cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
BADMARK PASURUAN “KOTA BEGAL” OPPOSITE PEMBERITAAN PRESTASI BUPATI PASURUAN (Analisis Wacana Kritis Teks Media Pemberitaan Begal dan Prestasi Bupati Pasuruan di www.wartabromo.com Periode Oktober 2016 - Oktober 2017) Mr Muslim; Zainul Ahwan.

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1125

Abstract

Pemberitaan prestasi Bupati Pasuruan selama setahun terakhir (Oktober 2016-Oktober 2017) cukup banyak hingga mencapai 30 berita. hal ini bisa menjadi opini publik akan kesuksesan H Irsyad Yusuf dalam membangun Kabupaten Pasuruan selama kepemimpinannya. Tetapi beriringan dengan itu, di sisi lain media massa tak sedikit yang menyoroti fenomena perampasan tindak kriminalitas jalanan “Begal” yang marak terjadi di wilayah Pemerintah Pasuruan. Hingga dalam pencarian ditemuai 44 berita, serta Pasuruan di labeli netizen sebagai “City Of begal”. Hal ini menunjukan bahwa media massa di Pasuruan menjalankan peranannya sebagai pilar ke-empat demokrasi, yakni melakukan control sosial. Dari latar belakang diatas, penelitian ini diorientasikan untuk mengetahui wacana teks pemberitaan fenomena begal di www.wartabromo.com hingga mampu melahirkan badmark Pasuruan Kota Begal. Disamping itu, penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana wacana pemberitaan prestasi Bupati Pasuruan di media www.wartabromo.com, disaat fenomena begal terus mengusik keamanan sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan mengunakan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough, yang terdapat 3 (tiga) level analisis yaitu mikrostruktural, mesostruktural dan makrostruktural. Dalam penelitian ini pada level Pertama, yakni dimensi mikrostruktural, terbongkar relasi apik antara warta bromo sebagai perusahaan profit, dengan Bupati Pasuruan. Berdasarkan diksi yang digunakan dalam menuangkan berita prestasi, hanya memunculkan sosok Bupati sebagai superman. Sedangkan dalam redaksi berita begal wartabromo kontinyu menggambarkan sosok begal dengan label, atribut maupun diksi menakutkan, mengusik keamanan masyarakat. Pada level kedua, meso struktural ternyata dalam memproduksi teks berita prestasi wartabromo menerima press reless berbeda saat memproduksi berita begal, wartawan media ini menjalankan tahapan-tahapan jurnalistik secara maksimal, bahkan sempat berupaya memfoto wajah begal. Agar bisa dikonsumsi pembacanya wartabromo menyebarkan produk beritanya melalui media sosial diantaranya: Facebook, Instrgaram, Twiter dan WhatsApp. Melalui media sosial tersebut, teks berita begal maupun prestasi bupati mampu mengiring opini pembaca dan memberikan tanggapan hingga muncul badmark bahwa Pasuruan “City Of begal” Ketiga, level dimensi makrostuktural:pada level ini peneliti menelusuri tiga hal yang menjadi pokok analisis yaitu aspek situasional, institusional dan sosial. Disaat teks berita yang menjadi objek penelitian, terbit ini menjelang tahun transisi menjelang pilkada 2018 dari situasi ini terbaca wacana politik bupati yang kemudian maju calon tunggal. Pada dasarnya Pasuruan memiliki beragam potensi untuk mendapat penghargaan diberbagi bidang, tetapi dipasuruan terjadi disparitas wilayah antara barat dan timur. dimana wilayah timur jauh tertinggal dengan pembangun SDM, Infrastuktur, pendidikan, lapangan Pekerjaan dll, yang mengakibatkan banyaknya pengguran dan terpaksa memilih jalan pintas dalam mencukupi kebutuhan ekonomi (menjadi Pelaku begal). Kondisi sosial semacam ini sangat berkorelasi dengan teks media.
STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI PERGESERAN NAMA BERCIRIKAN IDENTITAS JAWA TENGGER PADA ERA GENERASI 2000-AN SUKU TENGGER DI KABUPATEN PASURUAN (Tinjauan Kritis Teori Determinisme Perkembangan Teknologi) Nur Izzatul A'rof; Zainul Ahwan, S.Sos, M.I.Kom

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.378 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1132

Abstract

Suku Tengger merupakan salah satu bagian dari suku Jawa yang berdomisili dikawasan lereng Gunung Bromo. Di Kabupaten Pasuruan, Suku Tengger mendiami kawasan bromo yang berada di Kecamatan Tosari. Mayoritas Suku Tengger memeluk ajaran agama Hindu Mahayana sehingga dalam hal identitas nama lebih identik dengan nama-nama yang diambil dari istilah atau ajaran Hindu Mahayana. Namun, di era perkembangan teknologi komunikasi seperti sekarang ini, Kebudayaan masyarakat dalam memberikan nama yang beridentitaskan Jawa lambat laun terindikasi mengalami perubahan yang signifikan. Banyak ditemukan nama-nama anak generasi 2000-an Suku Tengger sudah tidak mencerminkan nama khas Jawa Tengger dan lebih condong ke nama-nama barat ataupun timur. Dari diskripsi masalah diatas, penelitian ini bertujuan untuk mencoba mengunggkap bagaimana bentuk pergeseran nama pada masyarakat Suku Tengger dari era 1970, 1980, 1990 dan 2000an keatas dalam kajian pengaruh media massa dari teori Determinisme Teknologi Marchal McLuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi etnografi komunikasi. Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa: 1).identitas nama Suku Tengger pada generasi tahun 1970 dan 1980 masih belum mengalami pergeseran. Nama masyarakat Suku Tengger masih merujuk pada bahasa Jawa asli dan masih kental akan budaya serta masih mengandung satu suku kata saja. Pada era ini belum ada dampak perkembangan media massa secara langsung dalam mempengaruhi pergeseran nama. 2). Untuk tahun 1990, teknologi masih belum berperan penting sebagai media literasi masyarakat. Tahun 1990, masyarakat masih dominan merujuk pada agama atau budayanya dalam pemberian nama. Seperti pada agama Hindu menggunakan kata Widi dan Dharma, Islam dan juga Kristen identik dengan nama nabi seperti Muhammad, Paulus dan Kristina. Mayoritas nama sudah terdiri dari 2 suku kata. 3). Tahun 2000 keatas, Media sudah menjadi bagaian dari referensi masyarakat dalam berbagai hal. Sehingga dalam pemberian nama, kebanyakan dari masyarakat mulai merujuk pada adopsi bahasa asing populis dan jumlah suku kata dalam pemberian nama sudah mencapai tiga sampai lima suku kata.
FIRM SIZE, PERTUMBUHAN PENJUALAN, RASIO HUTANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG LISTING DI BEI Nur Ajizah

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.485 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1217

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang memiliki tujuan untuk menilai atau menguji pengaruh variabel bebas (Firm Size, Pertumbuhan Penjualan, Rasio Hutang) terhadap variabel dependen (Stuktur Modal). Struktur Modal dilihat dari Debt to Equity Ratio (DER). Hasil pengujian hipotesis didapatkan kesimpulan bahwa Firm Size dan Pertumbuhan Penjualan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Struktur Modal, sedangkan Rasio Hutang berpengaruh secara signifikan pada Struktur Modal, artinya rasio hutang yang merupakan perbandingan antara total hutang dengan total aktiva sangat berdampak pada perubahan naik turunnya struktur modal. Semakin tinggi rasio hutang maka semakin tinggi struktur modal, begitu juga sebaliknya.
Struktur Modal, Ukuran Perusahaan Dan Nilai Perusahaan: Data Dari Indonesia Nur Rohmad Nuzil

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.855 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1218

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 hingga 2014. Sampel penelitian ini sebanyak 144 perusahaan, dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 69 perusahaan. Teknik pengujian data menggunakan analisis phat. Hasil pertama ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal, kedua ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, ketiga struktur modal terhadap nilai perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan, keempat ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal memiliki pengaruh positif. dan pengaruh yang signifikan, tata kelola hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan
STUDI TENTANG PERCEPTION OF SEXUAL BEHAVIOR PRANIKAH DITINJAU DARI JENIS PENDIDIKAN DI YAYASAN MA’ARIF Aris Setiawan

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.077 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1331

Abstract

Setiap individu mempunyai persepsi yang berbeda pada suatu stimulus yang mereka terima, meskipun stimulus itu sama akan tetapi hasil persepsinya akan berbeda. Adanya suatu kebudayaan, lingkungan sosial, serta kepercayaan akan memberikan arti terhadap objek yang dimaknai individu, dan akhirnya individu akan berperan dalam menentukan jawaban yang berupa sikap dan tingkah laku individu terhadap objek yang dipersepsi. Di Indonesia belakangan ini fenomena yang sering terjadi tentang seksualitas pada kalangan remaja, seakan-akan seks pranikah sudah menjadi suatu hal yang wajar dalam menyalurkan ungkapan kasih dan sayang (berpacaran). Adapun jenis pendidikan Sekolah Menengah Atas yang ada di Indonesia ialah Lembaga Pendidikan Umum atau dikenal dengan SMA dan Lembaga Pendidikan Agama atau MA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persepsi tentang perilaku seksual pranikah antara siswa pada Lembaga Pendidikan Umum (SMA) dengan siswa pada Lembaga Pendidikan Agama (MA) di SMA dan MA Ma’arif Sukorejo.
MODEL KOMUNIKASI POLITIK HOMOHETEROFILI DALAM PROYEK SUMBER AIR UMBULAN Dr.Moh Muzaki.M.Si

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i1.799

Abstract

Berlarutnya pelaksanaan proyek pembangunan SPAM Umbulan ditengarai akibat adanya kesalahan daripemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pengambil keputusan dalam memilih model komunikasipolitik. Selama kurang lebih 45 tahun, pemerintah melakukan komunikasi politik searah menggunakanmodel homofili yang bersifat atas-bawah (Top down). Pada saat pendekatan ini digeser dari modelkomunikasi homofili vertikal internal ke model homofili horisontal internal hasilnya justru berbedakarena lima pemerintah daerah yang terkait dengan proyek SPAM Umbulan yaitu: Kabupaten Pasuruan,Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik yang masing-masing sejajarhirarki birokrasinya (Pemerintah kabupaten dan kota) pada kenyataannya saling mempertahankankepentingannya sendiri. Akibatnya terjadi konflik kepentingan di internal pemerintah daerah, khususnyamenyangkut konpensasi bagi hasil dari proyek tersebut. Konflik ini kemudian dapat diredam melaluimodel komunikasi homofili vertikal internal melalui intervensi kebijakan dari pemerintah pusat atauhirarki birokrasi yang lebih tinggi. Namun model komunikasi politik ini, sempat ditolak oleh kalanganeksternal termasuk masyarakat dan para politisi di DPRD Jawa Timur. Untuk mencapai keseimbangandalam melakukan komunikasi politik, maka perlu adanya pendekatan campuran dengan memadukanmodel komunikasi politik yang bersifat bawah-atas (Bottom-up) yaitu komunikasi politik model heterofilihorisontal eksternal yang melibatkan kelompok kepentingan (Stakeholders) secara lebih luas, terbuka dandapat dipertanggungjawabkan seperti melalui Musrenbang tingkat desa sampai nasional. Selain itu perlujuga pendalaman komunikasi politik melalui FGD dengan melibatkan para ahli dari perguruan tinggi(PTN/PTS). Dengan demikian, maka dapat diperoleh sintesa baru yaitu kombinasi komunikasi politik:model homofili-heterofili (Homoheterofili), vertikal-horisontal, dan internal-eksternal.
PLURALISME AGAMA DALAM PEMIKIRAN PESANTREN DENGAN PENDEKATAN TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK Nurma Yuwita

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1412

Abstract

Penelitian ini mendiskripsikan pluralisme agama perspektif Kiai Sholeh Bahruddin dengan model pendekatan teori interaksionisme simbolik. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif. Metodologi ini dipilih bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling.Pluralisme agama dalam pemikiran pesantren dengan pendekatan teori interaksionisme simbolik menghasilkan: 1) Makna pluralisme agama perspektif Kiai Sholeh Bahruddin yakni Allah menjadikan ciptaannya berbeda-beda agama yaitu: Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghuchu dengan tujuan agar bisa saling belajar berbagai macam cara seperti toleransi agama, hidup bermasyarakat, saling membantu, dan mengakui perbedaan itu sebagai karunia yang diberikanNya sebagai realita kehidupan; 2) Pancasila merupakan landasan utama yang digunakan oleh Kiai Sholeh Bahruddin dalam mengimplementasikan nilai pluralisme agama. Selain itu konsep pluralisme agama Kiai Sholeh Bahruddin dilatar belakangi dari pola kepemimpinan Nabi Muhammad yang berdasarkan piagam madinah; 3) Interaksi antarumat beragama di pondok pesantren Ngalah diimplementasikan dengan “kerja sama sosial keagamaan” dengan konsep dialog antarumat beragama dan “kerja sama dalam bidang agama” dengan konsep doa bersama, hubungan antarumat beragama, live in agama.
PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI DINAS PARIWISATA DAN KOMINFO DALAM MENINGKATKAT WISATAWAN DI AIR TERJUN PLETUK DESA JURUG SOOKO PONOROGO M. Rifa’i; Abdullah

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1413

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui Pengembangan strategi komunikasi Dinas Pariwisata dan Kominfo dalam meningkatkan wisatawan di Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo; (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam melaksanakan strategi komunikasi dalam meningkatkan wisatawan Di Air Terjun Pletuk desa Jurug Sooko Ponorogo. Tipe penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi berupa naratif, kata-kata, ungkapan, pendapat dan gagasan yang dikumpulkan oleh peneliti dari beberapa sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata dan Kominfo melakukan strategi komunikasi dalam meningkatkan wisatawan di Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo. Strategi yang digunakan yaitu pengenalan khalayak, penyusunan pesan, penetapan metode dan penggunaan media. Adapun faktor yang mendukung strategi komunikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kominfo yaitu adanya potensi wisata SDA Air terjun Pletuk Desa Jurug Sooko Ponorogo, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pertumbuhan ekonomi Desa Jurug Sooko Ponorogo. Selanjutnya faktor penghambat jalannya strategi komunikasi Dinas Pariwisata dan Kominfo Ponorogo yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan adanya pariwisata dan ketersediaan dana dan infrastuktur yang masih perlu di benahi.
ANALISIS WACANA PERSEPSI PARTISIPAN ADJIB PADA AKUN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KOMUNIKASI POLITIK TIM SUKSES PASANGAN CALON M. IRSYAD YUSUF DAN MUJIB IMRON PADA PILKADA 2018 KAB. PASURUAN (PERIODE MARET – APRIL 2018) M. Hidayatulloh

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1554

Abstract

Pada masa menjelang Pemilu 2014 lalu, begitu ramai parata dan tokoh politik terjun ke media social. Mereka tampaknya berkaca dari contoh sukses Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), dan Ridwan Kamil (Wali kota Bandung). Empat tokoh tersebut terbilang rajin berinteraksi di Twitter, Facebook, dan Youtube sehingga mampu menarik simpati serta dukungan pengguna media social. Pada Pilkada 2018 Kabupaten Pasuruan, peneliti menganalisis struktur teks yang dibangun oleh akun Relawan Adjib dalam Mengkampanyekan pasangan ADJIB. Dengan metode deskriptif kualitatif dan fokus penelitian yaitu postingan akun Relawan Adjib berupa berita periode maret – april 2018 dengan menggunakan analisis wacana Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar postingan berupa berita akun relawan adjib jika dilihat dari struktur makro postingan yang pertama, tema atau topik yang ditampilkan berupaya untuk menekankan terhadap masyarakat yang berlatar belakang pesantren khususnya santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Yasini bahwa Adjib lah yang harus dan lebih pantas mereka pilih dan dimenangkan untuk memimpin kabupaten pasuruan pada periode mendatang.
KEBIJAKAN REGULATIF PEMERINTAH DAERAH TENTANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Khoirul Huda

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v5i2.1558

Abstract

Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Meskipun banyak upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, seperti penyusunan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (RAN-PKTP), pembangunan pusat-pusat krisis terpadu di rumah sakit, pembangunan ruang pelayanan khusus (RPK) di Polda dan Polres serta pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (PPT-PPA) atau di daerah lain disebut P2TP2, dan penyebaran informasi dan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga tingkat Kecamatan dan desa. Namun semua upaya tersebut belum cukup untuk menekan tingginya tindak kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak. Data yang akurat masih belum tersedia, hal ini dikarenakan banyak kasus-kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak yang tidak dilaporkan, dengan anggapan bahwa masalah tersebut adalah masalah domestik keluarga (tabu) yang tidak perlu diketahui orang lain selain itu belum ada interching’s antara lembaga dalam penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak. Selain itu, masih didapati bahwa Pemberdayaan Perempuan menjadi erat kaitannya dengan perlindungan terhadap anak, ditengah kesibukan orangtua dalam keseharianya berdampak atas peran kaum perempuan dalam pendidikan utama dan pertama bagi anak. Dalam keseharian terdapat fenomena atas pendidikan anak dikeluarga yang lebih sering terjadi secara alamiah tanpa kesadaran perencanaan orang tua, padahal pengaruh dan akibat sangat besar. Jika kita lihat atas rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan memiliki kontribusi sangat besar atas pendidikan dan pembentukan karakter anak. Jika ditelaah secara seksama terdapat beberapa masalah utama guna mengurai atas pembangunan pemberdayaan perempuan di daearah, sebagaimana rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik. Tidak lepas adanya konstruksi budaya (cultural), structural dan pola rasional sebagaimana pola rasional menjadi Value (Tata Nilai) dalam kehidupan yang dianggap benar dan bersifat subjektif sehingga dalam establishmen gender di daerah melihat dari tiga aspek; cultural, structural dan rasional (Values).

Page 5 of 27 | Total Record : 266