cover
Contact Name
Andi Saputri Mulyana
Contact Email
saputrimulyana89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pajournalofnursingscience@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Patria Artha Journal of Nursing Science
ISSN : 25495674     EISSN : 25497545     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Integrasi Aromaterapi Sebagai Strategi Komplementer dalam Reduksi Ketegangan Psikologis pada Akseptor Keluarga Berencana Baru Fitriana Jufri P; Surmayanti Surmayanti; Irmawati Irmawati; Rina Listu Datu
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketegangan psikologis sering dialami oleh akseptor keluarga berencana (KB) baru sebagai bentuk respon terhadap perubahan fisik dan emosional setelah penggunaan kontrasepsi. Kondisi ini apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kepatuhan penggunaan KB serta kualitas hidup akseptor. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi, khususnya lavender yang memiliki efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi aromaterapi sebagai strategi komplementer dalam mereduksi ketegangan psikologis pada akseptor KB baru. Penelitian ini menggunakan desain preexperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 responden, yaitu akseptor KB baru yang mengalami ketegangan psikologis di TPMB Bidan Faridha Nasir, Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala ketegangan psikologis dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat ketegangan psikologis setelah pemberian aromaterapi (p-value < 0,05). Dengan demikian, aromaterapi efektif sebagai strategi komplementer dalam membantu mereduksi ketegangan psikologis pada akseptor KB baru.
Evaluasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dengan Menggunakan Metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Gustiana Gustiana; Hadzmawaty Hamzah; Setiawan Kasim; Liliskarlina Liliskarlina
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga menjadi isu penting dalam kesehatan lingkungan karena berhubungan langsung dengan timbulan limbah domestik, pola pengelolaan masyarakat, serta risiko kesehatan yang ditimbulkan. Kelurahan Tombolo sebagai wilayah perkotaan padat di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mengalami peningkatan produksi sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah rumah tangga dan menilai potensi risiko kesehatan masyarakat dengan menggunakan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 369 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHRA yang mencakup variabel jenis dan volume sampah, pola pengelolaan (pemilahan, pembuangan, pengangkutan), serta indikator risiko kesehatan masyarakat (kejadian penyakit, keberadaan TPS, dan paparan bau). Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan menggunakan indeks risiko EHRA untuk menentukan kategori risiko kesehatan (rendah, sedang, tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sampah rumah tangga berupa sampah organik (72,5%), sedangkan sampah anorganik sebesar 23,4% dan B3 tidak ditemukan. Volume sampah paling banyak berada pada kategori 1–2 kg per hari (41,3%). Dalam pola pengelolaan, hanya 54,8% responden yang melakukan pemilahan, 68,3% menyerahkan sampah ke petugas, sedangkan 27,5% masih membakar sampah. Frekuensi pengangkutan terbanyak adalah 2–3 kali per minggu (54,8%), namun 27,5% rumah tangga tidak mendapat layanan pengangkutan. Dari sisi risiko kesehatan, tercatat kasus diare (28,5%), demam berdarah (14,1%), dan infeksi kulit (14,4%), serta 42,5% rumah tangga tinggal <50 m dari TPS. Analisis indeks risiko EHRA menunjukkan bahwa 47,4% responden berada pada kategori sedang, 32,0% kategori tinggi, dan hanya 21,1% kategori rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Tombolo belum sesuai prinsip 3R dan sanitasi lingkungan, dengan mayoritas masyarakat berada pada risiko kesehatan sedang hingga tinggi. Diperlukan intervensi pemerintah daerah dalam bentuk peningkatan layanan pengangkutan sampah, edukasi pemilahan dan pengolahan, pengendalian praktik pembakaran sampah, serta penataan TPS agar lebih ramah lingkungan.
Determinasi Glukosa Darah Pada Ibu Hamil : Analisis Riwayat Keluarga Diabetes Mellitus Dan Indeks Massa Tubuh Wahyuni Wahyuni; Irmasanti Fajrin; Senny Rondonuwu
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v10i1.1082

Abstract

Diabetes melitus gestasional merupakan gangguan metabolik pada kehamilan yang berisiko menimbulkan komplikasi bagi ibu dan janin. Riwayat keluarga diabetes mellitus dan indeks massa tubuh (IMT) diduga berperan dalam peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat keluarga diabetes mellitus dan IMT dengan kadar glukosa darah pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 47 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square/Fisher’s Exact Test dan regresi logistik. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori risiko diabetes gestasional (70,2%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara riwayat keluarga diabetes mellitus (p=0,173) dan IMT (p=0,138) dengan kadar glukosa darah. Namun, analisis multivariat menunjukkan adanya peningkatan risiko pada riwayat keluarga diabetes mellitus (OR=5,229) dan IMT berisiko (OR=4,455). Disimpulkan bahwa kedua faktor tidak berhubungan signifikan, namun berpotensi meningkatkan risiko hiperglikemia pada ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan dilakukan skrining dini kadar glukosa darah, pemantauan IMT secara rutin selama kehamilan, serta edukasi faktor risiko kepada ibu hamil guna mencegah komplikasi lebih lanjut.