative learning model and mathematics learning outcomes
PENGARUH PEMBELAJARAN TANDUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV ., Putu Ariantini; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran TANDUR berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 83 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas IV SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen dan kelompok siswa kelas IV SD No. 2 Banjar Bali yang berjumlah 22 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,71 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran tandur berbasis kearifan lokal dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 20,6 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 18,04, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TANDUR berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pembelajaran tandur, hasil belajar IPA This research purpose were to know the differences of science’s learning result between students who learnt by tandur learning model based on local wisdom and students who learnt using conventional learning model in grade fourth students Cluster VII District of Buleleng, Buleleng regency in academic year 2014/2015. The type of this research was a quasi experiment. Population of this research was grade fourth students Cluster VII District of Buleleng, Buleleng regency in academic year 2014/2015 which amounts to 83 students. The sample of this study was fourth grade students in SD No. 1 Banjar Bali amounting to 25 students as experimental class and fourth grade students of SD No. 2 Banjar Bali amounting to 22 people as the control class. Science students learning outcome data were collected with a multiple choice test instrument. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained t arithmetic = 3,71 dan ttable (at the 5% significance level) = 2,021. That mean tarithmetic > ttable so it can be interpreted that there is there are differences in learning outcomes IPA between students who learnt by tandur learning model based on local wisdom and students who learnt using conventional learning model. Viewed from the results of the calculation of average science learning outcomes experimental group was 20,6 higher than the average results of science learning control group was 18,04, so it can be concluded that the application of tandur learning model based on local wisdom influence on students' learning outcomes in science’s in grade fourth students Cluster VII District of Buleleng, Buleleng regency in academic year 2014/2015. keyword : tandur learning model, science’s learning result
ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENURUT KURIKULUM 2013 KELAS IV SD NO. 4 BANYUASRI ., I Kadek Winaya; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5730

Abstract

Perubahan kurikulum mengakibatkan perubahan pada perencanaan pembelajaran. Guru sebagai tenaga kependidikan wajib menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pemahaman guru terhadap RPP menurut kurikulum 2013, (2) mengetahui kemampuan guru dalam menyusun RPP menurut kurikulum 2013, dan (3) mendeskripsikan hambatan yang dialami guru dalam menyusun RPP menurut kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) kuesioner, pencatatan dokumen, dan (3) wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru kelas IV dan kepala sekolah SD No. 4 Banyuasri. Obyek penelitian adalah pemahaman, RPP, dan hambatan yang dialami guru dalam menyusun RPP kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pemahaman guru terhadap RPP memperoleh nilai 96 berkualifikasi sangat baik, (2) kemampuan guru dalam menyusun RPP memperoleh nilai 93,9 berkualifikasi sangat baik, dan (3) hambatan yang dialami guru dalam menyusun RPP kurikulum 2013 yaitu guru mengalami kesulitan dalam merancang langkah pembelajaran. Kendala tersebut diatasi dengan sharing baik dengan kepala sekolah maupun guru, mengikuti pelatihan terkait kurikulum 2013, tanggap terhadap pembahruaan terkait kurikulum 2013, dan membaca berbagai sumber terkait kurikulum 2013.Kata Kunci : RPP, Kurikulum 2013 The changes of curriculum give the effect of the learning strategy. Teachers as the educators have to set the lesson plan (RPP) based on the curriculum that have been valid. This study aimed at (1) identifying teacher’s understanding toward RPP based on curriculum 2013, (2) identifying teacher’s ability in arranging lesson plan based on curriculum 2013, (3) describing the barrier experienced by the teacher in preparing lesson plan based on curriculum 2013. This study is a descriptive qualitative. The data were collected through questionnaire, document’s noting, and interviews method. The collected data were processed inductively through data reduction, data display, and drawing conclusion. The subjects used in this study are the teacher in fourth grade and the principle of SD N 4 Banyuasri. The objects of the study are teacher’s understanding, lesson plan, and the barriers in arranging lesson plan based on curriculum 2013. The result of the study shows that (1) the teacher’s score in understanding the lesson plan (RPP) is 96 which is very good qualified, (2) the teacher’s ability score in arranging the lesson plan is 93.9 which is very good qualified, (3) the barrier experienced by the teacher in arranging the lesson plan of curriculum 2013 was the teacher had a difficulty in designing step learning. The barrier was overcome by well sharing to the principle and the teacher, attending curriculum 2013 related training, responding to the curriculum 2013 related update and reading various sources related to curriculum 2013.keyword : Lesson plan (RPP), Curriculum 2013
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Putu Desi Ratna Sari; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5731

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar IPA dan kepercayaan diri ditemukan pada siswa kelas V menjadi masalah utama dilakukannya peneltian ini. Indikasi rendahnya hasil belajar IPA dibuktikan oleh nilai rata-rata hasil belajar IPA 69,8, sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah 75,00. Ini berarti nilai masih di bawah KKM. Rendahnya kondisi tersebut diduga karena guru dalam pengelolaan pembelajaran cenderung menggunakan pendekatan kurang inovatif. maka penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA dan kepercayaan diri antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pendekatan konvensional pada siswa kelas V Gugus XIII Kecamatan Buleleng. Populasi dilibatkan berjumlah 147 orang dan sampel 58 orang. Data dikumpulkan dengan metode tes (hasil belajar IPA) dan kuesioner (kepercayaan diri). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (anava satu jalur, anakova, dan korelasi product moment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Fhitung =7,040> Ftabel=4,01 dan angka signifikansi 0,010 lebih kecil dari 0,05 artinya terdapat perbedaaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan saintifik dengan siswa yang mengikuti pendekatan konvensional “diterima”. (2) Fhitung sebesar 7,106> Ftabel=4,01 nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05 yaitu sebesar 0,010, artinya setelah kovariabel kepercayaan diri dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan konvensional “diterima”. (3) signifikansi hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri di kelas eksperimen 0,008 < 0,05, artinya terdapat kontribusi antara hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri di kelas eksperimen, dan signifikansi hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri kelas kontrol 0,034 < 0,05, artinya terdapat kontribusi antara hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri di kelas kontrol.Kata Kunci : Kata kunci : Pendekatan saintifik, kepercayaan diri, hasil belajar IPA. The problems of lack science learning outcomes and confidence found in the fifth grade students in the city of Singaraja become a main problem doing this research. Indications of lack science learning outcomes is evidenced by the average value of science learning outcomes 68.23, while a set of school KKM is 75.00. It means that the value is still below the KKM. The low condition of both variables presumably because the teacher in the learning management still tend to use models that are less innovative.The purpose of this study is 1) find a significant difference between the science learning results of students who take the scientific approach learning and students who take the conventional approach, 2) Knowing the significant differences between the science learning results of students who take a scientific approach to learning and student learning follow conventional approaches premises after confidence-controlled variable, 3) determine a significant contribution confidence by science learning outcomes. The population numbered 147 people and involved 58 samples. Data collected by the method of testing for science learning outcomes and questionnaires for self-confidence. Processing data using ANOVA analysis of the lane, Anacova, and product moment correlation. Results of the analysis are shown (1) F count = 7.040> Ftabel = 4.01 and 0.010 significance figure is smaller than 0.05 and is therefore rejected H0 and H1 accepted meaning that there is a difference between the science learning results of students who take the scientific approach to the students who take the conventional approach "acceptable". (2) Fhitung 7.106> Ftable = 4.01 significance value less than 0.05 is equal to 0,010, and this means that H0 is rejected and H1 accepted meaning as covariates controlled confidence, there are differences between the science learning results of students who take the approach Conventional "acceptable". (3) the significance of science learning outcomes with confidence in the experimental class of 0.008
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SDN GUGUS XII KECAMATAN BULELENG ., Ida Bagus Agung Putra Andreyana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Self Regulated Learning terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di gugus XIII Kecamatan Buleleng. Sebanyak 42 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan sikap sosiali siswa dikumpulkan dengan tes kuesioner dan data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manova. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) terdapat perbedaan yang signifikan sikap sosial siswa antara siswa yang mengikuti model Self Regulated Learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thit 0,41>ttab 0,294), 2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model Self Regulated Learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thit 0,95>ttab 0,294), 3) terdapat perbedaan yang signifikan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model Self Regulated Learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional(F 10,993>Ftab 0,294). Jadi, model Self Regulated Learning berpengaruh terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD.Kata Kunci : self regulated learning, sikap sosial, hasil belajar IPS This study aims to determine the effect of learning models Self Regulated Learning to social attitudes and outcomes fourth grade social studies students. This research is a quasi exsperimen to draft a post-test only control group design. The study population was all students in fourth grade in group XIII Buleleng. A total of 42 students chosen as the sample is determined by random sampling technique. Data collected students' ability to socialize attitude with the test results of the questionnaire and the data collected by the IPS study multiple choice test. Analysis of the data used in this study is Manova. The results showed that, 1) there is a significant difference in students 'social attitude among the students who follow the model of Self-Regulated Learning with students who take the conventional learning model (thit 0.41> ttab 0.294), 2) there is a significant difference between students' learning outcomes IPS which follows the model of Self Regulated Learning with students who take the conventional learning model (thit 0.95> ttab .294), 3) there is a significant difference in social attitudes and social studies learning outcomes among students who follow the model of Self-Regulated Learning with students who take the conventional learning model (F 10.993> Ftab 0.294). Thus, the model of Self Regulated Learning effect on social attitudes and learning outcomes of fourth grade social studies students.keyword : self-regulated learning, social attitudes, learning outcomes IPS.
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SDN GUGUS XII KECAMATAN BULELENG ., Ida Bagus Agung Putra Andreyana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Self Regulated Learning terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di gugus XIII Kecamatan Buleleng. Sebanyak 42 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan sikap sosiali siswa dikumpulkan dengan tes kuesioner dan data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manova. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) terdapat perbedaan yang signifikan sikap sosial siswa antara siswa yang mengikuti model Self Regulated Learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thit 0,41>ttab 0,294), 2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model Self Regulated Learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thit 0,95>ttab 0,294), 3) terdapat perbedaan yang signifikan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model Self Regulated Learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional(F 10,993>Ftab 0,294). Jadi, model Self Regulated Learning berpengaruh terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD.Kata Kunci : self regulated learning, sikap sosial, hasil belajar IPS This study aims to determine the effect of learning models Self Regulated Learning to social attitudes and outcomes fourth grade social studies students. This research is a quasi exsperimen to draft a post-test only control group design. The study population was all students in fourth grade in group XIII Buleleng. A total of 42 students chosen as the sample is determined by random sampling technique. Data collected students' ability to socialize attitude with the test results of the questionnaire and the data collected by the IPS study multiple choice test. Analysis of the data used in this study is Manova. The results showed that, 1) there is a significant difference in students 'social attitude among the students who follow the model of Self-Regulated Learning with students who take the conventional learning model (thit 0.41> ttab 0.294), 2) there is a significant difference between students' learning outcomes IPS which follows the model of Self Regulated Learning with students who take the conventional learning model (thit 0.95> ttab .294), 3) there is a significant difference in social attitudes and social studies learning outcomes among students who follow the model of Self-Regulated Learning with students who take the conventional learning model (F 10.993> Ftab 0.294). Thus, the model of Self Regulated Learning effect on social attitudes and learning outcomes of fourth grade social studies students.keyword : self-regulated learning, social attitudes, learning outcomes IPS.
DISKREPANSI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NO. 4 KAMPUNG BARU ., Metta Anugrah Dewi; ., Drs. Made Sumantri; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5734

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskrepansi pembelajaran kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian hasil dan proses pembelajaran, serta pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluatif dengan model diskrepansi. Populasinya adalah seluruh tenaga pendidik yang telah mengimplementasikan kurikulum 2013 di SD No. 4 Kampung Baru tahun ajaran 2014-2015. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling dan simple random sampling. Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut, diperoleh sampel penelitian adalah guru IA, IIA, IVA dan V. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji jenjang Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan (1) sebesar 13,7% dan tergolong kategori sangat kecil pada perencanaan pembelajaran, (2) sebesar 12,5% dan tergolong kategori sangat kecil pada pelaksanaan pembelajaran, (3) sebesar 10,0% dan tergolong kategori sangat kecil pada penilaian hasil dan proses pembelajaran, (4) sebesar 18,1% dan tergolong kategori sangat kecil pada pengawasan pembelajaran, (5) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 adalah kurangnya pelatihan mengenai kurikulum 2013, adanya perubahan mindset, pengelolaan waktu, guru belum mahir menggunakan TIK.Kata Kunci : Kata kunci: diskrepansi, kurikulum 2013, Permendikbud No. 65 Abstract This research is aimed to determine the discrepancy learning to the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013 in terms of lesson planning, implementation learning, assessment of learning outcomes, and supervision of learning. This research was an evaluative research with the discrepancy model. The population were all of educators who had implemented the curriculum in 2013 at SD No. 4 Kampung Baru in the academic year of 2014/2015. The sampling technique used was purposive sampling and simple random sampling. Based on this sampling technique, obtained samples were teacher IA , IIA , IVA and V. The data were collected using the document study, observation, questionnaire, and interview. The results of this research were analyzed using Wilcoxon's Rank Sign test. The results showed that there was a discrepancy; (1) very low discrepancy with the score of 13,7% in terms of lesson planning, (2) very low discrepancy with the score of 12,5% in implementation, (3) very low discrepancy with the score of 10,0 % in assessment of learning outcomes, (4) very low discrepancy with the score of 18,1% in supervision of learning, (5) obstacles encountered in the implementation of the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 were the lack of training on the curriculum in 2013 , the change in mindset , time management , teachers have not been good at using ICT.keyword : Keyword: discrepancy, curriculum 2013, the regulation Minister of Education and Culture No. 65
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP SOSIAL SISWA KELAS V ., Gede Eva Ariska Putra; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep dan sikap sosial siswa pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI SD di desa Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Busungbiu. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD No. 3 Busungbiu sebagai kelas eksperimen dan SD No. 4 Busungbiu sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dan lembar observasi untuk mengetahui sikap sosial siswa, yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif, SPSS uji-t dan manova.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (p < 0,05), (2) terdapat perbedaan sikap sosial antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (p < 0,05), (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan sikap sosial siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep dan sikap sosial siswa pada mata pelajaran IPA kelas V di SD Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : STAD, pemahaman konsep, sikap sosial This study aims to determine whether there are significant differences between the understanding of concepts and social attitudes of students in science subjects by using cooperative learning model type STAD (Student Team Achievement Division) and conventional learning models at six graders in Busungbiu village school year 2014 / 2015.This research is a quasi-experimental with a research design “post-test only control group design”. The populations in this research were all fifth grade primary school students in Busungbiu village. Samples were students of fifth grade in SD No. 3 Busungbiu as experimental class and SD No. 4 Busungbiu as the control class. Data collection techniques using test method to determine the students' understanding of concepts and observation sheets to determine the social attitudes of students, which were analyzed using descriptive statistics, spss t-test and manova.The results showed that: (1) there is a difference between understanding the concept of a group of students that learned by cooperative learning model type STAD and a group of students that learned with conventional learning models (sig = 0.001
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN PENILAIAN PORTOFOLIO TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 PEJENG ., Anak Agung Istri Virnayani; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbantuan penilaian portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Pejeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 1 Pejeng yang berjumlah 81 orang. Penelitian ini tergolong penelitian populasi. Semua populasi menjadi sampel penelitian. Data keterampilan menulis karangan narasi dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk perintah. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan menulis yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbantuan penilaian portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Pejeng Kecamatan Tampaksiring tahun pelajaran 2014/2015. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata keterampilan menulis siswa yang mengikuti pembelajaran dengen pendekatan saintifik berbantuan penilaian portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional adalah 79,89 dan 70,38.Kata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian portofolio, keterampilan menulis This research aims to know the difference of writing skills between students who learning by scientific approach assisted by portfolio assessment and conventional learning students on 4th grade elementary school students at SD Negeri 1 Pejeng. The types of this research is quasi experiment. Population of this research are the entire of 4th grade students at SD Negeri 1 Pejeng with total 81 students. This research is classified to population research. The entire population become sample of the research. Narrative essay writing skills data are collected by commanded instrument test. Data are analyzed by descriptive statistics analysis and inferential statistics (t-test).Result of this research found that there are significant writing skills difference between students who learning by scientific approach assisted by portfolio assessment and students who learning conventionally on 4th grade elementary school students at SD Negeri 1 Pejeng, Tampaksiring sub-district, 2014/2015 school year. The mean ratio of students who learning by scientific approach assisted by portfolio assessment compared to students who learning conventionally are 78,89 and 70,38.keyword : scientific approach, portfolio assessment, writing skills

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue