Articles
266 Documents
ANALISIS ISI KECENDERUNGAN PEMBERITAAN MEDIA ONLINE TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR PERIODE 2018-2023 DI TRIBUNNEWS.COM (Selama Bulan Januari-Mei 2018)
Childa Laili Nur Fitriah
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1562
Pada tahun 2018 bertepatan dengan Pilkada serentak di Indonesia, salah satunya adalah pemilihan Gubernur Jawa Timur pada tanggal 27 juni 2018, Salah satu alat kampanye politik adalah media online yang dinilai lebih efektif, mudah serta persebaran informasi yang cepat. Akan tetapi banyak media yang memanfaatkan media online sebagai alat propaganda politiknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan media tentang pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 di Tribunnews. Penelitian ini menggunakan 2 kategorisasi yaitu kecenderungan dan arah isu. Populasi dalam penelitian ini adalah berita Pemilihan Gubernur Jatim 2018 di Tribunnews.com pada bulan Januari-Mei 2018. Sampel yang diperlukan adalah 35 berita yang dianalisis oleh peneliti dan dibantu oleh 2 koder yakni Rosyidi (wartawan) dan Hery Sunarno (Dosen Jurnalis). Teknik pengumpulan data menggunakan rumus Holsty untuk mencari CR dan di perkuat dengan rumus Scott untuk mencari nilai keterhandalan dengan total 0,7, dari kategori ditemukan Coefisien Reliability 0,7. Dapat disimpulkan bahwa berita Pemilihan Gubernur Jatim di Tribunnews.com memiliki kecenderungan 84% dengan 24 berita, 12 berita memihak pada pasangan calon nomer 1 dan 12 berita memihak pada pasangan calon nomer 2. Arah isu positif 88% dengan dominan 8 arah isu berita dukungan pada pasangan calon nomer 1.
FENOMENA CLICKBAIT DI TRIBUNNEWS.COM DITINJAU DARI KODE ETIK JURNALISTIK INDONESIA PERIODE MARET 2018
Akhsanatul Mardliyah
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1563
Berita-berita dengan judul fantastis mulai bermunculan demi menggaet banyaknya viewer yang akan berdampak pada trafik media pemberitaan online tersebut. Tragisnya judul-judul fantastis yang mereka suguhkan tidak sesuai dengan konten beritanya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena clickbait di media pemberitaan online tribunnews.com ditinjau dari kode etik jurnalistik Indonesia periode Maret 2018. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik sampling dengan melakukan pengambilan sampel untuk menentukan objek dan data yang akan diteliti. Objek penelitian pada penelitian ini adalah teks berita-berita clickbait periode Maret 2018 di media pemberitaan online tribunnews.com. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz yang bertujuan untuk mengetahui dunia dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung atau berkaitan dengan sifat-sifat alami pengalaman manusia, dan makna yang ditempelkan kepadanya. Hasil penelitian menunjukkan 1) fenomena berita clickbait di tribunnews.com menyimpang dari kode etik jurnalistik terkait keakuratan berita. 2) berita-berita clickbait di tribunnews.com berdasarkan CMC (Computer Mediated Communication) Holmes mempunyai bentuk komunikasi yang unik dengan membelokkan makna antara judul dan isi selain itu tribunnews.com melakukan integrasi informasi dari media lain untuk melakukan update berita.
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN DALAM MENINGKATKAN POTENSI LOKAL MELALUI PROGRAM DESA MASLAHAT
Azillatul Isnaini
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1564
Pasuruan terkenal sebagai kawasan industri dan pariwisata yang kompleks dan banyak desa-desa terpencil di Pasuruan yang memiliki potensi lokal dan beraneka macam kebudayaannya. Namun, banyaknya potensi yang dimiliki oleh desa-desa terpencil Kabupaten Pasuruan tidak berimbang dengan sumber daya manusia setempat sehingga potensi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan potensi lokal melalui Program Desa Maslahat dan untuk mengetahui penyebab perbedaan keberhasilan antara satu desa dengan yang lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif dengan teknik analisis data triangulasi yang bertujuan untuk mealakukan pendalaman penafsiran dan analisis data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara tidak terstruktur kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Aparatur Desa dan Masyarakat Aktif yang menjalankan program Desa Maslahat. Hasil penelitian menunjukkan 1. Strategi pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan Pembagian Kerja, Struktur dan Pengawasan. Sedangkan pada Desa, seluruh komponen dalam teori klasik berjalan yakni adanya Pembagian Kerja, Hierarki, Struktur serta Pengawasan. 2. Faktor-faktor penyebab tidak meratanya keberhasilan Desa Maslahat adalah ketidakberimbangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada seluruh desa.
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
Nurma Yuwita
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1565
Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di riset adalah ”Rudy Habibie”. Alasan periset menganalisis Rudy Habibie adalah karena film ini mengangkat kisah nyata yang diadopsi dari kehidupan presiden ke-3 Indonesia yakni Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie. Film Rudy Habibie masuk nominasi film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2016. Dalam jangka waktu satu bulan lebih film Rudy Habibie menggenapkan perolehan jumlah penontonnnya di angka dua juta.Film Rudy Habibie menggambarkan seorang yang inspiratif dan memiliki jiwa nasionalis.Periset sengaja mengambil tema nasionalisme karena semangat dan cintanya generasi muda yang mulai luntur pada bangsanya. Representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotik sebagai pendekatannya. Semiotika Charles Sanders Pierce yang digunakan oleh periset adalah modeltriangle meaning yang terdiri atas: Sign, Object, dan Interpretant. Periset akan memilih potongan adegan dalam film Rudy Habibie yang merepresentasikan tentang nasionalisme dengan menggunakan analisis triangle meaning. Riset representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menghasilkan: 1) Repesentasi nasionalisme Rudy Habibie ditunjukkan dengan cara dan keinginan yang kuat untuk memperjuangkan Indonesia setelah kembali dari studinya dalam bidang industri dirgantara; 2) Representasi nasionalisme yang kedua diinterpretasikan dengan rancangan akan kebutuhan potensi sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh Indonesia dalam bidang industri dirgantara, perikanan, pertanian dan maritim; 3) Representasi nasionalisme Rudy Habibie yang ketiga diinterpretasikan dengan falsafah dari orang tuanya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa Indonesia; 4) Representasi nasionalisme yang keempat diinterpretasikan dengan puisi Habibie tentang sumpah terhadap ibu pertiwi untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita bangsa Indonesia.
ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK PADA TEKS BERITA ONLINE KASUS PENYERANGAN PENYIDIK KPK NOVEL BASWEDAN PADA MEDIA LIPUTAN6.COM PERIODE 11 APRIL 2017 HINGGA 9 APRIL 2018
Maulida Khasanah;
Faris
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1566
Penyidik KPK Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik yang dinilai cukup berprestasi, terutama dalam kiprahnya menangani kasus-kasus korupsi yang melibatkan para pejabat dan pemerintahan. Liputan6.com adalah salah satu media online yang juga gencar memberitakan kasus Novel terutama penyiraman air keras terhadap Novel. Karena media massa merupakan aktor konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas, maka peneliti akan menganalisis wacana kritis dalam lapangan politik, dengan aspek praktik pemakaian bahasa, terutama politik bahasa dan konteks yang terdapat dalam pemberitaannya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan fokus penelitian pada pemberitaan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di media online liputan6.com periode 11 April 2017 hingga April 2018 menggunakan analisis wacana kritis Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ke-13 analisis wacana berita terlihat adanya kecenderungan redaksi liputan6.com memihak Novel sebagai korban dan membuat pembaca memihak korban, dengan memilih kalimat yang yang bisa membuat pembaca merasa iba serta kalimat yang membuat pelaku terlihat begitu sadis. Pemberitaan tersebut juga membuat Polri menjadi pihak yang besalah karena tidak dapat menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel hingga satu tahun.
DIFUSI INOVASI DALAM KONTEKS PERANAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) SWARA RINGGIT KELURAHAN LEDUG GUNA MENINGKATKAN POTENSI LOKAL
Nur Azizah
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1567
Penelitian ini meneliti tentang difusi inovasi dalam konteks peranan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Swara Ringgit.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui difusi inovasi dan peranan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Swara Ringgit dalam meningkatkan potensi lokal menggunakan metode deskriptif kualitatif.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis difusi inovasi Everett M. Rogers. Ada empat unsur utama dalam proses difusi inovasi, pertama, Inovasi merupakan segala ide, cara-cara, ataupun obyek yang dioperasikan oleh seseorang sebagai sesuatu yang baru. Kedua, cara dan saluran komunikasi yang dipergunakan dalam proses difusi inovasi, ada dua saluran komunikasi yang bisa digunakan yaitu saluran antarpribadi dan massa(media massa). Ketiga, dalam jangka waktu tertentu. Waktu yang diperlukan dalam proses difusi inovasi. Keempat, diantara para anggota sistem sosial (karakter individu-individu sebagai anggota sistem sosial yang menjadi sasaran kegiatan difusi inovasi).Hasil penelitian ini adalah inovasi memperkenalkan dan mempromosikan produk local melalui internet dalam upaya meningkatkan potensi local Kelurahan Ledug. Proses adopsi inovasinya meliputi lima tahap yakni Knowledge (pengetahuan), persuasion (bujukan/ajakan) decision (pengambilan keputusan) serta implementation (implementasi/pelaksanaan) dan confirmation (konfirmasi). Proses adopsi inovasi dalam penelitian ini berjalan lancar dan baik. Dan inovasi dapat diterima oleh masyarakat.
EKSEGESIS SYAIR LAGU WAJIB NASIONAL BERDASARKAN KAJIAN HERMENEUTIK GUNA MEMAHAMI MAKNA DAN PESAN KEPAHLAWANAN UNTUK PENANAMAN KARAKTER PADA ANAK
Gatut Setiadi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1568
Eksegesis merupakan sebuah tindakan untuk menafsirkan serta memberikan berbagai pejelasan dari suatu teks agar dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam teks tersebut. Pemahaman makna teks sangat penting karena dengan memahami makna tersebut maka maksud atau pesan dari pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Seperti halnya makna tersirat dalam syair lagu perjuangan yang menyampaikan pesan-pesan kepahlawanan bagi bangsa Indonesia. Lagu wajib nasional merupakan bagian dari lagu perjuangan, yakni lagu fenomenal yang menjadi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan menjadi kepribadian serta ciri khas bangsa Indonesia. Untuk memahami pesan di dalam syair lagu wajib nasional diperlukan analisis dan interpretasi pada syair lagu tersebut, sehingga sangat relevan untuk ditinjau dan dianalisa dari perspektif hermeneutik yakni menafsirkan suatu kata, kalimat, paragraf atau keseluruhan teks untuk menemukan makna dalam teks tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis dan interpretasi terhadap ketujuh teks lagu wajib nasional yang diciptakan mulai tahun 1924 sampai 1949. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan historis. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan teknik pustaka atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan berbagai macam pesan kepahlawanan di dalam ketujuh teks lagu wajib nasional tersebut, antara lain (1) Nasionalisme, yang meliputi sifat kebanggaan terhadap Negara, cinta tanah air, mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan. (2) Patriotisme meliputi sifat, rela berkorban, berani berjuang, pantang menyerah, berjiwa pembaharu. Pesan kepahlawanan ini jika dipahami dengan baik sejak tingkat dasar akan menjadi landasan pembentukan karakter anak bangsa yang memiliki nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsanya, yakni bangsa Indonesia.
OPINI MASYARAKAT KOTA PASURUAN TENTANG BERITA BEGAL PADA RUBRIK KRIMINAL WARTABROMO.COM
Nur Badriatus Sholicha
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1569
Pemberitaan begal di Kabupaten Pasuruan terkategori memiliki intensitas yang sangat tinggi, hal ini bisa dibuktikan dengan seringnya pemberitaan begal pada beberapa media online di Kabupaten Pasuruan, salah satunya adalah media online www.wartabromo.com. Pemberitaan begal di kabupaten pasuruan dalam kurun waktu satu tahun terakhir periode Januari 2017-Januari 2018 jumlahnya sangat bombastis, dengan jumlah 79 berita begal. Dari seringnya pemberitaan begal ini membuat netizen menyebut pasuruan sebagai “kota begal”. melihat persoalan tersebut, menjadi sebuah kekhawatiran bagi warga pasuruan akan keselamatan dirinya dari pembegalan. Hal ini tentunya akan memicu opini masyarakat terhadap pemberitaan tersebut. Dari deskripsi latar belakang tersebut penelitian ini mencoba untuk mengetahui Opini Masyarakat Kota Pasuruan terkait pemberitaan begal pada rubrikkriminal Wartabromo.com, yang mana peneliti akan mengetahui isi opini, arah opini serta intensitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada opini masyarakat yang ditimbulkan dari intensitas pemberitaan begal pada media Wartabromo.com. Metode pengumpulan data melulaui Wawancara mendalam menggunakan teknik Snowball Sampling pada masyarakat Kota Pasuruan di 4 Kecamatan. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui Opini masyarakat Kota Pasuruan tentang berita begal pada rubrik kriminal Wartabromo.com Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa opini Masyrakat Kota Pasuruan terhadap berita begal pada rubrik Wartabromo.com cenderung positif (Pro) hal ini di buktikan dengan, pertama isi opini, pendapat mereka cenderung pro terhadap pemberitaan begal tersebut. Kedua arah opini, pendapat mereka cenderung pro terhadap berita begal pada rubric criminal Wartabromo.com. ketiga intensitas, ketajaman issue masyarakat kota Pasuruan pada kasus pembegalan sangat kuat. Selain itu diharapkan pemberitaan yang terus menerus diberitakan ini mampu memberikan kritikan terhadap pemerintah bahwasannya Pasuruan saat ini sangat jauh dari kata aman.
POLA KOMUNIKASI PEMERINTAH DESA GUNTING KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM MATOANISASI
Silvia Amanatul Zuhriyah
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1570
Dengan berbagai macam kekayaan alam dan potensi yang dimiliki oleh beberapa desa di Kabupaten Pasuruan menunjukkan bahwa Pasuruan merupakan suatu Kabupaten yang memiliki sumber daya alam melimpah. Program Matoanisasi merupakan suatu program unggulan yang ada di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Program ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa yang ada di Kecamatan Sukorejo. Desa Gunting merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukorejo yang sudah melaksanakan program Motoanisasi mulai tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah Desa Gunting dalam melaksanakan program Matoanisasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman (2012). Hasil penelitian menunjukkan, 1) pola komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan dalam melaksanakan program Matoanisasi ini adalah pola komunikasi rantai. 2) penyebaran informasi terkait dengan program Matoanisasi ini dilakukan oleh pemerintah Desa Gunting dengan cara sosialisasi dengan beberapa perwakilan desa kemudian seluruh informasi terkai dengan program Matoanisasi akan disebarkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan.
Melindungi Hak Masyarakat Adat di Indonesia Pada Penyalahgunaan Ekspresi Budaya Tradisional di Indonesia
Ayu Citra Santyaningtyas;
Rahmadi Indra Tektona
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35891/heritage.v7i1.1571
Bangsa yang besar adalah bangsa dengan kebanggaan bagi warisan budayanya. ekspresi budaya tradisional adalah yang paling penting atau paling diakui dasar untuk identitas budaya dan masyarakat. Negara sebagai manajer ekspresi budaya tradisional harus melindungi keberadaan ekspresi budaya tradisional dengan mempertimbangkan sebagai warisan budaya yang sangat berharga. Menghormati hak-hak masyarakat adat dan kepentingan sebagai pemilik ekspresi budaya tradisional dapat mendukung ekonomi nasional. Sebuah isu yang menarik terkait dengan peningkatan adalah ekonomi berbasis pengetahuan ekonomi nasional yang menyangkut dengan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya warisan budaya intelektualitas oleh masyarakat adat sebagai penjaga sumber daya ini. Dalam dekade terakhir, ada kecenderungan memanfaatkan sumber daya ini tidak adil oleh negara-negara maju. masyarakat adat sebagai pemilik ekspresi budaya tradisional, oleh karena itu, harus dihargai dan bersyukur ketika ekspresi budaya tradisional mereka disalahgunakan oleh negara-negara lain.