cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY SISWA KELAS III ., I Putu Dodik Anggariana; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study dengan siswa yang tidak mengikuti pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study pada siswa kelas III SDN Paket Agung. Populasi penelitian adalah kelas III di SDN Paket Agung Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 80 siswa. Sampel penelitian yaitu kelas III SDN 1 Paket Agung yang berjumlah 39 siswa dan kelas III SDN 2 Paket Agung yang berjumlah 41 siswa. Data skor hasil belajar Matematika dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar Matematika kelompok eksperimen adalah 15,46 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar Matematika kelompok kontrol adalah sebesar 8,78. Ketiga hipotesis penelitian diuji dengan taraf signifikansi 5%. Setelah dilakukan perlakuan pada kelas eksperimen didapatkan Fhitung dari uji-t yaitu sebesar 14,494. Hal ini membuktikan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study dengan siswa yang tidak mengikuti pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study pada siswa kelas III SDN Paket Agung. Kata Kunci : Based Learning, Lesson Study, uji-t This research aimed to know the differences in the mathematics outcomes between groups of students that learned with Problem Based Learning by Lesson Study model and groups of students that learned without Problem Based Learning by Lesson Study in the third grade students in elementary school cluster eighth district of Buleleng. The research population is a third class in eighth cluster district of Buleleng in the academic year 2016/2017, amounting to 80 students. The research sample is fourth class in elementary school 1 Paket Agung amounting to 39 students and fourth class in elementary school 2 Paket Agung, amounting to 41 students. The mathematics outcomes score data collected by multiple choice-test instrument. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results showed that average scores of mathematics outcomes the experimental group was 15,46 higher than the average score of mathematics outcomes the control group amounted to 8,78. These three research hypotheses were tested with a significance level of 5%. After gived treatment in experiment class be obtained of Fcount = 14,494.. This proves that, existed differences mathematics outcomes between groups of students that learned with Problem Based Learning by Lesson Study model and groups of students that learned without Problem Based Learning by Lesson Study in the third grade students in elementary school cluster eighth district of Buleleng. keyword : Based Learning, Lesson Study, t-test
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPS ., I Made Suarthika; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12431

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep IPS siswa diduga karena model pembelajaran yang diterapkan terlalu berpusat kepada guru, sehingga siswa kurang aktif dan kegiatan pembelajaran menjadi pasif. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan terhadap pemahaman konsep pada mata pelajaran IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Tahun Pelajaran 2016/2017 di Gugus IV Kecamatan Selemadeg Timur. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Dalang yang berjumlah 25 siswa dan siswa kelas V SD Negeri 1 Gadungan yang berjumlah 22 siswa. Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan metode tes obyektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) rata-rata skor pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah 20,76, yang berada pada kategori tinggi, (2) rata-rata skor pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 16,90 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan ttabel (thitung= 3,60 > ttabel= 2,021). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray berpengaruh terhadap pemahaman konsep pada mata pelajaran IPS.Kata Kunci : model TSTS, pemahaman konsep. The low conceptual understanding of student social are thought to be due to the applied learning model is too centered on the teacher, so the students are less active and the learning activities become passive. From this problem, this study aimed to determine the difference of conceptual understanding on the subjects of social studies between students who were taught by the model of learning Two Stay Two Stray with students who were taught conventional learning model. This type of research is a quasi-experimental study, with a post-test only control group design. The population of this study is fifth grade student academic year 2016/2017 at Elementary School in Gugus IV East Selemadeg. The sample of this research is fifth grade students SD Negeri 1 Dalang consisted of 25 students and fifth grade students SD Negeri 1 Gadungan consisted of 22 students. Methods in data collection were done by objective test method. The data had been obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic. The results of this study indicate that, (1) the average score of students using the Two Stay Two Stray learning model is 20,76 which is in the high category, (2) the average score of students using conventional learning model that is 16,90 which is in the medium category, (3) the result of t-test analysis obtained tobserved greater than tcritical (tobserved = 3,60 > tcritical = 2,021). Based on the results of this study, it can be concluded that learning model of Two Stay Two Stray have an effect on conceptual understanding on social science subject.keyword : TSTS model, conceptual understanding.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD GUGUS KAPTEN KOMPYANG SUJANA KECAMATAN DENPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2016/2017 ., I Made Dwipayana; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment (eksperimen semu). Desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desigh. Populasi penelitian iniadalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Kapten Kompyang Sujana Denpasar Barat yang berjumlah 631 siswa. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Random Sampling , sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 78 siswa , yaitu 40 siswa pada kelas eksperimen dan 38 siswa kelas control, siswa yang digunakan pada kelas eksperimen yaitu siswa kelas V B SD 9 Padangsambian sedangkan pada kelas control siswa yang digunakan yaitu siswa kelas V B SD 1 padangsambian. Data hasil dari penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa diperoleh melalui tes ,tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda biasa, setelah diperoleh data hasil dari tes pilihan ganda , selanjutnya dianalisis dengan uji –t.Bredasarkan taraf signifikansi 5% dan dk =76 (n1+n2-2 = 40+38- 2 = 76) diperoleh ttabel sebesar 2,00 sednagkan t hitung 2,74 (t hitung = 2,74> t tabel = 2,00). Nilai rata rata siswa kelas eksperimen sebesar 71,75 dan siswa kelas kontrol sebesar 66,94. Dengan demikian terdapat perbedaan yang siginfikan terhadap kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, Jigsaw, Kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the mastery of science knowledge competence between students who were taught by using Jigsaw type cooperative learning model and students who were taught by conventional learning model. The type of research used is quasi experiment (quasi experiment). The design used is Nonequivalent Control Group Desigh The population of this research is all the students of grade V of SD in West denpasar Captain kompyang Sujana which amounts to 631 students. The technique used to determine the sample in this study is by using Random Sampling, the sample used in this study amounted to 78 students, ie 40 students in the experimental class and 38 students of the control class, students used in the experimental class of students VB SD 9 Padangsambian While in the control class the students used are students of grade VB SD 1 Padangsambian. Data obtained from the mastery of students' knowledge knowledge competence is obtained through the test, the test used is the usual double choice test, after obtained the result data from multiple choice test, then analyzed with test -t.Bredasarkan 5% significance level and dk = 76 (n1 + n2 -2 = 40 + 38- 2 = 76) obtained ttable of 2.00 sednagkan t count 2.74 (t arithmetic = 2.74> t table = 2,00). The average grade of the experimental class is 71.75 and the control class is 66.94. Thus there is a significant difference to the knowledge competence of science between students who are taught by Jigsaw type cooperative learning model with students who are taught by conventional learning model.keyword : cooverative learning , Jigsaw , Competence of knowledge IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK BERBANTUAN MEDIA VIDEO CLIP TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., I Md Vicky Gusnawan; ., Drs. Ndara Tanggu Renda, M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan model pembelajaran resolusi konflik berbantuan media video clip terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD di Gugus II Majapahit Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2016/2017 antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran resolusi konflik berbantuan media video clip dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini seluruh kelompok siswa kelas V SD di Gugus II Majapahit Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah kelompok siswa kelas V SD Negeri 1 Gumbrih yang berjumlah 20 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD N Pangyangan yang berjumlah 20 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(3,191) > ttab(2,021). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran resolusi konflik berbantuan media video clip berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD di Gugus II Majapahit Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2016/2017Kata Kunci : hasil belajar PKn, resolusi konflik, video clip This research aims to know the significant difference of 5th Grade students PKn learning result between students group learn through resolution conflict learning model assisted by video clip media and students group learn through conventional learning model in Majapahit 2st Cluster Primary School in Pekutatan District 2016/2017 Academic Year. This type of research is a quasi experimental research. The population of this research is all5th Grade students of Majapahit2st Cluster Primary School in Pekutatan District 2016/2017 AcademicYear. The sample of this research is 5th Grade of Gumbrih1st primary school amount to 20 students and 5th Grade of Pangyangan primary school amount to 20 students. PKn learning result data were collected by objective test. Collected data analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the result of analyzed data, it is found that tcount (3,191)> ttab (2,021). So can be concluded resolution conflict learning model assisted by video clip media influence on PKn learning result 5th Grade students of Majapahit 2st Cluster Primary School in Pekutatan District 2016/2017 Academic Year.keyword : PKn learning result, resolution conflict, video clip
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKTUAL BERBANTUAN MEDIA KONGKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS IV KECAMATAN PETANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 ., I Wayan Harimawan Rahmadi; ., Dr. Desak Putu Parmiti, M.S.; ., Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.12918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kontekstual berbantuan media kongkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Petang tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Petang tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD yang berjumlah 64 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 7,48 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 1,658. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model kontekstual berbantuan media kongkret dan kelomopok yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dari rata–rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 23,14 dan kelompok kontrol adalah 14,03. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model kontekstual berbantuan media kongkret berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Petang.Kata Kunci : model kontekstual berbantuan media kongkret, hasil belajar IPA This study aims to determine differences in learning outcomes between students who follow the learning contextual model with concrete media assisted and students who follow the learning with conventional model in grade V students in Gugus IV Kecamatan Petang lesson year 2017/2018. This type of research is a quasi-experimental study. The population of this study is all students of class V in class IV Petang District in the academic year 2017/2018 which amounted to 82 people. The sample of this research is the students of class V SD which amounted to 64 people. Student learning outcomes data were collected with multiple choice test instruments. The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the results of data analysis, obtained thi= 7.48 and ttab (at 5% significance level) = 1.658. This means that thit > ttab, so it can be interpreted that there are significant differences in science learning outcomes between groups that follow the learning with contextual model with concrete and concrete media that follow the learning with conventional model. From the average ( ) arithmetic, it is known that the experimental group is 23.14 and the control group is 14.03. This means that the experiment> control, so it can be concluded that the application of concrete media-aided contextual model affects the learning outcomes of science students of class V in the District Gugus Petang District. keyword : concrete media-aided contextual model, science learning outcomes of IPA
PENGARUH STRATEGI SQ4R BERBANTUAN SATUA BALI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V ., I Made Deni Gunarsa; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.12920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali pada siswa kelas V di SD Gugus V Kintamani Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain Non Equivalent post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Gugus V Kintamani. Sampel penelitian adalah kelas V SDN 3 Belantih sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN Catur sebagai kelompok kontrol yang diperoleh dengan teknik random sampling melalui cara undian kelas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial yang menggunakan uji t (polled varians). Hasil penelitian menunjukan bahwa, rata-rata skor kemampuan membaca pemahaman siswa pada kelompok eksperimen (41,80) lebih besar dari kelompok kontrol (34,27). Berdasarkan hal tersebut, terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali pada siswa kelas V di SD Gugus V Kintamani Tahun Pelajaran 2017/2018. Dengan demikian, strategi SQ4R berbantuan Satua Bali berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V di SD Gugus V Kintamani Tahun Ajaran 2017/2018. Kata Kunci : strategi SQ4R, satua Bali, kemampuan membaca pemahaman. This study aims to determine the difference in students' reading comprehension skills between groups of students who were taught by the SQ4R-supported strategy of the Satua Bali and the group of students who were not taught by the SQ4R-supported strategy of Satua Bali in grade V students at SD Gugus V Kintamani Lesson Year 2017/2018. This research type is quasi experiment, with Non Equivalent design post test only control group design. The population in this study is the entire class V in SD Gugus V Kintamani. The research sample is class V SDN 3 Belantih as experimental group and class V SDN Catur as control group obtained by random sampling technique by way of class lottery. The analytical methods used in this study include descriptive analysis and inferential analysis using the t test (polled variance). The results showed that the mean score of students' reading comprehension ability in the experimental group (41.80) was greater than the control group (34,27). Based on this, there is a difference in the students' reading comprehension ability between the groups of students who were taught by the SQ4R-supported strategy of the Satua Bali and the group of students who were taught not with the SQ4R-supported strategy of Satua Bali in grade V students at SD Gugus V Kintamani Lesson Year 2017/2018. Thus, the Satya Bali-based SQ4R strategy has an effect on reading comprehension of grade V students in SD Gugus V Kintamani of the academic year 2017/2018.keyword : SQ4R strategy, satua Bali, reading comprehension ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBASIS MIND MAPPING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPS DI SD ., Gede Hendrawan; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.12921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping dan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping pada siswa kelas V SD di gugus V Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 1 Petandakan sebagai kelas ekperimen dan SDN 1 Sari Mekar sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen kuisiooner motivasi belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar IPS yang signifikan antara kelompok yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping dan siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping (thitung=10311>ttabel=2018) artinya thitung lebih besar daripada ttabel yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Perbandingan hasil penghitungan rata-rata nilai motivasi belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran SAVI Berbasis mind mapping 121,88 sedangkan siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping 103,30. Ini berarti bahwa penggunaan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping berpengaruh terhadap motivasi belajar IPS siswa kelas V SD di gugus V Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016//2017.Kata Kunci : SAVI, mind mapping, motivasi belajar This study aims to determine the difference in motivation of IPS learning between students who were taught using SAVI based learning model of mind mapping and learning without using SAVI based learning model mind mapping on students of class V SD in Gugus V Buleleng District, Buleleng Regency. The sample of this research is students of class V SDN 1 Petandakan as an experimental class and SDN 1 Sari Mekar as a control class. The data collection of this research using questionnaire instrument of learning motivation. The data collected were analyzed using descriptive statistical and statistical analyzes (t-test). The results of this study found a significant difference in learning motivation between IPS learning groups using SAVI learning model based on mind mapping and students who were taught without using SAVI learning model based on mind mapping (tCount=10311>ttable=2018) that is tcount bigger than ttable Which indicates a significant difference. Comparison of calculation result of mean value of learning motivation of IPS students following learning using SAVI based learning model mind mapping 121,88 while the students who were taught without using SAVI based learning model mind mapping 103.30. This means the use of SAVI-based learning model of mind mapping learning motivation of IPS students in grade V elementary school in gugus V Buleleng sub-district in the academic year 2016/2017.keyword : SAVI, mind mapping, learning motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD GUGUS V KINTAMANI TAHUN PELAJARAN 2017/2018 ., I Putu Mas Mahardika; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.13069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional Pada Siswa Kelas V Sd Gugus V Kintamani Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasie eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di gugus V Kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli tahun pelajaran 2017/2018, yang berjumlah 145 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas V SD Negeri 3 Belantih yang berjumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD N Catur yang berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung 5,290 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,006. Hal ini berarti bahwa thitung> ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa hasil belajar IPS kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran NHT (Numbered Head Together), hasil belajar IPS This study aims to determine the difference between IPS learning outcomes between groups of students who were taught by NHT (Numbered Head Together) learning model and group of students who were taught by conventional model In Grade V Students Sd V Kintamani Cluster Year 2017/2018. The type of this research is quasi experimental research. The population of this study is all students of class V that exist in cluster V Kecamatan Kintamani, Bangli regency year 2017/2018, which amounted to 145 people. The sample of this research is group of students of Grade V of SD Negeri 3 Belantih which is 25 students as experiment class and student group of class V SD N Catur which is 30 people as control class. Student learning outcomes data were collected with multiple choice test instruments. The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the data analysis, obtained t count 5,290 and ttable (at 5% significance level) = 2,006. This means that thitung> ttable, so it can be interpreted that the learning result of IPS group of students who are taught by NHT (Numbered Head Together) learning model is higher than the student group that is taught by conventional learning model.keyword : NHT (Numbered Head Together) learning model, learning outcomes IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Ni Putu Eva Adelina Ariswati; ., Drs. I Nyoman Murda, M.Pd.; ., Dra. Ni Wayan Arini, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.13105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media question card dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media question card di kelas V SD di Gugus III Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini berjumlah 170 orang. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Sebanyak 23 orang siswa SD Negeri 2 Ekasari dilibatkan sebagai kelas eksperimen dan 20 orang siswa SD Negeri 2 Nusasari dilibatkan sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPS dikumpulkan menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung > ttabel (thitung = 3,58 > ttabel = 2,00) dan skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media question card lebih tinggi yaitu 17,91, sedangkan skor rata-rata siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media question card yaitu 13,75. Jadi, model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media question card berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL), question card, hasil belajar IPS This research aimed at finding out the significant difference of Social Science learning outcomes between students who were taught with question card assisted Problem Based Learning Model (PBL) and students who were not taught by question card assisted Problem Based Learning Model (PBL) in Grade V of elementary schools in Cluster III, Melaya Sub district, Jembrana Regency, in the Academic Year 2016/2017. The type of research used was quasi experimental research using non-equivalent posttest only control group design. The population of this study amounted to 170 people. The sample of this research was chosen by Simple Random Sampling technique. That obtained 23 students of Elementary School 2 Ekasari involved as the experimental class and 20 students of SD Negeri 2 Nusasari involved as the control class. The Social Science learning outcomes data were collected using a multiple choice-shaped test instrument. The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the result of data analysis, it was obtained that tcount > ttable (tcount = 3.58 > ttable = 2.00) and the average score of students who were taught by question-card assisted Problem Based Learning Model (PBL) was higher, which was 17,91, while the average score of students who were not taught with question card assisted Problem Based Learning Model (PBL) was 13.75. Therefore, question card assisted Problem Based Learning (PBL) has an effect on the learning outcomes of Social Science students of Grade V of elementary schools in Cluster III of Melaya Sub district, Jembrana Regency, in the Academic Year 2016/2017.keyword : Problem Based Learning (PBL), question card, Social Science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS V KECAMATAN SAWAN ., Ni Luh Sri Sumewati; ., Drs. I Dewa Kade Tastra, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.13106

Abstract

Penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media lingkungan sekitar dan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus V Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian berjumlah 23 orang siswa kelas IV SD Negeri 1 Sangsit dan 26 orang siswa kelas IV SD Negeri 8 Sangsit. Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar IPA. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thit = 5,88 dan ttab = 2,021. Hal ini berarti bahwa thit > ttab. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media lingkungan sekitar dan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dari rata-rata ( ), diketahui ( ) kelompok eksperimen sebesar 19,02 dan ( ) kelompok kontrol sebesar 14,08. Hal ini berarti bahwa ( ) eksperimen > ( ) kontrol. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media lingkungan sekitar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT, media lingkungan sekitar, hasil belajar This quasi experimental research was aimed to find out the difference of science achievement between students who learnt science by using cooperative learning type TGT model combined with environmental media and students who learnt by using conventional learning. This research was designed as post test only control group design. The population of this research was fourth grade students in cluster V Sawan sub-districtin academic year 2016/2017. The samples of this research were fifth grade students which consisted of 23 students of SD N 1 Sangsit and 26 students of SD N 8 Sangsit. The instrument that was used in this study was test. Data that were obtained were analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (T-test). The result of the analysis was thit = 5,88 and ttab =2,021. It meant that thit > ttab. The analysis showed that there was significant difference of science achievement between students who learnt science by using cooperative learning type TGT model combined with environmental media and students who learnt by using conventional approach. The average ( ) of students achievement showed that the average of experiment group was 19,02 and the average of control group was 14,08. Which meant that the average ( ) of experiment group > the average ( ) of control group. Thus, cooperative learning type TGT model combined with environmental media influenced the science achievement of fourth grade students in cluster V Sawan sub-district in academic year 2016/2017.keyword : cooperative learning model type TGT, environmental media, learning result

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue