cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV DI GUGUS V KECAMATAN SUKASADA I.K. Dibia, D.M.W. Paramita, I.W.R. Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.680

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa terhadap pelajaran IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Siklus Belajar 7E  dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Ekspositori pada siswa kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 di Sekolah Dasar Gugus V Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test Only with Non Equivalent Control Group Design. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA dengan  bentuk tes obyektif. Data dianalisis dengan menggunakan stasistik deskriptif dan statistisk inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t dapat diketahui thitung = 6,637 dan ttabel = 1,672. Karena thitung > ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran siklus belajar 7E dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model ekspositori. Selain itu siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran siklus belajar 7E memiliki skor rata-rata yang lebih besar dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori, yaitu 22,66 > 15,83. Berdasarkan hal tersebut ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran siklus belajar 7E memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran ekspositori.   Kata Kunci: model pembelajaran siklus belajar 7E, ekspositori, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS UNTUNG SURAPATI KECAMATAN DENPASAR TIMUR TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Gede Widnyana; ., Drs. I Wayan Sujana, S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran role playing berbasis Tri Hita Karana dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Kecamatan Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rencangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Kecamatan Denpasar Timur yang berjumlah 540 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Sumerta berjumlah 39 siswa sebagai kelompok yang dibelajarankan dengan model pembelajaran role playing berbasis Tri Hita Karana dan siswa kelas IV SDN 11 Sumerta berjumlah 38 orang siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat pilihan jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 8,315 > ttabel = 2,000 untuk signifikansi 5% dan dk = 75. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak. Adapun nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPS pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran role playing berbasis Tri Hita Karana adalah X = 84,31, sedangkan pada kelompok yang dibelajarankan dengan pembelajaran konvensional adalah X = 69,11. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran role playing berbasis Tri Hita Karana terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Kecamatan Denpasara Timur Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : role playing, Tri Hita Karana, kompetensi pengetahuan IPS This research aims to determine the significant differences in the competence of IPS group knowledge of students who are taught by role playing learning model based on Tri Hita Karana with groups of students who are taught through conventional learning in fourth grade students of SD Gugus Untung Surapati, East Denpasar Sub District, in academic Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with nonequivalent control group design. The population of this research is all of fourth graders of SD Untung Surapati Sub-District, East Denpasar, which total 540 people. Samples were taken by random sampling technique. The sample in this research is the fourth grade students of SDN 6 Sumerta amounting to 39 students as the group which is recommended with the role playing model based on Tri Hita Karana and the fourth grade students of SDN 11 Sumerta are 38 students as control group with conventional learning. The data collection is done by using the test method in the form of the usual double choice objective test with four answers. The data obtained were analyzed using t-test analysis. The result of data analysis is tvalue = 8,315> ttable = 2,000 for 5% significance and dk = 75. Based on test criteria, H0 is rejected. The average score of IPS knowledge competence in the group that was studied with the role playing model based on Tri Hita Karana was X = 84,31, while in the group recommended with conventional learning was X = 69,11. Based on the result of this research, it can be concluded that there is influence of role playing model based on Tri Hita Karana on the competence of IPS knowledge of fourth grade students of SD Untung Surapati Unit, Denpasara Timur Sub District, Lesson Year 2016/2017.ti Unit, Denpasara Timur Sub District, Lesson Year 2016/2017.keyword : role playing, Tri Hita Karana, IPS knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MANDIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Ketut Ari Darma Putra; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5723

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran mandiri dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus IV Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 188 orang. Sebanyak 59 siswa yang dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa, yang dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan datanya menggunakan tes pilihan ganda (objektif) dengan satu jawaban benar. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 11,14, sedangkan t tabel dengan db = 59 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Hal ini berarti, t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran mandiri dan siswa yang belajar dengan penbelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci : model pembelajaran mandiri, hasil belajar IPA ABSTRACT This reserach aimed at finding out the problems on differences between the science learning result of students who learnt through independent learning model and the conventional one, of which on the fourth grade on elementary school in Gugus IV, Sukasada in academic year 2014/2015. This reserach was semi experimental. The population was 188 students of fourth grade students in Gugus IV, Sukasada. 59 students were chosen as the sample through random sampling technique. The data analysed was the science learning result, which was collected through testing method by multiple choices (objective) test instrument. The data was analysed by using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result of this research shows that the t-distributions was 11,14 while the t-table with db- 59 on significance level 5% was 2,000. This means t-distributions was higher than t-table (t-distributions > t-table), thus H0is rejected and H1is accepted. It canbe concluded that there is a significant difference between the learning result of the studets who learn through independent learnng model and conventional learning model, espciall those in the fourth grade of Gugus IV, Sukasada, Buleleng in academic year 2014/2015. keyword : independent learning model, science learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INISIASI KONSTRUKSI-REKONSTRUKSI APLIKASI REFLEKSI TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS V Luh Pt. Putrini Mahadewi, Ni Md. Dwi Tarini, I Wyn. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1404

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran  IKRAR dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Di Desa Medahan Semester II. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Desa Medahan yang berjumlah 69 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Medahan yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas V SD Negeri 2 Medahan yang berjumlah 32 orang. Data kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes esai. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester II SD Negeri di Desa Medahan (thitung > ttabel, thitung = 2,366 dan ttabel = 2,000). Ini berarti model pembelajaran Inisiasi Konstruksi-Rekonstruksi Aplikasi Refleksi berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa kelas V semester II SD Negeri di Desa Medahan.   Kata-kata kunci: IKRAR, kemampuan siswa, soal cerita
PENGARUH MODEL COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Kadek Era Kariadnyani; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7467

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di SD gugus II Kecamatan Seririt yang dibuktikan oleh nilai rata-rata kelas dibawah KKM dan guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia, (2) mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SD Gugus Genap Dharma Tula Kecamatan Seririt. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan post test only control group design. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 127 siswa dan jumlah sampel sebanyak 72 orang siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen sebesar 23,325 berada pada kategori sangat tinggi, (2) rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol sebesar 16,379 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 di SD Gugus II Kecamatan Seririt (thitung = 7,002 > ttabel = 1,994). Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, multimedia, hasil belajar. The main problem of this research was student?s low result in science learning based on the class?s average value that under the KKM and teachers still used conventional learning model. Based on that explanation, this research was aimed to: (1) find out the description of student?s result in science learning who taught with cooperative learning model type course review horay using multimedia, (2) find out the description of student?s result in science learning who taught with conventional learning model, (3) find out the significant difference between the students who taught with cooperative learning model type course review horay using multimedia and who taught with conventional learning model at fifth grade of 2nd semester in academic year 2015/2016 in Gugus Dharma Tula of seririt district. This research was a quasi experiment research with post-test only control group design. The population of this research was 127 students and the samples were 72 students. The result of student?s learning in science was collected by using test method, and it was analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The results of this research indicate: (1) the average of student?s result in science learning at experiment group is 23,325 which is in the very high category, (2) the average of student?s result in science learning at control group is 16,379 which is in the medium category, and (3) there is a significant difference of cooperative learning type Course Review Horay using multimedia on student?s result in science learning at fifth grade of 2nd semester in academic year 2015/2016 in Gugus Dharma Tula of Seririt district (thitung = 7,002 > ttabel = 1,994).keyword : cooperative learning model type Corse Review Horay, multimedia, learning result.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA COMPACT DISK (CD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VA SD NEGERI 1 PENATIH TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Putu Ayu Junita Wulandari; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2593

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan media compact disk (CD). Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian siswa kelas VA SD Negeri 1 Penatih tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 32 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 4 kali pertemuan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode tes hasil belajar. Berdasarkan hasil pengolahan data, penelitian ini menyimpulkan terjadi peningkatan keaktifan siswa,ini bisa dilihat dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 67,06 dengan persentase 34,4% pada siklus I dan 80,28 dengan persentase 84,3% pada siklus II. Selain itu terjadi peningkatan skor rata-rata kelas siklus I dan siklus II dari 67,68 menjadi 74,56. Dilihat dari ketuntasan siswa dengan jumlah 32 siswa yang menjadi subjek penelitian, 28 siswa atau 87,5% dinyatakan berhasil dan 4 siswa atau 12,5% dikategorikan belum berhasil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STADdengan media compact disk (CD) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas VA SD Negeri 1 Penatih.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media compactdisk (CD), dan hasil belajar The purpose of this research is to know the improvement of student learning outcomes in teaching science through the implementation of cooperative learning model of Students Teams Achievement Divisions (STAD) type with media compact disk (CD). The design of this study is classroom action research which was conducted to the class VA SD N 1 Penatih in academic year 2013/2014 that consists of 32 students. This study was conducted in two cycles which was consisted of 4 meetings. The collected data were analyzed by descriptive quantitative Data collection method which was used is questionnaire method and achievement test method. Based on the results of data processing, the study concluded that there was an increasing students 'responses, it can be seen from the increasing students' average score of 67.06 with the percentage of 34.4% in cycle I and 80.28 with the percentage of 84.3% in cycle I. Besides, there were increasing average score of the class in cycle I and cycle I from 67.68 into 74.56. Judging from the number of student mastery of 32 students who became the subject of the study, 28 students, or 87.5% declared successful and 4 students or 12.5% categorized not succeeded yet. It could be concluded that the implementation of cooperative learning model of STAD type by using compact disc media (CD) could improved science learning outcomes of the fithth grade students of SD N 1 Penatih. keyword : cooperative learning model of STAD by using Compact Disc (CD) media, and learning outcomes.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IVA SDN 22 DAUH PURI ., I Wayan Sukadana; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (2) meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA tema Cita-citaku siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan tes hasil belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri mencapai 76,35 (berada pada predikat B+) pada siklus I dan 80,73 (berada pada predikat A-) pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA untuk pra siklus diperoleh sebesar 65,94(berada pada predikat B-) dan ketuntasan klasikalnya 62,5%. Setelah penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek, rata-rata hasil belajar mencapai 75,83 (berada pada predikat B+) ketuntasan klasikal yaitu 75% pada siklus I dan 81,25 (berada pada predikat A-) ketuntasan klasikal 84,38%pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan, penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA tema Cita-cita dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IVA SDN 22 Dauh Puri. Disarankan kepada guru kelas IVA SDN 22 Dauh Puri untuk menerapkan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pengetahuan IPA tema Cita-citaku. Kata Kunci : pendekatan saintifik dengan penilaian proyek, hasil belajar pengetahuan IPA, kemampuan pemecahan masalah. The goal of this research are (1) improve the ability of solving problem (2) to gain more knowledge on our study of physics, by theme ?Cita-citaku? students in class IV A SDN 22 Dauh Puri through the application of scientific approach to the project assessment. This research is a class act that is done in two cycles. The Subject were students in class IVA SDN 22 Dauh Puri as many as 32 students. Data results of studying physics and problem solving skills are collected by using the test results of learning and problem solving ability test. Then the data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The average ability of solving problems in class IVA SDN 22 Dauh Puri reaches 76.35 (currently on predicate B+) in the first cycle, 80.73 (currently on predicate A-) in the second cycles. The average value of learning outcomes for pre-cycle physics obtained at 65.94 (currently on predicate B-) and the Classical completeness is 62.5%. After the application of a scientific approach to the assessment of the project, the average learning outcomes reached 75.83 (currently on predicate B +) the classical completeness is 75% in the first and the second cycle the average value of outcomes reached 81,25 (currently on predicate A-) and the classical completeness is 84,38%. Based on the results of this study can be concluded, the application of the scientific approach to the assessment of the project to improve learning outcomes physics and problem solving skills in Class IVA SDN 22 Dauh Puri. Suggested that the teacher of Class IVA SDN 22 Dauh Puri to apply scientific project assessment to improve learning outcomes physics by theme ?Cita-citaku? and problem solving skills. keyword : scientific approach to the project assessment, learning outcomes physics, problem solving skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERMUATAN BUDAYA LOKAL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Komang Ani Pertiwi; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem based learning bermuatan budaya local dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan desain The Posttest-Only Control Group Design dan sampel sebanyak 52 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk motivasi belajar dan tes pilihan ganda untuk hasil belajar IPS. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan Manova. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model problem based learning bermuatan budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model kelompok pembelajaran problem based learning bermuatan budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (3) terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar IPS secara bersama-sama antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning bermuatan budaya lokal dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran problem based learning bermuatan budaya lokal berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDdi Gugus III Kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Problem Based Learning, Motivasi, dan Hasil Belajar IPS. This Research is aims to determine the differences in motivation and learning outcomes of Social Science which significant between groups of students who were taught using a model problem based learning of local cultures with groups of students who were taught by conventional learning model in grade fifth elementary school in Gugus III Tejakula sub-district year 2016 / 2017. This research is classified as a quasi experiment with The Posttest-Only Control Group Design and used 52 samples who taken by simple random sampling technique. Data collection is used questionnaires for learning motivation and multiple choice tests for Social science learning outcomes. Analytical technique used is descriptive analysis and Manova. The result from the analysis shows that: (1) there is a significant difference of learning motivation between the students who are taught that used model problem based learning with the local culture and the students who are taught by the conventional learning model (2) there is a significant difference of social science learning outcomes from the groups that used model of problem based learning groups with the local culture and the students groups are taught the conventional learning model (3) there is a difference of motivation and learning outcomes of social science jointly between students who were taught by the model of problem based learning with local culture and conventional learning model. This means that the model of problem based learning of local culture has effect for the motivation and learning outcomes of social science in grade fifth of elementary school in Gugus III Tejakula Sub-district of the year 2016/2017.keyword : Problem Based Learning, motivation, and learning outcomes of Social Science
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD NO. 8 PADANGSAMBIAN DENPASAR D.B.Kt Ngr. Semara Putra, Ni L. Gd. Marheni, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1438

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDNo 8 Padangsambian dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar IPS dan hasil belajar IPS setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams-Achievement Division (STAD) pada siswa kelas V di SD No 8 Padangsambian. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD No 8 Padangsambian Denpasar. Data penelitian tentang keaktifan belajar dikumpulkan melalui observasi dan hasil  belajar  dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada keaktifan belajar siswa menunjukkan persentase rata-rata pada siklus I sebesar 76% yang berada pada kriteria cukup aktif, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84% tergolong pada kategori aktif. Persentase hasil  belajar pada siklus I sebesar 69,25% berada pada kategori sedang, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 79,01% termasuk pada kategori tinggi.Simpulan dari penelitian ini, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatan keaktifan dan hasil  belajar IPS siswa kelas V SD No 8 Padangsambian. Terkait hasil penelitian, disarankan kepada guru kelas V SD No 8 Padangsambian untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran untuk meningkatan keaktifan dan hasil  belajar  IPS.   Kata-kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Keaktifan, dan Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS V ., I Gusti Ayu Agiari; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7479

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita siswa setelah menerapkan model pembelajaran word square. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 4 Banyuasri Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 27 orang siswa. Data dikumpulkan dengan metode tes, dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh rata-rata keterampilan menyimak siswa 89,01% (tergolong baik) dan meningkat pada siklus II menjadi 92,96% (tergolong sangat baik). Peningkatan yang terjadi sebesar 3,95%. Ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 74,07% belum mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu 85%, sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 88,89% dan sudah mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu 85% serta mengalami peningkatan sebesar 14,82%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran word square dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita siswa kelas V SDN 4 Banyuasri Kecamatan Buleleng. Kata Kunci : word square, keterampilan menyimak, cerita This research is a classroom action research (CAR) which conducted in two cycles. This study aims to improve students listening story skill after appliyng word square learning model. The subject of this research were all of the fifth grade student at SDN 4 Banyuasri in district of Buleleng in the academic year of 2015/2016, which amount was 27 student. Data were collected by the test method, and then analyzed by quantitative descriptive analysis method. The result of this study in the first cycle was 89,01% (good category) in the average of students' listening skill and increased in the second cycle become 92,96% (very good category). The increases which have happend was 3,95%. The classical completeness in the first cycle was 74,07% have not reached the established criteria, namely 85%, whereas in the second cycle, the classical completeness was 88,89% and have reached the established criteria in 85% and have increased in 14,82%. Based on these results, it can be concluded that the application of word square learning model can improve the students' learning story skill in the fifth grade of SDN 4 Banyuasri in the district of Buleleng.keyword : word square, listening skill, story

Page 90 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue