cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBASIS MASALAH SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V ., Ni Putu Dessy Putriani; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem yang berjumlah 236 orang. Data hasil belajar PKn dikumpulkan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 5,55 dengan db = 51 dan signifikansi 5% adalah 2,01. Rata-rata hasil belajar PKn kelompok ekperimen adalah 20,19 lebih besar dari rata-rata hasil belajar PKn kelompok kontrol sebesar 13,81. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar, masalah sosial, VCT This purpose of this research is to know the significant differences of learning outcomes of Civics among students who follow the learning with Value Clarification Technique learning model (VCT) based on social problems with conventional learning model in grade V SD students in Gugus V Kecamatan Karangasem. This type of research is a quasi-experimental research. The population of this research is all students of class V SD in Gugus V Kecamatan Karangasem which amounted to 236 people. Civic learning outcomes were collected using objective tests. The data obtained were analyzed using the t-test. The results this study indicate that there was a difference of learning outcomes of Civics between groups of students who were taught by Value Clarification Technique learning model (VCT) based on social problems and groups of students who were taught by conventional learning model with thitung = 5,55 with db = 51 and significance 5% is 2,01. The average learning outcomes of the experimental group PKN is 20.19 greater than the average of the control group's CMS learning outcomes of 13.81. The significant difference indicates that the learning model of Value Clarification Technique (VCT) based on social problems has a positive effect on students' learning outcomes compared to conventional learning.keyword : learning outcomes, social problems, VCT
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERBANTUAN MEDIA CERITA DONGENG TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS III SD ., I Md Agus Yogi m; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10888

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia siswa SD kelas III di gugus XIII kecamatan Buleleng menjadi permasalahan yang perlu dicari faktor penyebab dan pemecahannya. Temuan awal bahwa dari 120 siswa kelas III SD yang ada di gugus XIII Kecamatan Buleleng, terdapat 85 siswa yang masih di bawah KKM. Rendahnya hasil belajar ini diduga karena model pembelajaran yang diterapkan guru cenderung kurang mengaktifkan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengeksperimenkan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan media cerita dongeng yang bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas III SD di Gugus XIII Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas III SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng, yang berjumlah 120 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas III SD Negeri 1 dan 3 Banjar Tegal dengan jumlah siswa masing-masing 24 dan 21 orang, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2.14 dan ttab sebesar 2,00. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CIRC berbantuan media cerita dongeng dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran bukan CIRC berbantuan media cerita dongeng.Kata Kunci : model, circ, media,dongeg, hasil belajar bahasa indoesia The low learning outcomes of Indonesian students of elementary school class III in cluster XIII Buleleng district become a problem that need to look for factors causing and solving it. Preliminary findings that of 120 students of third grade elementary school in Buleleng District XIII, there are 85 students who are still under KKM. The low learning outcomes are suspected because the instructional model applied by the teacher tends to be less activate the learners. Therefore, this research tries to experiment the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) learning model with fairy tale media which aims to know its effect on the result of learning Indonesian in third grade students in Buleleng District XIII. This type of research is quasi experimental research with post test design only control group design. The population of this research is class III SD in Buleleng District XIII District, which amounts to 120 people. The sample of this study is class III SD Negeri 1 and 3 Banjar Tegal with the number of students each 24 and 21 people, determined by random sampling technique. Instrument in this research that is result of learning test. The data obtained were analyzed by descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results showed that the value of t count of 2.14 and ttab of 2.00. That is, there is a significant effect of learning outcomes of Indonesian between groups of students who were taught by CIRC-aided learning model of fairy tale media and groups of students who were taught by learning models instead of CIRC-assisted media stories fairy tales.keyword : Model, circ, media, fairy tale, learning result indonesian language
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS II KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., I Gusti Ayu Kade Dewi Puspita Sari; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Course Review Horay dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus II Kecamatan Kubutambahan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Posttest Only Control Group Design.Jumlah populasi siswa kelas IV di Gugus II Kecamatan Kubutambahan adalah 224 siswa, sedangkan jumlah sampel adalah 74 siswa yang dipilih secara random kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan observasi. Diperoleh data rata-rata hasil belajar IPA di kelas eksperimen yaitu = 20,93 dan kelas kontrol = 13,459. Selanjutnya data yang diperoleh dari analisis uji-t. dari hasil analisis uji-t diperoleh thit = 9,9 Sedangkan ttabel untuk db = 72 (db = n1 +n2 – 2 ) dengan taraf signifikan 5 % menunjukkan ttabel = 1,980 berarti, hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan anatara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini berarti terdapat pengaruh positif penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus II Kecamatan Kubutambahan. Kata Kunci : Course Review Horay, Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Alam The purpose of this research is to know the significant differences of the result science study among students who used Course Review Horay model and those students who studied with conventional model of the four grades elementary in Gugus II, Kubutambahan subdistrict in the school year 2016/2017. The type of this research is quasi experiment with the research program that used is Nonequivalent Posttest Only Control Group Design.The total population of the students in Gugus II, Kubutambahan Subdistrict are 224 students, and for the sample are 74 students which have been chosen in random class. The data collection is done by test method and observation. The average data of the science study result in experiment class are = 20,93 and control class = 13,459. Next for the data that obtained from experiment-t. From experiment-t obtained thit = 9,9 while ttabelfor db = 72 (db = n1 +n2 – 2 ) with significant level 5% that showed ttabel = 1,980 which mean, the result of this experiment there is a significant differences of the science study result among those students who used cooperative type Course Review Horay and those who studied with conventional model. There is a positive influence to the application of cooperative learning model Course Review Horay toward science study result of students in four grade elementary in Gugus II, Kubutambahan subdistrictkeyword : Course Review Horay, Study Result, Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SD ., Rizal Ardiansyah; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajran Problem Solving. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD N di Gugus III Kecamatan Pekutatan dan sampel penelitian adalah siswa kelas V SD N 2 Medewi sebagai kelompok eksperimen dan SD N 2 Pulukan sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dengan perolehan hasil analisis (t=4,08 dan Sig.(2-tailed)=0,000) deangan kelompok siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Jadi, model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Problem Solving, hasil belajar, IPA This research aims to know the significant difference between the students science achievements who were taught through Problem Solving learning model with groups of students who were taught without the use of Problem Solving learning model. This research is an artificial experiments that use of non-equivalent design post test only control group design. The population of this research were the entire class V elementary school in Pekutatan Subdistrict III Cluster and the research samples were the entire class V sutudents in SD N 2 Medewi as the experimental group and the entire class V sudents in SD N 2 Pulukan as the control group . The data collection were using a test method by applying instrument of science study results. The data analysis were conducted by using t-test. The results of the research shows that there is significant difference toward the science achievements between students taught using Problem Solving learning model which has analysis results as t= 4.08 and Sig.(2-tailed)= 0.000, and students taught without the use of Problem Solving learning model. Thus, the Problem Solving learning model affects significantly the results of the science achievments.keyword : Problem Solving, the results of the study, natural sciences.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SDN GUGUS I KECAMATAN SAWAN ., I Gusti Ayu Witari; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 107 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan cara undian. Sampel pada penelitian ini hanya melibatkan 2 kelas yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Lemukih yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Sekumpul yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,25 > ttabel 1,68) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Numbered Head Together (NHT) , hasil belajar This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and group of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster I Sawan district in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster I Sawan district in the school year 2016/2017, amounting to 107 students. Sampling using random sampling technique by lottery. The sample in this study involves only two classes, namely the fourth grade students of SDN 1 Lemukih who were selected as the experimental group and the fourth grade students of SDN 1 Sekumpul who were selected as the control group. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,25 > ttable=1,68) this means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and group of students that learned with conventional learning models. It can be concluded that the learning model Numbered Head Together (NHT) has positive and significant effect on science learning outcomes students in fourth grade in cluster I Sawan district in the school year 2016/2017keyword : Numbered Head Together (NHT), learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS II KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., Kadek Dwi Dharma Ariani; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10892

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional; 2) untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran Examples Non Examples; 3) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA anatar kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran examples non examples dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Sd di Gugus II Kecamatan Kubutamabahan Tahun Pelajaran 2016/2017.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus II Kecamatan Kubutambahan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 5 Kubutambahan berjumalah 23 orang dan kelas V Sd Negeri 3 Kubutambahan berjumalah 27 orang. Instrument pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t independent). Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata skor hasil belajar IPA antara Kelompok belajar Ekperimen dan kelompok kontrol yaitu 21,11 > 17,35. Dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung = 4,302 > ttabel = 2,021. Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa anatar kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran examples non examples dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Examples Non Examples berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA.Kata Kunci : Hasil belajar IPA, Model pembelajaran Examples Non Examples, model konvensional This research aimed to: 1) to described the science learning outcomes of students who take convensional model; 2) to described the science learning outcomes of students who take examples non examples model; 3)to determine the science learning outcomes differences between students who were thaught by used examples non examples model and convensional learning model in fifth garde elementary school students in cluster II Kubutambahan district Buleleng regency 2016/2017 school year. The research was a quasi-experiment. The population was fifth garde in cluster II Kubutambahan district. The samples of this research were fifth garde in SD Negeri 3 Kubutamabahan were 23 students and SD Negeri 5 Kubutambahan were 27 students. The instrument of this research in test instrument. Data were analyzed using descriptive statistic and inferensial statistic (t-test). The results showed that a description of the result of science learning in the experimental group scores tend to be high then of the students in control group is 21,11 > 17,35. By using t-test obtained t-count is bigger than t-table (tcount = 4,302 > ttable = 2,021). It means that there are significant differences of students science learning outcomes among the group of students that learned with Examples Non Examples learning model and group of students that learned by convensional learning models. So, it can be concluded that learning with Examples Non Examples learning models has a positive effect on improving science learning outcomes students.keyword : science learning outcomes, examples non examples models, convensional models
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Nengah Juliantari; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Media Gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu.Rancangan kuasi eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SDN 2 Kawan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 orang dan SDN 5 Kawan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 29 orang. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 10,11 dan ttabel pada taraf signifikan 5% = 2,004 dan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 21,28 lebih besar dari skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 13,9. Hal ini berarti thitung > ttabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar, IPS, think pair share This study aims to determine the difference between IPS learning outcomes between students who follow the Learning Model Think Pair Share (TPS) with the help of Picture Media with students who follow conventional learning in third grade students in Bangli district court II of 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental research.The quasi experimental design used in this study is post-test only control group design. The population of this research is all students in third grade students in Bangli district court II of 2016/2017. The sample was determined by random sampling technique and obtained SDN 2 Kawan as experiment class which amounted to 28 people and SDN 5 Kawan as control class which amounted to 29 people.The students' IPS learning result data was collected using multiple choice-shaped test method.The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on result of data analysis, obtained tcount = 10,11 and ttable at significant level 5% = 2,004 and experiment group average score is 21,28 bigger than average score of control group that is 13,9.This means tcount> ttable, so it can be stated that there is a significant difference of IPS learning outcomes between students who follow the learning with Think Pair Share (TPS) model assisted picture media with students who follow conventional learning.keyword : learning outcomes, IPS, think pair share
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Wayan Marta Suantara; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 130 orang. Sebanyak 59 orang siswa yang terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu 27 orang siswa kelas IV SDN 1 Poh Bergong dan 32 orang siswa kelas IV SDN 5 Jinengdalem. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda (objektif). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 14,481 berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 8,313 berada pada kategori rendah, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 2,743, sedangkan ttabel dengan db 57 pada taraf signitifikan 5% adalah 2,000. Hal ini berati nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,743 > 2,000), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional. Jadi terdapat pengaruh yang positif hasil belajar IPA dilihat dari rata-rata hasil belajar.Kata Kunci : Hasil belajar, Pembelajaran make a match. This research aims to determine the differences in learning outcomes of science between students who learn by using learning model (Make A Match) assisted media like images and students who learn by using conventional learning model for fourth grades in elementary school in Gugus III Buleleng District Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with program ‘non-equivalent design posttest only controls group design”. The population of this research is all students of fourth grades in elementary school which amounts to 130 people. There are 59 students are selected as a sample that determined by random sampling. The sample of research used 27 students of fourth grades in SDN 1 Poh Bergong and 32 students of fourth grades in SDN 5 Jinengdalem. The data were collected using test method with instrument data collection using multiple choice tests (objective). The data that was obtained and then the data was analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results of this research showed that (1) the average score of the experimental learning outcomes of the experimental group there was 14.481 as the high category, (2) the average score of the control group's learning outcomes there was 8.313 as the low category, (3) the result of t-test analysis were obtained tcount of 2.743, on the other hand ttable with db 57 at 5% in significance level is 2,000. It means that the value of tcount is greater than ttable (2.743 > 2,000), so H0 is rejected and H1 is accepted then it can be concluded that there is a difference of science learning outcomes between groups of students who are taught by the learning model of Make A Match assisted by image media and group of students with conventional learning model. So there is a positive effect in learning outcomes of science seen from the average learning outcomes.keyword : Learning outcomes, Learning model make a match.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., I Nyoman Nitya Hariata; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain Non Equivalen post test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng yang berjumlah 132 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SDN 1 Kaliuntu berjumlah 28 siswa dan kelas V SDN 3 Kaliuntu berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes. Istrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tehnik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t dengan rumus polled varians. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukan oleh thitung (3,813) > ttabel (2,000). Selanjutnya, rata-rata skor hasil belajar IPS menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint adalah 20,15 lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPS menggunakan pembelajaran konvensional adalah 16,07. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : Problem Based Instruction, Powerpoint, Hasil Belajar IPS. This study aims to determine the differences of IPS learning outcome between group of students who are taught by using Powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model and group of students who are taught by using conventional learning model. This is Quasi-Experimental research, this study uses Non Equivalent post - test only control group design. The population of this research is all of the 5th grade of elementary school in Gugus X Buleleng district, having 132 students. The sample of this research is 5th grade students of SDN 1 Kaliuntu which consists of 28 students and 5th grade of SDN 3 Kaliuntu which consists of 32 students. Data collection in this study was conducted using the test method. The data collection instrument used is a multiple choice test. The data collection is analyzed by using two forms of statistical analysis, namely descriptive statistic analysis and inferential statistic t – test analysis with polled varians formula. The result shows that there is a difference of IPS learning outcome between group of students who are taught by using powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model and group of students who are taught by using conventional learning model of 5th grade elemntary students in Gugus X Buleleng district. This is indicated by thitung(3,813) >ttabel (2,000). Moreover, the mean score of learning outcome by using Powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model is 20,15 which is higher than the mean of using conventional learning model, 16,07. Therefore, PowerPoint assisted Problem Based Instruction learning model has an significant effect toward IPS learning outcome of 5th grade elementary school students in Gugus X Buleleng district, Buleleng Regency in 2016/2017 academic year.keyword : Problem Based Instruction, PowerPoint, IPS learning outcome.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Nyoman Masa; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang di belajarkan menggunakan model pembelajaran make a match dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V Semester Genap di Gugus IX Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus IX Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 257 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 45 orang siswa. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 6,94 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran make a match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 24 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 18,25 Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match berpengaruh terhadap hasil belajar IPS. siswa kelas V di Gugus IX Kecamatan Kintamani.Kata Kunci : make a match, hasil belajar This research aimed to find out the differences in IPS learning outcome among students whom treated using make a match and a group of students whom treated using the conventional way at the fifth grade in elementary school Gugus IX Kintamani district in academic year 2016/2017. The kind of this research is experimental study. The population of this study is all of students at the fifth grade in Gugus IX in Kintamani district, which are 257 students. The sample taken by applying random sampling and it is gotten 45 students as sample.the data outcomes of Students’ IPS learning were collected by using instrument which is multiple choice. Collected data were analyzed using descriptive analytical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the results of data analysis, obtained thit = 6,94 and ttab (at 5% significance level) = 2.02. This means that thit> ttab, so it can be interpreted that there is a significant difference of IPS learning outcomes between students who follow the learning with make a match learning model and students who follow the learning with conventional model. From the average average arithmetic, it is known that the experimental group is 24 and average control group is 18.25, it means that the average experiment> average control, so it can be concluded that the application of make a match learning model influences the learning outcomes of IPS. Grade V students in Gugus IX in Kintamani District.keyword : make a match, learning outcome

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue