cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) Berbasis Koneksi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar ., I Nengah Jaya Wicaksana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD Gugus III Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 127 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan model pembelajaran konvensional (thitung = 2,007; ttabel = 1,680). Rata-rata hasil belajar matematika dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis adalah 78 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 67 yang berada pada kategori sedang. Jadi, model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci : CORE, Koneksi Matematis, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between Mathematics student who had learnt using the learning CORE march Connection Mathematical and the student who learnt using the conventional learning model. This research is a quasi-experimental research with post test design only with non equivalent control group design. The population on this research are all class of Elementary School Gugus III Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng which amount 127 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 25 items. The Data were analyses using a descriptive statistic and independent test. The result of this research shows that there is the difference result between the student using learning CORE march Connection Mathematical model occurs on Mathematics students with the students using conventional learning (counted 2.007; table 1.680). Average score of the students learnt with CORE march Connection Mathematical learning is 78, it is considered to be high category. Whereas, 67 occurs on the students learning with conventional model, it is considered to be intermediate category. In this research CORE march Connection Mathematical learning model is preponderant for the results of the students in learning Mathematics.keyword : CORE, Connection Mathematical, learning results.
PENGARUH STRATEGI TOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS V SD NEGERI PADANGBAI* ., I Kadek Dwi Andika Wirawan; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis cerpen antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Strategi TOK (Tiru Olah Kembangkan) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional di kelas V SD Negeri Padangbai Tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Negeri Padangbai tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah populasi 74 siswa. Instrumen yang akan digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah tes kemampuan menulis cerpen siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipótesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis cerpen siswa antara kelompok siswa yang dibelajar dengan strategi TOK dan kelompok siswa yang dibelajar dengan model pembelajaran konvensional. Besarnya thitung adalah 4,479 sedangkan ttabel dengan db = 74 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,379. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel (4,479>2,379) sehingga H0 ditolak dan H¬1 diterima. Dengan demikian, strategi TOK berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen siswa yang diperoleh pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri Padangbai.Kata Kunci : Strategi TOK, Cerpen, Kemampuan Menulis This research aimed at knowing the significant difference on the students’ short story writing skills between the students who were taught by TOK strategy and the students who were taught by conventional teaching strategy on the fifth grade students of SD Negeri Padangbai in the academic year 2013/2014. This study was a semi-experiment research which post test only control group design. The populations of this study were all of the fifth grade elementary students of SD Negeri Padangbai in the academic years 2013/2014, in which consists of 2 classes which were 74 students. The instrument was the short story writing competency’s test and the data analysis used statistic descriptive and statistic inferential by using t test to examine the hypothesis. The results of this study show that there were significant differences on students’ writing competency between the group who was taught by TOK strategy and the group who was taught by using conventional teaching strategy. The tcount was 4,479 while ttable with db=74 and the 5% significance standard was 2,379. It meant tcount was bigger than ttable (4,479 >2,379) so that H0 was rejected, and H1 was accepted. Therefore, TOK strategy has a significant effect on the fifth grade students’ writing competency at SD Negeri Padangbai in the academic year 2013/2014keyword : TOK Strategy, Short Story, Writing Competency
Penerapan Model Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Kelas V ., I Kadek Yudiasa; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan (1) motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan Tahun Pelajaran 2015/2016, (2) hasil belajar IPA dalam menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Sekaan tahun pelajaran 2015/2016, yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan. Berdasarkan observasi motivasi, persentase rata-rata motivasi siswa pada siklus I sebesar 75,75% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata motivasi siswa pada siklus II sebesar 84,00% dengan kategori tinggi. Berdasarkan tes hasil belajar IPA, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 78,00% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus II sebesar 86,00% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media grafis dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri Sekaan tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Hasil Belajar, Media, Motivasi, STAD. This study aims to determine improvement (1) motivation to learn science students who take cooperative learning model type STAD with Graphics Media aided in class V students of SD Negeri swabs in the school year 2015/2016, (2) results in applying the science of learning Cooperative learning model type STAD with Graphics Media aided in elementary School fifth grade students in the academic year 2015/2016 swabs. This research is a PTK is conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, and reflection. Implementation of the action of each cycle is three meetings. The subjects were fifth grade students of SD Negeri swabs in the academic year 2015/2016, which numbered 20 people. The object of this study is to increase motivation and learning outcomes IPA. Collecting data in this study was conducted using the method of observation and tests. Data were analyzed with descriptive statistical analysis of quantitative methods. The results showed that an increase in the percentage of motivation and learning outcomes in the fifth grade students of SD Negeri swabs. Based on observations of motivation, the average percentage of student motivation in the first cycle of 75.75% in the medium category, and the average percentage of student motivation on the second cycle of 84.00% with a high category. Based on the test results to learn science, the average percentage of students' learning outcomes IPA in the first cycle of 78.00% in the medium category, and the average percentage of student learning outcomes IPA on the second cycle of 86.00% with a high category. Based on these results we can conclude that the application of cooperative learning model STAD-aided graphic media can increase motivation and learning outcomes fifth grade science students at SDN swabs of the school year 2015/2016.keyword : Learning Outcomes, Media, Motivation, STAD.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS V KECAMATAN SERIRIT I Kt. Dibia, Nym. Sudarmi, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.712

Abstract

Abstrak Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah selama ini masih di dominasi oleh metode ceramah yang merupakan salah satu karakteristik model pengajaran langsung. Model pengajaran  langsung menyebabkan siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran sehingga berdampak pada belum tercapainya hasil belajar yang optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PDEODE dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus V Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus V kecamatan Seririt tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 133 orang. Dua kelas dipilih sebagai sampel dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 24,16 sedangkan rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 20,36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PDEODE dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pengajaran langsung (thitung = 3,363; ttabel = 2,021 sehingga thiung > ttabel). Adanya perbedaan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran PDEODE berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.   Kata kunci: model pembelajaran PDEODE, model pengajaran langsung,  hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDEN TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS BERBANTUAN MEDIA QUESTIONS CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS IV BLAHBATUH TAHUN AJARAN 2017/2018 ., Ni Nyoman Risa Wahyuni; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Gusti Ngurah Sastra Agustika, S.Si., M.P
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 6, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i3.15773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Team Achievement Divisions berbantuan media Questions Card terhadap hasil belajar Matematika anatara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions berbantuan media Questions Card dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus IV Blahbatuh tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus IV Blahbatuh yang terdiri dari 3 sekolah dasar dengan jumlah siswa 96 orang siswa. Sampel ditentukan dengan tehnik random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Buruan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Buruan sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar Matematika dilakukan dengan metode dan instrument yang dugunakan yaitu berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakkan uji-t. berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung =4.40 > ttabel 2000 pada taraf signifikan 5% dengan dk (30+32)-2= 60. Sehingga Ho ditolak berarti terdapat pengaruh yang signifikan hasis belajar matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus IV Blahbatuh Tahun Ajaran 2017/2018. Nilai rata-rata hasil belajar Matematika pada kelompok eksperimen 0.74 (kategori tinggi) dan kelompok kontrol 0.57 (kategori sedang). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Student Team Achievement Divisions berbantuan media Questions Card berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus IV Blahbatuh Tahun Ajaran 2017/2018.Kata Kunci : Student Team Achievement Divisions, Questions Card, hasil belajar Matematika. This study primary purposes to identify the effect of Student Team Achievement Division Model Applying card on the student’s Mathematics study result of the group of students taught applying Student Team Achievement Division Model Applying card and the group of students taught applying conventional Model of the fifth-grade student cluster IV Blahbatuh, Gianyar academic year 2017/2018. The study is the Quasi experiment of nonequivalent control group design. The population is the fifth-grade student cluster IV Blahbatuh which consists of three elementary schools. The number of the population is 96 students. The sample is determined applying random sampling. The sampling is the fifth-grade student of elementary school 2 Buruan as the experimental group and the fifth-grade student of elementary school 1 Buruan as the controlling group. Both are government-operated public schools. The process of collecting data applying the model and instrument of multiple choice item. Afterward the obtained data analyzed carefully applying uji-t (t-test). According to the result of the analysis finally obtained that the t-hitung (t-calculation) is 4.40 > t-table (t-table) 2000 at the significant degree of 5% with the dk is (30 + 32) = 60. Therefore, Ho is irrelevant which means that there is a significant effect on the student’s mathematics study result taught applying Student Team Achievement Division Model Applying Question card with the group of students taught applying conventional model of fifth-grade student cluster IV Blahbatuh academic year 2017/2018. The average mathematics score of the study result of experimental group is 0.07 (high category) and the controlling group is 0.57 (medium category). Hence it could be concluded that the Student Team Achievement Divisions Model applying Question Card has a significant effect on the student’s mathematics study result of the fifth-grade student cluster IV Blahbatuh academic year 2017/2018.keyword : Student Team Achievement Divisions, Questions Card, The Mathematics Study Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK (BRAIN-BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS IV SD ., Komang Agus Sutrisna; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca intensif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non equivalent post test only with control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang siswa kelas IV SD Negeri 3 Tenganan sebagai kelompok eksperimen dan 30 orang siswa kelas IV SD Negeri 2 Tenganan sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk esai. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca intensif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, membaca intensif The purposes of this research were to know the significant differences between students’ ability in intensive reading who learnt by brain-based learning model and students’ who learnt using conventional learning of class IV in elementary school cluster I Manggis districts, Karangasem regency in academic year 2014/2015. The type of this research was a quasi experiment by using non equivalent post test only with control group design. The sample of this study was grade fourth of SD Negeri 3 Tenganan consisted of 31 students as an experimental group and 30 students grade fourth of SD Negeri 2 Tenganan as a control group selected through random sampling method. Data collected by using essay test. Then, data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research found that there is a significant difference in intensive reading between students’ who learnt by brain-based learning model and students’ who learnt using conventional learning in class IV in elementary school cluster I Manggis districts, Karangasem regency in academic year 2014/2015.keyword : brain-based learning, intensive reading
PEMANFAATAN MEDIA TORSO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD N0 2 PAKET AGUNG SINGARAJA I Md. Suarjana, Kdk. Dian Pratiwi, I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1463

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas Vb di SD No. 2 Paket Agung Singaraja Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan memanfaatkan media torso. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 34 siswa. Data aktivitas dikumpulkan dengan observasi langsung dan hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data aktivitas belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media torso dapat meningkatkan aktivitas belajar. Hal ini dapat terlihat dari pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa secara klasikal sebesar 6,5 yang berada pada kategori cukup aktif. Pada siklus II rata-rata skor aktivitas siswa secara klasikal meningkat menjadi 8,76 yang berada pada kategori aktif. Pemanfaatan media torso dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor siswa pada siklus I sebesar 69,05 dengan tingkat hasil belajar yang berada pada kategori sedang meningkat pada siklus II menjadi 80 yang berada pada kategori tinggi. Jadi, terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA setelah diterapkan media torso. Kata-kata kunci: media torso, aktivitas, hasil belajar Abstract This study aims to determine the increase in activity and learning outcomes in teaching science in elementary grade Vb No. 2 Paket Agung Academic Year 2011/2012 by exploiting the media torso. This research is a classroom action research was conducted in two cycles, each cycle of meetings held three times. The design of each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation/evaluation and reflection. Research subjects as much as 34 student. Activity data collected by direct observation and learning outcomes were collected with the test. Student activity data were analyzed descriptively qualitative and student learning outcomes data were analyzed by descriptive quantitative. The results showed that the use of media to enhance learning activities torso. It can be seen from the first cycle, the average score of students in the classical activity of 6.5 which is in the category is quite active. In the second cycle the average score of students in the classical activity increased to 8.76 which is the active category. Utilization torso media can improve student learning outcomes. It can be seen from the increase in the average score of students in the first cycle of 69.05 with the level of learning outcomes in middle category increased in the second cycle to 80 who are in the high category. Thus, an increase in activity and learning outcomes applied science after media torso. Key words: media torso, activity, learning outcomes
PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BANYUNING KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Made Vidha Ratnami; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7497

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan desain pengembangan Asesmen Kinerja pada pembelajaran IPA, 2) mendekripsikan kualitas hasil pengembangan Asesmen Kinerja pada pembelajaran IPA, dan 3) mendeskripsikan efektifitas penggunaan penggunaan Asesmen Kinerja terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba terdiri atas uji ahli isi, ahli desain, ahli Asesmen dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket/kuesioner. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) Deskripsi desain pengembangan Asesmen Kinerja, mulai dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi; 2) Kualitas kualitas hasil pengembangan Asesmen Kinerja menurut riview ahli yaitu uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,00%; uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 92,00%; uji ahli Asesmen pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,00% dan uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik 90,76%; 3) Efektivitas hasil pengembangan Asesmen Kinerja menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 4,612 > ttabel = 2,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Asesmen Kinerja pada pembelajaran IPA.Kata Kunci : Kata kunci: pengembangan, assmen kinerja, pembelajaran IPA. The purpose of this study is 1) to describe the design of the development of the Performance Assessment of learning science, 2) decrypt the quality of the development of Performance Assessment in learning science, and 3) describe the use of the effective use of the performance assessment of student learning outcomes in learning science. This type of research is the development of research, using ADDIE development model. Subject test consists of test content expert, expert design, expert assessment and field tests obtained using a questionnaire / questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of this study were 1) Description of Performance Assessment of design development, starting from the analysis, design, development, implementation, and evaluation; 2) The quality of the quality of the development of performance assessments by experts Riview is test content expert science subjects that are in excellent qualifications ie 90.00%; test instructional design experts are in excellent qualifications ie 92.00%; Assessment expert test of learning that are in excellent qualifications, namely 90.00%, and field trials are in excellent qualifications 90.76%; 3) The effectiveness of the development of performance assessments indicate significance obtained is t = 4.612> table = 2.000. This means that there are significant differences in student learning outcomes before and after using the Performance Assessment in science teaching.keyword : Keywords: development, assment performance, learning science.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN 10 PEMECUTAN ., I Kadek Wimpiadi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 10 Pemecutan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 10 Pemecutan. Sampel yang digunakan 2 kelas yaitu kelas IVA sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 37 siswa dan kelas IVB sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa. Jadi total keseluruhan sampel adalah 73 siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti model pembelajaran role playing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas IV SDN 10 Pemecutan. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 2,41 > ttabel 2,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata nilai yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran role playing yaitu sebesar 78,31 dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional yaitu 73,58 maka Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 10 Pemecutan.Kata Kunci : model role playing, keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Abstract Examination to direction this know influence model assembling study role playing about skill speak Indonesia language student IV class SDN 10 Pemecutan. This examination kind is experiment quasi with use to examination design that is nonequivalent control group design.Population examination is whole student class IV in SDN 10 Pemecutan. Sample only 2 class is IVA as control group to amount 37 student and IVB as experiment group to amount 36 student. So, whole total sample is 73 student. Collect analisis with examine t. Examination result that difference show can signification skill speak Indonesia language between student that follow study model role playing with student that follow konvensional study IV class SDN 10 Pemecutan. This is to show by thitung 2,41>ttabel 2,000 so Ho to reject and Ha to receive. Levels value to get between student that study to via model study konvensional is 73,58 so Ha to receive, so with that can influence assembling model study role playing about skill speak Indonesia language student IV class SDN 10 Pemecutan. keyword : model role playing, skill speak Indonesia language.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENANYA PADA PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 (TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA) DI KELAS V SD NEGERI 7 SESETAN TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Putu Wahyudhiatmika; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5109

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menanya pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 (Tema Sejarah Peradaban Indonesia) di Kelas V SD Negeri 7 Sesetan Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian, siswa kelas V SD Negeri 7 Sesetan yang berjumlah 76 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan sampel jenuh sehingga seluruh populasi adalah sampel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan siswa dalam menanya lebih dominan pada pengetahuan faktual. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data kemampuan menanya siswa menggunakan tabel taksonomi yang kemudian dikonversikan dalam PAP skala 4 diperoleh nilai pengetahuan faktual yaitu 3,6 dengan kategori sangat baik, sedangkan perolehan nilai pengetahuan konseptual adalah 0,3 dengan kategori kurang, nilai pengetahuan prosedural 0,1 dengan kategori kurang, dan nilai pengetahuan metakognitif adalah 0 dengan kategori kurang. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menanya pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 (Tema Sejarah Peradaban Indonesia) di Kelas V SD Negeri 7 Sesetan Tahun Ajaran 2014/2015 adalah dominan pada pengetahuan faktual dengan kategori sangat baik secara generalisasi.Kata Kunci : kemampuan siswa, menanya, dan pendekatan saintifik The purpose of this research was to describe students ability in asking questions during study using scientific approach for curriculum 2013 (Tema: Sejarah Peradaban Indonesia) in grade 5th SD Negeri 7 Sesetan in 2014/2015 academic year. This was a descriptive qualitative research with subjects of 76 students. We use the whole student population as our sample. Data were collected through observation, interviews, and documentation which were then analyzed using descriptive qualitative approach. Derived our conclusion, we analyzed such ability asking question using taxonomy table which is mapped to PAP scale with maximum scale of 4. Factual knowledge has a score of 3.6 which is very good, whereas conceptual, procedural, and meta-cognitive scores are 0.3, 0.1 and 0, respectively, which are poor. This shows that our subjects ability in asking questions during study using scientific approach for curriculum 2013 (Tema: Sejarah Peradaban Indonesia) in grade 5th SD Negeri 7 Sesetan in 2014/2015 academic year is dominantly on factual knowledge, with very good level of competence.keyword : students' ability, asking questions, scientific approach

Page 92 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue